Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 112 Habisnya Rombongan kelelawar Hantu


__ADS_3

Rasa sakit dari ketiga guratan itu, membuat amarah Mo kwi naik, dan tubuhnya langsung berubah menjadi Hitam legam, dengan ilmu Raja hitam, Mo kwi tak sabar dan terus berkata bunuh dan bunuh seperti waktu ia bertempur melawan iblis 5 unsur.


Kelelawar hantu terkejut melihat perubahan yang terjadi, dan keget ketika racun dari senjatanya yang telang mengenai Mo kwi seperti tak berarti sama sekali, malah menambah keganasan pemuda itu, dan berteriak bunuh dan bunuh, yang membuat hati bergidig mendengarnya, dan ketika berubah


kelelawar hantu melihat 2 buah sinar warna merah keluar dari tubuh Mo kwi, menyambar kearah anak buahnya


Luka akibat cakar beracun yang bisa membuat lawan menjadi lumpuh, kemudian tewas perlahan tak berlaku bagi pemuda itu, membuat Kelelawar hantu semakin ciut nyalinya, ia lalu mengibaskan jubah kelelawar hitam miliknya, dua buah angin menderu menghantam kearah Mo kwi.


Jika tadi Mo kwi terhuyung huyung, tapi setelah berubah, ia masih tetap berjalan kearah kelelawar hantu, dan seperti tak merasakan adanya angin yang menerpa tubuhnya, senyum menyeringai dari Mo kwi terlihat menyeramkan bagi Kelelawar hantu.


Bunuuuuuh...!!


Setelah berteriak, Mo kwi kemudian mengamuk, anak buah kelelawar hantu yang tadinya mengepung Mo kwi, mulai mundur perlahan, karna tubuh pemuda itu panas dan menimbulkan bau amis racun, sedangkan, sinar merah dari Coa mo dan Coa kwi terlihat menyambar nyambar kearah anak buah kelelawar hantu.


Mo kwi terus bergerak, pukulan hitam nya sekali gerak pasti menewaskan orang yang berada di dekatnya.


Tangan Mo kwi berhasil menangkap salah seorang anak buah kelelawar hantu, yang berada didekatnya, menarik lalu dengan keras menghantam dengan pukulan hitam, tanpa ada suara keluhan dan jeritan, orang itu langsung tewas, dan tubunya berubah menjadi hitam.


Pedang bintang terus berdenging, dan bergerak sangat cepat menebas kaki, tangan, hingga kepala membuat, leleh nyali anak buah Kelelawar hantu, dan bukan anak buahnya saja, kelelawar hantu sekalipun sudah leleh nyalinya semenjak Mo kwi berubah wujud ketika mengeluarkan ilmu pukulan hitam.


Dan ia mencari celah, agar bisa melarikan diri, sedangkan Mo kwi terus mengamuk, putaran malaikat pedang sangat cepat, pedang bintang, menyambar kearah anak buah kelelawar hantu.


Mayat mayat mulai berserakan, yang tubuhnya hitam, dan mayat yang terpotong dan hilang anggota tubuhnya, semakin lama anak buah dari kelelawar hantu semakin sedikit, dari sekitar 50 orang lebih kini hanya tinggal beberapa orang saja, anggota yang sudah lama ia latih, untuk melakukan penyerangan, dan misi misi rahasia dari kasim Co sekarang mulai tumbang satu persatu.


Niat melarikan diri kelelawar hantu lenyap melihat, anak buahnya tewas satu persatu dengan keadaan yang mengerikan, jika tidak tubuhnya berubah hitam, badan atau tubuhnya terbelah terkena sabetan pedang bintang Mo kwi.


Tak terasa yang tersisa hanya tinggal lima orang saja termasuk kelelawar hantu, wakil dari kelelawar hantu dan 3 orang anak buah kelelawar hantu.


Mereka saling pandang, dan terlihat dari wajah mereka yang pucat pasi, dan raut ketakutan membuat mereka sampai tak bisa berkata, dan hanya saling tatap satu sama lain, begitu juga dengan ketua mereka Kelelawar hantu


Jarak mereka yang agak jauh, membuat rombongan Kelelawar hantu yang tersisa, bisa sedikit menarik nafas dan menenangkan pikiran mereka yang sedang kalut.


Kelelawar hantu menatap kearah Mo kwi dari tempatnya yang agak jauh.


Sekarang kelelawar hantu dan anak buahnya melihat dengan sangat jelas bentuk iblis gurun yang tadi mereka lawan


Mereka sewaktu bertempur, hanya sekilas melihat bayangan hitam, berkelebat membunuh kawan kawan mereka, dan kurang begitu jelas.


Kelelawar hantu dan anak buahnya, melihat sosok hitam dengan mata yang merah tengah berdiri, diantara mayat mayat temannya.

__ADS_1


Suatu pandangan yang sangat mengerikan, belum lagi aura pembunuh yang di keluarkan oleh ilmu Raja hitam sangat kuat, sehingga membuat perasaan kelelawar hantu dan anak buahnya yang tersisa, merasa nyawa mereka sudah berada di kepala, dan siap meninggalkan raga.


Mo kwi, tenaga dalamnya bertambah kuat, karna setiap ada waktu senggang tak lupa berlatih, dan ketika terluka atau kemarahaan yang sudah tak tertahan, ilmu puncak Raja hitam langsung keluar dengan sendirinya, dengan tenaga dalam Baja api, membuat racun dan hawa panas saling melindungi dan bergerak keseluruh tubuh Mo kwi.


Bunuh,..bunuuh,..bunuuuh.


Mo kwi berkata, sambil berlari pelan lalu makin cepat, kemudian melesat dengan sangat kencang, kearah kepala kelelawar hantu, dan anak buahnya.


Kelelawar hantu berkata, tanpa melihat kearah anak buahnya,


"Bentuk formasi kelelawar keluar masuk gunung, tak ada jalan lain, kita kepung Iblis gurun..!!"


ke empat orang yang tersisa mengerti maksud ketuanya.


Mo kwi menyabetkan pedang bintangnya, kearah kepala kelelawar hantu.


Kelelawar hantu menunduk, lalu kaki nya menyabet kearah kaki Mo kwi, Mo kwi loncat keatas menghindar, 4 anak buah kelelawar hantu melesat, dan 4 buah pedang mereka menyambar kearah pinggang Mo kwi yang tengah loncat.


Trang..trang..traaang.


Mo kwi dengan putaran pedang malaikat, menangkis ke 4 pedang yang mengarah pinggangnya.


Mo kwi langsung menyabetkan pedang bintangnya kearah tangan kelelawar hantu.


Kelelawar hantu menarik serangan, dan melentingkan tubuhnya kebelakang, menghindari tebasan pedang bintang milik Mo kwi, setelah turun, kelelawar hantu langsung mengibaskan kedua tangan, serangkum angin sangat kencang menderu keluar dari kebutan tangan yang berasal dari jubah kelelawar,


Whuuut,..sreeeet..!!


Mo kwi dengan pedang bintangnya menyabet dengan hawa pedang yang berwarna kehitaman, membelah angin dari kibasan jubah kelelawar hantu.


Angin yang menderu bergerak kesamping, dan menyambar kearah anak buahnya sendiri, yang langsung terpental, kemudian Mo kwi langsung memburu musuh yang terpental dengan langkah kilin, dan tiba di dekat musuh dan langsung menebaskan pedang bintangnya kearah pinggang.


Craaaaashh...!!


Tubuh anak buah kelelawar hantu langsung terpotong, dengan pinggang putus, tak ada jeritan kesakitan hanya suara tubuh ambruk ketanah yang terdengar.


Mo kwi kemudian bergerak dengan langkah Dewa angin meloncat keatas dan menyabet kearah kepala salah seorang anak buah kelelawar hantu yang terdekat.


Anak buah kelelawar hantu yang terkejut melihat kematian tragis kawannya, tak sempat menghindar, kepalanya terbelah terkena sabetan pedang bintang Mo kwi dari atas, kemudian Mo kwi menendang tubuh yang sudah tak bernyawa itu hingga terpental.

__ADS_1


Tak berhenti di situ saja, Mo kwi langsung melemparkan pedang bintangnya, kearah Kelelawar hantu.


Kelelawar hantu bergerak keatas dengan sangat cepat, menghindari pedang yang mengarah perutnya.


Mo kwi yang tanpa pedang, langsung memburu kearah wakil kelelawar hantu, dan menghantamkan tangannya, pukulan hitam melesat menghantam dada, wakil kelelawar hantu terlempar, dan tubuhnya langsung hitam dan tewas seketika.


Sedangkan seorang anak buah yang tersisa, hanya berdiri gemetar, melihat kematian kawan kawannya yang tragis di depan mata, tubuhnya tak bisa bergerak saking takut dan seram, melihat pembantaian yang dilakukan oleh Mo kwi.


Kelelawar hantu yang sudah nekad, bergerak dan memburu ke arah Mo kwi, senjatanya yang berbentuk cakar siap mencengkram kearah kepala Mo kwi.


Mo kwi menyeringai sambil menggerakan jari tangannya, Kelelawar hantu yang melihat tangan Mo kwi bergerak terperanjat, apalagi ketika merasakan angin dingin, bergerak dari belakang, dan ketika ia berpaling, tapi sudah terlambat.


Jreeeeeb...!!


Pedang bintang langsung menembus mulut kelelawar hantu yang tengah berpaling, hingga tembus sampai belakang kepala.


Kelelawar hantu langsung ambruk, tewas seketika.


Mo kwi, perlahan menghampiri, dengan menginjak tubuh kelelawar hantu, menarik pedang bintang, lalu diusapkan pedangnya di rambut kelelawar hantu untuk membersihkan darah dari badan pedang.


Tak lama kemudian tubuh Mo kwi berubah kembali, dan guratang bekas cakar kelelawar hantu, terlihat sudah mengering.


Mo kwi menatap kearah seorang anak buah kelelawar hantu yang gemetar ketakutan, kemudian bersujud di depan Mo kwi, "jangan bunuh aku tuan pendekar," anak buah kelelawar hantu berkata.


"Dimana Hantu pohon ?" Mo kwi berkata.


"aku beritahu, aku beritahu, tapi tuan jangan bunuh aku," Mo kwi tak menjawab, permintaan anak buah kelelawar hantu yang hanya tersisa satu.


"Markas Hantu pohon berada di goa, pinggir telaga, sebelah timur hutan."


"Tuan jangan bunuh aku, aku sudah beritahu tempat persembunyian Hantu pohon."


"Kau pergilah," Mo kwi berkata,


Mendengar perkataan Mo kwi, anak buah kelelawar hantu langsung melesat, tapi naas, arahnya menuju ketempat Coa mo dan Coa kwi, yang langsung menyambar dan menggigit leher orang naas itu, yang langsung melotot dan tewas seketika, akibat racun, Coa mo dan Coa kwi yang ganas.


Setelah menggigit, kedua ular gurun api, langsung kembali kearah Mo kwi, dan masuk ke sarang mereka di balik baju.


Mo kwi menatap anak buah kelelawar hantu, lalu berkata,

__ADS_1


Aku melepaskanmu, tapi sahabatku tidak setuju.


__ADS_2