
Pedang gila yang telah menewaskan Taiko membuat geram orang orang perkumpulan Bajak merah, dan mereka langsung mencabut senjata untuk menyerang Pedang gila.
Pedang gila yang memang sudah kesal malah tertawa tawa melihat semua mencabut senjata.
Sedangkan Mo kwi, Shin mo dan yang lainnya ketika mengetahui Pedang gila membunuh Taiko langsung bersiap sedia, dan mereka memang datang untuk bertempur sehingga tak kaget lagi.
Apalagi Mo kwi sudah memberi isyarat kepada Shin mo dan Shin mo memberi isyarat kepada anggota perguruan Dewa iblis yang lain.
Melihat Pedang gila berhasil membunuh Taiko maka, semua rombongan Mo kwi dan anggota perguruan Dewa iblis langsung bergerak menyerang perkumpulan Bajak merah.
Sedangkan, para pendekar yang menghadiri pertemuan peresmian perguruan Pedang timur, bingung apa yang herus mereka lakukan, sedangkan mereka yang mempunyai dendam dengan perkumpulan Bajak merah bergabung ikut menyerang, dan yang sudah berniat membantu perkumpulan Bajak merah juga bergabung dengan perkumpulan itu.
Mo kwi yang sudah mencabut pisau darah naga dan pisau raja neraka, melesat mendekati Pedang gila, apalagi setelah melihat 6 orang penjaga neraka bersama Musashi dan Oijin bergerak ke arah Pedang gila.
Sementara itu, Shin mo telah mencabut seruling iblis miliknya dan menyerang ke arah Minamoto yang di kawal oleh 4 orang penjaga neraka.
Pertempuran hebat terjadi di tepi pantai timur kota Gaya, penduduk yang ikut menyaksikan langsung lari tunggang langgang ketika melihat acara peresmian peguruan Pedang timur menjadi pertempuran terbuka.
Dewa langit, Li chun, kwan bin, kauw kwi, Giok lim, semua langsung mengamuk menghabisi siapa saja anggota bajak yang mendekati, walaupun perkumpulan Bajak merah, anggotanya tak begitu tinggi mempunyai ilmu silat, kecuali mereka yang tergabung dengan keluarga samurai, tetapi mereka mempunyai semangat tinggi, jumlah yang banyak, dan tak takut mati, yang membuat pertempuran menjadi seimbang.
Hanya Zhou yun yang sering menatap ke arah laut, mengawasi pergerakan puluhan kapal kapal perkumpulan Bajak merah, yang sewaktu waktu bisa menyerang ke arah mereka yang sedang bertempur.
Mo kwi menyabetkan Pisau darah naga ke arah Penjaga neraka yang akan menyerang Pedang gila.
Whuut..creeep.
Sebuah tusukan mengenai tangan penjaga neraka, tapi penjaga neraka yang terkena tuaukan seperti tak peduli, dan terus menyerang, dan berbalik kini menyerang ke arah Mo kwi.
"Kakak, serang penjaga neraka diantara 2 mata, di keningnya" Mo kwi berteriak kepada Pedang gila.
Rombongan Mo kwi dan Anggota perguruan Dewa iblis juga sudah di beri tahu oleh Shin mo perihal kelemahan penjaga neraka, tapi susah untuk menyerang kelemahan itu, karna mereka seperti sudah tahu, dan bila di serang di antara 2 mata mereka, mereka selalu menghindar, atau menjaga kelemahannya itu dengan kedua tangan, tak peduli walau bagian manapun terkena pukulan dan tebasan, asal jangan kening mereka yang terkena tusukan maupun hantaman dari musuh.
Pedang gila bertempur melawan Musashi yang di bantu oleh 2 orang penjaga neraka.
Sementara itu Mo kwi melawan Oijin dan 4 penjaga neraka, Shin mo bertempur dengan Minamoto di bantu oleh 4 penjaga neraka.
3 pertempuran mereka di jauhi oleh anak buah mereka masing masing, karna angin hawa tenaga dalam yang keluar sangat kuat hingga bisa menyobek nyobek kulit mereka yang tak mempunyai tenaga dalam tinggi.
Apalagi Shin mo yang menggunakan Seruling iblis miliknya, suara yang keluar dari suling itu membuat orang orang semakin takut mendekat.
__ADS_1
Pedang gila mulai kewalahan menghadapi musuh, 2 penjaga neraka dan Musashi yang bertempur dengan licik dan sering membokong membuat Pedang gila, terus terdesak.
Ketika pedang dari penjaga neraka menyerang ke arah tubuh dan kepala, Pedang gila lompat mundur, tetapi Musashi menebas dari samping dan menyerang leher, dan pedang gila sudah tak bisa menghindar karna dia juga baru saja menangkis 2 serangan dari penjaga neraka.
Pedang gila bukannya tak mengetahui tentang serangan dari Musashi tapi ia memang sudah tak bisa menghindar dan hanya bisa pasrah.
Pedang panjang Musashi yang akan menebas ke leher Pedang gila, tiba tiba melenceng terkena hantaman pedang.
Trang...!!
Pedang gila selamat, dan ketika melihat ke arah orang yang telah membantunya itu, senyum lebar terlihat dari bibirnya ke arah nenek Kharmila, yang mengangguk dan juga tersenyum.
Kakak, mari kita berdua bahu membahu menghabisi mereka, biar adik tak menjadi janda, nenek Kharmila berkata sambil tersenyum.
Mendengar perkataan dari istrinya, Pedang gila semangatnya berkobar, setelah mengangguk.
Pedang gila langsung memutar pedang dan menyerang ke arah Kedua penjaga neraka sedangkan nenek Kharmila menyerang Musashi, nenek Kharmila sangat benci kepada orang asing itu, yang bertempur dengan cara licik dan hampir menewaskan suaminya.
Sementara itu, Mo kwi yang melawan 3 penjaga neraka dan Oijin sementara 1 penjaga neraka pindah dan membantu yang lain.
Oijin dengan 2 buah pedang bersama 3 penjaga neraka mendesak ke arah Mo kwi, tapi Mo kwi tak gentar.
Pisau darah naga menusuk perut salah seorang penjaga neraka, warna merah seketika menyebar, tapi tak lama kemudian sudah biasa kembali, dan Penjaga neraka yang terkena tusukan, malah semakin beringas melihat Mo kwi.
"Gila," masih muda sudah mempunyai kepandaian seperti ini, pantas saja waktu itu tabib Song menyuruh aku untuk tidak memperpanjang masalah, ketika bertemu dengan pemuda ini," Oijin berkata dalam hati
Dengan ilmu warisan dari malaikat pedang, Mo kwi mengamuk, Pisau darah naga dan pisau raja neraka, bergerak kesana kesini, menangkis dan menyerang, Oijin tak berani mendekat sembarangan karna tahu senjata yang dipakai pemuda itu sangat beracun dan Oijin selalu menjauh jika Mo kwi bergerak ke arahnya.
Penjaga neraka, menghantam Mo kwi dengan tangan kiri, Mo kwi dengan langkah kilin bergerak menghindar, pisau raja neraka lalu menusuk ke arah leher salah seorang penjaga neraka.
Creep..!!
Darah hitam berbau busuk menyembur, dan Mo kwi langsung mencabut pisau miliknya ketika sebuah pedang, menusuk kearah perut, dengan langkah kilin, Mo kwi mundur dan bergerak kesamping penjaga neraka yang menusuk perutnya, kemudian dengan cepat pisau darah naga menusuk ke arah perut, penjaga neraka itu menangkis tusukan Mo kwi dengan tangan kiri, lalu pedangnya menusuk leher Mo kwi.
Mo kwi yang melihat kesempatan, ketika kedua tangan musuh menyerang, dan kepala penjaga neraka itu lowong.
Langsunh dengan cepat menusuk kening penjaga neraka itu dengan pisau raja neraka.
Creeept...!!
__ADS_1
Tak ada suara jeritan dan teriakan kesakitan.
setelah menusuk, Mo kwi mencabut pisau raja neraka, kemudian mundur ketika merasakan angin dari belakang menyambar tubuhnya.
Asap hitam berbau busuk keluar dari kening penjaga neraka yang keningnya tertusuk oleh Mo kwi, setelah Mo kwi mencabut pisau hitam miliknya, penjaga neraka itu langsung rubuh, dan dari semua lubang di tubuhnya mengeluarkan asap hitam yang berbau busuk dan tak lama kemudian tubuh penjaga neraka itu langsung mengering.
Oijin terkejut ketika melihat, orang orang yang ia dan perkumpulan Bajak merah sebut dengan manusia setan, tewas di tangan pemuda itu.
2 penjaga neraka yang tersisa, semakin ganas menyerang ke arah Mo kwi.
Sedang kan Oijin yang selalu berada di belakang penjaga neraka semakin berhati hati.
Sementara itu di tempat lain, Minamoto mulai keluar keringat dingin, ketika Shin mo juga berhasil, menyarangkan ilmu pukulan jari iblis di kening salah seorang penjaga neraka yang ditugaskan mengawal dirinya.
Sementara itu di salah satu kapal rombongan perkumpulan bajak merah, seorang kakek yang berjenggot dan kumis putih, begitu pula dengan rambutnya yang berwarna putih, yang tengah duduk bersila dan di temani oleh tabib Song kwan dan Cao cao,
Tubuh kakek itu tiba tiba gemetar dan dari bibirnya keluar darah segar.
Tabib song yang melihat, langsung mengeluarkan pil berwarna coklat, kemudian memasukan pil itu kedalam mulut Dewa sesat.
Tabib Song, kemudian menggerakan kedua tangan, lalu telapak tangannya menekan kearah dada depan Dewa sesat yang masih terpejam.
"Cao cao bantu aku !" Tabib song berkata.
Cao cao ketika mendengar perkataan dari tabib Song, kemudian langsung duduk di belakang Dewa sesat yang tengah bersila.
Setelah beberapa kali, kedua tangannya maju mundur sambil menarik nafas dalam dalam, Cao cao kemudian menempelkan kedua telapak tangannya ke arah punggung Dewa sesat.
Wajah dewa sesat, yang tadinya pucat pasi dan keringat dingin menetes dari wajahnya perlahan mulai normal kembali,
Uhuk, uhuk.
Dewa sesat batuk, dan tak lama kemudian membuka kedua mata.
Matanya berkilat, menatap ke arah tabib Song kwan, lalu berkata,"dua pasukan ku tewas."
"Cao cao !" beri isyarat kepada Tuan minamoto.
"Jalankan rencana kedua !" kita hancurkan perguruan Dewa iblis."
__ADS_1