Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 76 Kota Guiyang Berhasil Di Kuasai


__ADS_3

Rajawali api terkejut setelah melihat pedang yang melayang sambil berputar itu kini telah berada di tangan pemuda didepannya dan Rajawali api ingat dengan pemuda itu, yang telah menolong ketua perguruan dewa iblis ketika mereka hampir berhasil menerobos perkampungan lembah awan.


"Lagi lagi kau bocah tengik, selalu ikut campur urusan orang, Siapa namamu..? biar nanti mayat mu bisa diantar ketempat orang tuamu," Rajawali api berkata.


Mo wki tersenyum mendengar perkataan dari kakek berambut merah itu, kemudian berkata.


"Menurut wakil mu yang sudah kukirim keneraka, namaku ada di daftar no 2 orang orang yang harus kau habisi, kau baca saja sendiri..? tak sudi aku memberitahu namaku padamu."


"Bocah tengik, sombong sekali kau, rupanya rombongan kepala besi tewas oleh mu," Rajawali api berkata sambil melemparkan pedangnya yang buntung, kearah Mo kwi, pedang buntung itu melesat dengan cepat, menuju kearah kepala Mo kwi, Mo kwi dengan santai mengibaskan pedang bintangnya dan pedang buntung milik rajawali api langsung rontok ke tanah.


Hmm..!!


"Rupanya komandan siwi yang terkenal dari Rajawali perak, senang sekali main bokong," Mo kwi berkata sambil tersenyum mengejek kearah Rajawali api.


Rajawali api yang mendengar perkataan Mo kwi merasa terhina, kedua tangannya di rentangkan, kemudian bergerak dengan cepat, melesat sambil menyabetkan tangannya yang sudah posisi seperti cakar, dan tangan itu lalu menyambar kearah kepala Mo kwi.


Mo kwi bergerak kekanan menghindari serangan Rajawali api dengan langkah kilin, pedang bintang telah ia sarungkan kembali kepunggungnya, setelah melihat Rajawali api, sudah tak memakai senjata.


Permainan jurus cakar Rajawali mencengkram mangsa, di keluarkan Rajawali api, tubuhnya seperti terbang meloncat loncat sambil kedua tangannya menyambar nyambar kearah, kepala dan tubuh Mo kwi.


Jurus jurus yang mengambil dari gerakan burung rajawali memang ganas, dan selalu menyambar tubuh bagian atas dari Mo kwi.


Tapi dengan langkah kilin yang selalu bergerak cepat dan langkah langkah kaki yang tak terduga, membuat, serangan serangan Rajawali api seperti tak ada artinya.


Dan dengan penggabungan langkah dewa angin dan langkah kilin, membuat Rajawali api makin bingung, karna terkadang serangan pemuda itu susah di tebak arahnya, kaki seperti akan kekanan tapi tubuh bergerak kekiri, dan telapak pemuda itu mengibas kearah baja pelindung tubuh didada Rajawali api.


Rajawali api terkejut, dan terlambat menghindar karena tak menyangka serangan aneh yang dilakukan pemuda itu


Blaaaank,..!!


Tubuh Rajawali api terpental, ketika kibasan Mo kwi mengenai dadanya, dadanya serasa sesak, terkena hantaman angin pukulan pemuda itu.

__ADS_1


Darah mengalir dari bibir kakek tua yang masih terlihat gagah itu, wajahnya berubah sangat menyeramkan.


Rajawali api lalu membuka penutup kepala yang terbuat dari baja, rambut nya yang merah dan panjang tergerai, matanya tajam menatap kearah Mo kwi.


"Sekarang kita tentukan, siapa yang akan terakhir berdiri disini..!!"


Rajawali apa setelah berkata, kemudian bergerak sangat cepat, kuku kuku ditangannya tiba tiba berubah warna menjadi merah, begitu pula matanya, dan gerakan tubuhnya makin cepat.


Ilmu pamungkas roh Rajawali api telah dikeluarkan, sebuah ilmu yang memaksa urat, otot dan darah bekerja lebih keras, dan membuat tenaga dalamnya bertambah besar.


Mo kwi terkejut melihat perubahan dan kecepatan Rajawali api, dan serangan serangan dari tangannya menimbulkan hawa panas, Mo kwi dengan langkah kilin selalu bisa menghindari.


Pertarungan jarak dekat terjadi, dan memang ini yang di inginkan oleh Rajawali api, cakarnya menyambar nyambar, tapi Mo kwi tak peduli, kedua tangan Mo kwi juga sama berwarna merah mengandung ilmu inti api, ketika tangan mereka beradu, mereka kemudian sama sama melangkah mundur.


Hiaaaaaaat...!!


Mo kwi lalu bergerak menyerang terlebih dahulu, kepalan kepalannya, menyambar nyambar, tapi selalu dapat di tangkis oleh Rajawali api, sampai satu ketika, kedua tangan Mo kwi bergerak bersamaan, meninju kearah dada Rajawali api.


kaki Mo kwi dan Rajawali api, melesak kedalam tanah, sebatas mata kaki, Rajawali dengan cakarnya mencengkram erat, tangan Mo kwi.


Tak disangka dan diduga, tiba tiba rambut berwarna merah dari Rajawali api seperti hidup, Rambut komandan siwi Rajawali perak itu kemudian bergerak


Dan melilit leher pemuda itu


Mo kwi terkejut, ketika lehernya di lilit oleh rambut Rajawali api, dan perlahan rambutnya, makin lama libatannya makin kencang, dan membuat Mo kwi susah untuk bernapas, wajah Mo kwi sudah mulai merah, dan matanya mendelik.


Rajawali api tersenyum melihat Mo kwi susah bernapas, tapi senyumannya langsung hilang, ketika melihat perubahan yang terjadi terhadap diri Mo kwi.


Tubuh pemuda itu tiba tiba berubah menjadi hitam dan perlahan kemerahan, cakar yang tadinya mengunci kedua kepalan tangan Mo kwi, kini terbuka dan melepaskannya. tapi tidak dengan rambut yang terus membelit, berusaha mencekik Mo kwi.


Mo kwi yang berubah, tangan kanan dengan menggunakan jari pedang menebas kearah rambut sementara tangan kiri sekuat tenaga dengan ilmu tenaga inti api menghantam tubuh Rajawali api, dua serangan itu, sangat mengejutkan Rajawali api yang berpikir akan dapat membunuh Mo kwi dengan mencekik leher dengan libatan rambutnya, tapi akhirnya malah membuat ia tak bisa menjauh, dan dadanya terkena hantaman tangan kiri Mo kwi.

__ADS_1


Yang membuat Rajawali api rambut nya putus dan tubuhnya terpental langsung tewas, dengan mata melotot, dada remuk dan berwarna merah kehitaman.


Setelah berhasil membunuh Rajawali api, Mo.kwi mengamuk, menghantam para pendekar dan siwi yang tersisa, melihat itu, Sebagian Siwi dan para pendekar anak buah kapak setan melarikan diri menjauh.


kapak setan yang sedang menghadapi Hek kwi, melihat kematian kawannya Rajawali api, dan kaburnya para pendekar dan siwi anak buah rajawali api, menjadi sangat kalut, apalagi lawannya adalah Hek kwi yang pernah membuntungi jari kelingkinya waktu mereka bertempur ketika dulu waktu berusia masih muda.


Sedangkan pedang gila sudah terlebih dahulu mengamuk membabat orang orang yang menyerang rombongan putri Qiao.


Gila..!! pedang bayangan hantu milik setan tua itu makin cepat saja, kapak setan berkata dalam hati.


Hek kwi tak memberi kesempatan kepada Kapak setan untuk, bernapas, ia terus menyerang dengan cepat kearah bagian bagian tubuh yang sekali serang, dapat mematikan kapak setan, dan kapak setan menyadari hal itu, dan berusaha keras, untuk menghindari serangan serangan dari Hek kwi, nyali kapak setan yang memang sudah ciut, apalagi setelah melihat semua anak buahnya kocar kacir,


Kapak setan, sudah tak bersemangat untuk bertarung dengan Hwk kwi, dan di satu kesempatan, Hek kwi tangan kananya bergerak kearah leher, kapak setan, kapak setan lalu menangkis dengan kapaknya.


Setelah serangannya tertangkis, kapak setan memutar tubuhnya kemudian tangan kirinya membabat kearah bahu kapak setan, kapak setan yang tak mau bahunya putus, mundur sambil meloncat, Hek kwi yang melihat kapak setan mundur kemudian, melesat cepat, tangan kanannya menebas kearah tangan kanan kapak setan, yang tak bisa di hindari lagi, kapak setan meraung keras ketika tangan kanannya yang masih memegang kapak melayang putus, terbabat oleh pedang bayangan hantu Hek kwi, kemudian dengan cepat Hek kwi menotok dada dari kapak setan, yang langsung diam setelah tertotok.


Pertempuran berakhir, para prajurit dari rombongan putri Qiao kurang lebih 50 orang gugur, dan yang terluka lalu diobati, dan beristrahat.


Putri Qiao dan Han lian tersenyum, melihat Mo kwi.


Sedangkan kapak setan, urat tangannya di totok oleh Hek kwi untuk menghentikan pendarahan, kemudian urat besar didada tokoh sesat yang mempunyai oragnisasi pembunuh bayaran yg terkenal misterius itu mengeluh, dan pingsan, tenaga dalamnya langsung buyar dan ia menjadi cacad, ilmu nya dilenyapkan oleh Hek kwi.


Lalu mereka berjalan bersama menuju rumah gubernur Qi, untuk mengatur rencana selanjutnya setelah berhasil menaklukan kota Guiyang.


Mo kwi berkata kepada kepada putri Qiao,


"apa yang akan kita lakukan setelah ini..?


Putri Qiao tersenyum mendengar pertanyaan Mo kwi, kemudian berkata,


"Seperti yang Qiao moi katakan di telaga waktu kita istirahat," sambil matanya melirik manja kearah Mo kwi.

__ADS_1


__ADS_2