
Setelah beberapa hari dalam perawatan Huo in, Mo kwi akhirnya sembuh dari luka dalam.
Dah hari in Huo in membisiki Mo kwi, untuk keluar dari tempat kediaman Gubernur Zhang.
Usahakan untuk keluar hari ini tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak gubernur Zhang, akan ada petunjuk di kota, dan kau akan mengetahuinya nanti.
Huo in lalu memegang tangan Mo kwi ketika mendengar suara langkah mendekati.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan, Li chun membuka pintu kamar, dan melihat Diao chan dan seorang dayang berdiri didepan pintu.
Li chun lalu mempersilahkan Diao chan masuk.
Setelah masuk, ketika melihat tabib Huo sedang memegang tangan Mo kwi, Diao chan kemudian bertanya.
"Bagaimana keadaan tuan muda,"..? Mendengar perkataan dari Diao chan, Tabib Huo melepaskan tangan Mo kwi dan berkata, "tuan muda sudah sembuh, tuan putri tidak usah khawatir,"..!!
Diao chan tersenyum mendengar perkataan dari tabib Huo, lalu berkata kepada dayangnya.
"Kau antar paman tabib untuk menerima upah nya."
Dayang itu mengangguk, lalu berjalan keluar kamar diikuti oleh tabib Huo untuk mengambil uang biaya pengobatan.
"Maaf sudah merepotkan nona Chan," Mo kwi berkata.
"Kwi koko tak usah berbicara seperti itu," sudah tugas kita sebagai sesama orang dunia persilatan untuk saling membantu," Diao chan berkata sambil tertunduk malu.
Sedangkan Mo kwi sedang merenung, sambil berpikir, bagaimana caranya ia berkata, untuk keluar dari sini.
Lamunan Mo kwi terputus, ketika mendengar perkataan Li chun.
"Nona Chan, karna adiku sudah sembuh, maka kami akan pergi."
Diao chan terkejut ketika mendengar perkataan dari Li chun, lalu menatap kearah Mo kwi.
Mo kwi menghela napas sebelum berkata, wajah nya terlihat sedih, padahal hatinya bersorak mendengar perkataan Li chun yang seakan memberi jalan padanya untuk pergi meningalkan kediaman Gubernur Zhang.
"Nona Chan, benar apa yang dikatakan oleh kakak ku, kami sudah beberapa hari disini, acara sudah selesai, dan yang terakhir pergi adalah keluarga paman See, setelah melihat aku telah pulih kembali."
"Apak kau tak bisa lebih lama lagi tinggal disini,"..? Diao chan berkata sambil menundukan kepala, hatinya merasa sedih mendengar Mo kwi akan pergi.
"Nona Chan, kami sudah merepotkan, dan aku merasa malu karna sudah membuat kekacauan, tapi gubernur Zhang malah merawat dan mengobati aku dirumahnya selama beberapa hari."
"Betul, masa kita harus tinggal disini terus,"..!! Li chun berkata.
"Sebelum siang kami akan berpamitan kepada gubernur Zhang," mendengar perkataan Mo kwi, Diao chan tanpa berkata setengah berlari sambil terisak meninggalkan kamar.
Li chun yang melihat, lalu menepak pundak Pedang gila, dan berkata.
"Kau lihat,..!! ia pergi terburu buru, pasti menyiapkan kan bekal uang kepada kita."
Phuuuuuiih,..!!
__ADS_1
"Kau selalu tak menjawab jika kutanya, yang kau tau cuma, guru, guruu dan guruuu, dasar batu," Li chun berkata kepada Pedang gila, sambil melangkah.
tiba tiba terdengar suara, "kau yang batu."
Li chun sangat terkejut kemudian berbalik.
"Tadi kau yang bicara, Li chun berkata, apa kau bilang,..?
"Kakak, sudahlah, aku memang menyuruh pedang gila untuk menjawab perkataan yang tidak enak tentang dirinya."
"pantas," Li chung berkata, "Pedang gila hanya menuruti perkataan mu."
Sebelum hari agak Siang,
Mo kwi dengan memakai pakaian hitam yang berkilat dan terlihat sangat tampan diiringi oleh Li chun dan Pedang gila, ingin berpamitan dengan Gubernur Zhang.
Gubernur Zhang dan putrinya telah menunggu diruangan depan, ketika menadapat laporan dari pelayannya bahwa Mo kwi akan berpamitan.
Mo kwi memberi hormat kepada gubernur Zhang.
"Tuan gubernur, hamba mengucapkan beribu terima kasih karna sudah memberi tempat dan sampai mendatangkan tabib untuk mengobati hamba, "budi dan kebaikan gubernur Zhang takan hamba lupakan, dan suatu saat bila ada kesempatan hamba akan membalasnya."
Zhang xuan mehela napas, mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Apa kau tetap tidak mau menerima tawaran ku,"..?
Zhang xuan berkata.
Zhang xuan mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Jika memang itu keputusanmu, aku tidak bisa berkata apa apa lagi."
"Hanya satu pesanku, setelah keluar dari tempat ini sebaiknya kau selalu waspada, karna diluar sana banyak bahaya mengintai."
Setelah berkata, kemudian Zhang xuan berbalik dan meninggalkan Mo kwi.
"Kapan Kwi koko akan kembali kesini,"..? Diao chan berkata, matanya terlihat berkaca kaca.
"Nona Chan, suatu saat aku akan kembali kesini, tapi aku tak bisa memastikan, kapan waktunya."
"Terima kasih atas kebaikan yang telah nona berikan kepada kami," setelah berkata, Mo kwi lalu pergi dengan diringi tatapan pilu dari Diao chan.
ketika mereka berjalan menyusuri jalan raya, dan sampai disebuah tempat yang lumayan ramai.
Wajah Mo kwi tersenyum ketika melihat seorang peramal memasuki toko kain yang terletak disisi jalan raya.
Setelah puas melihat lihat, kemudian Mo kwi berjalan dan masuk ke toko kain itu, diiringi oleh Li chun dan pedang gila.
Seorang menjura, "selamat datang, jika ada yang cocok, atau ingin melihat lihat silahkan," orang itu berkata.
"jika tuan ingin melihat yang special, tunggu di dalam," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan itu, kemudian menunggu didalam sebuah ruangan yang tak begitiu besar dengan meja dan kursi, ada dua buah pintu didalam ruangan itu.
__ADS_1
Tiba tiba pintu itu terbuka dan keluar seorang kakek berpakaian pengemis berkata, ketika melihat Mo kwi berada dalam ruangan itu.
"Selamat datang iblis gurun, aku Wu bai sudah tak sabar menunggu kedatangan mu," tak lama Wu bai berkata, masuk pelayan yang menerima Mo kwi kemudian tersenyum sambil mengeluarkan sebuah gulungan kulit. dan membuka gulungan itu dimeja.
Mo kwi memberi hormat kepada Wu bai dan pelayan itu, "maaf bila terlambat, paman Wu bai dan Paman Sian bin," pelayan yang telah membuka gulungan kulit itu, tersenyum kemudian tertawa dan berkata, "kau sudah banyak belajar rupanya," mari sini,"..!! Sian bin berkata, yang kemudian didekati oleh Mo kwi.
Mo kwi melihat gulungan kulit itu terdapat sebuah gambar yang terlihat seperi sebuah peta.
"Ini sudah di perkirakan oleh ketua, ketika menyuruh kau kekota Kaifeng."
"Ketua curiga setelah mendapat laporan bahwa salah seorang dari si sesat itu merupakan pemimpin dari pasukan siluman, mereka pasti sudah menyelidiki mu dan tahu latar belakang, bahwa kau adalah murid malaikat sesat dan berusaha menarikmu agar membuat gurumu malaikat sesat bergabung bersama mereka, "anak buah mereka pasti sering membuat laporan kepada ketuanya, sehingga kami bisa melacak sarang mereka."
Mo kwi mengangguk dan akhirnya mengerti, kenapa ia yang ditugaskan kekota kaifeng.
"Sebuah perguruan hebat yang sudah memperkirakan yang akan terjadi kedepannya."
"Peta inilah yang berhasil kami buat, selama pengintaian."
Mereka berada di sebuah lembah diselatan kota ini, sambil menunjuk sebuah tanda silang di peta itu.
"Tanda ini terletak disuatu lembah di selatan kota Kaifeng, diapit 2 buah bukit dengan hutan yang lumayan lebat, di dalam lembah, ada beberapa goa yang cukup tersembunyi menjadi tempat persembunyian Pasukan siluman."
"Di dalam lembah yang terdapat goa goa itu, kurang lebih seratusan orang, yang terdiri dari berbagai macam orang dari dunia persilatan."
Anak buah ku memprediksi ada sekitar 30 an orang yang mempunyai kepandaian lumayan, terdiri dari tokoh tokoh golongan hitam yang sudah lama mengasingkan diri. selebihnya hanya golongan menengah, tapi bila mereka semua berkumpul, tetap akan sangat merepotkan."
"Dan kita malam ini akan bergerak menumpas mereka Sian bin berkata, sambil menatap Mo kwi."
"Apa cuma kita,"..? Mo kwi bertanya kepada Sian bin.
Mo kwi merasa ragu, Wu bai, Sian bin, dirinya yang dibantu pedang gila dan Li chun bisa menumpas pasukan siluman yang berjumlah sekitar seratusan orang yang berada di lembah itu.
Sebelum Sian bin menjawab perkataan Mo kwi, dari pintu yang berada diruangan didepannya terbuka, dan keluar.
Kauw Kwi, Pedang hitam, Giok lim, Dewa racun dan Biauw nio yang telah sadar dan ikut menjadi anggota perguruan Dewa iblis setelah menikah dengan Dewa racun, lalu kemudian Guan yu.
Mo kwi tak menyangka akan kehadiran mereka, ketika Mo kwi belum hilang rasa terkejutnya, pintu yang berada dibelakangnya terbuka dan masuk dua orang bercaping lalu duduk dan diikuti oleh mereka yang hadir ikut duduk bersama mengelilingi meja.
Setelah membuka Caping, terlihat rambut putih tergerai dan wajah tampan yang tersenyum kearah Mo kwi.
Shin mo berkata, "aku rasa kekuatan kita yang berada disini sudah cukup untuk memberantas mereka, kita tidak tahu apakah ini pusat sarang mereka atau bukan, tetapi ini tak bisa kita biarkan."
"Kita menyerang dengan membagi kekuatan menjadi dua, aku, paman Hek kwi dan Iblis gurun akan masuk melalui Jalan ini, sambil menunjuk garis sebuah jalan yang ada di peta.
Sedangkan kalian semua masuk dari depan.
Lalu Shin mo menatap kearah Mo kwi, kemudian berkata
"Kau jangan jauh jauh dariku, kita tumpas mereka malam ini sampai tuntas, jangan sampai ada yang lolos, maka dari itu kita harus bergerak cepat."
Ingat,..!!
__ADS_1
"Lihat lalu sikat,"