Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 171 Pesta Dua orang Kakek aneh


__ADS_3

Wajah Kaki naga pucat, ketika mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Kenapa ia bisa tahu tentang perkumpulan bajak merah, siapa sebenarnya Mo cian ini ?"


"Tuan Mo cian..!!" aku tak memgerti maksud perkataanmu, apalagi perkumpulan bajak merah yang kau sebutkan tadi, kami perguruan naga merah bergerak dengan keinginan sendiiri tanpa ada dukungan dari perkumpulan atau perguruan manapun," kaki naga berkata.


Hmm...!!


"Tampak nya kau sudah ambil keputusan untuk mati,"


aku tak kan bicara dua kali, karna aku harus pergi ke Tianjin, juga untuk membasmi perguruan naga merah yang ada di sana, jika kau mau hidup cepat katakan dan aku akan menjamin kau bebas melangkah pergi dari sini, tapi jika tidak, jangan harap kau bisa melihat matahari senja, cepat katakan..!!


Whuuut..plaaak..!!


Sebuah bayangan putih dengan sangat cepat menyambar kearah Kaki naga.


Kaki naga yang sudah waspada langsung menangkis tangan kurus yang bergerak kearah tenggorokan nya,


Akibat kerasnya tenaga dalam yang di gunakan, untuk menangkis tangan kurus yang berasal dari tangan Dewa langit, tangan kaki naga bergetar, dan sedikit panas tubuhnya tanpa terasa mundur satu langkah kebelakang.


"Jawab pertanyaan Dewa api..!!" tangan ku sudah gatal ingin cepat cepat berpesta di sini," Dewa langit berkata.


"Dewa hutan kau jangan main curang..!!" aku butuh kepalanya untuk mengasah pedang," Pedang gila berkata, ketika melihat Dewa langit menyerang Kaki naga tanpa memberitau dulu padanya.


Kaki naga tampak semakin bingung, wajahnya semakin pucat, dari tangkisan tadi, kaki naga sudah bisa mengetahui bahwa kekuatan tenaga dalam nya masih kalah seurat dengan kakek berbaju kurus tinggi berbaju putih itu, belum lagi kakek bermuka merah yang pedang nya berwarna biru.


Agaknya susah bagiku untuk keluar hidup hidup dari sini jika aku tidak berkata jujur kepada orang yang bernama Mo cian itu, dan siapakah dia sebenarnya ?" aku yakin dia bukan pedagang," Kaki naga berkata dalam hati.


Di dekat halaman luas di depan markas perguruan naga merah, ada sebuah pohon besar.


Mata Hek kwi selalu melihat kearah pohon itu, ketika yang lain tengah berbicara.


Sekarang...!!


Hek kwi berkata,, tubuh nya dengan sangat cepat melesat kearah pohon besar itu.


Sreeet....craaash...!!


Jarak yang lumayan jauh, dengan dua kali hentakan nafas, Hek kwi langsung melesat, dan bayangan hitam berkelebat keluar dari pinggangnya, dan sebuah kepala langsung jatuh dari atas pohon besar itu, tak lama kemudian tubuh tanpa kepala ikut menyusul jatuh, dan Hek kwi setelah menghabisi seorang yang tengah mendengarkan dan melihat pembicaraan mereka Hek kwi kemudian balik kembali dan berada di samping Mo kwi.


Kaki naga, semakin pucat melihat gerakan Hek kwi, ia tahu, yang berada diatas pohon adalah seorang mata mata naga merah yang akan melaporkan kejadian yang ia lihat kepada markas pusat yang berada di kota Shenyang, mata mata itu terkenal dengan ilmu meringankan tubuhnya, tetapi dari jarak yang jauh, orang berpakaian hitam dan bercaping di samping Mo cian. sanggup memburu dan menebas kepala mata mata perguruan naga merah, tanpa sempat mata mata itu menghindar atau melarikan diri.


Benar benar sekumpulan orang orang yang mengerikan, Kaki naga berkata dalam hati.


Ada perasaan bimbang dalam hati Kaki naga, tapi ketika teringat lagi akan siksaan yang dilakukan oleh perkumpulan Bajak merah terhadap sekutunya yang berkhianat Kaki naga berkata kembali.


"Tuan Mo cian, aku tidak tahu apa apa tentang perkumpulan Bajak merah, apalagi mengenai kakek mu si telapak salju dari istana es, jika tuan ingin menghancurkan perguruan naga merah di kota Qu fu ini, aku tak bisa berkata kata lagi, jika tuan mampu lakukanlah, tapi tuan juga harus ingat perguruan naga merah bukan perguruan kecil, dan tak kan tinggal diam jika cabang mereka di hancurkan." Kaki naga berkata, dan berharap dengan perkataannya itu Mo cian akan bepikir kembali jika ingin menumpas perguruan naga merah kota Qu fu.

__ADS_1


Mo kwi mendengus mendengar perkataan dari Kaki naga dan berkata, kau pikir dengan perkataanmu itu aku bakal mundur.


"Aku juga ingin bertanya padamu, kau sebagai orang dunia persilatan apa tau perguruan tengkorak putih ?"


Kaki naga mengerutkan keningnya mendengar perkataan Mo kwi dan berkata, semua orang dunia peprsilatan tahu perguruan tengkorak putih, bahkan kami berteman dengan mereka di kota Shenyang dan Tianjin, kami dari perguruan naga merah tak berani mengganggu mereka, tapi jika tuan Mo cian punya masalah dengan mereka kami bisa bantu selesaikan, dan melupakan kejadian ini, dan tuan Mo cian bebas mendirikan kongsi dagang di kota ini, kami perguruan naga merah tak kan mengganggu ataupun meminta hasil keuntungan dari tuan Mo cian.


Ada sebuah haapan dari kaki naga begitu mendengar Mo kwi, berbicara tentang perguruan tengkorak putih, yang merupakan perguruan golongan hitam no 1 dan terbesar saat ini


Jika ia bisa menyeelesaikan masalah antara Mo cian dan perguruan tengkorak putih, maka perguruan naga merah cabang kota Qu fu, akan selamat.


Hmm...!!


"Perguruan tengkorak putih kota Tianjin dan kota Shenyang adalah teman kalian..!!" jika begitu, maka kedua cabang perguruan tengkorak putih itu akan aku hancurkan sekalian, jika mereka terbukti membantu usaha kalian, dalam memungut upeti dan pajak dari Pedagang." Mo kwi berkata.


Mendengar perkataan Mo kwi, kaki naga wajahnya langsung merah, dan amarahnya mulai terpancing.


Kau masih muda tapi mulutmu sangat sombong, kau boleh berlagak di depanku dan perguruan naga merah, tapi jagan kau buat mai nama perguruan tengkorak putih, walaupun aku akui sekarang kau mempunyai pengawal yang hebat, tapi buat perguruan tengkorak putih, Pedagang sepertimu tak kan bisa berbuat apa apa terhadap mereka, yang ada malah Kongsi dagang mu yang akan hancur, dan habis oleh mereka, dan mungkin juga istrimu itu, akan di ambil oleh mereka dan di jual kerumah hiburan.


Karna merasa terus di remehkan timbul keberanian di hati kaki naga, walaupun harus mati, tapi setidaknya ia harus bisa membuat Mo cian takut dan berpikir kembali, jika ingin ke Tianjin atau Shenyang.


Ling ji yang mendengar perkataan dari Kaki naga langsung melesat kearah kakek itu, telapak nya yang mengandung hawa dingin langsung di arah kan ke dada Kaki naga sambil berkata.


"Lancang sekali mulutmu," tak kan ada ampun lagi buat mu sekarang.


Plaak,...plaaak


Serangkum angin dingin langsung keluar dan bergerak cepat kearah Kaki naga, melihat hal itu kaki naga tak tinggal diam, ia pun menggerakan kedua tangannya, dan mendorongnya kedepan dengan menggunakan 9 bagian tenaga dalamnya, dan berpikir jika harus mati, lebih baik mati dengan membawa seorang musuh.


Serangkum angin bergulung keluar dari tangan Kaki naga, jurus pukulan naga angin andalanya langsung ia keluarkan.


Dhuaar...!!


Ling ji dan Kaki naga mundur selangkah, sedangkan Kaki naga badannya nya menggigil akibat pukulan unsur air yang dikeluarkan Ling ji, walaupun tenaga dalam mereka seimbang, tetapi hawa dingin dari pukulan Ling ji tetap dirasakan oleh Kaki naga sehingga tubuhnya menggigil.


Ling ji mendengus melihat Kaki naga, lalu berkata.


"Mulut lancang mu itu jangan berani coba coba menghina suami ku, apa kau tau siapa suamiku ini


?" dialah ketua perguruan tengkorak putih yang kau bilang teman kalian di kota Tianjin dan Shenyang.


Daasar manusia tak tahu diri."


Begitu mendengar perkataan Ling ji Kaki naga, tubuhnya menjadi lemas, dan harapanya untuk bertahan hidup langsung musnah.


Mo kwi yang sudah sangat marah kemudian beerteriak sangat kencang.


Paman Dewa langit, dan kakak Pedang gila, habisi semua anggota perguruan Naga merah, dan aku tak mau menunggu kalian lama membasmi mereka.

__ADS_1


Begitu mendengar teriakan dari Mo kwi, kedua kakek aneh itu langsung berteriak sambil berkata, "pestaa, pestaaa," dan keduanya lalu tertawa tawa, setelah itu mereka berdua bergerak, sekitar kurang lebih 70 orang anggota perguruan naga merah yang masih tersisa, kemudian menerima amukan dari kedua kakek aneh itu.


Kaki naga yang melihat hal itu, langsung melesat, membantu anak buahnya yang satu persatu mulai tewas di bantai oleh Dewa langit dan Pedang gila, Mo kwi dan Hek kwi hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua kakek itu yang seperti mendapat mainan baru.


Sejak perang besar usai, kedua kakek yang hobinya bertempur itu belum pernah lagi melawan musuh, dan kini mereka di hadapkan dengan hampir seratus orang yang sebagian sudah mereka habisi.


Kaki naga yang baru masuk, langsung di tebas oleh Pedang gila, kaki naga mundur menhindari tebasan yang mengarah dada nya, tapi sebuah tangan kurus yang panjang telah memburu kearah leher Kaki naga,


Kaki naga, lalu mengeluarkan sebuah pukulan Naga angin kearah perut Dewa langit, kakek kurus berjubah putih itu berkelit kekiri menghindari serangan dari kaki naga, dan ketika berkelit, tangan kirinya menyambar, kearah leher seorang dari murid Naga merah.


Creeep..!!


Tangan kurus kakek itu langsung mencengkram tenggorokan anak murid naga merah, dan cengkraman Dewa langit sangan kuat, murid naga merah yang naas itu meronta ronta ketika leher nya terasa sakit, ingin teriak tapi tak bisa mengeluarkan suara, kedua tangan nya memukul mukul tangan kiri Dewa langit, tapi kakek itu tak merasakan apa apa, lalu kemudian Dewa langit setelah meremas tenggorokan orang itu kemudian membantingnga, murid anggota perguruan naga merah itu langsung tewas dengan tenggorokan hancur.


Kedua kakek aneh itu saling bekerja sama membasmi sisa anak murid perguruan Naga merah, jika Pedang gila menyerang Kaki naga, Dewa langit mengamuk membunuh anak murid naga merah, dan jika Dewa langit menyerang Kaki naga, maka Pedang kelabang birulah yang menebas satu persatu, anak murid naga merah yang tersisa.


Napas Kaki naga memburu, karna terus menerus di serang secara bergantian oleh Pedang gila dan Dewa langit, dan ia berhasil mundur ketika, sabetan pedang gila, berhasil ia hindari.


Kaki naga melihat anak buahnya sudah tak ada yang tersisa, semuanya tewas oleh kedua kakek aneh itu.


Aaaaaaarrrrgh...!!


Kaki naga berteriak sangat kencang untuk meluapkan rasa gusarnya.


Dasar gila, siang siang teriak teriak, Pedang gila berkata, lalu melesat dengan menebas ke arah kaki, sementara Dewa langit yang melihat pedang gila menebas kaki, ia pun ikut melesat, dan kedua tangannya langsung mengarah ke leher kaki naga.


Kaki naga melentingkan tubuh nya dan bergerak kebelakang, mengindari serangan dari depan yang di lakukan oleh kedua kakek itu, ketika melentingkan tubuhnya, kaki naga sambil mendorongkan tanganny kearah kedua kakek itu, pukulan naga angin, keluar dan angin bergulung menghantam kearah Pedang gila dan dewa langit.


Seperti sudah mengerti satu sama lain, ketika pukulan naga angin akan sampai, kedua lalu bergerka dengan cepat menghindari serangan Kaki naga, Pedang gila bergerak kearah kiri, dewa langit bergerak kearah kanan, dan keduanya langsung menghindar sambil balas menyerang kearah Kaki naga.


Blaaaaar...!!


Tanah, dan debu menegepul keatas ketika pukulan naga angin menghantam tempat kosong, dan kaki naga sangat terkejut ketika mengetahui di samping kiri dan kanan tubuhnya dua buah serangan cepar, dan sudah tak bisa di hindari.


Tangan kanan Dewa langit yang panjang dan gerakanya yang cepat telah lebih dulu mencengkram kearah leher Kaki naga, ketua cabang perguruan naga merah cabang Qu fu, berusaha meronta dan melepaskan diri dari cengkraman leher Dewa langit.


Ketika tangannya hendak memukul tangan Dewa langit, sinar biru bergerak dari sisi kiri.


Sreeet,...craaash.


Pinggang Kaki naga langsung putus di tebas oleh pedang kelabang biru, tak ada jeritan yang keluar karna tenggorokan nya di cekik oleh Dewa langit, dan gubernur Lie langsung muntah muntah melihat pemandangan yang memualkan dan mengerikan, sedangkan Ling ji memalingkan wajahnya, melihat.


Dewa langit tengah mencengkram leher kaki naga yang hanya sampai pinggang, karna pinggang kebawah sudah putus di tebas oleh Pedang gila,


Dewa langit kemudian melemparkan tubuh Kaki naga, dan berjalan kearah Mo kwi dan setelah sampai kemudian memberi hormat dan berkata.


"Dewa api, pesta sudah berakhir."

__ADS_1


__ADS_2