Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 223 Masuk Melalui Selatan Dan Barat


__ADS_3

Mo kwi menghampiri Oijin dan memeluk pria paruh baya itu dan berkata, "paman tak usah sungkan."


"Kita bertarung dengan taruhan nyawa, tapi ketika aku sudah tak berdaya, tuan muda Mo malah menyelamatkan nyawaku, dari serangan temanku sendiri." Oijin berkata.


"Ketua !" mari kita rundingkan di dalam." Oijin berkata.


"Tuan Oijin dan tabib Huo lebih baik istirahat dulu saja." Shin mo berkata sambil tersenyum.


"Tidak apa ketua aku tidak lelah, aku ingin balas dendam dengan Minamoto dan Musasi."


Ketika berkata tampak mata Oijin berapi api.


"Lebih baik kita bicara di dalam saja ketua !" Ciao lam berkata kepada Shin mo.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari Ciao lam, lalu berkata sambil tersenyum menatap ke arah Oijin, "mari tuan, kita kedalam."


Ciao lam mengeluarkan sebuah gulungan kulit, lalu di bentangkan di atas meja.


Di gulungan kulit itu tergambar peta perairan laut sekitar Negara Jin, kota Gaya hingga pulau Tamna ada di gulungan kulit itu.


Oijin menunjuk sebelah selatan, dan barat pulau Tamna.


2 tempat inilah jalan masuk ke pulau Tamna, Oijin berkata.


Tak di sangka, daerah selatan ini terkenal dengan ombaknya yang besar, rupanya di sana jalan masuk ke pulau Tamna.


Dan di kedua pintu masuk ke pulau Tamna, banyak kapal kapal yang menjaga.¹àá


"Baik !" menurut ku kita lebih dekat ke arah selatan, sedangkan rombongan See in dan Mu ryeong lebih baik bergabung dan masuk dari arah barat," Ciao lam berkata.


"Tetapi kita juga harus hati hati, sebab banyak karang karang yang tak terlihat, tapi mampu merobek bawah perahu." Oijin berkata.


"Perbekalan kita masih cukup untuk beberapa hari lagi dan kupikir itu cukup sampai kita menyerang pulau Tamna." Oijin berkata.


Setelah merencanakan serangan mereka dari arah selatan dan barat, Ciao lam lalu mengirimkan 2 kapal pemburu miliknya untuk memberitahu See in dan Mu ryeong agar bergabung dan menyerang dari barat pulau Tamna dan Ciao lam memberikan, petunjuk di sebuah kain tempat kapal mereka bisa masuk ke pulau Tamna dengan aman, tetapi harus selalu mengawasi keadaan, karna jalan masuk pulau di jaga oleh kapal kapal musuh.

__ADS_1


****


Sementara itu di pulau Tamna, Minamoto, Musashi, Dewa sesat dan Tabib Song berkumpul.


"Tuan, apakah pasukan penjaga neraka yang tewas sudah di ganti oleh yang baru ?" sebab akan sangat repot jika tak ada penjaga neraka, di tengah tengah kita," Minamoto berkata.


"Tuan tak usah khawatir, penjaga neraka tetap ada 10, walau di pantai timur kota gaya hampir setengahnya tewas." Dewa sesat berkata kepada Minamoto.


Minamoto mengangguk mendengar perkataan dari Dewa sesat, lalu berkata.


"Daratan Tionggoan memang banyak sekali tokoh tokoh sakti, negara kami tak akan bisa menandingi bangsa kalian dalam hal ilmu silat dan bertarung di darat, tetapi di laut kami masih punya sedikit kebanggaan karna orang orang kami bertempur di atas kapal lebih baik dari mereka," Minamoto berkata sambil menatap ke arah Dewa sesat.


Dewa sesat mengangguk mendengar perkataan dari Minamoto, sebab di laut mereka memang sulit untuk di kalahkan


"Bagaimana jika mereka bisa masuk ke pulau Tamna ini dan persiapan apa yang sudah tuan lakukan, untuk mengantisipasi keadaan ?" Dewa sesat bertanya kepada Minamoto.


Mendengar perkataan Dewa sesat, Minamoto menarik nafas dalam dalam lalu berkata.


"Aku tidak berharap mereka bisa mendarat di pulau Tamna ini, tapi di tengah pulau Tamna ada gunung, dan goa di kaki gunung itu, adalah tempat yang bagus untuk bersembunyi dan bertahan dari serangan mereka."


Didalam goa itu sudah di gali oleh anak buahku, banyak ruang dan pintu pintu sengaja kami bikin untuk tempat kami bersembunyi, bila ada musuh yang berhasil masuk pulau Tamna tanpa kita bisa cegah, kita harus segera bersembunyi di dalam goa."


Hmm !


"Tuan memang hebat, segala kemungkinan ke depan sudah tuan pikirkan dengan cermat, Dewa sesat berkata mendengar penjelasan Minamoto.


Aku sudah mendapat laporan 2 kapal pengintai miliku telah berhasil mereka tangkap, tapi aku yakin, anak buah kapal tak akan memberitahu jalan masuk dari arah selatan dan barat Pulau tamna, begitu mereka tidak masuk melalui kedua jalan itu, maka kapal kapal mereka akan hancur oleh karang karang yang berada di laut dangkal di selililing pulau Tamna."


"Aku tak menyangka ternyata perguruan Dewa iblis mempunyai anggota yang banyak dan semua orang hebat, dan rombongan perahu yang kita lihat sewaktu kita masuk pulau, itu juga menurut anak buahku adalah anggota perguruan Dewa iblis, sebab kedua kapal pengintai miliku telah di serang dan di ambil oleh mereka." Minamoto berkata.


Dulu yang kapal yang kita tenggelamkan adalah milik telapak es, penguasa istana es, atau penjaga utara dari perguruan Dewa iblis.


"Mereka mempunyai armada laut yang lumayan tapi dengan armada milik tuan Minamoto, mereka masih di bawah, setahu aku !" hanya penjaga utara dan selatan yang mempunyai armada laut, utara tewas, dan selatan agaknya yang kemarin kita lihat, dan jika benar perkiraanku, agaknya Ciao lam Dewa laut selatan sudah meninggalkan tempatnya dan mulai bergabung menyerang kita," Dewa sesat berkata.


Jadi itu adalah armada Dewa laut selatan, Ciao lam.

__ADS_1


Hmm !


Anak buahku jika ber operasi di daerah selatan selalu pulang tanpa hasil, terkadang salah satu kapal hancur, rupanya itu adalah hasil kerjaan dari Dewa laut selatan, Minamoto berkata.


Ketika mereka sedang bercakap cakap, datang seorang anak buah dari Minamoto, wajahnya pucat ketika akan berkata, dan ragu ragu.


Minamoto mengerutkan kening ketika melihat anak buahnya itu.


"Ada apa, cepat katakan ?" Minamoto berkata.


"Ke, kee,..ketuaaa !" anak buah perguruan Bajak merah berkata dengan gugup.


"Cepat katakan, mengapa kau diam saja ?" Minamoto menatap anak buahnya dengan kesal.


"Ke, ketua, pintu masuk dari selatan dan barat pulau kita, sudah terdapat masing masing 20 armada laut kapal musuh !" anak buah perkumpulan Bajak merah yang melapor berkata.


Minamoto terkejut dan langsung menggebrak meja.


Braaaak !


Meja batu bergetar terkena hantaman tangan Minamoto.


"Siapa yang telah berkhianat memberitahu jalan masuk ke pulau kita, kurang ajar !" wajah Minamoto berubah sangat kelam ketika berkata, tadinya ia berharap, beberapa kapal musuh bisa masuk perangkap ketika akan menyerbu pulau Tamna, tapi jika mereka sudah menunggu di kedua pintu masuk pulau, harapan itu akan sia sia, armada musuh juga mempunyai meriam, tapi Minamoto memeliki keunggulan karna tidak berada di laut.


Tapi kerugian Minamoto juga tidak sedikit jika armada musuh kuat, karna kapal kapal miliknya diam tak bergerak, karna berada di peraiaran dangkal sedang musuh bisa menghindar sambil menembakan meriam.


"Minamoto menatap ke arah Musashi, Kau pimpin pasukan yang menghadang dari barat, jika tidak mampu, mundur dan menghindar ke goa di kaki gunung," Musashi mengangguk mendengar perkataan dari ketua Minamoto.


"Aku akan memimpin sendiri pasukan yang menghadang pintu selatan," Minamoto berkata


"Dan tuan Dewa sesat, tolong tuan segera berangkat ke tempat persembunyian, jika kami tak datang berarti kami memenangkan pertempuran di atas laut." Dewa sesat mengangguk mendengar perkataan Minamoto.


Setelah membuat rencana dadakan yang tak di duga sebelumnya.


Minamoto tampak melamun, sambil menatap langit langit bangunan yang ia bangun dan sudah ia tempati puluhan tahun.

__ADS_1


Minamoto merenung dan berkata dalam hati.


"Apa kali ini aku bisa bertahan !"


__ADS_2