Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 129 Jebolnya Benteng Pertahanan Kota Jinan


__ADS_3

Wajah Han cung langsung berubah, melihat ke arah sekeliling bukit, pasukan panah yang sangat banyak, berbaris mengelilingi mereka, dan busur yang terisi anak panah, sudah mengarah pasukan Han cung.


Han cung yang sudah tak melihat jalan lain, kemudian berteriak.


"Seraaang..!!" bunuh yang terdekat, Han cung langsung melesat.


Hahaha,


"Mau lari kemana kau..!!", Hek mo yang memang sudah merasa gatal, ingin bertempur, melesat langsung menghantam, Han cung.


Han cung terkejut melihat gerakan Hek mo yang cepat, lalu menyambar seorang prajurit di dekatnya, dan di lemparkan kearah Hek mo, Han cung lalu melesat ke arah pasukan, yang di pimpin Zhou fang.


"Braaak...!!"


Pukulan Hek mo langsung menghantam dada prajurit itu, dan langsung remuk,


Han cung, yang memakai sarung tangan dari kulit, lari menghindar, tangannya bergerak menyabet kearah leher, dari prajurit Zhou fang,


"Sreeet..!!"


Seorang prajurit anak buah Zhou fang, terkapar, pedang gila langsung menebas kearah tangan Han cung.


Han cung menarik tangannya, kemudian menarik beberapa prajurit, untuk menghalangi gerak Pedang gila.


Hek mo melesat, ketika melewati Pedang gila dan berkata,


"Minggir..!!" dia bagian ku,


Hek mo berkata sambil menyentilkan jari nya, sinar hitam, melesat dengan sangat cepat kearah, Han cung, Han cung langsung menunduk kemudian berguling, menghindari jari iblis Hek mo.


Craash, pukulan jari iblis langsung, menembus se ekor kuda, yang langsung terjungkal dan tewas seketika.


"Kurang ajar..!!" licin sekali kau, seperti ayam hutan," Hek mo berkata sambil terus mengejar Han cung yang menjauh, karna merasa takut dan ciut nyalinya. terus di kejar oleh Hek mo.


Sementara, pasukan panah, yang Mo kwi bawa dan anak buah To heng, dari sekeliling atas bukit, terus memanah kearah 3 ribu pasukan Han cung.


To heng dengan pasukan berkudanya, langsung perang terbuka, mereka mengepung, lembah yang lumayan luas, seakan menjadi sempit, ketika kedua pasukan bertemu.


Pasukan panah anak buah Mo kw lalu mengurangi serangannya, ketika Toheng dan Zhou fang sudah bergabung, menggempur dan melibas pasukan Han cung, sementara Mo kwi dan pasukannya di bantu Kim mo, dan yang lain mengamuk dan membabat semua yang mereka dekati.


Pasukan berkuda Han cung, mundur menjauh.


Panah langsung melesat dari atas bukit, dan mereka menjadi sasaran empuk, tapi bila maju, mereka menghadapi, Mo kwi dan Kim mo dan anak buahnya.


Hek mo masih mengejar Han cung, dan kali ini Han cung menghindar, tapi sedikit prajurit yang berada di sekitar nya, dan membuat Hek mo, dengan sangat jelas melihat Han cung,


Hek mo melesat, loncat, dan kakinya menginjak kepala, salah seorang prajurit, dan tubuhnya yang kecil melenting sambil berputar, dan tiba dihadapan Han cung.


Hek mo wajah hitamnya tampak mengerikan, dan menyeringai kearah Han cung.


"Kau pikir bisa menghindar, dari aku ?" Hek mo berkata.


Han cung melihat kiri kanan, dan pasukannya sudah tidak ada harapan, dan sebagian sudah menyerah, dan yang bertempur, satu persatu tewas.


Han cung menyerang kearah Hek mo, Hek mo bergerak menghindar, dengan jurus iblis gila, dari menghindar, malah balik menyerang.


sambil bergerak ke samping, Hek mo melayangkan tamparan ke arah pipi Han cung.


"Plaaak..!!"


Han cung mengusap pipinya, yang terasa panas, di tampar oleh Hek mo, wajah nya semakin pucat,


Han cung mundur, kemudian bersiap sambil memasang kuda kuda.


Ilmu andalannya, ilmu Srigala arwah, di keluarkan oleh Han cung, dan hanya ilmu itulah, andalan satu satunya dan dipakai hanya untuk, menghadapi musuh yang tangguh.


Tenaga dalam Han cung bertambah, Matanya semakin tajam, layaknya mata se ekor Srigala.


Kecepatan, Insting dan perasaan Han cung, menyerang maupun bertahan, menjadi 2x lipat dari biasanya.


Matanya terlihat buas, menatap ke arah Hek mo yang, hanya senyum senyum, dalam hal tenaga dalam, dan kecepatan, Han cung walau mengeluarkan ilmu Srigala arwah, tapi belum sebanding dengan Hek mo, seorang tokoh yang sudah mempunyai nama besar, sewaktu Han cung masih belum di lahirkan.


Dari mulut hancung terdengar geraman, dan melesat menyerang ke arah Hek mo, karna sudah berpikir tak ada jalan lain, apalagi untuk kabur melarikan diri.


Tangan kiri Han cung mencakar, ke arah kepala Hek mo sedangkan tangan kanannya, mengarah pinggang kakek berwajah hitam itu.


Hek mo, dengan jurus iblis gila, menundukan kepala, menghindari serangan tangan kiri Han cung, sambil menangkis tangan kanan Han cung yang mengarah pinggangnya.


Dhuaaar..!!


Tangan mereka bertemu, dan Han cung merasakan sakit di tangan kanannya, dan tubuhnya ikut gemetar, akibat kalah beradu tenaga dalam dengan Hek mo.


Belum hilang rasa terkejut dari Han cung.


Bhuuk,..Dheeeess..!!

__ADS_1


Betis kakinya di sepak oleh Hek mo, Han cung posisinya goyah, dan ketika terhuyung, Hek mo melesat dan meninju perut Han cung.


Han cung, terpental, dan isi perut nya terasa hancur.


Hmm..!!


"Kakek muka hitam itu ingin mempermainkan aku," Han cung berkata, dalam hati, "jika ia mau, aku sudah tewas oleh pukulannya."


Hek mo memang sudah mengukur tenaga dalamnya ketika meninju perut Han cung, untuk tidak membuatnya tewas, hanya merasakan sakit yang hebat di bagian perut, apalagi Hek mo melihat Pedang gila datang.


Hai gila, jangan ikut campur, ini bagian ku..!!" Hek mo berkata, sambil melihat kearah Pedang gila.


Pedang gila mendengus mendengar perkataan dari Hek mo.


Han cung mengeluarkan sebuah botol kecil, dan mengeluarkan sebuah pil warna coklat, lalu memasukannya ke dalam mulut, obat luka dalam yang mujarab, pemberian dar kasim Co.


Han cung pulih kembali, obat bereaksi sangat bagus dan, menyembuhkan luka dalam Han cung dengan cepat.


Han cung, melesat dan kedua tangan nya, mencakar ke arah dada Hek mo, kuku yang terbuat dari baja, dan tajam seperti pisau, berada di ujung sarung tangan kulit, yang dipakai senjata oleh Han cung.


Hek mo, mengibaskan tangannya, angin yang berupa hawa tenaga dalam keluar, dan siap menghantam, kearah Han cung jika ia meneruskan serangannya.


Han cung begerak kearah kiri, menghindari angin tenaga dalam Hek mo.


Tapi Hek mo langsung mengejar, dan telah berada di belakang, Han cung.


Bhuuk..!!


Han cung terpental, punggungnya terkena hantaman telapak Hek mo, Han cung, menjerit, dan dari mulutnya keluar darah segar.


Han cung terpental kearah Pedang gila.


Pedang gila menghela nafas, dan ketika Han cung mendekat.


Sreet,..Craassh..!!


Sinar biru, melesat dengan sangat cepat, keluar dari arah pinggang Pedang gila, mengarah leher Han cung.


Han cung menatap ngeri ketika, melihat bayangan wajah nya sendiri di badan pedang kelabang biru, sebelum batang lehernya tertebas.


Kepala Han cung langsung terpental dan jatuh mengelinding tak jauh dari Pedang gila, sedangkan tubuhnya langsung ambruk, ke tanah, dan tak lama kemudian, tubuh dan kepala Han cung yang terpotong, menjadi biru.


Pedang kelabang biru, sudah kembali kedalam sarungnya yang berada di pinggang, sambil melangkah ke arah Mo kwi, Pedang gila, ketika melewati Hek mo, berkata, sambil berjalan, "Lama".


"Kurang ajar, dasar gila, kepiting rebus tak tau diri, mengangganggu kesenangan orang saja,"


Hek mo menggerutu kepada Pedang gila, sambil ikut menuju kearah Mo kwi, yang sudah memenangkan pertempuran.


Mo kwi kehilangan, 300 pasukannya, sedangkan, 7 ratus orang pasukan berkuda dari Han cung menyerah dan ikut bergabung bersama Mo kwi dan pasukannya, mereka lalu bergerak kearah barat, untuk menggempur, sisi barat dari pasukan kaisa Zhiangwen pimpinan kasim Co.


Sementara di benteng kota Jinan


Kayu dan batu sudah hampir habis, pasukan panah sekarang, memanah pasukan musuh, yang memanjat tangga yang sudah banyak berdiri di sekitar benteng, dan jika kotak besar sampai, dan bisa melempar tali untuk pasukan kasim Co, berlari memasuki benteng, maka keadaan akan semakin gawat.


Braak,..Braak,..Braak.


Suara kayu, yang di gotong bersama oleh pasukan kaisar Zhiang wen, untuk menghancurkan pintu gerbang kota Jinan.


Pintu gerbang kota bergerak, sementara puluhan pasukan putri Qiao menumpuk di gerbang, menahan pintu bersama sama, supaya tidak jebol oleh pasukan kasim Co.


Dan dari atas benteng kota, panah dan tombak diarahkan kepada para penggotong kayu yang mendobrak pintu depan, perisai perisai, dari kayu yang keras dari prajurit kasim Co, melindungi para pendobrak pintu.


Sementara itu Shin mo dan rombongan nya, terus menyerang dari arah tengah, semua mengeluarkan kemampuannya, Dewa racun, sudah menggunakan ilmu silatnya, karna racunnya mulai habis, begitu pula Biauw nio, Wu bai, Sian bin, Guan yu, semua bertempur dengan sangat hebat, hampir 5 ribu pasukan yang di bawa oleh Shin mo, dan mereka terus di kepung.


Sementara dari arah timur, Hek kwi dan prajurit malamnya, anak murid perguruan Tengkorak putih, dan Dewa bumi, dengan hutan larangannya bergerak terus membabat, dan mengamuk, bertempur dengan hebat dan perlahan, sedikilt demi sedikit, mendekati pasukan musuh yang berada di tengah, dan siap bergabung dengan pasukan Shin mo.


Komandan pasukan kota Jinan, melihat 2 buah palang pintu gerbang kota Jinan yang besar dan terbuat dari kayu yang keras dan liat, mulai retak karna terus menerus di hantam oleh kayu besar.


"Siapkan tombak dan pedang..!!" komandan pasukan berteriak, memberi perintah, sambil mencabut pedangnya.


Kraak,.kraaak,..kraaaak,..braaak..!!


Gerbang kota Jinan terbuka, 2 buah palang pintu, patah, karna terus menerus di hantam dari luar, oleh para pendobrak pintu pasukan kaisar Zhiangwen.


Beberapa orang menerobos pintu, tapi langsung di tusuk oleh tombak pasukan kota Jinan, semakin lama yang menerebos semakin banyak, dan pedang pun berkelabat, dan saling serang.


Kasim Co tersenyum dari tendanya, lalu turun ketika melihat pintu gerbang kota Jinan, lalu berkata kepada, dua orang kakek di dekatnya.


Kalian pimpin pasukan, menahan pasukan yang menyerang dari belakang, aku akan kedalam benteng, untuk menyerang kota Jinan.


Kasim Co berkata, lalu melesat dengan cepat, menuju kearah pintu gerbang kota Jinan yang sudah terbuka, Sementara sepasang kakek, yang bergelar pisau terbang, bergerak menuju Shin mo yang mengamuk, dan terus membabat musuhnya, apalagi Shin mo melihat pintu gerbang kota Jinan sudah terbuka.


Dan Mo kwi sampai dari arah barat sudah merangsek menuju kearah tengah.


Pasukan Shin mo dan Hek kwi terus di kepung, dan di serang oleh pasukan kasim Co.

__ADS_1


Shin mo hatinya mulai cemas, ketika melihat kasim Co turun dari tendanya dan melesat kearah kota Jinan.


Seorang pemimpin di pertempuran, selalu mencari pemimpin pasukan, untuk di bunuh terlebih dahulu,


Dan kali ini pasti kasim Co mencari putri Qiao, untuk membunuh atau menawan putri Qiao.


Shin mo memkirikan itu lalu berteriak memberi perintah untuk menggempur pasukan Kaisar Zhiangwen, yang seperti tak pernah habis.


Begitu pula dengan Hek kwi.


Shin mo dengan seruling iblis, menangkis sebuah pisau kecil yang sangat cepat melesat kearahnya.


Traang ..!!


Lalu dengan sangat cepat bergerak, menghantamkan pukulan jari iblisnya.


Salah seorang dari pisau terbang itu melesat kearah pukulan jari iblis Shin mo.


Kakek itu terkejut, ketika pisau terbangnya tak bisa, menembus pukulan jari iblis Shin mo.


Shin mo langsung, bergerak cepat, dan langsung menyerang kearah kakek yang sudang memegang pisau kecil yang di jadikan senjata, oleh pisau terbang,


Begitu pula dengan Hek kwi, yang di serang oleh pisau terbang yang satu lagi.


Angin yang keluar dari seruling iblis Shin mo, menjerit jerit, dan membuat sakit telinga orang yang mendengarnya.


Pisau terbang yang terkejut, karna Shin mo bukan sorang prajurit atau komandan pasukan Raja muda Yan, melainkan berpakaian seperti orang dari dunia persilatan.


Tapi rasa kejut itu hilang, ketika Seruling iblis, terus mencecar kearah pisau terbang, tanpa memberi kesempatan, kakek itu mengeluarkan pisau pisau kecilnya,yang akan di gunakan sebagai senjata rahasia.


Seruling iblis bergerak cepat, dan mulai mengacaukan kosentrasi dari pisau terbang, pisau terbang yang biasa menyerang dari jarak jauh, tak bertahan, lama.


Shin mo menangkis, pisau yang mengarah ke dada terpental, lalu telapak nya langsung menghantam dengan ilmu penghancur tulang.


Bhukk..Arrrgghh.


Hanya erangan yang keluar dari mulut Pisau terbang, ketika dadanya, terkena pukulan penghancur tulang dari Shin mo hingga tubuhnya, terpental dan langsung tewas, dengan semua tulang yang berada di dalam tubuh hancur.


Shin mo melihat dari kejauhan, debu mengepul tanda banyaknya orang berkuda yang mendekati, sementara itu.


Yang lain terus menyerang,


Sedangkan Hek kwi dengan sepasang pedang bayangan hantu, tengah berhadapan dengan salah seorang kakek yang di sebut pisau terbang.


Pisau terbang beberapa kali, melemparkan pisau pisau terbangnya, dan Hek kwi sangat marah ketika sebuah pisau, menyerempet dan merobek bajunya.


Sinar tipis warna hitam melesat, kearah tangan dari pisau terbang, kakek itu meloncat, tapi Hek kwi yang marah dan ingin cepat, bergabung dengan pasukan Shin mo terus menekan kearah pisau terbang, kedua pedang beyangan hantu nya berkelebat dan mengincar tubuh dari pisau terbang,


Tapi pisau terbang itu cerdik, sambil menjauh, iya melemparkan pisau pisau kecilnya, yang bila tak mengenai Hek kwi, tapi menghantam prajuritnya yang bertempur di belakang Hek kwi.


Hek kwi terus memburu, langkahnya semakin cepat, dan ketika, hendak melempar, Hek kwi langsung dengan cepat bergerak, maju dan pedang pendenknya langsung menebas, tangan kanan, pisau terbang.


kakek itu tak sempat menarik tangannya, dan menjerit keras ketika tangan kanannya putus oleh pedang bayangan hantu milik Hek kwi.


Aaaarrrrgh...!!


Jeritan keras terdengar, dan tangan kiri pisau terbang melemparkan pisau kecilnya,


Hek kwi lompat ketika melihat pisau kecil mengarah dadanya.


Dan lompatan Hek kwi ketika menghindar, mendekati pisau terbang, Hek kwi tak menyia nyiakan kesemoatan, langsung sepasang pedang bayangan hantunya bersilang dan menyabet kearah leher pisau terbang yang tak bisa menghindar lagi.


Sreet...craaash...!!


kepala Pisau terbang jatuh, karna terkena sabetan silang dari kedua pedang bayangan hantu milik Hek kwi.


Hek kwi kemudian setelah berhasil membunuh pisau terbang, lalu mengamuk dan merangsek terus, membabat pasukan kasim Co yang berusaha menyerang dan menghalangi langkahnya medekati Shin mo.


Dan akhirnya kekuatan mereka bergabung dan menyerang semakin hebat, satu persatu, pasukan kaisar Zhiangwen tewas, dan banyak prajurit merasa ngeri mendekati Shin mo dan rombongannya, yang tak kenal pandang bulu.


Sedangkan sebagian pasukan kaisar Zhiangwen sudah banyak yang memasuki kota Jinan, karna pintu gerbang telah terbuka, dan pasukan putri Qiao berusaha menahan, laju pasukan musuh, agar tidak masuk terlalu jauh.


Mayat mayat bergeletakan, tanah menjadi merah oleh darah prajurit dari kedua pasukan yang bertempur.


Shin mo dan Hek kwi menarik nafas, melihat dari jauh ribuan pasukan melesat dengan cepat kearah mereka.


Tapi wajah, Shin mo, Hek kwi, Dewa bumi Yie dong dan yang lain langsung tersenyum.


Ketika melihat Mo kwi berkuda di depan dengan pelidung perguruan Dewa iblis, Ling ji dan Pedang gila, bersama dengan hampir 10ribu pasukan datang.


dari arah barat siap bergabung dengan ayahnya


Pemuda itu lalu melesat, dan sampai di depan Shin mo di ikuti oleh yang lain, lalu memberi hormat dan berkata.


"Ayah, maaf aku datang terlambat..!!"

__ADS_1


__ADS_2