
Mo kwi berusaha mengejar 2 orang yang berpakaian hitam, tapi sepertinya mereka sudah hapal situasi tempat, mereka bergerak berputar putar di antara rumah rumah para penduduk dan akhinya menghilang.
''Kurang ajar, siapa mereka ?'' ilmu meringankan tubuhnya lumayan, apa mereka..!!'' Mo kwi terkejut, pikirannya langsung tertuju ke penginapan.
Jangan jangan ini adalah siasat musuh memancing agar aku keluar dari penginapan, setelah berpikir kembali, bahwa mereka hanya berlari dan berlari.
Mo kwi kemudian bergegas kembali, begitupun dengan yang lain.
Dan ketika mereka kembali ke penginapan, Mo kwi dan yang lain tampak lesu, ketika melihat Ling ji dan nenek Kharmila, tidak berada dalam kamar, Mo kwi kemudian memeriksa kamar, ketika menemukan robekan di jendela kamarnya.
Pemuda itu menghela nafas dalam dalam.
Apalagi ketika Mo kwi mendengar perkataan dari tabib Huo bahwa di dalam kamar tercium bau obat pemabuk.
''Kita sudah terpancing oleh musuh, Mo kwi berkata, wajah nya tampak lesu.
Mo kwi lalu menatap ke arah kakek angkatnya Yie dong.
''Kakek, apa yang harus kita lakukan ?'' dan kemana kita akan mencari Ling ji dan nenek Kharmila.
''Tenangkan diri terlebih dahulu,'' Yie dong berkata kepada Mo kwi yang terlihat gelisah karna memikirkan Ling ji dan nenek kharmila.
''Sepertinya kita salah duga tentang kota ini,'' Yie dong berkata, kita belum tahu siapa musuh yang sebenarnya di kota ini, tapi dugaanku adalah ini kerjaan dari orang orang perguruan Naga merah.
Kwan bin dan yang lain mengangguk mendengar perkataan Yie dong, sementara itu Pedang gila, sejak kembali dan tau nenek Kharmila di culik, cemberut dan sering menghembuskan nafas.
Jika dugaanku tak salah, Ling ji dan nenek Kharmila mereka tawan untuk menekan kita, Ling ji dan nenek Kharmila di jadikan sandera oleh mereka dan pasti mereka akan menghubungi mu untuk berunding, Yie dong berkata.
Sementara itu, di sebuah kuil rusak di ruangan bawah tanah, 2 orang wanita tengah terbaring dan perlahan keduanya mulai bergerak gerak.
Ling ji dan nenek Kharmila perlahan mulai sadar, dan mereka terkejut ketika membuka mata, dan mereka berada tidak di tempat mereka menginap.
Sepertinya kita terjebak, nenek Kharmila berkata, sambil melihat sekeliling kamar yang kotor dan berdebu, dan coba mengingat ingat kejadian terakhir sebelum mereka sampai di sini.
''Kita di jebak, ketika tuan muda dan yang lain mengejar musuh, kita telah di beri obat pemabuk sehingga kita tak sadar,'' Ling ji mengangguk mendengar perkataan dari nenek Kharmila.
''Nenek carilah akal agar kita bisa keluar dari sini,.!!'' Ling ji berkata, nenek kharmila kemudian menatap ke arah Ling ji, ''nyonya, urat besar di tubuh kita telah di totok, dan kita tak bisa menggunakan tenaga dalam, kita hanya bisa pasrah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.'' nenek Kharmila berkata sedih.
***
Pedang gila yang selalu cemberut, kemudian keluar dari penginapan sambil membawa guci arak yang besar, tubuhnya melesat dan mencari sebuah pohon, ketika melihat pohon besar dan terletak agak berada di pinggiran kota, Pedang gila lalu melesat naik ke atas pohon itu.
Setelah memilih dahan pohon yang agak besar, dan enak untuk bersandar, Pedang gila duduk kemudian menenggak arak dalam guci yang ia bawa.
Gluk, gluk, gluk, gluk.
Sekali minum, arak dalam guci besar itu masuk setengahnya ke dalam perut Pedang gila, wajah nya terlihat agak merah setelah menenggak arak tersebut.
Matanya liar menatap ke arah rumah rumah penduduk yang terlihat dari atas pohon oleh Pedang gila.
Adik dimana kau berada sekarang, Pedang gila berkata, tampak ketika berkata wajah Pedang gila terlihat sedih.
Kemudian Pedang gila meminum kembali arak dari guci yang ia bawa.
Gluk, gluk, gluk.
Ketika sedang meminum araknya, tanpa sengaja mata Pedang gila melihat ke arah seseorang yang membawa pedang di punggungnya.
Hmm...!!
''Rupanya dia juga ada di sini, kurang ajar !!''
__ADS_1
Pedang gila lalu melesat ke arah orang itu, yang tak lain adalah pedang baja, musuh pedang gila sewaktu pibu di kota Go.
Whuuuut, plaak, bhuk.
Pedang gila melesat, kemudian menghantam kepala dari Pedang baja.
Pedang baja terkejut ketika merasakan desiran angin yang menuju kearahnya, dan ketika melihat sebuah bayangan, tengah menuju ke arahnya sambil tangannya menghantam.
Pedang baja menangkis, tapi kaki lawan telah menghantam pinggangnya, Pedang baja terlempar ketika terkena tendangan pedang gila.
Pedang baja bangkit sambil menahan rasa sakit di pinggangnya.
''Kurang ajar, setan alas, siapa yang beraninmain bokong padaku,'' Pedang baja berkata.
Tapi wajahnya langsung pucat ketika melihat orang yang telah berdiri di depannya.
Ka, kaa, kaaauuu !!
Pedang baja berkata tergagap dan terkejut.
Aku sedang kesal, dan ternyata melihat kau ada di sini, sungguh sangat beruntung.
Setelah berkata, Pedang gila lalu melesat ke arah Pedang baja, tangannya langsung menghantam, ke arah kepala Pedang baja.
Pedang baja langsung melesat menghindari serangan Pedang gila, dan kemudian balik menyerang dengan menendang dada Pedang gila.
Plaak.
Pedang gila menangkis dengan tangan kiri tendangan dari Pedang baja, lalu tangan kanannya bergerak ke arah leher, Pedang baja terkejut, ketika tangan lawan menghantam ke arah lehernya.
Tangan kanan Pedang baja menangkis serangan tangan ke arah leher, dari Pedang gila yang menyerang menggunakan jurus iblis gila pemberian Shin mo.
Plaak.
Pedang baja langsung mundur, dan memasang kuda kuda dan bersiap, matanya menatap tajam ke arah Pedang gila.
''Sial..!!'' kenapa ia berada di sini, tapi kakek itu sepertinya tidak tahu, istri tuannya di culik oleh kepala naga.
Apa yag harus ku lakukan, Pedang baja berkata dalam hati, karna merasa melarikan diri juga adalah hal yang tak mungkin, Pedang baja lalu meloloskan pedangnya.
Pedang gila, menyeringai melihat musuhnya mengeluarkan pedang.
He he he.
Akhirnya kekesalan hatiku ada obatnya juga.
Setelah berkata, Pedang gila lalu mencabut pedang kelabang biru yang berada di pinggannya.
Sreeet.
Matanya tajam menatap ke arah Pedang baja.
Pedang gila melesat ke arah Pedang baja, pedang kelabang biru, langsung menebas ke arah leher Pedang baja, pedang baja menangkis serangan pedang gila, kemudian telapak kirinya langsung menghantam ke arah dada.
Trang, dhees
Suara pedang beradu terdengar, ketika telapak dari Pedang baja menghantam, tangan kiri Pedang gila menepis tangan kiri lawannya sehingga serangan pedang baja langsung menghantam ke arah samping.
Keduanya lalu saling serang, Pedang baja tak berani sering mengadu pedang dengan pedang berwarna biru milik musuhnya, karna ia tahu bahwa pedang nya tak kan mampu melawan Senjata dari lawan, belum lagi tenaga dalamnya yang masih kalah.
Pedang baja mengandalkan kecepatannya, dan mengeluarkan jurus jurus andalan miliknya.
__ADS_1
Pedang gila yang pernah merasakan bajunya sobek sewaktu melawan pedang baja, berhati hati melawan musuhnya kali ini.
Tapi kekeselan hati dan pengaruh dari arak yang hampir habis satu guci, membuat tenaga kakek berwajah merah itu seperti berlipat.
Semakin lama serangan serangan dengan jurus pedang kilatnya semakin cepat, pedang baja, terus terdesak oleh serangan serangan Pedang gila, kaki, badan kepala.
semua yang terlihat ada lowong, langsung di hantam oleh Pedang gila.
Nafsu membunuh pedang gila sudah naik sampai kepala, akibat kehilangan nenek Kharmila.
Telapak kiri pedang gila menghantam ke arah kepala Pedang baja, yang baru saja melompat menghindari tebasan pedang kelabang biru.
Pedang baja terkejut sambil memiringkan kepalanya, menghindari tamparan telapak kiri pedang gila, dan bergerak mundur, tapi pedang berwarna biru, langsung melesat ke arah tangan kanan Pedang baja.
Sreeet.
Pedang baja terkejut, ia sudah berusaha menghindar, tapi pergelangan tangan kanannya masih terkena goresan Pedang kelabang biru.
Hawa panas dan gatal langsung di rasakan oleh Pedang baja, yang lansung merogoh ke dalam saku baju, dan meminum sebuah pil, untuk menahan racun.
Tapi obat yang ia minum tak terasa khasiatnya dan masih tak mempan, melawan dasyatnya racun pedang kelabang biru.
Wajah Pedang baja pucat, keringat mulai bercucuran keluar dari wajahnya yang pucat.
''Berikan penawar nya, berikan penawarnya,''
Pedang baja berkata, pedangnya ia lepaskan dan tangan kiri kakek itu memegang tangan Pedang gila, rasa sakit dari racun, panas dan gatal, semakin terasa oleh Pedang baja.
''Tuan tolong aku tuan,.!!'' Pedang baja berkata.
berikan penawar racunnya.
Pedang gila tetap tak bergeming.
''Baik aku katakan,'' Pedang baja berkata, ''istri tuan mu, aku tau tempat mereka di tahan..!!''
Whuut,..creep.
Pedang gila ketika mendengar perkataan dari Pedang baja langsung bergerak dengan cepat dan mencengkram bahu pedang baja.
Urat besar yang berada di bahu pedang baja, di tekan oleh Pedang gila, sehingga racun dari tangan tidak naik dan menyebar, karna aliran darah yang terhenti dari tangan
Pedang baja merasakan rasa sakit akibat racun berkurang, dan berpikir jika ia bercerita maka Pedang gila akan menolongnya.
Istri majikan mu di tahan di sebuah kuil di komplek pemakaman di pinggir kota Seju.
Pedang baja berkata.
Hmm...!!
"Apa dia sendiri yang di tawan ?"
"Tidak, tidak, istri majikanmu di tawan bersama seorang pembantu, seorang nenek tua.''
''Plak..kraak''
Setelah mendengar perkataan dari Pedang baja, Pedang gila langsung melepaskan cengkraman pada bahu Pedang baja, kemudian menampar kepala Pedang baja hingga pecah.
Sambil bersungut sungut.
Adik, di sebut pembantu
__ADS_1