Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 210 Bertemu Dengan Pendekar Negri Sebrang


__ADS_3

Taiko pendekar samurai dari negri sebrang melihat temannya sekali sambar langsung putus, kemudian loncat, dua tangan yang memegang pedang panjang langsung menebas ke arah pedang gila yang sedang bersama Li chun.


Tebasan katan Taiko sangat kuat, apalagi memang katan lebih panjang dan berat di bandingkan dengan pedang..


Whuuut...!!


Pedang gila meloncat ke arah kanan sedangkan Li chun ke arah kiri.


Hmm...!!


"Tua tua pedang mu panjang juga ?" Pedang gila berkata, sambil mencabut pedang kelabang biru yang sudah masuk kedalam sarung nya.


Tahaaan...!!


Mo kwi kemudian datang menghampiri.


"Maaf tuan," Mo kwi memberi hormat, "kenapa tuan menyerang kami ?" Mo kwi berkata sambil menatap tajam ke arah kakek yang tadi menyerang pedang gila dan Li chun.


"Apa kau bilang, kami menyerang ?"


"Apa kau tak lihat, orang mu yang telah membuat putus kepala teman kami," salah seorang yang menjadi juru bicara berkata.


"Maaf tuan, tidak ada asap tak mungkin ada api," Mo kwi berkata, "bukankah rombongan tuan yang terlebih dahulu mencegat rombongan kami ?"


Ketika mendengar perkataan dari Mo kwi orang itu terdiam, tapi setelah berpikir kembali, baru ia bicara.


"Kami meminta pajak karna kalian telah masuk ke kota Gaya."


"Pajak, apa aku tidak salah dengar !" tuan bilang minta pajak ?" Mo kwi berkata.


"Apa ini negri tempat tuan, sehingga tuan meminta pajak terhadap orang orang yang datang ?" Mo kwi berkata.


"ini memang bukan negri kami, tapi perkumpulan kami, Bajak merah yang menguasai kota Gaya, jadi kami berhak meminta pajak atau upeti kepada orang yang keluar dan masuk ke kota gaya."


Hmm..."


"Jadi kalian dari perkumpulan Bajak merah rupanya," Mo kwi berkata dingin sambil menatap tajam ke arah orang itu.


Orang asing yang tadi berkata melihat tatapan dingin Mo kwi, nyalinya menjadi ciut dan mundur selangkah.


Sementara itu kakek yang di panggil Taiko maju kedepan, sedangkan pedang katana telah masuk kedalam sarungnya.


Aku Taiko pendekar pedang dari negri sebrang ingin menantang rombongan tuan, dan orang yang kutantang adalah dia, Taiko berkata terputus putus, sambil menunjuk pedang gila.


Mendengar perkataan Taiko, ketika Pedang gila hendak maju, Li chun menepak bahu pedang gila dan berkata, "sabar sabar."


Diam kau..!!


Pedang gila berkata, "eh kenapa kau marah padaku gila ?" Li chun berkata.


"Tuan Taiko, kami baru saja datang dan tak ingin membuat keributan, Mo kwi berkata.


Orang yang bernama Taiko seperti tak peduli dengan perkataan Mo kwi, kemudian mencabut pedang katana nya, lalu dengan kedua tangan memegang gagang katana, dengan diangkat ke di depan dada, dengan posisi siap menyerang.

__ADS_1


Pedang gila juga mencabut Pedang kelabang biru dari pinggang.


Sriiing....!!


Kemudian berjalan dan berdiri di samping Mo kwi, lalu berkata.


"Guru, biar murid menghadapi mereka."


Mo kwi yang melihat bahwa pertarungan antar keduanya tak bisa di hindari lagi, kemudian mengangguk dan mundur, kau hati hatilah, Mo kwi berkata kepada pedang gila ketika, mundur dan berdiri di samping Mo kwi.


Taiko san, Taiko san, Taiko san.


Kawan kawan Taiko berteriak teriak memberi semangat kepada Taiko.


Sedangkan Pedang gila mengerutkan kening, mendengar perkataan perkataan dari kawan kawan Taiko.


Seperti anak kecil saja.


"Aku paling suka bertempur dengan orang yang sering di sebut pendekar pedang."


"Apa tuan pendekar pedang ?" Taiko berkata.


"Bukan, aku pendekar daratan Tionggoan," Pedang gila berkata, Ling ji menutup mulutnya menahan tawa, sedang kan nenek Kharmila menggeleng gelengkan kepala mendengar perkataan dari suaminya itu.


Taiko mendengus mendengar perkataan Pedang gila, kaki nya melangkah setapap demi setapak, Mo kwi memperhatikan, cara cara bertarung dari negri sebrang itu.


Langkah kakinya hanya sedikit bergerak, dan menggeser, tapi matanya menatap tajam ke arah musuh, dan setiap musuh bergerak ke samping kiri atau kanan, orang yang bernama Taiko itu, hanya sedikit menggeser tubuhnya.


Hiaaaaat...!!


Sebuah tebasan menyilang kearah dada Taiko.


Whuuut, Sreeeet.


Taiko menggeser sedikit badannya, menghindari serangan Pedang gila, lalu kakinya bergerak selangkah, kemudian Samurai panjangnya menebas ke arah Pedang gila, dan suara angin menderu, tebasan samurai itu terdengar jelas sekali.


Whuut.


Pedang gila loncat mundur menghindari serangan dari Taiko, Pedang gila agak terkejut dengan tebasan pedang Taiko.


Mo kwi mengangguk melihat gaya permainan pedang dari pendekar negri sebrang Taiko, yang menurutnya tak banyak bergerak, sehingga membuat tenaga terkumpul dan tak banyak buang buang tenaga.


Pedang gila memutar mutar pedang nya sambil menatap Taiko, sementara itu Taiko tak peduli terhadap Pedang gila yang bergerak gerak mengitari tubuhnya, Taiko hanya sedikit menggeser tubuhnya atau langkah kaki untuk mengikuti gerak Pedang gila.


Pedang gila menyerang punggung Taiko.


Taiko, berbalik, dan katana nya bergerak menangkis serangan pedang kelabang biru.


Traaang...!!


Lalu dengan gwakang ( tenaga luar ) katana Taiko yang mempunyai tenaga yang besar menekan pedang kelabang biru ke bawah.


Pedang gila mendengus, tekanan dengan Gwakang tak bisa di balas dengan tenaga dalam, karna kalah tenaga, pedang kelabang biru tertindih oleh katana Taiko.

__ADS_1


Dan tiba tiba, katana Taiko melesat ke atas setelah menekan, dan langsung menebas ke arah kepala Pedang gila.


Nenek Kharmila teriak ketika melihat serangan Taiko.


Awas kakak, nenek Kharmila berkata, Mo kwi dan yang lainnya juga terkejut ketika melihat serangan Taiko, yang tak banyak gerak tapi sangat efektip, untuk bertahan dan menyerang dengan mengendalikan gwakang dan iwekang.


Pedang gila wajah nya pucat, lalu mundur sambil menundukan kepala, menghindari serangan Taiko.


Setelah menunduk menghindar, Pedang gila menyabet kaki dari Taiko.


Taiko lompat keatas lalu samurai nya dengan kedua tangan menebas dengan tenaga penuh ke arah kepala Pedang gila.


Pedang gila mengangkat pedang kelabang biru ke atas kepalanya menahan serangan katana Taiko.


Traaang..!!


Suara keras terdengar dan percikan api terlihat ketika kedua pedang bertemu.


Taiko terus menekan Pedang kelabang biru milik Pedang gila.


Berhentii....!!


Terdengar teriakan ketika mereka berdua saling tahan dan serang.


Seorang kakek tua dan pria paruh baya dyang berwajah masih terlihat gagah dan tampan datang.


Lalu pria yang rambut tengahnya di kuncir sama denga Taiko, berkata dengan bahasa mereka, setelah Pria itu berkata, Taiko lalu lompat mundur dan membungkukan badannya di depan Pria itu, kemudian memasukan samurai nya ke sarung yang berada di pinggang.


Melihat musuhnya mundur dan memasukan Pedang, Pedang gila lalu memasukan Pedang kelabang biru miliknya ke kesarungnya yang juga berada di pinggang.


Mo kwi tersenyum melihat orang tua yang datang, kemudian memberi hormat kepada orang tua itu, dan berkata.


"Tabib Song, apa kabar ?" Tabib song tersenyum melihat Mo kwi dan berkata.


"Kita berjumpa lagi tuan muda, rupanya kau sudah sembuh !" pasti karna saudara Huo in yang cepat datang sehingga tuan muda bisa selamat," orang tua yang ternyata Tabib Song kwan berkata sambil tersenyum ke arah Mo kwi.


Oh iya, perkenalkan Tuan muda, ini adalah tuan Oijin dari klan sakura, yang baru saja datang dari negri sebrang.


Mo kwi mengangguk, lalu memberi hormat kepada Orang yang di sebut Oijin, pria gagah yang bernama Oijin pun mengangguk memberi hormat kepada Mo kwi.


"Tuan muda, rombongan ayah tuan sudah sampai di kota Gaya, pihak kami sudah mengundang secara resmi, pihak perguruan Dewa iblis untuk datang di peresmian perguruan Pedang timur."


"Jadi untuk apa bertempur di sini membuang buang tenaga, lebih baik tenaga di simpan untuk acara di peresmian Perguruan pedang timur." tabib Song kwan berkata kepada Mo kwi.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari tabib Song, kemudian berkata.


Terima kasih atas pemberitahuan ini, jika begitu kami akan segera ke tempat penginapan ayah ku, Mo kwi berkata.


Tabib Song kwan mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, lalu ia Oijin dan orang orang yang tadi mencegat Mo kwi, pamit undur diri.


Pedang gila lalu berteriak, ketika melihat rombongan itu pergi.


"Hey Tekoo, nanti aku adalah lawanmu..!!"

__ADS_1


__ADS_2