Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 11 Bertemu Rombongan Macan Hitam


__ADS_3

Masih terngiang ditelinga perkataan kakek hitam itu.


Dia lebih besar sebagai kakak, dan aku yang lebih hitam sebagai adik.


Mo kwi senyum sendiri dengan tingkah kakek hitam itu, sambil memakan ayam bakar yang masih sisa setengah ketika kakek itu datang.


Jurus ku di buat main main oleh kakek itu, jika ia punya niat jahat, aku bisa mati di hutan ini.


Benar kata kakek,..!! "Tenaga dalam ku belum terlalu tinggi, aku harus hati hati bila bertemu dengan orang yang seperti kakek hitam tadi," Mo kwi berkata dalam hati.


Memang kakek tadi adalah Hek mo, sudah hampir 10 tahun, mereka menunggu, tapi Shin mo tak kunjung datang, Kim mo menyuruh adiknya bersabar, Hek mo yang bersipat pemarah dan agak ketotol tololan, sangat ingin bertemu dengan Shin mo, dan takbisa bersabar lagi


Hek mo lalu diam diam keluar dari lembah neraka, karna selama ini dia hanya tau mengikuti Kim mo, Hek mo tak tahu arah tujuan, untuk bertanya orang di jalan, Hek mo malu karna wajahnya yang hitam.


Hingga akhir nya nyasar ke hutan, dan bertemu dengan Mo kwi.


Setelah menghabiskan ayam bakar Mo kwi lalu istrihat sebentar.


Kemudian mengisi penuh tempat air minum yang di bawanya dengan air sungai yang jernih, Mo kwi melangkah melanjutkan perjalan.


Setelah berjalan agak lama akhir nya Mo kwi melihat di pinggir hutan ads sebuah jalan yang agak besar dan bisa di lalui oleh sebuah kereta.


Mo kwi lalu berjalan menyusuri jalan raya itu, berharap akan bertemu seseorang.


Sudah jauh Mo kwi berjalan tapi belum juga menemukan orang. air yang Mo kwi bawa juga sudah habis separuh, di minum pemuda itu.


Tapi ketika sedang berjalan, kali ini telinganya mendengar seperti suara kaki kuda, dan suaranya agak riuh, berati bakal banyak orang, batin Mo kwi.


Benar saja, tak lama kemudian datang rombongan 2 buah kereta kuda yang di kawal oleh puluhan orang, melihat Mo kwi yang berdiri sendirian didekat hutan.


Orang yang menunggang kuda memberi isyarat berhenti ke arah rombongan.


Lalu bertanya, anak muda, apa maksud mu mencegat rombongan pengawal barang, Macan hitam,..?


Mo kwi mengerutkan kening nya di sebut mencegat,


maaf paman, hamba berasal dari perkampungan gurun Gobi.


.

__ADS_1


Pengedara kuda yang berusia sekitar 50 th membawa kipas, tersenyum ketika mendengar Mo kwi berasal dari perkampungan gurun Gobi,, Han sikong, atau si kipas baja, sering lewat jalan ini dan menemui orang orang yang mengaku berasal dari perkampungan gurun Gobi.


"Kau mau kemana,..? Han si kong bertanya kepada Mo kwi.


Aku mau ke kota paman, tapi tak tahu arah.


Melihat sepatu jerami ciri khas orang gurun yang sudah sobek sobek, dan baju yang terbuat dari kain kasar.


Kami butuh orang untuk membawa barang barang, kau bantu kami membawa barang barang dan aku beri makan dan uang 5 tail perak, setelah sampai di kota, dan kau boleh bebas pergi kemana yang kau inginkan, bagaimana,. ?


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Han sikong,


Mo kwi akhirnya ikut rombongan pengawal barang Macan hitam.


Han sikong melihat kearah punggung Mo kwi, sebuah pedang yang berwarna agak kehijauan, pedang hanya untuk hiasan saja, paling paling di pakai untuk membelah kayu, nanti serelah sampai kota Fu'yi ia bisa membeli pedang yang lebih baik dari pedang itu.


Suasana akrab terlihat dari orang orang yang sedang istirahat, mereka makan minum sambil bersenda gurau.


Han sikong mengahampiri Mo kwi.


Apa kau pernah minum arak,.,? Mo kwi menggelengkan kepala, Han sikong lalu memberikan Mo kwi sebuah buli buli arak milik nya, hanya seteguk saja, jangan lebih, Han sikong berkata kepada Mo kwi.


Mo kwi lalu minum seteguk arak pemberian Han sikong, hawa panas terasa masuk tenggorokannya ketika Mo kwi minun arak pemberian dari Han sikong, Wajah Mo kwi merah dan kepalanya sudah seperti berputar putar.


Apa arak memang rasanya seperti ini paman,, ..?


Mo kwi berdiri, tapi kemudian tubuh nya bergoyang, lalu Mo kwi duduk kembali, "kau duduk saja disitu,. !! setelah pengaruh arak sudah hilang, baru kau pergi," Han sikong berkata.


Maafkan aku yang belum terbiasa, Mo kwi berkata.


Mo kwi lalu bercerita kepada Han sikong bahwa ia sebatangkara, dari kecil sudah di urus oleh kakek nya.


Dan baru kali ini Mo kwi melihat dunia luas, yang tadinya Mo kwi lihat hanya pasir dan goa.


Semoga kau berhasil bila sampai dj kota nanti nak, Han sikong berkata dalam hati sambil melihat ke arah Mo kwi.


siapa namamu anak muda,..? Aku Han sikong tetua bagian pengawal pengirman barang Macan hitam, Mo kwi tersenyum mendengar perktaan Han sikong, Aku bernama Mo kwi paman,..!!


Han sikong mengerutkan dahi mendengar nama Mo kwi, yang menurut nya aneh, Mo kwi ( iblis setan ) nama mu unik dan seram, Han sikong berkata kepada Mo kwi.

__ADS_1


Orang kampung seperti kami, nama tidak penting paman, apa yang di pikirkan oleh orang yang lebih tua dari kami, lalu mereka memanggilnya seperti itu, biar mudah di ingat, Mo kwi berkata ketika Han sikong seperti curiga, mendengar namanya.


Ha sikong mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.


Tuan Han, kalau bawa seperti ini, di gembol aku repot sekali, aku akan mencari bambu dan membuat sebuah pikulan untuk membawa barang.


Han sikong memang melihat sepanjang perjalanan Mo kwi repot membawa barang barang, bukan karna berat nya, tapi banyak macamnya, jika di jadikan satu wadah lalu di pikul memang akan terasa ringan dan tidak merepotkan.


Han Sikong melihat Mo kwi seperti mabuk, tersenyum mendengar pemuda itu ingin mencari bambu.


Han sikong lalu berdiri dan meninggalkan Mo kwi yang terlihat masih mabuk.


Setelah beberapa saat, Mo kwi yang kepala nya masih terasa pusing karna minum arak simpanan Han sikong, lalu berdiri


Dengan langkah gontai dan berjalan perlahan, Mo kwi memasuki hutan, Han sikong yang melihat Mo kwi memasuki hutan menjadi was was kepada pemuda itu, "gara gara arak pemberianku, jadi anak muda itu mabuk, apa dia ingin buang air masuk kedalam hutan,"..? Han sikong bertanya tanya dalam hati sambil mengikut dan melihati Mo kwi dari kejauhan


Han sikong tersenyum ketika melihat Mo kwi berdiri di depan pohon bambu.


Tadi dia bercerita padaku ingin mencari bambu, untuk membuat pikulan.


Han sikong masih terus melihat ke arah Mo kwi seperti yang meilih milih bambu yang lurus batang nya.


Mo kwi memang sewaktu belum mabuk ingin mencari sebuah bambu.


Untuk mehilangkan pusing yang masih terasa akibat arak pemberian Han sikong , Mo kwi lalu pergi mencari bambu, Mo kwi yang masih polos, tak menyadari bahwa dirinya di ikuti, oleh Han sikong dari kejauhan.


Han sikong mengikuti Mo kwi bukan dengan niat yang jahat, melihat Mo kwi yang masih mabuk masuk kedalam hutan, Han sikong takut terjadi apa apa dengan Mo kwi, lalu mengikuti nya.


Setelah melihat dan memilih bambu sebesar lengan orang dewasa yang berbatang lurus, Mo kwi lalu menggerakan tangan dan mengalirkan tenaga dalam menggunakan jari pedang, lalu pemuda itu, menebas sebatang bambu sebesar lengan orang dewasa, membersikan bambu dengan tangannya yang sudah seperti pedang pendek.


Han sikong yang melihat kejadian di depan matanya tertegun, tadi nya ia berpikir Mo kwi akan menggunakan pedang butut yang berada di punggung pemuda itu, untuk menebang bambu.


Di depan matanya, Mo kwi menebang dan membersihkan bambu dengan tangan yang seperti mengeluarkan hawa tipis, tangan pemuda itu sangat tajam layaknya seperti pedang.


Mo kwi setelah mendapat kan bambu, lalu pergi kembali ke arah rombongan.


Han sikong menatap Mo kwi yang berjalan sambil membawa bambu.


Han sikong bertanya tanya dslam hati.

__ADS_1


Siapa sebenarnya pemuda yang bernama Mo kwi itu,..? Dia menebang batang bambu yang keras dengan tangan nya, dan batang bambu itu seperti tahu yang di iris, terkena tangan Mo kwi.


Han sikong menggelengkan kepala, lalu berjalan ke arah rombongan, sambil memikirkan Mo kwi.


__ADS_2