
Ling ji dan Mo kwi akhirnya naik lagi keatas benteng istana, karna banyaknya pintu, komplek yang berputar putar, susah untuk melihat dimana berkumpulnya pasukan putri Qiao.
Setelah keduanya mengikuti jalur benteng, akhirnya melihat pasukan putri Qiao tengah berkumpul di depan sebuah pintu istana yang terlihat mewah dan besar dengan sebuah gambar naga berwarna kuning emas di tengah pintu gerbang istana itu.
Mo kwi lalu turun, ketika sampai dan menemui putri Qiao, putri Qiao mengerutkan dahinya melihat Mo kwi datang bersama Ling ji.
"Aku menanyakan sana sini, tidak ada yang melihat kalian, darimana saja kalian berdua ?" putri Qiao berkata.
Kami tersesat, dan sampai di taman istana.
"Hmm..!!"
"Apa kwi koko masih membutuhkan selir baru ?"
"Apa maksud perkataan dari qiao moi,..?" Mo kwi berkata sambil mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari putri Qiao.
"Bukankah Kwi koko dari taman istana, dan taman istana hanya tempat raja dan para selir..?"
Aku memang bertemu dengan 2 selir kaisar Zhiangwen, "nah betul kan yg aku bilang..!!" putri Qiao berkata, memotong omongan Mo kwi.
"Dengar dulu perkataanku, jangan di potong potong.!"
Mo kwi berkata, lalu ia menceritakan kejadian di taman waktu dia dan Ling ji tersasar ketika menyusuri benteng istana.
"Hmm..!!"
"Apa benar cerita kwi koko ?" putri Qiao berkata,
Ling ji yang melihat Mo kwi, wajahnya sudah mulai merah, mengangguk meng iyakan perkataan dari Mo kwi yang bercerita, tapi perihal Sepasang Dewi malam yang melawannya tanpa busana tak di ceritakan oleh Mo kwi, karna pemuda itu merasa malu untuk mengatakannya.
Pedang gila mendekat, lalu memeberi hormat kepada, Mo kwi dan berkata, "guru." Mo kwi mengangguk, hati Mo kwi khawatir jika Pedang gila berkata malah akan menambah panas situasi, lalu memberi isyarat dan berkata, kau pergi ke tempat ayah dan sekalian ajak Dewa bumi kesana.
"Baik guru," Pedang gila berkata.
"Guru, boleh bertanya..?"
"Apa yang ingin kakak tanyakan ?"
"Aku suka bau pupur ( bedak ) yg ada di baju guru, wangi bunga." Pedang gila berkata.
Wajah Mo.kwi langsung merah mendengar perkataan dari Pedang gila.
Putri Qiao langsung mendengus, hatinya panas mendengar perkataan dari Pedang gila.
__ADS_1
"Apakah baunya sama dengan pupur yang aku pakai..?" putri Qiao berkata kepada Pedang gila.
"Kakak, kau dengar perkataan ku ?" Mo kwi berkata sebelum pedang gila menjawab pertanyaan putri Qiao.
Pedang gila setelah mendengar perkataan Mo kwi, lalu pergi, sambil mulutnya berkata, "pupur bunga, hmm,.."pupur bunga wangi sekali." pedang gila tak tau apa yang mereka bicarakan, tapi ia hanya berpikir suka dengan wangi pupur itu, karna waktu kenal dengan nenek Kharmila, bau pupur itulah yang dirasa mirip oleh hidung Pedang gila dan langsung menanyakan kepada Mo kwi.
"Hmm..!!"
Kwi koko, Ling ji kau hutang penjelasan denganku,
Putri Qiao setelah berkata, sambil mendengus lalu pergi ketendanya, hatinya merasa panas dan cemburu, teringat kembali akan perkataan dari Han lian.
Di dekat pintu yang terhubung langsung dengan istana kaisar Zhiangwen.
Shin mo dan beberapa komandan pasukan tengah bersiap, untuk mendobrak pintu gerbang istana, karna di atas benteng hanya beberapa prajurit membawa pedang dan busur, tapi tembok ini lebih tinggi, dari gerbang pertama, dan hanya pendekar yang mempunya tenaga dalam tinggi yang bisa naik ke atas benteng, dan yang naik ke atas tidak tahu jebakan apa yang menunggu di sana, dan Shin mo tak mau ambil resiko anak buahnya celaka.
Mo kwi mendekati ayahnya, Pedang gila, Dewa bumi, Dewa langit juga para tetua perguruan Dewa iblis berkumpul Mo kwi memberi hormat kepada ayahnya dan para tetua yang hadir tersenyum melihat kedatangan Mo kwi.
"Ayah bagaimana perkembangannya ?"
"Ayah dan paman Zhou serta komandan pasukan, sedang merundingkan masalah ini.
Mo kwi, mengangguk mendengar perkataan dari ayahnya, "jadi apa rencana terhadap pintu gerbang ini ?" Mo kwi berkata.
Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari ayahnya Shin mo.
Lalu melihat puluhan pria kekar, membawa sebuah kayu gelondongan yang besar, lalu para pendobrak itu mulai menggerakan kayu besar dan berat itu, maju mundur untuk mendobrak pintu gerbang istana.
Beberapa panah dah tombak melesat kearah pendobrak, tetapi para tetua yang menjaga mengibaskan tangannya menghalau panah dan tombak yang di tujukan kepada para pendobrak pintu.
Satu,..Dua,..Tiga,..!!
Setiap kata tiga, Pintu gerbang istana di hantam oleh kayu berat yg di gerakan oleh para pendobrak.
Satu..Duaa...Tigaaaa..!!
Kreeek...!!
Terdengar suara dari balik pintu istana, para pendobrak makin semangat ketika mendengar ada suara seperti patahan kayu palang pintu dari dalam.
Satuu...Duaaa,...Tigaaaa..!!
Kraak....Kraaaak..!!"
__ADS_1
Satuuu,...duaaaaaa,...Tigaaaaaa...!!
"Kraaaak..Buuuuum"
Debu langsung mengepul, menutupi pemandangan dari pintu yang sudah jebol.
Shin mo, Mo kwi dan yang lain bersiap, menanti serangan yang akan datang. dari balik pintu istana yang berhasil di robohkan.
Tapi tak ada gerakan setelah mereka menunggu.
Shin mo lalu mengangguk ke arah Mo kwi, kemudian keduanya melesat menerjang masuk kedalam lingkungan istana, yang terdapat lapangan yang luas.
Shin mo dan Mo kwi tiba di depan lapang luas, dan sebuah istana yang megah tapi tampak sepi.
Pasukan putri Qiao perlahan masuk, lalu keduanya melihat situasi, ketika melihat lapangan luas dan istana yang megah, lalu ratusan prajurit tanpa perintah langsung berlari kearah istana, dengan melewati lapang luas itu, Shin mo dan Mo kwi yang melihat begitu banyak Prajurit putri Qiao yang berlari menuju istana berteriak, berusaha untuk mencegah mereka, tapi terlambat.
Begitu melihat pasukan putri Qiao banyak menuju istana, melewati lalang luas itu, tak lama kemudian, puluhan panah melesat dari arah dalam istana.
Pasukan putri Qiao yang terkejut dan tidak siap menghadapi serangan langsung menjadi bulan bulanan para pemanah, situasi di lapang yang luas dan tak terhalang apapun, memebuat mereka menjadi sasaran empuk para pemanah.
Dan tak lama kemudian, pasukan elit pelindung istana raja, yang memakai seragam berwana perak melesat dengan pedang membabat para prajurit yang berada di tengah lapang yang luas itu.
Shin mo dan Mo kwi dan semua tetua langsung melesat kearah lapangan yang berada di depan istana.
Mo kwi sudah mengeluarkan pedang bintang, dan melesat kearah lapangan yang luas itu, ketika akan sampai, puluhan anak panah melesat, kearah Mo kwi, pemuda itu langsung mengibaskan pedang, dan menghalau anak panah yang mengincar dirinya.
Shin mo yang mengetahui hal itu, langsung memerintahkan beberapa ketua membagi 3 pasukan,
Satu rombongan ke arah tengah, dan dua rombongan masing masing kekiri and ke kanan.
Pedang gila langsung melesat membantu Mo kwi, untuk menghalangi anak anak panah yg melesat,
Para pasukan elit yang membantai para prajurit terkejut, ketika melihat pedamg bintang, memababat sana sini, biar
Menyerang.uy
Lalu mengepung Mo kwi
Sedangkan kan Pedang gila, setelah berhasil meng halau anak anak panah yang mengincar, gurunya.
Pedang gila langsung lalu melesat kearaham ke istana. Mo kwi terkejut lalu berkata, "kakak mau kemana ?"
"Mencari mas kawin ku di dalam sana," sambil menunjuk kearah istana.
__ADS_1