Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 131 Kerja Sama Ling Ji Dengan Pedang Gila


__ADS_3

Wajah Kasim Co, terkejut melihat sudah tiga muridnya tewas.


"Kalian hati hati, itu pedang kelabang biru milik iblis sesat, pedang itu sangat beracun," kasim Co berkata.


7 orang Thaikam muda mengangguk, mendengar perkataan dari gurunya, mereka lalu mengepung kembali pedang gila, dan Ling ji.


Lalu secara bersamaan mereka menyerang kearah Pedang gila dan Ling ji.


Tiga buah Pedang menyerang kearah Pedang gila, tapi kakek berwajah merah itu, tetap tenang melayani, para Thaikam yang mengepungnya.


Pedang mereka sering bertemu, tapi akhinya Thaikam itu sadar, bila sering beradu pedang, maka pedang mereka akan putus, karna pedang kelabang biru adalah pedang pusaka yang sangat ampuh.


Ling ji yang berada tak jauh dengan Pedang gila saling bantu, setiap ada yang membokong, Ling ji langsung menyerang atau menangkis si pembokong, sehingga Pedang gila semakin aman dan menyerang para Thaikam dengan segala kemampuannya.


Dan pertempuran semakin menggeser, kearah kolam kecil yang tadi terdapat di dalam taman.


Ling ji langsung loncat dan sampai di tengah kolam, sedangkan pedang gila, menebas seorang Thaikam yang berusaha mengejar Ling ji, Thaikam itu bergeser dan berhasil mengjindari serangan Pedang gila.


Pedang gila semakin marah, ketika beberapa kali, serangannya bisa di hindari, ia lalu melesat, pedang kelabang biru menyabet ke arah kaki, Thaikam muda melopat keatas, dan pedang gila langsung mengejar, tapi dua orang Thaikam langsung memburu, berusaha menghalangi.


Ling ji yang berada di tengah kolam lalu menepak air kolam, dan ketika air muncrat keatas, Ling ji langsung mengibaskan tangannya, percikan air yang muncrat setelah, terkena kibasan tangan Ling ji, melesat kearah 2 orang Thaikam yang sedang memburu Pedang gila, percikan air itu berubah menjadi es dan langsung menghantam tapi salah seorang dari thaikam, melesat dan memutar pedangnya, dan butiran es iti terpental.


Tapi Pedang gila lolos dari kejaran, dan sekali bergerak, ilmu pedang kilatnya langsung, membabat pinggang Thaikam yang tadi loncat.


"Craaash..!!"


Tak ada keluhat dan jeritan, ketika pinggang thaikam itu putus, Thaikam itu langsung tewas,


Salah seorang Thaikam yang kesal lalu memburu Ling ji, tubuhnya melesat dan sampai di tengah kolam, tapi wajanya langsung pucat, dan tak bisa berkata ketika merasakan, sebuah air yang panjang dan berubah menjadi es, menusuk dari arah bawah, dan langsung tembus kearah perut Thaikam muda itu dan langsung tewas


Darah Thaikam itu langsung membuat kolam kecil, menjadi sebuah kolam darah.


Ling ji disebut juga dengan Dewi siluman air, setiap dia berada di dekat air, maka air bisa menjadi senjata yang menakutkan bagi musuhnya, dan Thaikam muda itu merasakannya, ketika merasa tubunya seperti di tusuk dari bawah dan tembus ke perut.


Ling ji bisa dalam sekejab merubah air menjadi es yang keras, dan bisa di pakai menjadi senjata rahasia


Sekarang hanya tersisa 5 orang Thaikam muda, dan kelimanya makin berhati hati.


Pedang gila, tak mau berlama lama,, tubuhnya melesat, dan pedang kelabang biru melesat kearah leher, dari Thaikam yang terdepan, sementara Ling ji


dengan senjata rahasia yang berupa es yang merah,, karna air kolam yang merah akibat dari darah Thaikam yg tewas di dalam kolam.


Terus melancarkan serangan serangan dengan butiran es, dan membuat repot kelima thaikam yang tersisa.


Pedang gila sangat terbantu dengan adanya serangan serangan Ling ji, sehingga pedang gila tetap fokus dan menyerang kelima Thaikam yang mengeroyok nya, sementara itu, para Thaikam tak berani memdekati Ling ji, dan hanya menghindari serangan serangan Dewi air itu.


Pedang gila terus mendesak, pedang kelabang birunya selalu menebas dan sekarang Thaikam muda itu tak berani membokong Pedang gila, karna ada ling ji di belakangnya, yang selalu menyerang mereka dengan butiran es.


Dan seorang Thaikam yang menghindari tebasan dari pedang gila, Ling ji yang melihat kesempatan bagus, ia melesat kan percikan air yang langsung menjadi es, dan mernyerang Thaikam itu.


Thaikam yang baru saja menghindari serangan tebasan Pedang gila menjerit tak bisa mengelak, ketika puluhan butir es yang berwarna merah menembusi tubuh nya, yang masih di udara.


Tubuh Thaikam itu langsung ambruk, dengan beberapa di bagian tubuh dan wajah bolong terkena senjata rahasia es, yang di lepaskan Ling ji.


Kasim Co yang melihat kejadian itu menjadi murka kepada Ling ji.


Dasar perempuan tak tahu di untung, sambil mengibas kan tangannya, dan sebuah angin dingin, melesat, dan siap menghantam ke arah Ling ji


Tapi Mo kwi yang memang sudah mengawasi Kasim Co, bergerak dan tiba di belakang Ling ji, kemudian mengeluarkan pukulan inti api, dan sebuah sinar merah langsung menahan pukulan angin dingin dari Kasim Co.


Dhuaaar...!!


Mo kwi, sedikit terdorong mundur, sementara kasim Co, yang melihat Mo kwi berhasil menahan pukulan ilmu pembeku tulang miliknya merasa terkejut, karna tak menyangka pemuda itu bisa menahan dan hanya, terdorong mundur sedikit, yang menandakan tenaga dalam pemuda itu hanya sedikit di bawahnya.

__ADS_1


Mo kwi sendiri terkejut ketika menahan pukulan yang berhawa dingin dari kasim Co, ia merasakan tenaga dalamnya masih sedikit di bawah kasim tua itu, hingga ia terdorong mundur, dan punggungnya langsung menyentuh, punggung Ling ji.


"Terima kasih tuan..!!" Ling ji berkata tanpa melihat kearah Mo kwi, hanya dengan punggung yang menempel, Ling ji sangat senang dan merasakan kehangatan dari tubuh tuannya itu.


Putri Qiao yang melihat Mo kwi dan Ling ji berada dalam satu kolam dangkal, dan punggung mereka saling tempel, ada perasaan cemburu di hati gadis itu, begitu pula dengan Han lian.


Dan putri Qiao hanya bisa mendengus.


Mo kwi menatap tajam kearah kasim Co, aku selama ini hanya diam walau anak buahmu mengeroyok teman temanku, tapi jika kau turun tangan, maka akupun juga akan ikut serta.


"Ling ji serang dengan segala kemampuan mu," Mo kwi berkata,


Setelah berkata, kemudian telapak tangan Mo kwi berubah merah, karna telah di aliri oleh pukulan inti api, dan langsung menggebrak air kolam, dengan telapaknya yang sudah berwarna merah.


Air kolam yang berwarna merah langsung muncrat tinggi dan Ling ji yang sudah mengerti maksud dari tuannya, langsung menggunakan ilmu unsur air dan es yang ia kuasai, dan langsung mengibaskan tangannya.


Ratusan es beku yang bentuknya bukan lagi butiran, tapi lebih besar, dan bentuknya seperti anak panah melesat, kearah kelima orang Thaikam muda yang sedang mengeroyok Pedang gila.


Shiing,.Shiiing..creeep..!!


Tiga orang yang berada di depan menghindar melihat serangan butiran es yang membeku, langsung menghindar, 2 orang bergerak kesamping dengan sangat cepat, dan satu lagi meloncat tinggi ke atas, sedang kan kedua Thaikam yang berada di belakang, terkejut, dan berusaha mengibaskan pedang nya, tapi ratusan es melesat dengan sangat cepat, dan hanya sebagian yang berhasil mereka tahan, sisanya lalu menembusi dada kedua orang Thaikam itu, setelah menjerit, kedua Thaikam yang tak sempat menghindar langsung tewas, terkena senjata rahasia dari Ling ji alias Dewi siluman air.


Sedangkan Thaikam yang meloncat keatas langsung di buru oleh Pedang gila, tubuh nya melesat ke atas, sinar biru berkelebat dengan sangat cepat.


Whuut, Craaash..!!


Salah satu kaki dari kasim itu terbabat putus, oleh serangan Pedang gila, Thaikam itu menjerit, dan jatuh ke tanah, dan tak lama kemudian tewas, dengan tubuh menjadi biru.


Setelah Ling ji berhasil menewaskan kedua orang Thaikam itu, Mo kwi lalu berkata.


"Air kolam ini kotor untuk mu..!!" Mo kwi berkata, setelah melihat kearah mayat Thaikam yang tewas, dan darahnya masih keluar dan membuat air kolam menjadi semakin merah dan kental


Mo kwi kemudian menarik tangan Ling ji dan dengan langkah Dewa angin, keduanya lalu melesat dan Keluar dari kolam itu.


Apalagi mereka melihat wajah Ling ji yang cantik jelita dan tubuhnya yang padat berisi, dan ketika Mo kwi berada di kolam, Ling ji bibirnya tak berhenti tersenyum, dan membuat hati putri Qiao makin panas.


Mo kwi dan Ling ji ketika melesat menuju arah putri Qiao. dan sampai di depan putri Qiao.


"Qiao moi tak apa apa..?" aku tidak apa apa Kwi koko," putri Qiao berkata, sambil tersenyum manis kearah Mo kwi, "hanya terkadang hatiku merasa sedikit agak panas," putri Qiao berkata.


"Aku juga sama..!!" Han lian berkata sambil cemberut.


Mo kwi mengerutkan keningnya, mendengar perkataan dari kedua gadis itu, dan tak mengerti apa maksud dari kedua gadis itu, sedangkan Ling ji yang sesama wanita hanya bisa tertunduk, karna ia tahu maksud dan perkataan dari kedua gadis itu, yang cemburu kepadanya.


Sedangkan Pedang gila yang melihat tinggal tersisa 2 orang Thaikam muda yang terlihat dari raut wajah mereka yang sudah menunjukan, hilangnya semangat dan merasa ngeri melihat kematian kawan kawannya.


Pedang gila sambil memutar mutar pedang kelabang biru milik nya berkata, "hanya sisa 2, tak kan lama"


Setelah berkata, kemudian Pedang gila melesat, telapak kirinya menghantam, dan pedangnya melesat kearah kepala Thaikam, serangan yang di lakukan kearah Thaikam yang berdiri bersebelahan.


Thaikam yang di hantam dengan tangan kiri bergeser, menghindari serangan telapak pedang gila,


Dan yang di serang menggunakan pedang tak ada jalan lain, dan langsung menangkis dengan pedangnya.


Traaanng...!!


Bunga api memercik saking kuat dan kerasnya kedua pedang beradu, dan Pedang Thaikam muda itu langsung putus, akibat beradu dengan pedang kelabang biru, dan kalah tenaga dalam.


Thaikam muda itu langsung melemparkan pedang buntungnya kearah Pedang gila, yang langsung bergerak, menghindari serangan pedang buntung yang melesat kearahnya.


Thaikam muda itu setelah melemparkan pedang, lalu melesat kearah kawannya yang tewas, dan mengambil pedang yang tergeletak di samping tubuh kawannya itu, dan langsung pasang kuda kuda, dan siap bertempur kembali.


Hmm...!!

__ADS_1


Pedang gila mendengus, dan langsung bergerak dengan sangat cepat, menyabetkan pedangnya kearah dada Thaikam muda itu, sang Thaikam bergerak mundur, sementara kawannya menyerang dari samping, dan menebas kearah tangan Pedang gila.


Tangan kiri pedang gila langsung menepak badan Pedang, Thaikam yang menyerang dari samping, dan dengan sangat cepat, lalu memutar dan balik menyerang kearah Thaikam itu.


Thaikam itu terkejut, dan tak bisa menghindari jurus Pedang kilat yang di keluarkan, dari mulutnya terdengar suara jeritan, ketika bahunya tersabet, oleh Pedang gila, Thaikam itu terhuyung, dan darah dari bahunya langsung keluar, dan tak lama kemudian, jatuh dan tewas akibat racun pedang kelabang biru.


Pedang gila tak berhenti begitu saja, setelah berhasil membabat bahu, kakek berwajah merah itu langsung bergerak sambil menebas kearah kaki.


Thaikam itu loncat, dan pedang gila terus memburu, pedang kelabang biru lalu menebas leher, dan di tangkis oleh Thaikam itu, dan ketika pedang mereka saling menempel setelah beradu.


Telapak kiri Pedang gila masuk, dan menghantam dada kanan dari Thaikam yang tersisa.


Tubuh thaikam itu langsung terlempar, dan tewas seketika, dada kanannya remuk dan jantungnya hancur, dari telinga, mulut, dan hidung Thaikam itu mengeluarkan darah segar.


Hmm..!!


Kasim Co mendengus, dan bergerak sangat cepat, tangannya menghantam ke arah Pedang gila.


Mo kwi dengan langkah Dewa angin, langsung bergerak dan menangkis hantaman dai kasim Co.


Dhuaaar...!!


Kasim Co lompat mundur, setelah hantamannya tertangkis, dan begitu pula Mo kwi.


tangan dan tulang lengannya terasa dingin, setelah menangkis pukulan dari kasim Co.


Pukulannya mengandung hawa dingin, aku harus berhati hati, karna aku pernah merasakan hawa dingin yang sangat menyiksa sewaktu bertempur dengan ayah, dan terkena pukulan es milik ayah.


Sementara itu, kasim Co menatap kearah Mo kwi, dan mulai ia memperhatikan pemuda itu, setelah tadi agak meremehkan, karna sudah 2x pemuda itu menangkis, pukulan pembeku tulang miliknya.


Dan setahu kasim Co, jarang ada orang yang bisa menahan pukulan pembeku tulang miliknya, tanpa terluka, dan kasim Co baru melihat, Mo kwi sepertinya tidak mengalami perubahan setelah 2x menahan pukulan pembeku tulang miliknya.


Dan itu membuat kasim Co sadar, bahwa pemuda didepannya mememiliki, tenaga dalam dan ilmu yang mengandung unsur api yang sangat panas, dan membuat pukulan pembeku tulang miliknya seperti tak berarti apa apa, terhadap Mo kwi.


"Anak muda siapa namamu ?" jika kau mau bergabung denganku, aku yakin apapun yang kau inginkan pasti terlaksana..!!" kasim Co berkata, mencoba membujuk Mo kwi untuk bergabung dengannya.


Mo kwi tersenyum sinis, mendengar perkataan kasim Co, lalu berkata.


"Tuan kasim, tawaran mu sudah tak membuatku berminat, apa kau tidak tahu bahwa sebentar lagi pasukanmu sudah terdesak dan akan kalah."


"Dan aku adalah orang yang kau benci, sampai menjadikan aku daftar no 2 dari catatan yang kau sebar kepada anak buahmu."


"Aku adalah Mo kwi..!!" dan di kenal juga dengan sebutan Iblis gurun, ketua perguruan tengkorak putih, dan anak dari Shin mo, ketua perguruan Dewa iblis, yang tempat tinggalnya di serbu dengan cara licik oleh para siwi dan kapak setan atas perintah mu."


Hmm..!!


"Jadi kau adalah orang yang di juluki iblis gurun."


"kalau begitu, aku tarik tawaranku..!!" dan kau harus mati hari ini, karna kau dan ayah mu yang telah mengacak acak rencanaku dari awal sebelum terjadinya perang, dan kalian juga yang telah banyak membunub orang orang ku"


"Bersiap lah untu mati," kasim Co berkata kepada Mo kwi.


Mo kwi yang mendengar perkataan dari Kasim Co, tertawa,


"Tuan kasim silahkan jika ingin membunuh ku..!!"


dan aku hanya ingin bertanya satu hal, jika benar tuan akan membunuhku."


Kasim Co mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari Mo kwi. dan bertanya, "apa yang hendak kau katakan ?"


Mo kwi setelah mendengar perkataan dari kasim Co lalu menatap tajam kearah kasim Co, dan berkata.


Apa kau mampu membunuhku ?

__ADS_1


__ADS_2