
"Apa kalian sudah periksa, apa di sekeliling tempat itu tidak ada pasukan lain..?" Mo kwi berkata sambil menatap kearah Mata elang dan Langkah angin.
"kami sudah memerika sekeliling tempat, dan agaknya hanya ada mereka ketua, dan pasukan besar Kasim Co sudah bergerak di jalan utama, mendekati kota Jinan."
"Jadi pasukan berkuda itu adalah pasukan patroli untuk memburu, gerakan pasukan pasukan gerilya seperti kita kita ini."
Mata elang dan Langkah angin mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.
"Paman Hek kwi..!" paman dan yang lain bersiap di hutan ini, bersembunyi diatas pohon pohon besar,
"Saya, Dewa langit dan 20 orang yang mahir berkuda akan memancing 1000 paksukan berkuda itu masuk hutan, dan setelah itu, aku serahkan pada kalian sisanya," Mo kwi berkata.
"Baik, kami lebih senang bertempur tanpa memakai kuda, dan pohon adalah teman kami..!!" Dewa bumi berkata, "Dewa api tak usah khawatir, 1000 pasukan berkuda itu akan, kita bantai semua tanpa ada yang tersisa jika mereka masuk hutan"
Mo kwi kemudian meminta 20 orang termahir dalam menunggang kuda.
Setelah berkumpul dan mematangkan rencana yang sudah di susun, kemudian Mo kwi dan 20 orang berkuda mengikuti Mata elang dan Langkah angin, ketempat berkumpulnya 1000 pasukan berkuda kaisar Zhiangwen.
Mata elang dan Langkah angin, setelah agak dekat menyuruh, mereka menunggu dan mengajak Mo kwi dan Dewa langit untuk mengintai pasukan berkuda itu.
Mo kwi melihat kearah mereka.
"Agaknya pasukan berkuda itu bukan dari bangsa kita..!!" benar ketua, Mata elang berkata, "mereka adalah pasukan pasukan bayaran dari berbagai negara dan semuanya, mahir bertempur diatas kuda, oleh sebab itu kita harus hati hati dan waspada."
Mo kwi mengangguk, mendengar perkataan dari Mata elang.
Semakin mereka mendekati tempat berkumpulnya pasukan berkuda itu, langkah mereka semakin hati hati, ke 20 orang berkuda diam disebuah tempat yang jauh, supaya Mo kwi, Mata elang dan yang lain bebas mengintai pasukan berkuda kaisar Zhiangwen.
Mo kwi melihat di dekat sebuah jalan yang tidak terlalu besar, tapi memang tempat itu agak tersembunyi, banyak tenda tenda dan suara kuda meringkik.
Mo kwi melihat seorang yang berpakaian perang mewah dan bertubuh besar, dengan cambang dan kumis yang lebat, sepertinya itu adalah pemimpin mereka, agaknya sebagian dari mereka adalah bangsa Mongol, karna bangsa Mongol adalah, bangsa yg sangat mahir dalam bertempur diatas kuda. Mo kwi berkata dalam hati sambil terus mengawasi.
Setelah mengetahui letak dan mengamati jalur yang akan mereka tempuh untuk melarikan diri, Mo kwi kemudian kembali.
Setelah berkumpul kembali dengan ke 20 pasukannya, Mo kwi kemudian memberikan pengarahan.
Dengan sebuah ranting, Mo kwi di kelilingi anak buahnya.
"Mereka berada disini," Mo kwk berkata sambil menggurat tanah, "dan kita memacing lewat jalan ini, kita harus bepura pura seperti pasukan kecil yang tersasar, dari rombongan, setelah mereka berkumpul semua untuk mengejar kita, kita harus bergerak kearah lapang terbuka, yang ada di pinggir hutan," tempat pasukan kita bersembunyi.
__ADS_1
"Kita pastikan berdiam sebentar di lapang terbuka itu, setelah tahu dan memastikan pasukan kuda itu semuanya berkumpul, baru kita pancing mereka masuk hutan, dan sisanya kita serahkan kepada Paman Hek kwi dan Dewa langit untuk membereskan mereka di dalam hutan."
"ingat, jangan bertanya, hanya lari." Mo kwi berkata.
"Jika ada yang belum paham, silahkan bertanya..?"
Mo kwi berkata, sambil menatap pasukannya satu persatu.
Mereka diam tak menjawab, Baik jika memang semua sudah paham, mari kita jalankan, aku dan Dewa langit paling belakang bila mereka mengejar,
untuk menghalau panah atau pun senjata rahasia.
Langkah angin, kau beri tahu paman Hek kwi untuk bersiap.
Langkah angin mengangguk kemudian berlalu, lalu Mo kwi dan yang lain, perlahan sambil berkuda, bergerak memutar, kearah pasukan berkuda musuh.
Dengan perlahan rombongan Mo kwi bergerak, dan setelah dekat dengan rombongan pasukan berkuda kaisar Zhiangwen, mereka agak perlahan.
Mo kwi melihat kuda kuda banyak di tambatkan di sisi jalan, salah seorang penunggang kuda melihat kearah mereka lalu berteriak, "siapa kalian..?"
Whuuuut..kreeeek..!!
Teman teman mereka yang meliat aksi Dewa langit terkejut, lalu suasana menjadi ramai, dengan teriakan teriakan, kejar, bunuh dan pasukan musuh, suara riuh rendah, terdengar sambung menyambung.
Mo kwi tersenyum, agaknya provokasi Dewa langit dengan satu sentuhan berhasil membuat pasukan itu geger, Mo kwi lalu memberi tanda kepada mereka untuk memecut kuda mereka, setelah melihat kearah belakang, ratusan kuda mengejar kearah mereka.
Mo kwi dan anak buahnya memecut kuda kuda mereka, puluhan kuda terlihat berlari sangat kencang dan di belakang, ratusan kuda dengan sangat cepat mengejar, dan semakin lama semakin mendekat, karna kualitas kuda kuda pasukan kaisar Zhiangwen diatas kuda kuda, milik Mo kwi dan anak buahnya.
Panah panah mulai berseliweran, dari pasukan berkuda musuh, Mo kwi dan Dewa langit mengibaskan tangannya, menghalau panah panah yang mengincar kearahnya dan anak buah.
Mo kwi melihat kearah depan, dari kejauhan iya melihat, lapang yang dimaksud sudah berada tak jauh lagi, sambil mengibaskan tangannya, menghalau panah panah, Mo kwi terus memecut kudanya, yang semakin lama semakin dekat, puluhan kuda di kejar oleh ratusan kuda di jalan yang tak terlalu besar, debu mengepul keatas.
Mo kwi dah anak buahnya sampai, mereka lalu di kelilingi oleh ratusan kuda, pasukan musuh di lapang rumput yang memang sudah ia rencanakan.
"Berkumpul jangan terlalu jauh."
Mo kwi berkata kepada rombongannya, bila aku menerobos, kalian harus cepat mengikuti, Dewa langit di belakang melindungi yang lain.
Seorang berpakaian perang komplit, dengan tutup kepala, maju kedepan.
__ADS_1
"Mata mata pasukan Yan zhu di, menyerahlah, kalian sudah terkepung, jika kalian menyerah, aku akan mengampuni kalian."
Phuiiiiih...!!
"Kau pikir aku takut..!!" Mo kwi berkata.
Hmm..!!
"Agaknya kalian memang harus mati,"
sebelum berkata serang kepada anak buahnya
Mo kwi sudah meloncat kearah, salah seorang pasukan musuh, dan sekali hantam penunggang kuda itu kepalanya hancur dan terpental, Mo kwi mengeluarkan pedang bintang kemudian mengamuk, di sekitar tempat ia, mengambil kuda musuh, rombongan Mo kwi mengikuti, setelah Mo kwi berhasil membuka jalan, mereka langsung keluar dari kepungan, dan menuju sebuah hutan, 2 anak buah Mo kwi terjungkal terkena panah.
Mo kwi masih mengamuk, dan menyuruh yang lain terlbih dahulu.
Mi kwi melompat sambil membabat musuh terdekat, panah panah, berseliweran menuju kearah nya dan anak buah Mo kwi.
Setelah semua berhasil keluar dari kepungan, dengan seekor kuda, pemuda itu menggebrak kuda yang berhasil diambil dan lansung menyusul,
sambil mengibaskan tangan, menghalau panah panah yang memburu.
"kurang ajar, bunuh mereka, seraaaaaaaang...!!"
Pemimpin pasukan berkuda, sangat marah melihat puluhan anak buahnya menjadi korban, melihat Mo kwi dan anak buahnya berhasil keluar dari kepungan.
Memerintahkan semua anak buahnya mengejar.
Mo kwi terus memecut kuda dan matanya terus menatap kearah hutan yang berada tak jauh lagi, tempat dimana Hek kwi dan anak buahnya menunggu.
Mo kwi melihat kebelakang, dan wajah nya tersenyum, melihat pemimpin pasukan berkuda dan ratusan anak buahnya sangat bernafsu mengejar, Mo kwi
"Terus ikuti aku," Mo kwi berkata dalam hati, "sesudah sampai hutan yang ada di depan, kita berpisah.
"kalian pergi ke neraka, aku lalu mencari lagi teman teman kalian, untuk menyusul kesana."
Maaf saya kemarin tidak up, lagi kurang enak badan,
Mohon maaf yang sebesar besarnya buat para reader.
__ADS_1