Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 185 Rencana Menyerang Kota Tianjin


__ADS_3

"Apa maksud perkataan paman Huo ?"


Hamba belum bisa memastikan ketua, masih meraba raba, apa yang terjadi dan pengobatan cara apa yang pas untuk tuan muda, dan sepertinya saudara Guan yu harus ikut membantu.


Guan yu mengangguk mendengar perkataan dari Huo in, saudara Huo jangan khawatir, aku akan membantu semampu yang aku bisa.


Huo in mengangguk dan menatap ular gurun api yang sering berada di sekitar tubuh Mo kwi, mata Huo in bercahaya ketika melihat warna di tubuh kedua ular gurun api, yang sebentar meredup kemudian terang kembali.


Aku tak mengerti apa maksud Song kwan melakukan ini, jika ia mau, bisa saja ia membunuh tuan muda, dan tusukannya pas diatas pusat titik tenaga dalam di perut tuan Muda, lebih tepatnya di tempat racun hitam berkumpul.


ini sebuah perjudian yang di lakukan Song kwan, dan kelinci percobaan dari Song kwan adalah tuan muda.


Jiks berhasil maka tuan muda akan selamat, tapi jika tidak, maka tuan muda akan menjadi orang yang tak berguna karna akan kehilangan tenaga dalamnya.


Yang tidak bisa di pastikan adalah, berapa lama tuan muda, sadarkan diri dan mau berusaha untuk hidup, karna keinginan untuk hidup sangat penting.


Huo in menatap tubuh Mo kwi yang mulai kurus, dan badannya yang berwarna merah.


Ketua jangan khawatir Hamba bersama sama dengan saudara Guan yu akan berusaha untuk menyembuhkan tuan muda.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari Huo in, kemudian mengajak Hek mo keluar untuk menanyakan keberadaan kakek kim mo dan Nio nio.


Sementara itu di dalam kamar, Huo in dan Guan yu memeriksa tubuh Mo kwi, kemduian salng pandang setelah melihat tubuh Mo kwi dan melihat beberapa titik titik htiam di setiap titik syaraf tubuh Mo kwi.


"Jika tenaga dalam tuan muda tidak buyar mungkin tuan muda sudah tewas karna racun segera menyebar ke seluruh tubuh memgikuti alirann tenaga dalam atau darah, melalui urat syaraf yang ada di dalam tubuh tuan muda."


"Racun teratai hitam dan racun darah naga berusaha saling hantam, dan kedua sahabat ini, selalu mencari tempat untuk mengeluarkan hawa panas beracun, dan sekaligus menjadi makanan ringan bagi mereka jika tak ada kedua ular ini, mumgkin tuan muda sudah tewas dengan tubuh membesar" akibat hawa racun yang berlebih di dalam tubuh."


Guan yu mengangguk mendengar penjelasan dari sahabatnya tabib Huo


Aku hanya mendengar bahwa ada sebagian binatang beracun yang menghirup hawa racun sebaggai makanan juga untuk meningkatkan racun dari binatang itu sendiri.


Dan inilah contoh nyata yang saudara Guan lihat.


Huo in berkata sambil menunjuk kearah dada Mo kwi, dan Coa mo yang ular jantan mematuk beberapa urat syaraf di dada Mo kwi, tampak warna merah Coa mo tampak redup dan berkilap, bergantian ketika menghirup hawa racun yang keluar dari tubuh Mo kw., rupanya mereka mencium bau racun yang melewati urat dan saluran darah yang menyenbar ke seluruh tubuh, setialp gigitan ular gurun api, Luka tak mengeluarkan darah dan langsung mengering, akibat panas racun pisau darah naga.


"Sampai kapan pertarungan kedua racun itu ?" Guan yu berkata.


Sampai tuan muda yang harus mengakhiri.


Saudara Guan yu, aku butuh bantuan mu untuk membuka beberapa titik syaraf di sekitar perut yang tersumbat, sementara aku akan mengurut daerah sekitar punggung, jangan terlalu lama tenaga dalam tuan muda berada di pusat ( perut ) jika tidak segera menyebar akan sangat berbahaya, semua isi perut akan terbakar, karna hawa panas tenaga dalam yang tidak bisa menyebar.


Kapan kita akan melakukannya ? Guan yu berkata.


Huo in menghela nafas, "aku akan meminta petunjuk melalui semedi, karna hal ini juga pertama kali bagiku, sambil mempersiapkan bahan obat untuk menambah darah dan tenaga."

__ADS_1


"Saudara Guan yu istirahat saja, karna besok kita membutuhkan tenaga dan kosentrasi tinggi untuk berusaha menyembuhkan dan mengalirkan tenaga dalam tuan muda" Huo in berkata


Guan yu mengangguk mendengar perkataan dari saudara seperguruan nya Huo in.


Lalu Huo in menhampiri Ling ji, nyonya tak usah khawatir dan lebih baik istirahat,


Ini obat untuk membuat nyona segar kembali dan menambah nafsu makan, Kami akan berusaha menyembuhkan tuan muda, harap nyonya juga memperhatikan kesehatan sendiri, Huo in berkata.


Ling ji tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan dari tabib Huo dan mengambil obat pemberian dari tabib itu, kemudian memakannya.


Terima kasih paman..!!" Ling ji berkata.


Huo in mengangguk, lalu melangkah keluar kamar bersama dengan Guan yu.


Sementara di ruangan depan, Shin mo, Hek kwi, Hek mo dan Giok lim sedang merundingkan tentang perguruan naga merah dan kemungkinan besar yang di pimpin oleh Dewa sesat, dan pusat mereka pasti di kota Dalian, bukan kota Shenyang.


Dan jika benar mereka di biayai oleh perkumpulan bajak merah, maka kita mempunyai dua musuh, dan perkumpulan bajak merah adalah para perompak yang handal, kaisar terdahulu, kaisar Hongwu belum pernah berhasil sampai tuntas, menumpas perkumpulan bajak merah.


Jika saja armada barat ada, kita tak kan repot seperti ini, nanti saja kita pikirkan masalah itu bersama dengan kakak Kim mo, Hek mo berkata.


Aku ingin tau berapa besar kekuatan mereka dikota Shenyang dan kota Dalian.


Kita menunggu Wubai, Kauw kwi, Pedang hitam, Dewa racun dan istrinya, di kedua tempat itu aku berpikir kekuatan mereka paling tidak kurang lebih seribu orang, kita ada 700 anggota, tapi aku tau biarpun kita hanya berjumlah 700 orang, tetapi dalam hal kekuatan, kita lebih unggul dari mereka.


Ketua benar, Setan tawa berkata mereka punya 10 penjaga neraka, Hek kwi berkata.


"Aku bertempur dengan salah satu dari 10 penjaga neraka," Shin mo berkata.


Hek kwi terkejut mendengar perkataan ketuanya itu.


"Apa benar 10 penjaga neraka itu ada ketua ?" Hek kwi berkata.


Shin mo kemudian menceritakan kisah pertempuran mereka di kaki gunung thai san, ketika hendak menuju Tianjin.


"Jadi mereka adalah mayat hidup..!!" Hek kwi berkata, "memang agak susah melewan mayat hidup.


"Mereka takan merasakan apa yang kita rasakan."


"Kita harus cari akal untuk membasmi mereka." Hek kwi berkata


Menurut paman Huo, kunci perintah dari mayat hidup itu adalah suara lonceng kecil


"Jika kita menemukan orang yang memegang lonceng itu, maka kita bisa membuat 10 penjaga neraka diam dan tak menyerang lagi, Shin mo berkata.


Tapi suara lonceng itu mengandung tenaga dalam tinggi sehingga susah untuk menemukan orang itu.

__ADS_1


"Salah satu dari kita harus mencari orang itu dan dia pasti berada tak jauh, karna suara lonceng itu yang menggerakan mayat mayat hidup," Hek kwi berkata.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari Hek kwi.


"Sambil menunggu kawan kawan lain, hamba akan berpatroli dan mencari Informasi tentang naga merah kota Shenyang atau Dalian." setelah memberi hormat, Hek kwi kemudian keluar dan pergi.


Di sebuah goa di kaki gunung Thai san.


"Song kwan, menurut kabar dari mata mata kita, pemuda itu belum mati..!!" Dewa sesat berkata, matanya yang seperti kabut menatap ke arah Song kwan.


"Maaf ketua, tapi memang hamba sudah menusuknya, tapi ketika hamba akan mengambil pisau darah naga,


Dua ekor ular gurun api menyerang, takut suasana menjadi gaduh hamba dan Cao cao kemudian meninghalkan kamar pemuda itu.


Hmm...!!


Hebat, sungguh hebat, sudah beberapa hari tak bisa bangun dan hanya berbaring, tapi pemuda itu tidak tewas tewas oleh racun Pisau naga darah.


Aku sudah kehilangan 2 murid ku di tangan pemuda itu, aku harus segera membunuh pemuda itu.


"Kepala naga berada di mana ?" Dewa sesat berkata,


kepala naga berada di Shenyang.


Mereka pasti datang ke Shenyang dan Dalian, untuk memberantas naga merah. tapi sebelum itu akan kubunuh pentolan pentolan mereka di kota Tianjin.


"Apa maksud ketua ?" Song kwan berkata.


aku akan mengirim 4 penjaga neraka untuk menyerang Tianjin.


"Tapi ketua ?" apa ketua kuat mengendalikan 4 penjaga neraka, tenaga dalam ketua belum sehat benar," Song kwan berkata.


"Aku tidak apa apa..!!" apakah baju jirah untuk pasukanku sudah kau persiapkan ?" Dewa sesat berkata.


"Semua sudah siap ketua...!!" dan sekarang tidak perlu takut dengan senjata, kakek bongkok itu berkata.


Siapkan 4 orang penjaga neraka, dalam beberapa hari ini, aku akan menyerang Tianjin, sebelum mereka menyerang Shenyang dan Dalian, Lebih baik aku serang lebih dulu.


"Aku ingin lihat, apa mereka mampu menahan 4 orang penjaga neraka miliku," Dewa sesat berkata.


"Song kwan, siapkan obat obatan untukku, aku ingin Tianjin banjir darah."


"Hubungi 3 golok naga untuk bersiap mengawal 4 penjaga neraka, dan kau setan bungkuk, pimpin mereka, aku ingin Tianjin banjir darah," Dewa sesat berkata, hiingga sampai tiga kali ia menyebut.


"Aku ingin Tianjin banjir darah."

__ADS_1


__ADS_2