
Melihat Mo kwi mengamuk dan berhasil keluar dari kepungan, begitu pula dengan orang orang yang bersamanya, kepala pasukan berkuda sangat murka, kemudian ia mengambil sebuah tombak, setelah menimbang nimbang tombak, lalu dengan sekuat tenaga, ia lemparkan tombak itu kearah Mo kwi.
Tombak meluncur dengan sangat cepat, suara mendesing terdengar dan menimbulkan angin menderu, saking cepatnya tombak melesat kearah Mo kwi.
Mo kwi yang merasakan deru angin dan suara tombak melesat kearahnya, dengan masih mengedarai kuda, kemudian loncat keatas dan kembali dengan posisi duduk terbalik diatas kuda, matanya tajam menatap tombak yang meluncur, kemudian kedua tangan silih berganti menghantam kedepan, dan laju tombak yang cepat tertahan oleh pukulan tangan Mo kwi.
Mo kwi kemudian menangkap tombak yang lewat perlahan di samping tubuhnya, lalu ia melihat kearah kuda kepala pasukan berkuda itu, sebuah senyum tersungging diwajahnya,
"kudamu tewas pasti kau akan mengejar aku," dengan sekali lempar, tombak meluncur sangat cepat, melebihi kecepatan yang tadi kepala pasukan itu lemparkan.
Shiiiiiing,...creeeeeb.
Kepala pengawal itu melompat, dan tombak itu langsung menancap menembus badan kuda, dan kuda itu langsung tersungkur, setengah badan tombak masuk ketubuh kuda tersebut, sedangkan kepala pasukan berkuda meloncat, kearah kuda yang masih terdapat anak buahnya.
"Minggir kau" sambil mendorong hingga terjatuh, ketika kepala pasukan itu melihat Mo kwi masih duduk terbalik diatas kuda, sambil tertawa dan melambaikan tangan kearahnya.
Wajah kepala pasukan itu berubah, menjadi sangat menyeramkan, lalu ia berteriak dengan sangat kencang.
"Kejaaaar dan bunuh mereka semua..!!"
Ratusan kuda meringkik, debu mengepul keatas, ketika ratusan kuda di pecut dan mengejar kearah Mo kwi, dan di pimpin langsung oleh komandannya yang merasa marah, karna seperti di ejek oleh Mo kwi.
Mo kwi yang melihat ratusan kuda mengejar, langsung berbalik kembali, dan memecut kudanya, sambil mengibaskan pukulan jari pedang, untuk menghambat pasukan berkuda yang mengejar.
Dua ekor kuda terbelah terkena jari pedang Mo kwi, dan penunggangnya terpental jatuh, dan terdengar jeritan menyayat hati, ketika puluhan kuda menabrak dan menginjak injak tubuh, kedua penunggang kuda yang terlempar.
Melihat hal itu, kepala pasukan itu menjadi sangat gusar, ia terus memecut kudanya tanpa henti, berusaha mengejar Mo kwi, yang sudah mendekati hutan yang berada di depan.
Mo kwi menarik nafas lega ketika melihat anak buahnya mulai memasuki hutan, hutan yang ditengahnya terdapat jalan yang tidak terlalu besar dengan kiri kanan pohon pohon besar.
"Tunggu sebentar lagi paman, jika mereka masuk semua, baru sikat," Mo kwi berkata dalam hati, ia sudah melihat beberapa bayangan di pohon pohon besar kiri dan kanan jalan, sedang mengintai, dan itu adalah anak buah Hek kwi dan anggota hutan larangan.
Kepala pasukan berkuda yang memang sudah sangat bernafsu ingin membunuh Mo kwi, karna sudah mengejek dan mempermalukan dirinya, di depan para anak buah, tak peduli dan terus mengejar Mo kwi.
Setelah hampir semua pasukan masuk, dari kiri dan kanan jalan yang terdapat banyak pohon pohon besar, melesat puluhan senjata rahasia, tombak dan panah menyerang kearah para paaukan berkuda kaisar Zhiangwen.
Jeritan jeritan menyayat hati terdengar, ketika senjata rahasia, tombak dan panah mengenai para penunggang kuda dan kuda itu sendiri.
Keadaan menjadi kacau, melihat kejadian itu, kepala pasukan berkuda terkejut, "ini adalah sebuah jebakan," pikirnya dalam hati, sebuah anak panah melesat kearahnya, tapi ia menangkis mengunakan pedang, dan anak panah yang mengarah tubuhnya terpental.
__ADS_1
Perangkap,..peraaaangkaap..!!
Teriak salah seorang pasukan, tapi suara itu langsung terhenti, ketika sebuah tombak melesat dengan cepat dan tepat, menancap di jantung pasukan berkuda yang tadi teriak.
Mo kwi dan anak buanya yg mendengar jeritan jeritan pasukan berkuda kaisar Zhiangwen, kemudian menghentikan kuda mereka, lalu berbalik, dengan di pimpin oleh Mo kwi yang berada di depan, mereka lalu menghampiri, pedang bintang di cabut.
Lalu Mo kwi berteriak dengan sangat kencang, sambil mengarahkan Pedang bintangnya kearah pasukan berkuda.
Seraaaaaaang..!!
Mendengar suara teriakan Mo kwi yang seperti aba aba, kepala pasukan berkuda terkejut, wajahnya pucat dan keringat dingin terlihat keluar dari wajahnya.
"Aku tertipu dan masuk perangkap," kepala pasukan itu berkata dalam hati, apalagi setelah melihat kebelakang, puluhan bahkan ratusan anak buahnya
banyak yang tewas, akibat senjata rahasia, tombak dan anak panah yang dilancarkan, dari pohon pohon yang berada di kiri kanan jalan.
Kepala pasukan itu setelah melihat Mo kwi berbalik sambil mengacungkan pedang, kemudian membalikan kudanya dan berteriak.
"Mundur,..ini jebakan,..munduuuur."
Suara teriakan mundur saling bersahutan, dan serentak mereka menahan puluhan senjata rahasia, tombak dan anak panah, lalu bergerak hendak mundur,
Seraaaaaang..!!
Ratusan orang melesat di pimpin oleh seorang kakek bertubuh pendek, dan 2 buah bayangan berwarna merah melesat mendekati.
Pasukan berkuda kaisar Zhiangwen terkejut, maju mereka berhadapan dengan Mo kwi, sambil di serang dengan senjata rahasia, mundur juga sama saja.
Akhirnya pasukan berkuda kaisar Zhiangwen terjepit di tengah.
Pertempuran hebat terjadi.
Hek kwi dengan prajurit malamnya bergerak dari pepohonan, menyambar kearah pasukan berkuda, kepala, tangan, dan anggota tubuh, beterbangan terbabat oleh sepasang pedang bayangan hantu milik Hek kwi yang tak kenal kata ampun, belum lagi para prajurit malam, anak buahnya yang memang spesialis membunuh.
Setelah Dewa bumi dan anggota perguruan tengkorak putih sampai, hujan senjata rahasia berhenti, hanya anak panah saja yang terkadang melesat menghantam musuh dari pohon pohon besar yang berada di kiri kanan jalan.
Pasukan berkuda kaisar Zhiangwen yang sudah terbiasa memburu lawan, kini terjebak dan malah diburu, mereka menjadi kalang kabut.
Mo kwi mengamuk dengan pedang bintangnya, manusia atau kuda ia babat, darah berceceran, mayat mayat manusia dan kuda campur menjadi satu.
__ADS_1
Hek kwi melihat komandan pasukan berkuda, yang dari bangsa mongol, melesat menghantam, dengan sepasang pedang bayangan hantu, kearah leher, kepala pasukan berkuda menangkis.
Traang..!!
Kepala pengawal berkuda terpental dari kuda, akibat kerasnya hantaman.
Hek kwi menatap tajam kearah pria bangsa mongol yang menjadi kepala pasukan berkuda.
Hmm..!!
"Dulu aku mengusir nenek moyang mu kembali pulang, dan sekarang aku akan kirim kau, pulang ke neraka," setelah berkata, Hek kwi melesat, sepasang pedang bayangan hantu, dengan sangat cepat, mengincar leher dari orang mongol itu.
Tapi kepala pasukan itu mengangkat pedang dan menangkis.
Traaaanng...!!
Ketika serangannya dapat di tangkis, Hek kwi langsung memutar kan pedang pendek miliknya dan berkelebat.
Sreeeeet...!!
Darah mengucur dari punggung kepala pengawal itu, yang robek terkena sabetan pedang pendek Hek kwi.
Merasakan sakit di punggung, pria mongol itu menyerang membabi buta kearah Hek kwi.
Dengan ilmu meringankan tubuhnya yang tinggi, Hek kwi berkelebat menghindar, perlahan tapi pasti sedikit demi sedikit, sayatan sayatan pedang pendek Hek kwi, mengenai tangan, dada, dan pinggang pasukan pengawal berkuda, yang tubuhnya mulai dipenuhi oleh darah.
Rasa sakit dan terhina seperti di permainkan, membuat kepala pasukan itu gelap mata, lalu ia menubruk kearah Hek kwi dengan menusukan pedangnya kearah dada, Hek kwi berkelit menghindar, lalu dengan sekali gerak langkah kaki, Sepasang pedang pendek Hek kwi, sudah bergerak seperti gunting, menebas kearah leher, kepala paaukan berkuda itu
Craaaaash...!!
Pria brewok, bercambang lebat, kepalanya terlepas, dan tubuh lalu ambruk, dan tak lama kemudian pasukan berkuda kaisar Zhiangwen habis terbabat oleh Mo kwi dan rombongannya.
Mo kwi menarik nafas dalam dalam, melihat mayat mayat dan kuda tergeletak hatinya menjadi sedih,
"Mereka adalah bangsaku juga, sungguh kejam perang ini," Mo kwi berkata dalam hati.
Lalu pemuda itu menatap kearah langit senja.
dan perlahan berkata pada diri sendiri.
__ADS_1
Kapan perang ini berakhir.