
Setelah tercapai kesepakatan, akhirnya putri Qiao dan Han lian bergerak ke kota Beiping dengan dikawal 50 orang prajurit prajurit pilihan, dan Kota Guiyang dibawah kendali Tombak angin, yang untuk sementara menjadi gubernur kota Guiyang sampai nanti benar benar ada yang pas menjabat menjadi gubernur, kiriman dari kota Beiping.
Sedangkan Mo kwi dan pedang gila akan berangkat kekota Xi'an, untuk melihat situasi dan membantu bila terjadi hal hal yang tak diinginkan.
Mo kwi berangkat bersama dengan Pedang gila, pemuda itu tidak memecut kudanya, dan hanya berjalan santai, karna Mo kwi yakin untuk sementara ini rumah bulan milik Soo bin masih aman, karna mereka mempunyai perguruan Tombak emas yang melindungi.
Selama dalam perjalanan, Mo kwi terus berlatih, untuk meningkatkan tenaga dalamnya.
Tak terasa setelah 2 hari perjalanan.
Mo kwi dan pedang gila sampai di kota Nanchang, sebuah kota kecil yang tidak begitu ramai, di kota Nanchang, tidak ada gubernur, karna kota ini tidak terlalu besar, hanya perwakilan pemerintah yang bisa disebut dengan pemimpin kota, dan kota Nanchang masih berada di bawah kekuasaan dari Raja muda Yan.
Ketika mereka memasuki kota Nanchang, terlihat suasana kota agak ramai, dan banyak umbul umbul dijalan, Mo kwi lalu memutuskan menginap, karna ketika bertanya tanya, dari kota Nanchang kekota Xi'an hanya 2 hari dengan berjalan santai naik kuda, akan sampai dikota Xi"an.
Hmm..!!
"Memang benar apa yang dikatakan orang orang, bahwa biarpun kota kecil, tapi daerah yang berada dibawah kekuasaan Raja muda Yan, hidup penduduk nya lumayan makmur, tidak seperti desa, kampung kampung dan kota kecil dibawah kekuasaan dari Kaisar Zhiangwen."
Banyak penduduk nya menderita dan banyak mereka mengungsi, dan masuk kedaerah, dan kota kota dari kekuasaan milik Raja muda Yan, karna tak tahan dengan pajak yang semakin lama semakin tinggi, mereka menyebrang dan mengungsi masuk kekawasan raja muda Yan.
Mo kwi akhirnya menginap di penginapan terbesar di kota Nanchang, dengan bekal uang yang diberi oleh kekasihnya putri Qiao yang lebih dari cukup, membuat Mo kwi tak kesulitan dalam masalah keuangan, bila ingin menginap, atau sekedar untuk makan dalam perjalanannya.
Setelah menaruh perbekalan mereka di penginapan, dan menitip kan kuda mereka, Mo kwi lalu mengajak pedang gila mencari rumah makan, untuk mengisi perut, bersantai sambil minum arak, dan barangkali juga bisa mendapat informasi apa saja dari kota Nanchang ini.
Setelah sampai dirumah makan di tengah kota, mereka lalu memesan makanan, dan setelah kenyang mereka lalu bersantai sambil minum arak, dan memang bila pergi ketempat keramaian, Pedang gila selalu menjadi pusat perhatian, karna kulit mukanya yang berwarna merah.
__ADS_1
Mo kwi menyadari dan tak ambil pusing dengan hal itu, karna memang sudah terbiasa, dan memang terkadang ada baiknya juga, sehingga orang orang takut bila melihat wajah Pedang gila yang mempunyai kulit wajah berwarna merah, dan tak berani mengganggu mereka.
Mo kwi tak menyadari bahwa, sepasang mata yang bening, dengan baju putih memakai caping dengan wajah tertutup cadar, selalu mengawasi dirinya dan Pedang gila.
Mo kwi melihat araknya habis lalu memanggil pelayan, yang datang tergopoh gopoh kemeja nya.
setelah memesan 2 guci arak tambahan, Mo kwi bertanya kepada pelayan itu.
"Apa dikota Nanchang ini sedang ada keramaian..?" Mo kwi berkata, "benar apa yang tuan katakan, Besok pemimpin kota, tuan Han bu, ingin mengadakan sayembara untuk mencari jodoh buat anaknya." dan pendekar pendekar dari sekitar kota banyak yang berdatangan, ingin mencoba peruntungan, karna putri dari pemimpin Han, masih muda, cantik dan berilmu tinggi," pelayan itu berkata sambil mengangkat jempolnya, lalu mengedipkan mata kearah Mo kwi, Mo kwi yang mengerti tanda kedipan mata itu mengerti dan tersenyum,
"Aku hanya ingin melihat lihat, apalagi gembel sepertiku, mana ada anak gadis yang mau bersamaku," sambil memberi pelayan itu 1 tail perak, untuk informasi yang telah ia berikan.
Pelayan itu sangat gembira, karna baru kali ini ia mendapat tips 1 tail perak dari tamu yang dilayani olehnya,
Wajah Mo kwi berubah mendengat perkataan pelayan muda itu, yang menyinggung tentang perguruan tengkorak putih, tapi pelayan itu tak melihat perubahan dari wajah Mo kwi, lalu berkata kembali.
"Besok hamba libur, jika tuan muda dan guru tuan berkenan, hamba akan menjadi pemandu jalan, dan melihat keramaian dirumah tuan Han bu, bagaimana tuan..?" mendengar perkataan dari pelayan itu, Mo kwi mengangguk lalu berkata, aku dan guruku menginap di penginapan tak jauh dari rumah makan ini,
"Tua muda tak usah khawatir, besok aku akan menjemput, tuan muda dan Suhu," pelayan itu berkata, sambil melirik kearah Pedang gila, kemudian berlalu
Setelah kenyang dan minum arak dengan santai,
Mo kwi kemudian pergi dari rumah makan dan kembali kepenginapan untuk istirahat.
Ketika sampai di penginapan, Mo kwi mengerutkan dahi ketika melihat perempuan berbaju putih yang tadi tak jauh dari mejanya, ternyata menginap di penginapan yang sama dengannya, ketika Mo kwi, memperhatikan wanita itu, Terdengar suara, dari perempuan itu berkata ketus, "apa yang kau lihat..?"
__ADS_1
Mo kwi terkejut, tapi tak menjawab, kemudian berjalan cepat kekamarnya.
"Dasar pemuda pengecut," gadis bercaping yang memakai cadar itu berkata, gadis itu ketika dirumah makan tertarik akan ketampanan Mo kwi, tetapi mendengar Mo kwi sepertinya akan ikut sayembara mencari jodoh yang diadakan oleh pemimpin kota Nanchang.
Gadis itu jadi merasa sebal, apalagi ketika di tegur, Mo kwi langsung pergi, seperti ketakutan, membuat gadis berpakaian putih itu, makin tak suka melihatnya, yang dianggap bahwa Mo kwi adalah seorang pemuda pengecut, baru ditegur saja olehnya, sudah ketakutan dan pergi.
Keesokan harinya, sebelum pelayan itu datang, Mo kwi berkata kepada Pedang gila, "Kakak," nanti jangan panggil aku guru didepan orang," mendengar perkataan Mo kwi, Pedang gila mengangguk dan berkata, "baik guru," mendengar perkataan dari Pedang gila, Mo kwi tersenyum kecut, dan hanya bisa menggelengkan kepala.
Setelah mendapat kabar, ada yang mencarinya, Mo kwi kemudian keluar dan melihat, pelayan itu sudah menunggu, didepan, dan Mo kwi mengerutkan dahi ketika melihat pelayan itu sedang berdiri dengan wanita berpakaian putih yang kemarin, tetapi sekarang tidak memakai caping dan cadar, terlihat wajahnya yang cantik jelita, seperti sedang kesal.
"A kew, kenapa...!!" sebelum Mo kwi meneruskan perkataannya, gadis itu berkata mendahului, "memang hanya kau dan gurumu saja yang ingin ketempat sayembara itu dan melihat keramaian,"
Pelayan yang bernama a Kew itu lalu berkata, kepada Mo kwi.
"Nona pendekar ingin melihat keramaian tuan, dan nona ini berkata akan membayar hamba, jadi hamba mengajak nona ini bersama sama melihat keramaian di rumah tuan Han bu," a Kew berkata.
"Silahkan tuan pendekar, mari," a Kew berkata kepada pedang gila sambil membungkuk, dan mengajak mereka ke tempat tuan Han bu.
Pedang gila lalu berjalan dengan tenang mengikuti pelayan didepannya, dan ketika melewati gadis berbaju putih itu, Pedang gila berjalan sambil berkata.
"Ikut sayembara juga."
Mo kwi hampir tertawa, mendengar perkataan dari Pedang gila, sedangkan gadis itu mendelik kepada Mo kwi yang seperti menahan tawa, lalu berkata,
"Bilang pada gurumu, hati hati jika bicara"
__ADS_1