Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 192 Menuju Negara Silla


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan panjang akhirnya rombongan Mo kwi sampai di kota Shenyang.


Di kota Shenyang Sian bin sudah menunggu.


"Paman..!!" apa yang paman ketahui," bicara lah Shin mo berkata,


"Baik ketua...!!"


"Ketua...!!" semua anggota dari perguruan Naga merah sudah di tarik mundur dari kota Shenyang dan kota Dalian, sepertinya mereka mendapat perintah mundur belum lama, karna hamba menerima surat dari saudara Hek kwi, Sian bin berkata.


"Dari paman Hek kwi..!!"


"Di mana paman Hek kwi sekarang ?" Shin mo berkata.


"Hamba tidak tahu ketua, tapi hamba mendapat titipan surat dari saudara Hek kwi untuk ketua." Sian bin berkata.


Shin mo lalu mengambil surat itu, kemudian membacanya.


Shin mo setelah membaca surat lalu memberikan surat itu kepada Mo kwi.


Mo kwi setelah membaca surat itu kemudian mengangguk kan kepala, tapi pemuda itu juga langsung merenung,


Hmm...!!


"Jadi mereka berkumpul di kota Gaya dan perguruan naga merah bergabung dengan kelompok bajak merah, di kota Gaya."


"Jika mereka berada di darat, mungkin kita tak kan mengalami kesulitan, tapi jika mereka kembali ke laut, bajak merah adalah pelaut pelaut handal, kita akan repot jika harus berhadapan dengan mereka di laut." Mo kwi berkata.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari putranya, Mo kwi.


"Kau benar nak, jika kita harus berperang di lautan, kita harus berpikir masak masak, karna kita harus mempunyai armada lau yang kuat jika kita harus menggempur bajak merah diatas laut."


"Di kota Gaya mereka akan berkumpul, tapi kita tak tau kapan mereka akan berkumpul, sedangkan jarak kita ke kota Gaya masih sangat jauh." Shin mo berkata.

__ADS_1


:Dan kota Gaya adalah kota persinggahan tempat berkumpulnya orang orang dari berbagai tempat selain daratan Tionggoan kita."


"Negara bar bar tempat para bajak merah ( jepang )


belum lagi, Baek je dan Silla ( korea ) dan kota Gaya juga tak jauh dari negara Jin, jadi kita harus hati hati, jika kita salah langkah, maka kita bisa di kepung oleh mereka dan aku percaya, di kota Gaya, mereka berkumpul dan sudah menguasai kota itu.


"Satu lagi ketua...!!" Sian bin berkata, "perguruan Naga merah di kota Shenyang, bergerak mundur tetapi mereka bergerak memutar" tidak berjalan melalui Dalian, tapi melalui daerah negara Silla."


"Dan yang hamba dengar, daerah silla adalah daerah yang tak bersahabat bagi orang orang daratan Tionggoan." Sian bin berkata.


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari Sian bin.


"Jadi bagaimana menurut kawan kawan, tindakan apa yang harus kita lakukan ?" Shin mo berkata.


"Ketua..!!" bagaimana jika kita bagi 2 kelompok, 1 kelompok menuju gaya dari arah Dalian terus menyebrang masuk ke baekje dan sampai di Gaya.


Lalu kelompok kedua, melalui jalan pegunungan masuk ke perbatasan Silla dan sampai di kota Gaya, di silla kita juga harus mengamati, dan menghentikan pergerakan perguruan naga merah kota Shenyang, yang bergerak melalui Silla, karna pemerintahan silla mempunyai kedekatan dengan para bajak naga merah, ketika mereka hendak merebut kota Gaya dari Baekje, sementara baekje di bantu oleh kaisar Hongwu.


Hamba curiga murid perguruan naga merah meminta bantuan kepada pemerintah Silla untuk membantu mereka menghadapi perguruan kita.


"Nak bagaimana menurut mu ?" Shin mo berkata sambil menatap wajah putranya.


"Ayah kita bagi saja menjadi 2 kelompok seperti yang di katakan oleh paman Sian bin, siapa yang ingin mengambil jalur Shenyang trus ke silla dan sampai di Gaya, atau yang ke Kota Dalian, Baekje dan sampai Di gaya ?" Mo kwi berkata.


"Memang, lebih baik jika kita pecah menjadi 2 kelompok." Shin mo berkata


Ayah, aku akan ambil yang dari Shenyang dan bergerak ke silla sambil menghancurkan perguruan naga merah, dan berusaha menjaga agar pemerintah Silla tak ikut campur dalam urusan ini."


Mo kwi akan berjalan sambil menyamar menjadi pedagang dan masuk ke Silla lalu menuju Gaya


"Bukankah penyamaranmu sudah di ketahui ?" Shin mo berkata.


Itu jika Mo kwi mengikuti jalur Dalian, pasti ada yang mengetahui Mo kwi menyamar jadi Mo cian, tapi rata rata mereka sudah tewas, dan agaknya perbekalan untuk menjadi pedagang sudah di siapkan di kota Shenyang ini."

__ADS_1


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari putranya.


"Kau bawa beberapa orang dari perguruan Dewa iblis, sebut saja siapa yang ingin kau bawa ?" Shin mo berkata.


"Ayah jika boleh dan paman Huo in mau, Mo kwi akan mengajak paman Huo in, karna rombongan kami butuh, seorang tabib handal jika melakukan perjalanan jauh, di perguruan Dewa iblis masih ada paman Dewa racun dan bibi Biauw nio yang pasti tahu tentang obat obatan dan paman Guan yu yang juga seorang ahli pengobatan." Mo kwi berkata.


"Bagaimana paman, apa paman mau ikut bersama dengan Mo kwi ?" jika paman keberatan, aku akan menyuruh paman Guan yu yang ikut pergi dengan Rombongan Mo kwi," Shin mo berkata.


"Baik ketua...!!" hamba bersedia ikut dengan rombongan Tuan muda dan juga hamba bisa menjadi penunjuk jalan, karna hamba pernah berkelana sampai di kota Silla," Huo in berkata, sambil memberi hormat kepada Shin mo.


Baik jika sudah sepakat dan setuju, siap kan perbekalan kalian masing masing, setelah istirahat sehari dua hari kita berangkat ke tempat tujuan masing masing.


Anggota perguruan Dewa iblis dan tengkorak putih, langsung membubarkan diri setelah mendengar perkataan dari ketua mereka, mereka langsung mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan, karna waktu hanya sekitar 1 sampai 2 hari untuk bersiap.


Sementara itu gubernur kota Shenyang, langsung menyiapkan semua keperluan dari Mo kwi, dan Gubernur kota Shenyang tidak sulit untuk mencari semua kebutuhan yang Mo kwi perlukan untuk berdagang, apalagi setelah Mo kwi memperlihatkan giok naga putih kepada gubernur kota Shenyang.


Membuat gubernur kota Shenyang tak perlu surat apapun, karna giok naga putih sudah cukup bagi Mo kwi, bahkan jika ia mau, ia dapat mengambil kota Shenyang dari tangan gubernur Shenyang.


Rombongan Dewa iblis akhirnya berangkat terlebih dahulu karna jarak yang lumayan dan memutar membuat Shin mo memutuskan untuk lebih cepat bergerak, dan mereka akan di beri kabar oleh mata mata Sian bin jika masing masing sudah berada di kota Gaya.


Sedangkan rombongan Mo kwi masih berada di kota Shenyang, mempersiapkan perbekalan dan sutra sutra pemberian dari gubernur Shen yang.


Setelah mempersiapkan perbekalan, peralatan dan bahan bahan yang akan di dagangkan.


Hari ke empat akhirnya rombongan Mo kwi, bergerak menuju negara silla, semua seragam perguruan tengkorak putih yang sering memakai pakaian hitan dengan gambar tengkorak berwarna putih di ganti dengan pakaian berwarna biru.


Sebuah kereta kuda yang lumayan mewah, dengan beberapa kereta kuda mengiringi, berjalan dengan di kawal puluhan penunggang kuda dan banyak pengawal layak nya sebuah rombongan pedagang besar.


Mo kwi menatap ke arah langit biru sambil menarik nafa dalam dalam, dan berkata dalam hati.


Kapan aku bisa hidup damai bersama 3 orang istriku.


****

__ADS_1


Maaf kawan kawan mau ijin numpang promo



__ADS_2