
Kaisar Zhiangwen teringat kembali akan kisah tentang ayah, paman dan kakeknya.
kakeknya kaisar terdahulu, Zhu Yuanzhang ( kaisar Hongwu ), jabatan kaisar jatuh kepada putra sulung Zhu Biao, tapi Zhu Biao meninggal dalam usia muda.
Dan Kaisar Hongwu, sebenarnya ingin mewariskan jabatan kaisar kepada Yan Zhu Di, yang merupakan adik dari Zhu Biao, tapi karna adat dan desakan dari para mentri dan anggota kerajaan lain, bahwa putra sulung harus menjadi raja, akhirnya kaisar Hongwu mengalah, dan mengangkat putra tertua dari Zhu Biao, yakni Zhu Yunwen atau yang sekarang kaisar Zhiangwen ( nama asli Jianwen )
Tapi Zhiangwen tau, bahwa kakeknya ingin Yan Zhu Di yang menggantikannya menduduki jabatan kaisar, karna menurut kaisar Hongwu, Yan Zhu Di lebih mampu, dibandingkan dengan Zhu Yuanwen, jadi Zhu Yuanwen menduduki jabatan kaisar, hanya karna keturunan bukan kemampuan, dan hal itu yang sering membuat hati kaisar Zhiangwen panas, belum lagi mentri mentri dan kasim yang sering memanas manasi, dan memberi masukan yang menimbulkan kebencian, membuat kaisar Zhiangwen menjadi semakin tak suka kepada pamannya, Yan Zhu Di.
Dan puncak ketegangan itu akhirnya makin menjadi setelah kaisar Hongwu wafat.
Para Raja muda ( anak anak kaisar Hongwu ) dilarang menghadiri pemakaman kaisar Hongwu yang berada di kota Nanjing, tapi sebagai anak yang berbakti, Raja muda Yan, tak mau menuruti perintah kaisar Zhiangwen dan tetap akan berangkat menuju Nanjing untuk menghadiri pemakaman ayahnya.
Kaisar Zhiangwen marah, apalagi setelah di kipasi oleh para mentri dan kasim yang tak suka dengan Raja muda Yan,
Kaisar Zhiangwen lalu memerintahkan pasukannya untuk menghadang rombongan Raja muda Yan, yang akan datang ke Nanjing memberi penghormatan terakhir kepada ayahnya, Kaisar Hongwu yang akan dimakamkan.
Pasukan kaisar Zhiangwen menghadang rombongan Raja muda Yan di kota Huai'an, dan memerintahkan rombongan Raja muda Yan untuk kembali ke Beiping, dan jika membangkang maka perintah langsung dari kaisar Zhiangwen, habisi dan bunuh semua rombongan Raja muda Yan.
Raja muda Yan akhirnya kembali ke Beiping dengan rasa sakit hati yang mendalam kepada kaisar Zhiangwen, yang di anggapnya sebagai ponakan, tak mengerti akan maksud pamannya, yang hanya ingin menjadi putra yang berbakti, untuk memberi penghormatan terakhir, kepada ayahnya yang hendak dimakamkan.
Dan sejak peristiwa Huai'an, ketegangan antara paman dan ponakan semakin menjadi panas membara.
Tapi Raja muda Yan tahu diri, kekuatannya belum cukup untuk menhadapi ponakannya kaisar Zhiangwen, lalu secara diam diam, Raja muda Yan meningkatkan kekuatan pasukannya di kota Beiping tempatnya berkuasa.
Kaisar Zhiangwen tahu pamannya diam diam meningkatkan pasukan, tapi karna kaisar Zhiangwen juga sedang menghadapi pemberontakan bangsa Yuan ( mongol ) di perbatasan, yang ingin kembali karna sakit hati, telah di kalahkan dan di usir oleh kaisar Hongwu.
Jadi kaisar Zhiangwen tak terlalu memperdulikan Raja muda Yan yang perlahan kekuatannya mulai tumbuh, dan berpikir setelah beres mengatasi bangsa Yuan, akan langsung menyerang Beiping.
__ADS_1
Setelah kaisar Zhiangwen berhasil meredam, dan memukul mundur pasukan bangsa Yuan.
Kaisar Zhiangwen, mendapat masukan masukan dari para mentri dan kasim, bahwa banyak Raja muda yang meningkatkan kekuatan mereka, kaisar Zhiangwen menjadi gusar.
karna takut dan kalut kedudukannya terancam.
Kaisar Zhiangwen yang panik kemudian menyerang para Raja muda dan kerabat dekatnya sendiri, secara membabi buta dan menghabisi mereka semua, dan hanya tinggal tersisa pamannya, Raja muda Yan.
Kaisar Zhianwen setelah perang saudara, kondisi keadaan keuangan dan prajuritnya banyak berkurang, hingga tak berani menyerang Raja muda Yan, yang kekuatanya saat itu tak terlalu jauh denganya.
Setelah menaikan pajak untuk rakyat dan memperbaiki kas kerajaan, dan menambah jumlah pasukannya, baru sekarang kaisar Zhiangwen berani menyatakan perang dan menyerang Raja muda Yan.
Raja muda Yan tak punya pilihan, walaupun pasukannya masih kalah jumlah dan pengalaman, di bandingkan pasukan Kaisar Zhiangwen, lebih baik bertahan atau menyerang, daripada mati tanpa perlawanan.
Raja muda Yan sebelum Kaisar Zhianwen menyatakan perang, pernah diundang datang ke Nanjing untuk berdamai dan membicarakan situasi antara keduanya, tapi Raja muda Yan menolak keras datang ke Nanjing, karna tau itu hanya akal akalan dari Kaisar Zhiangwen, para mentri dan kasim yang tak suka padanya untuk menjebak, jika ia datang maka pasti ia akan di tangkap dan di hukum pancung.
Dan saat inilah puncak ketegangan antara ponakan dan paman sendiri,
Kaisar Zhiangwen dan Raja muda Yan sama sama tegang, dan berusaha memenangkan pertempuran di kota Jinan karna kota itu adalah kota penentu, dan pintu masuk antara Beiping dan Nanjing.
Perdana mentri Qi thay tak berani berkata melihat kaisar Zhiangwen sedang termenung, hanya duduk dengan pandangan kebawah.
Tak lama kemudian terdengar suara dari Kaisar Zhiangwen.
"Baik, aku ikuti saran perdana mentri, dan perdana mentri harus cepat meminta laporan, tentang situasi di kota Jinan, jika terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan, kerahkan semua pasukan yang ada, untuk pergi kekota Jinan."
"Baik yang mulia..!!" perdana mentri Qi thay berkata, setelah kaisar Zhiangwen memberi tanda dengan isyarat tangan, perdana mentri Qi thay lalu pamit undur diri dari hadapan kaisar Zhiangwen.
__ADS_1
Setelah perdana mentri Qi thay undur diri, kemudian
Kaisar Zhiangwen menatap langit langit ruangannya sambil menarik nafas.
Tiba tiba ia teringat akan selirnya yang masih muda, dan sangat pandai membuatnya senang di tempat tidur, memikirkan hal itu, Kaisar Zhiangwen senyum senyum sendiri.
Hasrat birahinya mendadak naik dan kemudian kaisar Zhiangwen menepuk tangan.
Setelah menepuk tangan, tak lama kemudian, masuk seorang kasim, yang membungkuk memberi hormat dan siap menerima perintah.
"Kasim An, karna banyak masalah, aku sampai jarang ketempat para selir selirku," mendengar perkataan dari kaisar Zhiangwen, Kasim An menunduk sambil berkata, "benar Yang mulia kaisar, tapi apa tidak sebaiknya Yang mulia kaisar menemui permaisuri, karna permaisuri sudah lama tak di longok oleh Yang mulia kaisar, kasim An berkata.
Hmm..!!
Kaisar Zhiangwen agak mendengus, mendengar perkataan dari kasim An, kemudian melambaikan tangan menyuruh kasim An mendekat.
Kasim An, yang mendengar dengusan dari kaisar Zhiangwen badannya gemetar, apalagi setelah kaisar melambaikan tangannya menyuruh ia untuk mendekat.
Setelah dekat, lalu kaisar Zhiangwen berkata, "aku tanya kau, lebih enak mana, rasa yang tua atau yang muda..?" setelah mendengar perkataan dari kaisar Zhiangwen, Kasim An mengerti akan maksud pertanyaan dari kaisar Zhiangwen, lalu berkata
Hamba, Hambaa, belum pernah merasakannya, Yang mulia kaisar, Tua dan muda bagi hamba, sama saja.
Hahahaha.
kaisar Zhiangwen tertawa mendengar perkataan dari Kasim An, seorang kasim memang tidak akan tahu kenikmatan tubuh seorang wanita.
"Menurutku Yang muda lebih enak dan menantang, tapi jangan sekali kali lupakan yang tua, karna yang tua lebih berpengalaman," Kasim An mengangguk mendengar perkataan dari kaisar Zhiangwen.
__ADS_1
"Mari kita ke istana bunga ( istana tempat para selir )
"Aku ingin bercinta dengan selirku, When ning."