
Mendengar perkataan Pedang gila, 3 Setan pedang sangat marah, mereka merasa di remehkan karna, orang yang tak ia kenal menyebut kroco kepada mereka.
Hmm..!!
"Tak mau di panggil kroco ?"
Pedang gila mendengus, ia lalu melesat, pedang kelabang birunyan langsung melesat kearah kepala dari orang pertama dari 3 setan, tapi kedua adiknya langsung menghantam dari kiri dan kanan.
Pedang gila.langsung menarik serangannya, dan pedangnya diarah kan kekanan, pedang yang mengarah dada ia tangkis, sementara tangan kirinya mengisbas, serangkum angin melesat, menghantam, pedang yang menyerang pinggangnya dari arah kiri.
Traang..!! setan kedua terkejut dan setelah pedangnya tertangkis langsung melompat mundur, sedangkan setan ketiga, bergulingan di tanah menghindari serangan tenaga dalam Pedang gila yang keluar dari kibasan tangan kirinya, setelah kedua setan itu mundur, Pedang gila langsung melesat, tubuh nya bergerak sangat cepat dan langsung menebas kearah pinggang setan pertama, gerakan Pedang gila kali ini menggunakan ilmu pedang kilatnya, Setan pedang pertama terkejut, dan berusaha menangkis, sinar biru yang mengarah pinggangnya.
Traaang..!!
setelah menangkis ia langsung mundur, dan melihat pedang nya sudah sumpung, wajah nya terkejut, tapi Pedang gila tak berhenti begitu saja, setelah pedangnya berhasil di tangkis, tangan kirinya menggunakan jurus Iblis gila langsung memburu, kearah pipi, setan petama.
Plaaak.
Setan pertama meraung, ketika merasakan pipi nya kena tampar, 2 buah giginya langsung tanggal, dan tubuhnya langsung terpelanting kebelakang.
Pedang gila terus memburu, pedang kelabang birunya langsung menebas ke arah kaki, tapi ketika merasakan angin tajam menyerang kepala dan badannya dari samping, pedang gila menarik serangannya dan langsung berguling di tanah, lalu membabat kaki dari setan termuda yang berada di kiri, mendapat serangan di kaki, Setan termud langsung loncat ke atas, tapi Pedang gila langsung mengibaskan tangan kirinya.
Whuuut,..bhuuk
Serangkum angin keluar dari tangan kiri dan langsung menghantam dada dari setan termuda itu, dan tubuhnya langsung terpental, dan jatuh ke tanah.
Hoaaaks...!! darah kental langsung menyembur dari mulutnya, Setan muda itu langsung duduk bersila dan melancarkan aliran darah nya yang sempat bergolak di dalam dada, sesudah meminum obat luka dalam, ia lalu bangkit dan menatap kearah kakek bermuka merah itu, ketiga setan telah berdiri berdampingan, dua orang setan dengan muka penuh darah dan memegang pedang buntung, sementara orang kedua menatap ngeri kearah Pedang gila.
Kita atau dia yang mati, orang tertua dari 3 setan pedang berkata.
"Siapkan Formasi 3 raja pedang."
Kedua adik yang mendengar perkataan kakak pertama mereka langsung mundu ke belakang membentuk segi tiga, dengan kakak pertama mereka yang berada di depan.
Pedang gila tak peduli formasi macam apapun, ia langsung bergerak, pedangnya menusuk kearah leher Setan pertama, tapi kedua adiknya melesat seperti terbang dari belakang dan langsung menebas kepala, dan pinggang pedang gila, Pedang gila langsung menarik serangannya, karna walau ia bisa memewaskan orang yg ia tusuk, tapi tubuhnya akan terbelah dua oleh serangan kedua setan yang berada di belakang.
Pedang gila langsung berputar, dan pedang kelabang biru menangkis kedua serangan itu.
Traang..traaang.
kedua pedang langsung melenceng kesamping, melihat itu, Setan pertama langsung melesat, dan menusuk kepala Pedang gila.
Pedang gila langsung memiringkan kepalanya, dan pedang buntun itu lewat di samping kepalanya, dan pedang kelabang birunya langsung menyabet ke arah pinggang, dan naas karna jaraknya yang terlalu dekat, orang tertua dari 3 setan pedang tak bisa menghindar.
Craaash.
__ADS_1
tak ada jeritan dan raungan, hanya tubuh yang terpisah dan langsung jatuh ketanah, kemudian kedua tubuh yang terpotong itu langsung berubah menjadi biru.
Kedua kakak beradik seperguruan itu, yang melihat kakak mereka mati dengan tubuh terbelah dua, menjadi kalap, dan langsung menyerang Pedang gila.
Satu menyerang kepala dan satu lagi menyerang kearah pinggang.
Pedang gila yang melihat serangan itu bukan nya menghindar tapi melesat menghampiri, dengan jurus iblis gila yang baru ia pelajari, tubuh nya berkelit kesamping kanan menghindari serangan kearah kepala, sementara dan pedangnya langsung menebas kearah tangan, dari setan termuda itu.
Melihat tangannya terancam, ia lalu menarik tangannya, dan kakinya langsung menyepak kearah kaki Pedang gila.
Pedang gila tak menghindar atau menahan, hanya tenaga dalam ia kerahkan kebagian kaki.
Bhuuuk...!!
Setan ketiga terkejut, ketika kakinya seperti menghantam patok besi, dan ketika ia berusa mundur, karna kakinya merasa sakit, sebuah sinar berwarna biru langsung melesat, dan menebas kearah leher.
Sreeet...craaash..!!
Sebuah kepala langsung jatuh menggelinding, dan kemudian tubuh tanpa kepala itu juga ikut ambruk, ketanah.
Sisa satu setan pedang, yang tak terasa mundur dan mundur langkah kakinya melihat, adik dan kakaknya mati mengenaskan di tangan kakek bermuka merah itu, keringat dingin mulai keluar dari tubuh, dan wajahnya lansung pucat.
Pedang gila tak memberi waktu lagi, dan langsung melesat, pedangnya menyambar kearah pinggang, Setan kedua yang nyalinya sudah pecah, menangkis serangan Cepat Pedang gila.
Traaang.
Bhuuk,..!!
Tubuhnya terhuyung terkena telapak pedang gila, dan ketika melihat sebuah sinar biru melesat, menebas dada, dengan sekuat tenaga, Setan pedang mundur, Tapi pedang kelabang biru sempat menggores dada dari setan pedang, walau tak terlalu dalam.
Setelah berhasil menggores dada dari setan pedang yang tersisa, pedang gila langsung melesat kearah Mo kwi dan nenek Kharmila.
Sedangkan Setan pedang yang merasakan perih dan gatal, langsung duduk bersila, setelah minum obat, ia kemudian mengerahkan tenaga dalamnya untuk mengusir racun kelabang biru, yang masuk dengan cepat mengikuti darah ketika dadanya tergores.
Nenek kharmila yang melihat Setan pedang berusaha menyembuhkan dirinya, berkata kepada Pedang gila.
"Kakak..!!" musuh mu masih hidup dan sedang menyembuhkan diri."
Pedang gila tanpa melihat kearah setan pedang lalu berkata,
"Sebentar lagi mati..!!" dan tak lama setelah Pedang gila berkata, tubuh setan pedang berkelojotan dan langsung tewas, dengan tubuh menjadi biru akibat racun dari pedang kelabang biru, nenek Kharmila menggelengkan kepala, melihat aksi orang yang memanggilnya adik.
"Aku tadi meremehkan dia tetapi jika di pikir lagi, aku jika betarung dengannya belum tentu menang, dan jurus acak acakannya itu seperti pernah aku lihat..!!"
nenek Kharmila berkata dalam hati.
__ADS_1
Sementara itu, Nhiskala yang bertempur dengan kedua kakak beradik, Tinju angin dan badai, bergerak dengan sangat lincah, sambil memainkan jurus jurus tarian Raja ular.
Tubuh Nhiskala seperti tak bertulang, dan berkelit kian kemari menghadapi keroyokan dari kedua kakak beradik itu, dan Tinju badai juga sudah ikut merasakan, tusukan jari dari telapak kiri Nhiskala, dan tubuhnya bergetar, dan tak berani terlalu dekat.
Dan tinju jarak jauhnya, yang seperti mengeluarkan angin ribut selalu mengincar kepala atau dada Nhiskala, tapi pemuda berkulit coklat itu selalu bisa menghindar, dan terus melayani pukulan pukulan jarak dekat dari kakaknya tinju angin.
Mo kwi yang melihat kearah pertandingan lalu berkata kepada Langkah angin, dan Zhou fang, "kalian pergi terlebih dahulu kekota Nanjing siapkan penginapan, dan pastikan rombongan keretaku tak mengalami hambatan ketika memasuki gerbang kota Nanjing," Langkah angin dan Zhou fang lalu memberi hormat, dan kemudian pergi kearah kota Nanjing.
Tinju angin yang melihat kepergian kedua orang itu, lalu berkata, ketika berada dekat dengan adiknya.
"Adik..!!" setelah aku menahan pemuda ini, kau cepat lari, dan laporkan kejadian ini kepada perdana mentri Qi thay, aku yakin mereka adalah mata mata dari putri Qiao," Tinju badai mengangguk mendengar perkataan dari kakaknya.
Tinju angin sudah pasrah, melihat tewasnya sahabat mereka, 3 setan pedang dengan mudah, dan ia tahu jika salah satu dari mereka tak lari, maka mereka berdua pasti akan tewas, dan kesempatan itu datang, ketika melihat kedua tangan dari pemuda berkulit coklat itu terbuka.
Tinju angin langsung menubruk dan memeluk erat pinggang dari Nhiskala, dan berusaha dengan tenaga dalamnya mematahkan pinggang itu.
Adiiiik lariiiii, teriak Tinju angin kepada adiknya, si Tinju badai, sang adik yang melihat kakak nya sudah memeluk pemuda itu hingga tak bisa bergerak. sempat melihat kedua tangan Nhiskala dari kiri dan kanan siap menghantam kepala, dan antara ragu lari atau menolong kakaknya, tapi akhirnya ia lebih memilih lari.
Tinju angin berteriak sangat kencang sebelum tangannya hendak mematahkan pinggang Nhiskala, tapi kedua tangan pemuda berkulit coklat itu langsung menghantam kepala dari sisi kanan dan kiri. secara bersamaaan.
Plaaaak..arrrrrghhh
Pelukan tangan dari Tinju angin langsung terlepas, dan tubuhnya langsung jatub dan tewas seketika.
Mo kwi yang melihat Tinju badai melarikan diri dan jika lolos bisa sangat berbahaya bagi misinya itu.
Tangannya langsung menyentil ke arah Tinju badai yang melarikan diri.
Syuuuut,...creeeep.. !!
Selarik sinar hitam sebesar jari langsung melesat, menghantam kepala dari Tinju badai, Tinju badai langsung tersungkur, dan tewas seketika, terkena ilmu jari iblis yang baru Mo kwi pelajari.
Dan seruan kaget terdengar dari sebelah Mo kwi.
Ja..jaari iblis, Mo kwi terkejut, ketika mendengar nenek Kharmila mengenali ilmu yang tadi ia pergunakan.
Mo kwi kemudian menatap tajam kearah nenek kharmila, "darimana nenek tahu nama ilmu yang aku gunakan ?" Mo kwi berkata.
Nenek kharmila menghela nafas dalam, mendengar perkataan dari Mo kwi, sedangkan wajah Pedang gila terkejut, ketika mendengar perkataan ketus dari gurunya, ia merasa khawatir terhadap nenek Kharmila, dan berkata.
"Guru jangan bunuh adik..!!" pedang gila berkata pelan, dan wajahnya tampak menunjukan raut wajah kesedihan.
Mo kwi tak mengubris perkataan dari Pedang gila, dan matanya masih terus menatap tajam, ke arah nenek kharmila.
Nenek kharmila setelah menarik nafas dalam, lalu berkata, "kedatanganku kemari untuk bertemu dengan pemilik ilmu itu, insu Thian mo.
__ADS_1
Karna insu Thian mo adalah sahabat ayahku.
"Aku dan ayahku adalah anggota perguruan Dewa iblis yang didirikan oleh beliau."