
Mendengar teriakan Mo kwi, Kepala besi dan hampir sebagian orang tak mengerti.
Tiba tiba, melesat dua buah bayangan merah, dari sebuah pohon yang berada tak jauh, menuju Mo kwi dan tampak di pundak pemuda itu, telah berada dua ekor ular berwarna merah seperti api.
Cao pi yang berdiri di dekat Mo kwi, sampai berjingkrak mundur, melihat kedua ular gurun api, Coa mo dan Coa kwi.
"Ap,..Aapa maksudmu..?" Kepala besi tergagap melihat Ular yang berwarna merah menyala, telah berada di pundak Mo kwi.
"Bukankah, kita sudah bertaruh..?" Mo kwi berkata.
"Tap,..Taapi, kita bertaruh, kawanmu yang menggigit, bukan ular.!!" Kepala besi berkata kepada Mo kwi.
"Aku berkata, kawanku..!! tidak menyebut manusia dan tidak juga binatang."
Betul itu perkataan kakak Iblis gurun, aku juga dengar, Shin hoa berkata.
Huuuuussh..!! Anak kecil diam, Sinie berkata
Aaaaaah, nenek, tapi kan benar apa yang aku katakan, Shin hoa berkata sambil cemberut.
"Nah, bagaimana..?" kau dengar sendiri, banyak saksi disini yang mendengar perkataanku." Mo kwi berkata.
"Jika kau masih tak percaya mereka temanku, aku bisa buktikan kepadamu."
Mo Kwi lalu menunjuk Kepala besi yang berada di depannya, "Coa mo, kau perhatikan wajah orang yang menantangmu..!!" Ular yang sedikit lebih besar dan panjang, yang juga berwarna lebih menyala, lalu turun dari pundak Mo kwi dan merayap menuju telunjuk tuannya.
Sambil ekornya membelit di jari telunjuk Mo kwi, Coa mo mengangkat sedikit kepala, lalu matanya menatap dan akan selalu mengingat wajah yang ada di depannya, karna ular gurun api terkenal cerdik dan mempunyai daya ingat yang tinggi.
Langsung ciut nyali dari kepala besi, roh nya serasa pergi melihat tatapan ular gurun api, si jantan Coa mo.
"Ba..Baaik, tapi singkirkan dulu kawan mu itu..!!" kepala besi berkata kepada Mo kwi yang kemudian menyuruh Coa mo dan Coa kwi kembali ke sarang mereka, dibalik kantong baju dalam, Mo kwi yang dibuat khusus oleh putri Qiao, untuk Coa mo dan Coa kwi.
"Lalu kau..!!" Mo kwi sambil menunjuk pemandu jalan dan berkata.
"Apa masih berpikir tak mau menunjukan jalan, menuju tempat kapak setan dan kawan kawannya berkumpul..?"
__ADS_1
"Jika tuan muda bisa menjamin keselamatan hamba, apa yang saya tahu, akan saya katakan..!!" pemandu jalan itu berkata.
Kepala besi yang menjadi wakil komandan, lalu menceritakan, bahwa mereka yang berjumlah seratus orang adalah para siwi pilihan, yang langsung di pimpin oleh, Rajawali api, kepala komandan sekaligus guru dari para siwi.
Membantu Kapak setan untuk menghancurkan perkampungan lembah awan, yang diketahui sebagai markas sementara, dari perguruan Dewa iblis.
Kapak setan, dengan mengirimkan berbagai surat meminta bantuan, dan menurut kabar sudah mengumpulkan hampir 100 jago dari berbagai kota, belum lagi ditambah dengan anak buahnya.
"Dan mereka, akan menyerang besok malam..!!" kepala besi berkata.
Dari tiga tempat akan mengepung perkampungan lembah awan, dan para jago silat yang menjadi undangan, yang akan membuka jalan, lalu para Siwi yang dipimpin oleh Rajawali api yang akan membereskan sisanya.
Sinie sangat terkejut mendengar perkataan dari kepala besi, lalu berkata, "kau sepertinya sangat tahu dengan keadaan tempat kami..?"
"Paman Cao pi, tolong periksa, barang apa yang dia bawa..!!" Mo kwi berkata ketika mendengar perkataan dari Sinie suthay.
Mendengar ia disebut paman, dan disuruh memeriksa, Cao pi sangat senang, dan langsung menggeledah tubuh Kepala besi.
Hanya terdapat kantung uang, dan sebuah gulungan kulit, lalu gulungan kulit, yang diambil dari Kepala besi kemudian di buka oleh Mo kwi.
Sebuah perkampungan tidak terlalu besar, terlihat dikelilingi oleh gambar perbukitan, dengan dua buah jalan kecil di dekat bukit bukit kecil, dan sebuah jalan besar, yang mengarah kearah perkampungan. yang terlihat dan tergambar jelas digulungan kulit yang telah dibuka oleh Mo kwi.
Wajah Sinie berubah, ketika melihat gambar yang berada di kulit itu.
Lukisan dikulit ini sangat jelas adalah gambar dan letak situasi daerah perkampungan kami, ketua," Sinie berkata kepada Mo kwi, lanjut sinie berkata, "ternyata mereka sudah mengamati perkampungan kami sejak lama."
"Dimana tempat kalian berkumpul..?" Mo kwi berkata kepada, pemandu jalan Kepala besi.
"Disebelah barat Kota Yunan, ada sebuah hutan yang ada telaga dan tempatnya agak besar, disanalah tuan Kapak setan mendirikan sebuah perkampungan kecil dan mendirikan tenda tenda disekeliling kampung untuk menampung, jago jago yang datang."
Seberapa jauh tempat kalian, dengan perkampungan lembah awan.
Pemandu itu lalu meminta peta, dan menunjuk kearah dua jalan pintas yang kecil.
Dari barat, rombongan bergerak memutar lalu masuk kedua jalan kecil ini.
__ADS_1
Lalu sisanya masuk dari jalan besar, sambil menunjuk perkampungan lembah awan.
"Siwi berjumlah 80 orang dengan ketuanya Rajawali api, karna 20 orang siwi telah tewas disini,"
"Jika ada 100 jago dan anak buah kapak setan, diperkirakan hampir 200 orang akan menyerang perkampungan lembah awan dari tiga arah." Mo kw berkata.
"Aduh..!! Bagaimana nanti dengan ayah dan ibu," wajah Shin hoa terlihat cemas sambil beberapa kali menghentakkan kakinya ketanah, mendengar perkataan Mo kwi.
Mari kita rundingkan lagi di gedung perguruan tengkorak putih di sana, sambil menyantap hidangan, Mo kwi berkata karna merasa hari sudah siang dan tentunya mereka sudah merasa lapar.
Lalu menyuruh Cao pi untuk berangkat lebih dahulu ,menyuruh para pelayan menyiapkan hidangan, Cao pi mengangguk mendengar perintah ketuanya, setelah memberi hormat, kemudian melesat pergi.
Setelah mengajak Sinie suthay, Mo kwi kemudian berjalan, kegedung milik perguruan tengkorak putih di kota Yunan.
Sinie suthay lalu melihat kearah Shin bwe dan Shin hoa yang bersama sama mengangguk, dan memang hari sudah siang, dan kedua gadis kakak beradik bermarga Shin, sudah merasa perut mereka minta di isi.
Sinie suthay lalu berkata kepada pria paruh baya yang bersamanya, a Bun, kau beli kebutuhan kebutuhan obat, usahakan beli bahan obat dua kali lipat dari biasanya.
Dan tolong suruh orang untuk mengubukan mayat mayat para siwi, Sinie suthay berkata sambil memberikan sebuah kantong uang kepada a Bun
Jika ada sesuatu yang ganjil kau cepat kegedung tempat perguruan tengkorak putih, kami berada disana bersama Iblis gurun.
A Bun mengangguk, mendengar perkataan dari Sinie suthay, kemudian berlalu dengan diikuti teman temannya, dan Sinie suthay lalu kedua gadis bermarga Shin, kemudian mengikuti Mo kwi menuju gedung, yang menjadi markas perguruan tengkorak putih kota Yunan.
Si orang tua lalu menyuruh Pemandu jalan itu berjalan terlebih dahulu.
Sedangkan si orang tua, ketika melihat kearah kepala besi, lalu berbisik kepada Pedang gila.
Kau mau membopong si botak itu..? Si orang tua bertanya, sambil tertawa kepada pedang gila, yang diam tak menjawab.
Si orang tua lalu berjalan melewati Kepala besi dan mengejar Mo kwi.
Pedang gila yang tadi disuruh membopong Kepala besi, ketika mengikuti si orang tua melewati Kepala besi.
Dan setelah bereda sangat dekat dengan kepala Besi, Pedang gila sambil melangkah lewat, lalu menendang kepala dari Kepala besi.
__ADS_1
Praaak..!!
Kepala besi tak berteriak lagi, ketika kepalanya langsung pecah di tendang oleh Pedang gila, yang sambil melangkah dengan tenang kearah gedung perguruan tengkorak putih kota Yunan.