Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 156 Dewi Bulan Dan Dewi Bintang


__ADS_3

Pasukan yang berada di balik pintu gerbang istana, dan di bantu pasukan pemanah yang telah bersiap, mendapat serangan dari Shin mo dan kawan kawan, pertempuran hebat terjadi, dan sebagian anak buat Shin mo di bantu oleh Dewa bumi dan Dewa langit mendekati pintu istana kaisar Zhiangwen.


Setelah pintu gerbang istana berhasil di buka dari dalam, pasukan putri Qiao langsung masuk seperti air bah yng tumpah dan menerjang apa saja yang berada di depan mereka, 20ribu pasukan elite dari kaisar Zhiangwen mencoba bertahan, tapi gempuran dari pasukan putri Qiao yang di bantu oleh para pendekar, membuat pasukan kaisar Zhiangwen hanya mampu bertahan dan menunggu bantuan pasukan dari istana.


Harapan hanya tinggal harapan, karna 20ribu pasukan yang berada di balik pintu gerbang istana, tidak di perbolehkan membantu keluar, mereka hanya boleh berada di depan istana, dan menghadang sambil menghadap pintu masuk istana kaisar Zhiangwen.


Perdana mentri Qi thay dan beberapa mentri sudah berganti pakaian dengan memakai pakaian perang.


Dan beberapa mentri sudah menyadari kebodohan mereka, karna tak mengikuti ajakan dari mentri Cu ming untuk bergabung dengan pasukan kaisar raja muda Yan zhu di.


Sharika juga sangat penasaran ingin mengetahui keadaan adiknya Sharmani.


Perdana mentri Qi thay mengerutkan dahi nya mendengar teriakan teriakan dari para prajurit, tapi ia tak bisa memastikan suara suara jeritan itu berasal dari pihak pasukan kaisar Zhiang wen, atau pasukan dari raja muda Yan zhu di, hati perdana mentri Qi thay tak menentu.


Kaisar Zhiang wen yang berada di kamar khusus dengan permaisuri dan beberapa selir, serta dayang pengawal sudah mendapat laporan dari perdana mentri Qi thay, dan kaisar Zhiang wen hanya menunggu di kamar khusus yang terdapat pintu rahasia yang berliku dan banyak jebakan jebakan didalamnya, dan tempat keluar jalan rahasia itu hanya keluarga kaisar yang tahu.


Sementara di taman istana kaisar Zhiang wen


Mo kwi yang memang sudah mengetahui kedatangan Ling ji tanpa melihat kebelakang.


"Rupanya adik Dewi siluman air..!!" kami dengar dari mata mata kaisar, beberapa anggota Dewi siluman 5 unsur beserta guru nya iblis lima unsur tewas, dan dua menjadi tawanan."


"Tiga, bukan dua..!!" Ling ji berkata sambil mendengus.


Mendengar dengusan dari Ling ji, kedua orang gadis yang terlihat cantik itu, lalu berjalan menghampiri sambil membawa alat musik yang mereka mainkan, suling dan kecapi.


Lalu kedua gadis itu, berdiri dihadapan Mo kwi dan Ling ji.


"Adik, suaramu sepertinya kau tak suka dengan kami bukankah kita mempunyai misi yang sama, dan tentunya tuan muda ini juga teman kita juga," orang tertua yang di sebut Dewi bulan berkata.


"Maaf..!!" kami bertiga sudah menjadi tawanan perang dari raja muda Yan.


Dan tidak ada sangkut paut lagi dengan misi,


Ling ji berkata.


"Kau harus tau, kami berdua juga sama dengan kakak mu wen ning, harus berkorban, demi misi putri Xian..!!"


"Dan kalian kemana sewaktu kami dan guru menghadapi meraka, jangan katakan mata mata kita tak memberi kabar kepada pihak istana."


"Kami tak bisa keluar..!!" kaisar mencari wen ning dan marah marah, selir satupun tak ada yang boleh keluar istana."


Hmm..!!


"Jika orang lain mungkin percaya, tapi tidak untuk Dewi air," Ling ji mendengus dan berkata.


Kau selalu saja iri padaku...!!" Dewi bintang berkata kemudian tertawa.

__ADS_1


Hik hik hik..


"Aku sudah menjadi budak tuanku, dan jika kalian ingin selamat,..!!" cepat tinggalkan tempat ini sebelum terlambat." Ling ji berkata ketus kepada, Dewi bintang dan juga dewi bulan, di dunia persilatan mereka terkenal dengan nama, sepasang Dewi malam.


Chiis..!!


"Ternyata kau suka yang muda juga..!!"


Dewi bintang lalu melirik kearah kakaknya, Dewi bulan dan ketika bertemu pandang keduanya tersenyum.


"Baik..!!" kami akan mengeluarkan kalian dengan aman dari sini, tapi ada syarat nya ?" Dewi bulan berkata.


"Kau pikir kami tak sanggup keluar dari sini ?"


Ling ji berkata.


"Jika prajurit yang menjaga, memang kalian bisa keluar dari sini, tapi jika kami yang menjaganya ?"


Sulit untuk kalian keluar dari sini.


Sepasang Dewi malam melihat Mo kwi seperti anak bangsawan, seperti Tuan muda yang banyak di kota Nanjing ini, dan berpikir hanya Ling ji yang menjadi lawan berat, mereka seimbang jika satu lawan satu, tapi kombinasi serangan bulan dan bintang sangat dasyat, dan Ling ji belum pernah menang melawan formasi mereka.


"Apa syarat nya ?" Mo kwi berkata.


Ling ji langsung diam mendengar Mo kwi berkata.


"Adik, syarat nya adalah kau harus ikut dengan kami ke negri Jin, dan tinggal bersama kami di sana.


Dewi bintang berkata ketika mendengar dengusan Ling ji, budak tak berhak bicara di sini dan aku bertanya kepada tuanmu.


Ling ji berhak bicara karna dia adalah calon istriku, Mo kwi berkata.


"Wah...wah..!!" Dewi siluman air memang hebat, sampai sampai tuannya juga ikut tergoda.


"Tutup mulut mu..!!" Ling ji berteriak kepada Dewi bintang.


Wajah Dewi bintang berubah mendengar perkataan Ling ji, "kau tak usah teriak di depanku aku tidak tuli.!!"


Dan bila kulihat dari bentuk pinggang, agaknya kau sudah tidak perawan lagi, Xi xi xi..!!" agaknya sudah sering melakukannya bersama tuan mudamu itu.


Wajah Mo kwi langsung merah mendengar perkataan dari Dewi bintang, begitu pula dengan Ling ji.


Tanpa berkata lagi kepada Mo kwi, Ling ji langsung melesat kearah Dewi bintang.


Kakinya menendang kearah bahu Dewi bintang, Dewi bintang, dengan tangan yang berbentuk cakar mencenkram pergelangan kaki Ling ji, kaki kiri Ling ji langsung bergerak menedang tangan dari Dewi bintang, tapi Dewi bintang melepaskan cengkramannya sambi memutar kaki Ling ji, Ling ji sambi berputar lalu melentingkan tubuhnya bergerak mundur.


Hehehe..

__ADS_1


"Kau boleh juga sekarang, tapi yang kurasakan, tenaga mu tidak bertambah sejak kita terakhir bertemu, artinya perkataan ku benar bukan, kau sering tidur dengan tuan mu itu ?"


Kau, Kau...Ling ji berteriak sambil menyerang kearah Dewi bintang, pukulan pukulan Ling ji mengeluarkan hawa dingin, tapi Dewi bintang terlihat acuh tak acuh.


Melihat Dewi bintang seperti meremehkannya.


Ling ji sangat gusar dan mulai mengeluarkan jurus unsur airnya, Ling ji yang sengaja mundur ke dekat kolam, untuk menggunakan ilmu unsur air.


Ling ji Melesat,..!!" di iringi percikan air yang menuju ke arah Dewi bintang, dan percikan percikan air itu berubah menjadi butiran salju yang keras dan langsung menyerang kearah Dewi bintang.


"Unsur air tingkat akhir, air menjadi es..!!" wajah Dewi bintang pucat dan langsung bergerak, sambill membuka selendang di tubuhnya dan mengibaskan tangannya, lalu puluhan air yang sudah berubah menjadi keras dapat di runtuh kan oleh Dewi bintang.


"Kau memang sudah tak menghargai kami lagi, perempuan sok suci,..phuuuih.!!" setelah Dewi bintang bisa menghindari serangan Ling ji, ia berkata.


Ling ji tak mau kalah, tubuhnya dengan cepat, melesat kembali kearah Dewi bintang.


Pertarungan jarak dekat terjadi, kedua tangan mereka bergerak saling tampar, dan saling menghindari serangan yang mengarah ke tubuh mereka masing masing.


Telapak tangan mereka sering bertemu, dan tenaga dalam Ling ji agaknya masih sedikit berada di bawah Dewi bintang.


Tangan Ling ji mulai tetlihat putih, dan mengeluarkan hawa dingin, leher, dada kanan dan pusar menjadi bagian bagian yang di serang oleh Ling ji dan itu adalah bagian bagian yang paing mematikan di tubuh, yang bila terkena bisa langsung tewas akibat pembuluh darah bessr yang terdapat di daerah tersebut hancur terkena hantaman. apalagi pukulan berhawa dingin bisa membekukan darah.


Pertempuran masih berlanjut, sementara itu terdengar suara sorak sorai, yang terdengar sampai ke taman ini,


Tiba tiba terdengar suara petikan kecapi, suara yang keluar sangat menyayat hati.


"Cilaka, ilmu suara penguasa malam," Ling ji berkata dalam hati.


Permainan telapak Ling ji mulai kacau, begitu mendengar suara dari kecapi itu.


"Hingga suatu saat, tangan Dewi bintang menampar pipi dari Ling ji, gadis itu lompat mundur, tapi terlambat, sebuah tendangan langsung masuk kepinggang Ling ji.


Ling ji terhuyung mundur, ketika pinggangnya terkena tendangan dari Dewi bintang.


Suara kecapi berhenti, lalu Dewi bulan dari kanan, dan Dewi bintang dari kiri menyerang dengan ilmu telapak meraka, dan jika kedua pukulan itu mengenai tubuh Ling ji bisa di pastikan akan hancur.


Ling ji sangat terkejut, dan posisinya menjadi goyah sehingga ia terhuyung mundur.


Dan ketika, dalam keadan belum siap.


Ling ji pasrah.


Dhuaar...!!


Ling ji sangant terkejut, mendengar suara yang keras berada di depannya.


Lalu wajah nya langsung tersenyum ketika melihat Mo kwi yang menangkis pukulan kedua Dewi penguasa malam.

__ADS_1


"Hmm..!!


"Agaknya kalian memang pantas melawanku."


__ADS_2