
Setelah berkumpul di gedung milik perguruan tengkorak putih di kota Yunan, mereka lalu menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh para pelayan.
Mo kwi, Sinie suthay, dan yang lainnya berkumpul di ruangan depan untuk membicarakan rencana, membantu Perkampungan lembah awan, yang akan diserang oleh orang orang kapak setan dan Siwi kerajaan Kaisar Zhiang when.
Di meja terdapat peta yang didapat dari Kepala besi.
"Sinie, sebenarnya yang berbahaya adalah yang masuk tanpa diketahui dari kedua jalan kecil ini."
"Ketika perhatian orang orang lembah awan terfokus ke depan, menghadapi serbuan kapak setan dan para siwi, pembokong ini yang nanti akan berperan, memecah perhatian orang orang lembah awan."
Sinie mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi,.
"Kita harus membasmi para penyusup," Mo kwi berkata sambil menunjuk jalan kecil dari timur, yang banyak gambar bukit kecil.
"Setelah selesai kita bereskan, langsung bergerak ke utara, dan menghabisi pasukan penyusup ke dua."
"Kita harus bergerak cepat, agar segera bisa membantu di depan perkampungan lembah awan, yang pasti akan di serang habis habisan oleh pasukan utama mereka."
"Siapa saja yang berada di perkampungan lembah awan..?" Mo kwi bertanya kepada Sinie.
"Ketua Shin dan kedua istrinya, Giok lim tayhiap, Tan lian wakil ketua perguruan tengkorak putih, Yie dong, Guan yu dan biasanya Hek kwi sering berada di hutan hutan, sekitar perkampungan lembah awan.
Mo kwi menarik napas sambil menatap langit langit, keningnya mengerut seperti sedang berpikir.
Sinie tahu, apa yang ada dipikiran Mo kwi, bahwa perkampungan lembah awan, memang berada di situasi sangat kritis.
Banyaknya jago dari berbagai kota yang berpihak kepada kaisar Zhiangwen yang ikut menyerang bersama kapak setan, belum lagi para siwi yang sudah sangat terlatih melakukan penyerbuan penyerbuan, yang dipimpin langsung oleh komandan para siwi, si Rajawali api.
Sinie suthay lalu memberi isyarat kepada Shin bwe dan Shin hoa, ketika melihat Mo kwk masiih diam termenung.
Mereka bertiga lalu berdiri kemudian memberi hormat kepada Mo kwi, Mo kwi yang sedang berpikir, terkejut melihat aksi ketiga orang perempuan itu.
Sebelum Mo kwi berkata, Sinie suthay telah mendahului.
Sinie suthay kemudian berkata.
"Tuan Iblis gurun, aku sebagai penasihat perguruan Dewa iblis, dengan hormat meminta tolong kepada ketua perguruan tengkorak putih, untuk membantu perguruan kami, dari serbuan orang orang kapak setan."
Sinie suthay setelah berkata, kemudian membungkukkan badan diikuti oleh Shin bwe dan Shin hoa, mereka masih membungkuk sebelum Mo kwi berkata.
Mo kwi jadi serba salah melihat tingkah mereka.
"Sudahlah, baik,..baik, Mo kwi berkata, "aku akan membantu," setelah mendengar perkataan dari Mo kwi, Sinie suthay dan kedua anak gadis Shin mo berdiri tegak kembali.
Wakil ketua Tan dan kakek Yie, juga sedang bertamu ke perkampungan lembah awan, dan aku wajib untuk menolong mereka, yang pasti, mereka juga takan tinggal diam, melihat perkampungan lembah awan diserang oleh musuh di depan mata mereka.
Mo kwk berkata kepada Sinie suthay.
Terima kasih kakak, Shin hoa berkata, sambil memegang tangan Mo kwi, wajahnya sangat ceria ketika mendengar Mo kwi mau membantu mereka.
"Kami menerima arahan dan akan mematuhi perintah, ketua,...!!"
__ADS_1
Sinie suthay, diam sebentar dan ingin mendengar pemuda itu menyebutkan namanya sendiri.
Mo kwi tersenyum lalu berkata, namaku, "Mo kwi."
"Baik jika Sinie sudah mempercayai aku,"
Mo kwi kemudian berkata.
"Besok pagi, kita berangkat agar bisa sampai lebih dulu, sambil mempelajari situasi medan, dan kita akan mencegat penyusup yang masuk dari timur,"
"Ingat..!!"
"Berjumpa tanpa basa, temui lalu habisi."
"Dan kita harus bergerak cepat, setelah beres kita langsung ke utara, jalan kecil kedua, untuk membereskan penyusup di sana, yang pasti sudah sampai di perkampungan lembah awan."
Kita berpakaian hitam dengan topeng hitam, seperti, Peajurit malam.
"Cao pi..!! "siapkan semuanya dan perbekalan yang akan kami bawa besok.
Sedangkan kau tunggu di kota Yunan, Siapa tahu ada bantuan datang, tak tahu tempat, kau bisa menjadi pemandu jalan."
"Baik ketua..!!" Cao pi berkata, kemudian berlalu.
:Sinie, lebih baik istirahat, untuk memulihkan tenaga, karna besok kita akan berangkat.:
Sinie suthay mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, lalu dengan diantar dayang, Sinie dan kedua cucunya pergi, untuk istirahat di kamar.
****
Dan kini mereka berada diatas sebuah bukit kecil yang banyak batu batu tak terlalu besar dan semak belukar.
Di bawah tempat mereka bersembunyi, ada sebuah jalan yang tak terlalu besar, yang suka dilewati pencari kayu atau pemburu untuk memotong jalan, jika ingin ke Gui yang.
Menurut pemandu jalan, mereka jika ingin ke lembah awan harus melewati jalan ini, dan tak ada jalan lain.
Mata Mo kwi berkilat, ketika dari jauh Ia melihat beberapa bayangan melesat,
Bayangan bayangan itu lalu berkumpul di depan jalan, dibawah bukit tempat Mo kwi bersembunyi.
Seorang lelaki tua berwajah cacad seperti bekas penyakit cacar, terus menatap kearah tempat Mo kwi bersembunyi.
"Ternyata Setan bopeng, pemimpin mereka," Sinie berkata pelan, setan tua itu selalu muncul jika ada kerusuhan besar.
"Hati hati tuan Mo..!!" Setan bopeng, orang setengah gila, ilmunya tinggi, dan jika sudah bertarung, ia sudah tak memperdulikan nyawa nya sendiri, dan nekad mengadu jiwa dengan musuh," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Sinie.
"Bukit itu mencurigakan, coba kau periksa..!!" Setan bopeng berkata kepada anak buahnya, ketika melihat keatas bukit, yang dibawahnya jalan, yang akan ia lalui.
"Jika aku sudah menyerang, Setan bopeng itu..!!"
kalian habisi anak buahnya, ingat, kita harus cepat, karna kita juga memburu waktu menuju utara."
__ADS_1
Tapi kalian juga harus hati hati, Mo kwi berkata sambil menatap kedua adik tirinya.
"Pedang gila habisi orang yang mendekat,"
"dan kau tunggu disini," Mo kwi berkata kepada pemandu jalan.
Perlahan, seorang berpakaian hitam dengan lincah menaiki bukit kecil, untuk memeriksa situasi.
Ketika pria itu mendekat, sebuah sinar warna biru ditengah malam dengan cahaya bulan yang tak terlalu redup, menebas dengan cepat, keleher pria itu, yang langsung putus.
Mo kwi dengan langkah Dewa angin langsung bergerak, menyabetkan pedang bintangnya kearah 2 orang yang langsung berdiri didepan Setan bopeng ketika melihat sinar biru terlihat diatas bukit.
Mo kwi langsung membabat pinggang, dan menghantamkan tangan kirinya, kearah dua orang yang berada di depan Setan bopeng.
Satu orang terpental, dan satu lagi, ambruk dengan pinggang putus, tak sampai disitu, Mo kwi setelah menebas pinggang musuh hingga putus, kemudian ia membabatkan pedangnya kearah kaki Setan bopeng, yang langsung loncat menghindar.
Dan setelah menghindar, Setan bopeng mencabut goloknya yang besar dan bergerigi diatasnya, kemudian besiap didepan Mo kwi, Suthay dan kedua cucunya, setelah sampai dekat Mo kwi tanpa berkata langsung menyerang kearah anak buah Setan bopeng.
Setan bopeng terkejut ketika tahu ia disergap, lalu menyerang dengan murka kearah Mo kwi, golok besarnya menebas kearah dada Mo kwi.
Mo Kwi dengan langkah kilin, bergerak cepat menghindari golok Setan bopeng, dengan bergeser kekiri, kemudian tangannya mendorong, serangkum angin hitam bergulung, menyambar kearah Setan bopeng.
Setan bopeng yang kaget megibaskan tangannya, kedua tenaga.beradu.
Dhuaaaaar..!!
Setan bopeng mundur selangkah, dari mulutnya keluar darah, tanda terluka dalam.
Sedangkan Pedang gila mengamuk membantai satu persatu anak buah Setan bopeng, yang dibantu oleh Sinie dan kedua cucunya.
Mo wi yang melihat Setan bopeng terluka, kemudian membabat kearah leher.
Setan bopeng mundur, lalu meloncat keatas dan membacok goloknya kekepala Mo kwi, dari atas ke
bawah.
Mo kwi kemudian menangkis golok, dengan menyilangkan pedang bintangnya diatas kepala.
Traaaank,..!!
Suara pedang dan golok beradu, ketika pedang dan golok bertemu.
Gagang golok Setan bopeng bergetar, dan telapak tangan Setan bopeng, terasa panas dan sakit, dan ia masih berusaha memegang golok.
Tapi telapak kiri Mok kwi sudah bergerak dan masuk kedada Setan bopeng.
Bhuuuk..!!
Setan bopeng langsung terpental dan tewas, terkena pukulan inti api Mo kwi.
Mo kwi kemudian melihat mayat mayat dari para penyusup, yang semuanya telah tewas,
__ADS_1
kemudian berkata.
Sekarang kita bergerak ke utara.