
Gubernur Liao pan menatap tajam ke arah Pedang gila, dan tak mengerti maksud dari omongan kakek itu, "pertama bilang jemput sekarang pesta, apa kakek bermuka merah ini adalah seorang yang waras ?"
"Hai gila..!!" omongan mu bikin orang pusing saja."
Hmm...!!
"Gubernur, hati hati kalau bicara..!!" suami ku tidak gila, dan apa maksud kedatangan mu kesini, bukankah tuan kami sedang mengunjungi kediaman mu ?" nenek Kharmila berkata.
Hahaha
"kau lupakan saja tuan mu itu..!!" dia mungkin sudah menjadi hitam bersama istirinya yang cantik, gubernur Liao pan berkata sambil tertawa.
Li chun yang mendengar perkataan dari gubernur Liao pan maju, dan berdiri di sisi pedang gila lalu berkata, "agak nya dia sangat percaya pada tuan gubernur, sampai memperlihat kan ilmu nya yang bisa membuat tubuhnya menjadi hitam, apa adik ku memperlihat kan ilmu lainnya lagi ?"
Gubernur Liao pan makin semakin lama semakin pusing mendengar perkataan anak buah Liao pan, dan tak tahu harus berkata apa lagi, hanya wajah nya yang terlihat semakin merah karna geram mendengar perkataan perkataan orang di depannya.
Hahaha
"Adik,..!! percuma kau melayani omongan mereka, malah nanti kau yang menjadi gila, lebih baik kita habisi saja mereka," kakek berpakaian hitam yang wajah nya terlihat seperti tertawa itu berkata kepada kepada gubernur Liao pan, yang langsung mengangguk memdengar perkataan dari kakek itu.
Li chun yang mendengar perkataan dari kakek yang wajahnya seperti tertawa itu, mengerutkan keningnya dan berkata, "apa maksud perkataan mu, bukankah adik ku selalu berteman dengan penguasa, jika penguasa itu tidak mau berteman dengan adik ku, berarti dia penguasa yang jahat, karna adik ku orang baik, apa kau tahu bahwa adik ku itu suami putri Qiao dan menantu kaisar yongle..!!"
Gubernur Liao sangat terkejut ketika mendengar perkataan Li chun, apalagi sebagian dari para prajurit yang mendengar perkataan pemuda itu saling berbisik mendengar perkataan dari Li chun.
Gubernur Liao yang tak mau situasi menjadi tak menentu lalu berteriak, untuk segera menyerang, anak buah Mo kwi.
"Jangan dengarkan perkataan mereka, tak mungkin kaisar mempunyai menantu dan teman teman orang gila, mereka hanya menggertak," Liao pan berkata.
Seraaaaang...!!
Pedang gila yang selalu memegang gagang pedang kelabang biru langsung melesat dan menebas ke arah kepala dari gubernur Liao pan.
Sreeet....traaang..!!
Sebuah tongkat yang panjangnya sama dengan pedang tapi ujung nya berbentuk cakar, menangkis pedang kelabang biru milik dari Pedang gila, gubernur Liao pan tersenyum dan berkata, "kau pikir karna aku seorang gubernur, kau bisa membokong aku ?" gubernur gila, apa kau tak lihat aku menyerang dari depan, membokong itu dari belakang, dasar gila"
Gubernur Liao pan, yang tengah saling tatap dengan Pedang gila dengan kedua senjata mereka saling tempel, mendengus mendengar perkataan dari kakek berwajah merah itu, hatinya sangat geram, karna mereka datang, berkata, meledek dan untuk menakuti anak buah Mo cian, tapi malah ia yang kesal mendengar perkataan perkataan dari anak buah Mo cian.
Tangan kiri gubernur Liao menyodok perut dari Pedang gila.
Pedang gila juga tak mau tinggal diam, Kaki nya langsung menendang ************ dari gubernur Liao.
Gubernur Liao pan tak mau ambil resiko, kaki lebih panjang dari pada tangan, jika ia memaksa menonjok perut Pedang gila, maka kaki pedang gila akan menghancurkan ************ nya.
Gubernur Liao menekan tongkat cakar naga miliknya lalu menekan dengan mengunakan tenaga dalamnya,
__ADS_1
tubuhnya langsung tertolak kebelakang, begitu pula Pedang gila.
"Rupanya kau bukan pengawal sembarangan..!!"
gubernur Liao berkata kepada Pedang gila,
Pedang gila tak menjawab, perkataan dari gubernur Liao, tapi matanya menatap tajam kearah gubernur Liao.
Gubernur Liao yang saling tatap dengan Pedang gila lalu berkata, "apa yang lihat ?" Liao pan berkata.
"Aneh, baru lihat gubernur kota besar mempunyai kepandaian tinggi, pasti gubernur palsu." Pedang gila berkata.
Gubernur Liao pan di sebut gubernur palsu, oleh pedang gila sangat geram.
Liao pan, memutar tongkat cakar naga miliknya dan langsung melesat menyerang Pedang gila, cakar besi di ujung tongkat nya langsung menyambar ke arah leher Pedang gila, Pedang gila bergerak ke kanan menghindari serangan Liao pan, sambil pedang kelabang biru menyambar kearah pinggang Liao pan.
Liao pan menangkis, dengan tongkat cakar naga miliknya.
Traaaang...!!
Lalu tangan kirinya mendorong kearah pedang gila.
Sebuah angin berbau busuk keluar dari tangan Liao pan mengarah dada Pedang gila, kakek berwajah merah itu mendengus, ketika mencium bau busuk dari angin pukulan yang keluar dari Liao pan, tangan kirinya langsung mendorong kedepan, sambil pedang gila bergerak mundur.
Kedua hawa tenaga dalam bertemu, dan keduanya langsung mundur.
Ketika Pedang gila bergerak mundur dari arah samping menyambar sebuah tongkat yang sama seperti milik dsri gubernur Liao pan, dan Pedang gila terlambat menyadari adanya serangan yang membokong dirinya dari samping.
Ketika tongkat cakar naga akan menghantam kepala Pedang gila, sebuah bayangan hitam melesat menangkis tongkat cakar naga yang ternyata di gunakan oleh kakek berbaju hitam yang wajahnya terlihat selalu tertawa.
Traaang...!!
Sebuah pedang pendek berwarna hitam, menangkis Tongkat cakar naga, sedangkan pedang pendek satu lagi langsung menyabet kearah dada kakek berpakaian hitam itu.
Kakek berpakaian hitam itu, menekan tongkat cakar naga miliknya, lalu lompat kebelakang menghindari serangan pedang pendek berwarna hitam.
Hahaha.
Kakek berpakaian hitam itu mundur lalu tertawa, setelah serangannya berhasil di gagalkan.
di samping Pedang gila telah berdiri seorang bercaping yang juga berpakaian hitam, yang sedang memegang sepasang pedang pendek berwarna hitam, sepasang pedang bayangan hantu, Hek kwi lah yang menangkis serangan kakek berpakaian hitam itu.
Hahaha.
Ternyata kawan lama yang datang, kakek hitam itu berkata sambil tertawa.
__ADS_1
Hek kwi, tak usah kau tutupi wajah mu itu, kita sebagai prajurit malam tak perlu sembunyi sembunyi lagi.
Berhentii...!!
Kalian semua mundur.
Laio pan berteriak setelah melihat Li chun dan nenek Karmila dengan pedang walet nya, membunuh prajurit prajuritnya seperti membabat rumput, sudah puluhan prajurit tewas oleh keganasan kedua orang itu.
"Setan tertawa, lama tak bertemu, wajah mu sudah banyak berubah sehingga aku tak mengenali lagi, dan jika aku tak salah duga, Liao pan itu adik mu si setan senyum, karna pukulan setan mayat yang tadi di keluarkan Liao pan, tak bisa mengelabui mata tua ku ini"
"Dan aku yakin guru kalian Dewa sesat, yang menjadi otak dari perguruan naga merah, dan pasti kalian juga yang telah menyerang telapak salju yang di bantu oleh perkumpulan bajak merah."
Hahaha.
"Perguruan Dewa iblis sungguh hebat, semua anggotanya memiliki kemampuan, yang bisa membuat iri perguruan lain, walaupun anggotanya tak banyak tapi, perguruan kalian bisa mengacaukan suatu negara, dan sudah terbukti, era dynasti Ming dan sekarang Yongle juga karna andil kalian yang bermain di dalam nya, dan perguruan kalian sudah menjadi duri dalam daging bagi guru kami.
"Tapi itu tak kan lama lagi, guru sudah keliling daratan Tionggoan ini, memanggil sahabat sahabat nya yang lama tak bertemu, hingga mereka berkumpul, kami akan memberesi satu persatu anggota Dewa iblis yang bisa kami temui, dan salah satunya adalah telapak salju."
Hahaha.
Dan bila 10 penjaga neraka sudah berkumpul, jangan harap nama perguruan Dewa iblis ada di daratan Tionggoan ini, kami akan membasmi kalian semua, dan kami juga sudah mempunyai seorang tokoh yang sebanding dengan ketua perguruan Dewa iblis.
Thian mo.
Hahaha.
Hek kwi sangat terkejut mendengar perkataan dari setan tertawa,
"Kakak, mengapa kau ceritakan semua kepada mereka..!!" Liao pan alias setan senyum berkata kepada kakak seperguruannya, setan tertawa.
"Adik jangan khawatir, kita bercerita kepada calon mayat, dan calon mayat biasanya jarang bicara," setan tertawa berkata kepada adik sepeguruannya Liao pan
Hahaha.
Phuuuih...!!
Pedang gila meludah ketanah, dan berkata sambil menatap ke arah Setan tertawa.
Setahu aku, biasanya yang sudah jadi setan tak suka bicara, apalagi tertawa.
Gelar setan mu, sepertinya palsu.
Hahaha
Pedang gila lalu tertawa.
__ADS_1