
Mendengar perkataan Pedang gila, Dewa langit mendengus, dan berkata.
"Kenapa tidak kau saja yang menahan laju perahu ini ?"
"Aku berada di depan, kau di belakang jadi kau saja."
Sementara itu perahu yang di tumpangi Pedang gila bersama Dewa langit semakin dekat dengan kapal pengintai musuh.
Jika terjadi tabrakan, perahu yang di tumpangi mereka berdua di pastikan akan hancur dan kapal pengintai musuh akan terus melaju, sementara mereka berdua masih asik berdebat siapa yang harus menahan perahu supaya bergeser atau menahan laju perahu yang akan tertabrak kapal musuh.
"Kau jangan bicara terus !" kapal musuh semakin dekat, Dewa langit berkata.
Kau mendayung lebih kencang lagi, nanti arah nya akan ku pikirkan, Pedang gila berkata kepada Dewa langit.
Dewa langit yang mendengar perkataan dari Pedang gila menambah tenaga dalam ke tangan kiri dan kanan yang di pakai mendayung, sehingga perahu melaju semakin cepat.
Sementara itu diatas kapal seorang kepala pasukan yg mengepalai kapal pengintai itu mengerutkan kening, melihat perahu kecil musuh melaju makin cepat ke arah kapalnya.
Kepala pasukan itu mengerutkan keningnya dan berkata dalam hati, "apa mereka sudah gila !" jika menghindar mungkin masih sempat, tapi mereka seperti sengaja ingin menubruk kapalku."
Cepat tambah kecepatan, kepala pasukan itu berkata, layar terkembang menambah kecapatan laju kapal pengintai musuh.
Agak nya kau ingin mengadu jiwa dan membuat kapal ku rusak atau bolong, tapi kau tidak tahu bahwa di depan bawah perahu pengintai telah di lapisi oleh besi pelindung yang memang berguna untuk menghancurkan kapal musuh, kepala pasukan kapal pengintai itu berkata dalam hati.
Sementara itu, Mo kwi dan Shin mo terkejut, tapi tak bisa berbuat apa apa melihat kapal musuh akan menabrak perahu kedua pengawalnya itu.
Begitu pula para anak buah kapal di kapal pemburu milik Ciao lam, mereka merasa khawatir terhadap kedua orang yang berada di dalam perahu, ingin teriak memberitahu, tapi posisi mereka jauh dan hanya bisa melihat dan berharap perahu itu bisa menghindar.
"Cepat pikir, kenapa diam saja, klo sampai tercebur kelaut, aku tak bisa berenang !" Dewa langit berkata, berpikir akan tercebur ke laut dan dia tak bisa berenang, membuat Dewa langit banyak bicara karna kalut dan menatap kesal ke arah Pedang gila yang seperti masih melamun.
"Cepat gila, kenapa kau diam saja ?" Dewa langit berkata kembali.
"Bawel sekali kau hari ini, !" Pedang gila berkata.
Mendengar perkataan Pedang gila, Dewa langit mendengus.
Phuuiih !"
Jika harus mati, lebih baik di darat daripada di laut, mati di darat, nanti anak cucuku bisa berkunjung, Dewa langit berkata.
Mendengar perkataan Dewa langit, Pedang gila berbalik dan menatap ke arah Dewa langit dan berkata.
"Eh Dewa gila, apa kau sudah Kawin ?" Pedang gila berkata.
"Belum, tapi ada rencana," Dewa langit berkata.
"Sudah ada calonnya ?" Pedang gila berkata.
"Matamu lihat ke depan !" kapal musuh semakin dekat," Dewa langit berkata, ketika melihat laju kapal musuh semakin cepat dan semakin mendekati perahu yang mereka tumpangi.
Hmm..!!
__ADS_1
"Sudah kakek kakek masih saja Bawel seperti nenek nenek," Pedang gila berkata, lalu berbalik melihat ke arah kapal musuh.
Pedang gila menatap tajam ke arah kapal pengintai musuh yang semakin mendekat.
Lalu Pedang gila mengalirkan semua tenaga dalam yang ia miliki, ke arah tangan kanan dan kiri.
Lalu sambil berteriak kencang, Pedang gila menghantam kan kedua tangan nya ke arah air di kiri kanan perahu.
Hiaaaaaat,..blaaaaaar.
Karna kuatnya tenaga dalam dari hempasan telapak kedua tangan Pedang gila ke arah air.
Dan Dewa langit mendayung dengan sepenuh tenaga
Perahu langsung naik seperti terbang melesat ke atas dan meluncur sangat cepat seperti terbang, ke arah kapal pengintai.
Kepala pasukan kapal pengintai terkejut, sama sekali tak menyangka perahu musuh akan naik ke atas.
Kepala pasukan pengintai yang berada di depan menunduk, ketika melihat perahu menuju ke arah nya.
"Lompaaaat," Pedang gila berteriak kepada Dewa langit, melihat perahu akan menubruk ruangan tengah kapal pengintai.
Whuuuut....braaaaak.
Perahu langsung hancur ketika menghantam ruangan, dan ruangan yang biasa di pakai untuk pertemuan, tidur dan bersantai, bolong terhantam perahu yang terbang akibat ulah Pedang gila dan Dewa langit.
Ha ha ha.
Ha ha ha.
Dewa langit tertawa dan terus berkata, aku masih hidup.
Sedangkan kepala pasukan kapal pengintai dan anak buah kapal, hanya bisa terpaku melihat ulah kedua kakek nyentrik itu.
Dewa langit yang tertawa tawa lalu, mendekati salah seorang anak buah kapal, memegang lengan lalu melemparkannya ke laut.
Byuuuur...!
Suara orang terlempar ke laut menyadarkan kepala pasukan yang sedang terpaku.
"Seraaaang !!"
Teriak kepala pasukan, memberikan perintah kepada anak buahnya yang sebagian masih melamun, sedangkan yang mencekal senjata, menyabetkannya ke arah kepala dan anggota tubuh dari kedua kakek itu.
Pedang gila mencabut pedang kelabang biru dari pinggangnya.
Sriiiiing...!!
Setelah mencabut pedang, Pedang gila kemudian menangkis pedang melengkung, yang mengarah ke bagian tubuh, sementara itu hanya memiringkan sedikit kepala, tebasan dari anak buah kapal pengintai itu, lewat dan berhasil di hindari.
Sementara itu kapal pemburu dari Ciao lam, semakin lama semakin dekat, begitu pula dengan perahu yang di pakai oleh Shin mo dan Mo kwi.
__ADS_1
Dan hal itu membuat kepala pasukan menjadi kalut, "lebih cepat lagi, lebih cepat lagi !"
kepala pasukan teriak memberikan instruksi, kepada anak buah kapalnya.
Pedang gila yang mendengar perkataan dari kepala pasukan kapal, berteriak kepada Dewa langit.
"Dewa gila cari yang mengemudikan kapal, cepat cari !" Dewa langit yang mendengar perkataan dari Pedang gila mengerutkan kening, dan berkata.
"Cari dimana ?"
"Mana aku tahu," Pedang gila berkata sambil menyabetkan pedang kelabang biru.
Kepala pasukan kapal mencabut pedang, kemudian menebas badan Pedang gila.
Pedang gila lompat mundur, sambil menyabetkan pedang kelabamg biru ke arah anak buah kapal yang mengepungnya.
"Cepat kau cari," biar aku yamg menahan mereka.
Dewa langit setelah mendengar perkataan dari Pedang gila kemudian, bergerak kebelakang.
Sambil memperhatikan orang orang di dalam kapal.
Whuuutt, tap..!"
Sebuah tangan tercengkram, anak buah kapal terkejut, ketika merasakan tangannya di pegang dengat erat.
"Dimana pengemudi kapal ?" Dewa langit berkata, "tidak tahu, tidak tahu tuan." jawab anak buah kapal.
Mendengar perkataan dari anak buah kapal, Dewa langit langsung melemparkan anak buah kapal itu ke laut, sementara itu kapal terus melaju dengan cepat meninggalkan kapal pemburu dan perahu yang di pakai oleh Shin mo dan Mo kwi.
Dewa langit terus mencari, dan melihat seorang seorang temgah memegang semacam tongkat yang di gerakakan ke keiri dan le kanan.
Hmm..!!
"Apakah dia," Dewa langit berkata dalam hati sambil melompat ke arah yang memegang kemudi kapal, Dewa langit sudah mencekram leher dari pengmudi kapal.
"Kau yang mengemudikan ?" Dewa langit berkata,
"Betul," jawab pria itu yang ketakutan ketika lehernya di di cekal.
"Bagaimana menghentikan perahu ?" Dewa langit berkata, "tidak bisa tuan, tidak bisa di hentikan, aku cuma mengemudikan kapal.
"Jika tuan ingin menghentikan kapal, robek saja layarnya
"Gilaaa..hancurkan layar supaya kapal berhenti," Dewa langit berteriak
"Baik" Pedang gila yang mendengar tapi tidak melihat Dewa langit, berteriak.
"Dewa gila, dimana kau, dan sedang apa ?"
"Kau bereskan saja mereka dan robek kain layarnya, dan jangan ganggu aku." Dewa langit berkata sambil tersenyum melihat tongkat kemudi kapal.
__ADS_1
"Aku sedang mengemudikan kapal ini"