
"Ayah aku ikut sama enci Qiao juga Enci lian ya," Shin hoa berkata, kepada ayahnya Shin mo.
"Huuuush,..!! kamu nanti ganggu kakakmu saja, lain kali saja kamu ikut, apalagi sekarang kakakmu berangkat buat memberantas musuh, yang berani menyerang tempat kita ini," Shi hoa tak berkata lagi, mendengar perkataan dari ayahnya.
"Hoa mei mei, nanti saja klo sudah beres tugas kwi koko, ikut sama enci Qiao dan enci lian kekota Beiping, bagaimana,..?" Shin hoa tersenyum mendengar perkataan dari putri Qiao dan mengangguk lalu berkata, "janji ya mau ajak aku," Shin hoa berkata yang dibalas anggukan oleh putri Qiao.
Tak berapa lama kemudian masuk seorang penjaga, lalu berkata, ada yang ingin bertemu dengan kepala pengawal Tombak angin.
Tombak angin setelah diberitahu kemudian melangkah keluar, dan menemui orang yang dimaksud oleh penjaga perkampungan lembah awan.
Tombak angin setelah keluar menemui orang itu, tak lama kemudian masuk kembali dengan wajah yang ceria,
kemudian berkata.
"Tuan putri, hamba ada kabar baik..!!"
"Para pemburu jejak yang hamba kirim, ada yang sudah mendapat hasil, rombongan mereka yang menyerang ke lembah awan, sedang bergerak ke kota Gui yang."
"Baik, kita kekota Gui yang."
"Tapi tuan putri..!! Kota gui yang masik termasuk ke dalam kawasan Kaisar Zhiangwen."
"Lantas kenapa..?" putri Qiao berkata, ketika melihat ada keraguan di mata, kepala pengawal miliknya.
"Hamba takut, akan terjadi konflik lebih besar lagi diantara kedua kubu, jika kita menyerang kota Gui yang, karna merupakan wilayah yang termasuk milik kaisar Ziangwen."
"Lalu kenapa,..?" sekalian saja kita sikat kepala kota Gui yang, dan kita ganti dengan orang dari sekutu milik Raja muda Yan," putri Qiao berkata, tombak angin yang mendengar perkataan dari putri Qiao tersenyum, dan mengangguk.
"Mari kita kejar mereka, jika sudah tak ada hal hal yang harus dipertimbangkan," Mo kwi berkata.
"Tenang saja dahulu, dari sini kekota Gui, hanya sehari jika berkuda, lebih baik istirahat dulu, besok kalian berangkat," Shin mo berkata.
Mo kwi dan yang lain akhirnya mengangguk, mendengar perkataan Shin mo.
__ADS_1
Setelah bercakap cakap, akhirnya mereka semua kekamar yang sudah disiapkan untuk istirahat, dan mengobati luka luka yg diperoleh, akibat serangan dari kapak setan dan siwi rajawali perak.
Mo kwi malam itu dikamarnya terlihat gelisah dan salah tingkah, karna dua orang gadis cantik berada dalam kamarnya.
"Ada apa kwi koko, apa kau tidak suka melihat kami di sini," putri Qiao berkata, sambil tersenyum, sedangkan Han lian tertawa cekikikan mendengar perkataan dari putri Qiao dan melihat tingkah Mo kwi.
"Duduk lah disini Kwi koko," Han lian berkata sambil menepak nepak gagang kursi disebelahnya.
Mo kwi dengan malu malu akhirnya duduk di samping Han lian dan diam tak bersuara, sementara putri Qiao duduk disamping Mo kwi, yang kini diapit oleh 2 orang gadis cantik.
Putri Qiao lalu memegang tangan Mo kwi, Han lian yang melihat putri Qiao, jadi berani dan ikut memegang tangan Mo kwi.
"kakak, jika kakak ingin, kami berdua siap menemani kakak di kamar," putri Qiao berkata malu malu, wajah nya merah ketika berkata kepada Mo kwi, Han lian juga mengangguk ketika mendengar perkataan dari putri Qiao.
"Ap,..Aaapa maksud kalian, bukankah kalian ada kamar sendiri..?" Mo kwi berkata.
"Huuuh..!! Masih juga tak mengerti," putri Qiao berkata sambil mengerling kearah Mo kwi.
Tapi Mo kwi yang masih polos, dan belum mengerti maksud, perkataan dari putri Qiao.
Kedua tangannya yang di pegang oleh putri Qiao dan Han lian saja, sudah membuat pemuda itu panas dingin dan salah tingkah, dan tingkah malu malu dari Mo kwi malah membuat putri Qiao dan Han lian merasa lebih gemas dan penasaran lagi terhadap Mo kwi, dan terus menggoda Mo kwi.
Dan ahirnya gangguan kedua gadis itu berhenti ketika Mo kwi, dengan berpuluh alasan meminta kedua gadis itu keluar.
Dan akhirnya kedua gadis itu pergi, sambil tertawa cekikikan keluar dari kamar Mo kwi.
Mo kwi lalu menarik napas lega setelah kedua gadis itu pergi, ia lalu duduk dan bersila, berusaha menenangkan pikiran sambil melatih pernapasan, tapi bayang bayang putri Qiao dan Han lian selalu melintas dan menggodanya, sehingga sampai pagi hari, tak ada hasil dari latihan yang Mo kwi inginkan, karna pikirannya terganggu, oleh bayang bayang kedua gadis cantik itu.
Mo kwi di keliling matanya masih terlihat hitam akibat tak bisa tidur, ia melangkah membuka pintu kamar, dan matanya memandang 2 orang gadis yang sedang berdiri didepan kamarnya, putri Qiao dan Han lian, tanpa disuruh, keduanya masuk dan menarik tangan Mo kwi.
"Ah," Mo kwi berkata dalam hati melihat kedua gadis itu, di depannya, "aku jadi susah bergerak," Mo kwi berkata dalam hati, tapi sebenarnya, hatinya senang melihat kedua gadis itu ceria.
Shin mo menyuruh Mo kwi dan membawa kereta kuda untuk putri Qiao dan Han lian.
__ADS_1
Tapi putri Qiao dan Han lian, ingin cepat sampai dan mereka berdua menolak untuk, memakai kereta kuda karna akan memperlambat perjalanan.
Pagi itu, rombongan berkuda yang lumayan besar bergerak keluar dari perkampungan lembah awan, menuju kota Gui yang
****
Sementara di kota Gui yang, seorang pria tua yang masih terlihat gagah dan berambut merah memakai seragam siwi kerajaan, tengah menatap seorang kakek berwajah seram, yang juga tengah menatap kearahnya.
"Kapak setan, rencanamu telah bocor, dan kau telah membuat malu siwi kerjaan, sekarang apa yang ingin kau katakan untuk laporan kepada kasim Co ?" kepala komandan siwi yang bergelar Rajawali api berkata sambil menatap tajam kearah Kapak setan.
Dalam penyerbuan kelembah awan, Rajawali api, kehilangan hampir 60 siwi, duapuluh siwi bersama dengan wakil komandanya, si kepala besi, dan sisanya yang ikut bersama dengannya menyerbu perkampungam lembah awan, dan sekarang hanya tinggal 40 orang siwi termasuk dengan dirinya.
Dan ini adalah kegagalan pertama Rajawali api dalam menjalankan tugas, dan ia sangat gusar kepada kapak setan, yang tidak membantu dan hanya melihat dari jauh, dan kekesalan dari Rajawali api, di tumpahkan sekarang, ketika mereka sudah berhasil sampai di kota Gui yang.
Aku akan bertanggung jawab, kepada kasim Co,
kau pikir hanya kau saja yang kehilangan banyak orang..? kapak setan berkata.
Aku juga sama denganmu, banyak orang orangku tewas, dan aku juga tidak tahu, kenapa rencanaku bisa gagal, setelah kapak setan berkata.
Lalu keduanya sama sama terdiam.
Terdengar suara dari Qi bun, gubernur kota Gui yang yang masih keponakan dari mentri Qi ***, mentri yang masih dipercaya oleh kaisar Zhiangwen.
Jadi apa yang akan kalian lakukan, setelah ini, gubernur Qi berkata..?
Kedua orang itu diam mendengar perkataan gubernur Qi, dan mereka masih belum tahu, apa yang akan mereka perbuat setelah gagal menyerbu perkampungan lembah awan.
Apalagi kapak setan, masih terngiang ditelinganya perkataan dari kasim Co, jika kau gagal sebaiknya kau jangan datang lagi kesini. yang menurut kapak setan arti dari kata kata kasim Co adalah.
Berhasil atau mati.
Dan mereka berdua belum menyadari bahwa rombongan dari putri Qiao dengan 200 prajurit pilihan, tengah menuju ke kota Gui yang, sedang memburu mereka berdua, dan berusaha mengambil alih kota Gui yang.
__ADS_1