
Dengan memanah pasukan pemberi peringatan, itu sudah jelas dan peryataan perang antara kaisar Zhiangwen dengan Raja muda Yan di mulai.
Kasim Co yang mendengar laporan, dari Siwi yang ia perintahkan membujuk untuk yang terakhir kalinya,
Wajah nya merah menahan marah, ia pun berteriak dengan tenaga dalam, dan suaranya sangat kencang dan menggelegar
Seraaaaang...!!
Setelah mendengar suara itu, puluhan ribu prajurit langsung bergerak, dengan berbaris, sambil langkah menggebrak tanah, dan tameng yang di pukulkan dengan pedang atau tombak, seperti sebuah genderang perang yang membuat suasana pagi menjelang siang itu menjadi riuh rendah.
Barisan prajurit berkuda menanti di belakang para prajurit yang berjalan sambil membawa tombak dan pedang beserta tamengnya.
Sedangkan Sebuah tandu mewah, dengan kasim Co didalamnya, diarak oleh para prajurit dengan di kelilingi oleh para Thaikam, yang membawa panji panji dan lambang kebesaran dari kaisar Zhiangwen.
Kasim Co mengangkat tangan, dan pasukanya berhenti ratusan meter dari benteng kota Jinan.
Sementara itu di benteng kota Jinan
Putri Qiao yang melihat pasukan dari kasim Co berjumlah 2x lipat dari pasukannya, bergerak kemudian berhenti, dan mereka masih berada di zona aman, dari perangkap perangkap yang ia pasang, mengerutkan keningnya, dan berpikir,
"Apa mereka tau jebakan jebakan yang sudah kami pasang ?" putri Qiao berkata dalam hati.
Ribuan pasukan panah sudah berbaris di atas benteng kota Jinan untuk menerima perintah, sekali putri Qiao mengangkat tangan maka, ribuan panah akan melesat menghantam para prajurit kaisar Zhiangwen.
****
Seorang komandan pasukan yang berkuda, mengendarai kuda memeriksa pasukannya dari kiri hingga kanan, prajurit yang membawa tombak dan tameng, memanjang dengan beberapa lapis kebelakang, dengan kata kata pemberi semangat, ia mengatakan, bahwa mereka harus bisa masuk dan mendobrak gerbang kota jinan, agar pasukan berkuda bisa menerobos dan dengan cepat bisa menguasai kota Jinan.
Kasim Co ketika melihat pasukannya telah siap, dan alat alat untuk mendobrak gerbang dan alat untuk membantu prajurit untuk naik dan memasuki benteng kota, juga sudah siap.
kemudian melemparkan sebuah sapu tangan berwarna merah, dan ketika melihat sebuah saputangan berwarna merah terlempar dari dalam tandu.
Suara terompet dari tanduk kerbau, membahana, memberi isyarat kepada prajurit, dan sebuah penunggang kuda kemudìan mengibas ngibaskan bendera yang ia pegang.
Kemudian pagi menjelang siang itu terdengar suara menggelegar dari puluhan ribu prajurit yang berjalan sambil membawa tombak dan tameng mereka merangsek berjalan, pelan pelan, dan kemudian suara gemuruh terdengar, ketika para prajurit kaisar Zhiangwen mulai berlari lari dan mendekati benteng dan gerbang kota Jinan dari kiri hingga kanan.
Putri Qiao yang melihat prajurit yang begitu banyak mulai berlari, lalu mengangkat tangannya.
Ribuan prajurit pemanah yang berbaris di benteng kota, melihat tangan yang terangkat dan mendapat isyarat dari komandannya, kemudian menarik busur yang sudah terisi anak panah.
__ADS_1
Putri Qiao yang melihat prajurit kaisar Zhiangwen mulai berlari, dan setelah merasa yakin jarak mereka bisa tercapai oleh pasukan pemanah miliknya kemudian, tangannya yang terangkat, turun dan menunjuk kearah para prajurit itu, dan berteriak.
Seraaaaaang...!!
Begitu mendengar aba aba dan teriakan dari putri Qiao dan di teruskan oleh para komandan pasukan.
Ribuan panah melesat, dan mengincar para prajurit kaisar Zhiangwen yang berlari, suara jeritan jeritan dan teriakan kesakitan terdengar, ketika ribuan panah itu sampai, dan menancap kearah apa saja yang mereka temui.
Ribuan pasukan kaisar Zhiangwen yang berlari kemudian berhenti sambil berjongkok, dengan tameng diatas kepala, mereka melindungi diri dari hujan panah yang datang dari kota Jinan.
Sebuah alat perang seperti kotak besar, tinggi dengan tengahnya yang kosong dan berisi puluhan anak tangga, dengan kaki nya memakai roda di dorong untuk mendekati benteng, dan melindungi mereka dari hujan panah.
Ratusan prajurit tewas, terkena anak panah, tergeletak dan mayat mayat mereka bahkan di injak injak oleh kawan kawan mereka sendiri.
Ribuan panah makin gencar, mengincar para prajurit.
Putri Qiao yang tahu akan pungsi kotak besar itu lalu menitahkan beberapa prajurit pemanah untuk memanah kotak kotak itu dengan menggunakan panah api.
Ratusan panah yang menyala kemudian melesat, dan menancap di kotak kotak besar itu. api mulai menjalar, dan beberapa kotak yang terlambat untuk di selamatkan, kemudian terbakar hebat lalu di tinggalkan oleh para prajurit, dan pindah kearah alaylt yang lainnya.
"Padam kan api,..padam kan api,"
Suasana begitu mencekam, hujan panah masih terus berlanjut, dan teriakan dan jeritan jeritan kesakitan, sangat menyayat hati orang yang mendengarnya.
Korban akibat panah dari pasukan putri Qiao juga sudah sangat banyak, tapi prajurit kaisar Zhiangwen yang di pimpin oleh kasim Co, terus bergerak perlahan mendekati benteng kota, dan pintu gerbang utama.
Ketika melihat pasukan kasim Co bergerak, dan mendekati titik titik dari jebakan yang berisi minyak bakar dan sedikit bahan peledak, putri Qiao lalu memerintahkan para pemanah untuk memanah tempat tempat yang berisi bahan peledak dan minyak bakar itu.
Shiiiiing,...Shiiiiiiing,...Boooom
Suara ledakan dan bunga bunga api yang langsung muncrat keatas, menimbulkan kebakaran hebat di beberapa titik tempat para prajurit kaisar Zhiangwen.
Prajurit prajurit yang dekat dengan jebakan, banyak tubuhnya yang hancur, dan yang tubuhnya terbakar, berlari kesana kemari, dan bergulingan di tanah, untuk memeadamkan api yang membakar tubuhnya.
Komandan pasukan kaisar Zhiangwen terkejut, melihat jebakan jebakan, yang berada di sekitar tempatnya, dan para prajurit yang mendekati kota jinan, semakin mereka mendekati benteng kota, semakin banyak jebakan jebakan yang di pasang.
Korban sudah semakin banyak berguguran, terkena panah dan ledakan, belum lagi lobang lobang yang berisi tombak dan kayu kayu runcing, banyak prajurit prajurit yang terperosok, dan tewas kedalam lobang lobang perangkap yang banyak terdapat di sekitar benteng kota Jinan,
Para pemanah kaisar Zhiangwen pun tak tinggal diam, dari dalam kota besar yang terlindung, mereka lalu memanah kearah pasukan putri Qiao, dan korban pun mulai berjatuhan di pihak putri Qiao.
__ADS_1
Tapi ketika hari menjelang sore dan hujan panah masih tak berhenti, komadan pasukan dari kaisar Zhiangwen melapor kepada kasim Co.
Komandan, bagaimana selanjutnya, sudah sore, tapi kita belum bisa mendekati benteng kota, karna hujan panah masih saja tak berhenti, dan hamba berpikir, ribuan prajurit kita sudah banyak yang tewas.
Kasim Co memang melihat, kerugian besar berada di pihaknya, dan hari sudah senja, yang menurut aturan perang, malam tidak di perbolehkan untuk perang terbuka,
Dan malam hari adalah waktu bagi prajurit untuk istirahat dan mengobati mereka yang terluka.
Perintahkan mereka mundur, kasim Co berkata, wajahnya menunjukan kegusaran, serangan pertama yang ia harapkan, malah tak bisa mendekati benteng kota.
Komanda pasukan kemudian bergerak setelah mendengar perintah kasim Co.
Dia dengan kudanya bergerak kesana kemari, sambil memerintahkan para prajuritnya untuk mundur.
Munduuur,..munduuur..!!
Prajurit kaisar Zhiangwen yang mendengar perintah atasanya, lalu balik arah dan berlari mundur dari pertempuran.
Putri Qiao tersenyum melihat pasukan kasim Co mundur.
Semua orang yang berada di benteng kota berteriak, sangat senang, dan saling berpelukan, bahkan sampai mengucurkan air mata, karna gembira dan terharu.
Mereka mudur,..pasukan musuh mundur.
Teriak para prajurit yang berada di atas benteng.
Hidup Raja muda Yan, hidup putri Qiao,
Teriak mereka sambil berjingkrak dan melompat lompat kegirangan.
Putri Qiao tersenyum melihat para prajurit nya.
Bersenang senanglah kalian selagi bisa, mungkin besok, sudah tidak ada waktu bagi kita untuk bersenag senang, karna mereka pasti menyiapkan sebuah rencana, untuk menyerang kita, lebih dari hari ini, dan semoga besok kita bisa mempertahankan kota jinan,putri Qiao berkata dalam hati,
Dan ia berharap kepada rombongan kekasihnya Mo kwi dan Shin mo dengan perguruan Dewa iblisnya, bisa datang dan menyelamat kan mereka semua.
Setelah melihat mayat mayat yang tergeletak
kemudian gadis itu melihat kearah langit senja,
__ADS_1
dan menarik nafas dalam dalam.