Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 103 Bergerak Menuju Jinan


__ADS_3

Mo kwi bergegas, ketempat pertemuan, dan Mo kwi belum terlambat, Ayah nya belum datang, Mo kwi melihat yang hadir dari pihak Dewa iblis, Hek Kwi, Dewa racun dan istrinya Biauw nio. wu bai, Sian bin yang berpakaian seperti pendeta Tao, Guan yu, Kim mo dan adik adiknya.


Sedangkan dari Pihak Perguruan Tengkorak putih,


Tan lian, Yie dong, Dewa bumi, Dewa langit dan sepasang Hantu darah, sedang kan sisanya menunggu di luar,


Tak lama kemudian, terdengar 2 langkah kaki, Shin mo datang di temani oleh seorang kakek, yang terlihat masih gagah, dan wajah nya penuh wibawa.


Shin mo duduk, lalu mempersilahkan, kakek yang datang bersama untuk duduk, "silahkan paman Zhou." terima kasih ketua, kakek itu berkata lalu duduk di sebelah Shin mo.


Setelah minum dan bercakap cakap sebentar.


Shin mo berdiri, dan mereka yang berada disana diam, suasana menjadi hening.


"Kawan kawan, yang belum mengenal paman ini,..!!" Shin mo berkata sambil melihat kearah rombongan anaknya.


"Dia adalah Jendral Zhou yun, jendral di era kaisar terdahulu yang bergelar Dewa tombak, dan dia adalah tetua dari ahli strategi perguruan Dewa iblis.


Paman Zhou akan memberikan pandangan nya."


"Silahkan paman..!" Shin mo setelah berkata, kemudian duduk kembali.


Zhou yun berdiri.


"Kawan kawan..!" Pasukan Kaisar Zhiangwen, yang menurut mata mata kita, berjumlah 100rb orang, ada pasukan berkuda dan panah, dan mereka yang dikirim untuk menyerang Jinan, adalah pasukan yang sudah berpengalaman di medang perang."


"Sedangkan 50 ribu pasukan yang dibawa putri Qiao, kualitas mereka masih dibawah dari pasukan kaisar Zhiangwhen, belum lagi jumlah yang 2x lipat, membuat semangat pasukan Kaisar Zhiang wen yang dipimpin oleh Kasim Co, berlipat ganda."


"Jika kita ikut ke kota Jinan, maka kita hanya mengantar nyawa," Zhou yun berkata.


"Jadi apa yang harus kita lakukan kek,"


Mo kwi berkata.


"Kita harus berpencar...!!" Zhou yun berkata.


"Berpencar..?"


"Ya, berpencar...!!"perguruan Tengkorak putih, bergerak ke arah barat, sedangkan kami, bergerak ke arah timur.


"Kita bergerilya, menghantam tenda tenda perbekalan mereka, mengacau benteng benteng dan membabat pasukan mereka yang terpisah."


"Putri Qiao harus kuat bertahan,"


"Setelah mereka menyerang kota Jinan dan perbekalan habis, tak akan susah untuk membuat mereka lari kocar kacir, tapi kita juga harus waspada, biasanya gudang perbekalan di jaga ketat, karna itu adalah nyawa para pasukan yang sedang berperang."

__ADS_1


"Setelah perbekalan mereka habis, kiri dan kanan, kita bertemu di tengah, dan kita hantam mereka, dan pasukan putri Qiao keluar, untuk menghantam dari depan, sedangkan kita mendesaknya dari belakang," Mo wki mengangguk tanda mengerti.


Mo kwi bersama perguruan Tengkorak putih, bergerak memutar kearah barat, sedangkan perguruan Dewa iblis. kearah timur, dan mereka akan bertemu di tengah, dan bisa menghantam dari belakang pasukan Zhiangwen.


"Persiapkan dan kita akan berangkat secepatnya setelah persiapan beres."


Shin mo menyuruh Hek kwi dan pasukan prajurit malamnya untuk bergabung bersama Mo kwi,


200 pasukan prajurit malam, dan kurang lebih 200 anggota Hutan larangan, dan anggota perguruan Tengkorak putih yang mempunyai kepandaian dan juga para tetua yang ikut, menjad 600 orang, tapi soal bertempur perorangan, 20 orang prajurit tak ada apa apanya dengan mereka.


Setelah rencana matang dan tahu tugas yang mereka akan lakukan, Mo kwi pamit untuk mempersiapkan perbekalan anggotanya, dan mengatur orang orang yang akan berangkat.


Yie dong di bantu Li chun membantu menyiapkan perlengkapan, sedangkan Tan lian menyiapkan perbekalan untuk 600 orang yang hendak mereka bawa.


Hek kwi, menyiapkan Prajurit malam miliknya.


Mo kwi lalu kembali ke kamar, ketika membuka pintu dan melangkah masuk, Pemuda itu tertegun, ketika melihat ling ji berada di dalam kamarnya.


Ling ji berpakaian putih seperti pelayan, dan duduk di dekat tempat tidur.


"Sedang apa kau disini..?" Mo kwi berkata.


"Aku sudah kalah perang," Ling ji berkata sambil menatap kearah langit, matanya berkaca kaca.


"Aku sudah menjadi budak mu, angin dan kayu menjadi pelayan di dapur, sedangkan aku yang menjadi pemimpin mereka. hanya ada dua pilihan, menjadi budak seumur hidup, atau di jual ke rumah bordir, untuk menjadi wanita penghibur bagi para prajurit."


Tanda budak yang berbentuk rajah, menggambarkan, bahwa ia harus mengabdi dan menjadi budak seumur hidupnya.


"Terserah apa yang ingin kau lakukan,"


Mo kwi berkata.


"Kau bersamaku juga nanti suatu saat meracuniku."


"Lebih baik, kau keluar, aku ingin istirahat..!"


Mo kwi berkata.


Ling ji kemudian pindah duduk di sudut ruangan.


Mo kwi tak memperdulikannya lagi, lalu pemuda itu sudah tertidur dengan nyenyaknya.


Ketika Mo kwi bangun,


ia melihat Ling ji yang tengah dududk juga ikut terbangun.

__ADS_1


"kau masak sana, aku lapar," Mo kwi berkata.


"Aku tidak bisa masak," Ling ji berkata.


Mo kwi menggelengkan kepala,


lalu menyuruh Ling ji meminta masakan kedapur.


Mo kwi berlatih tenaga dalam baja api miliknya.


Walaupun suhu kamar menjadi panas.


Ling ji tetap tak mau beranjak dari kamar,


keringat bercucuran dari wajahnya yang cantik jelita.


Mo kwi akhirnya tak tega, lalu menghentikan latihannya.


Tak lama kemudian, suasana normal kembali.


Mo.kwi lalu mwnyantap makanan, yang diantarkan pelayan, dan mengajak Ling ji makan.


Sudah beberapa hari dan akhirnya.


persiapan mereka berhasil di siapkan, dan orang orang yang berangkat juga sudah terrpilih.


Mereka lalu berkumpul bersama, lalu berangkat menuju kota Jinan tapi berjalan memutar kearah barat, kuda kuda berpacu.membawa 600 anak buah pilihan, dan siap menyisir dari arah barat untuk menghancurkan tempat tempat yang akan di jadikan, tempat perbekalan pasukan besar yang di bawa oleh kasim Co untuk menaklukan kota Jinan


Begitu pula dengan perguruan Dewa iblis, mereka berangkat dengan Shin mo dan Zhou yun sebagai ujung tombak dan pemimpin mereka dalam menyisir daerah timur, untuk membabat pasukan kaisar Zhiangwen. yang terpisah dan mencari tempat tempat yang akan di jadikan tempat perbekalan pasukan besar, kaisar Zhiangwen.


Tanpa mengenal lelah, rombongan Mo kwi berpacu dengan kuda kuda pilihan mereka, setelalh beberapa hari akhirnya mereka berhasil melewati sisi barat kota Jinan, mereka istirahat di sebuah hutan, di luar kota Jinan.


Mo kwi, menyuruh mata mata dari pihaknya untuk mencari kabar dahulu, sambil mengawasi situasi.


Mo kwi mendirikan tenda tenda di hutan, untuk menjadi markas sementara mereka.


Disebuah tenda besar, Mo kwi dan beberapa pimpinan berkumpul, Hek kwi, Tan lian, Yie dong, dan Kedua Dewa hutan larangan.


Mata elang dan mata mata anak buah Sian bin, yang sudah hapal situasi daerah yang akan mereka jelajahi mengatakan, bahwa tak jauh dari hutan ini ada sebuah benteng yang lumayan besar.


Mo kwi melirik Hek kwi,


"Bagaimana menurut paman...?"


"Biarkan para mata mata yang Sian bin berikan, untuk bekerja, setelah mendapatkan hasil dan tahu benteng itu seperti apa, nanti malam kita bergerak.

__ADS_1


"Baik paman, Mo kwi berkata Hek kwi.


"Kita habisi mereka malam ini."


__ADS_2