
Hmm
"Orang gila, agaknya kau ingin mati ?" Kerbau gunung berkata, sambil menatap kearah Pedang gila.
Nenek kharmila berkata kepada Mo kwi.
"Tuan Mo cian, biarkan cucuku yang mengatasi begal gunung ini..!!" Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari nenek itu, lalu berkata, "apa salah satu diantara mereka, adalah yang membicarakan aku di penginapan itu nek ?"
Nenek kharmila ketika mendengar perkataan dari Mo kwi kemudian mengamati satu persatu, kemudian menggelengkan kepala, "sepertinya tidak ada tuan..!!"
"Mereka bertiga, dan berpakaian seperti seorang pendekar," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari nenek Kharmila.
Mo kwi lalu berkata kepada Zhou fang dan To heng, "jaga di sekeliling kereta kuda..!!" baik tuan,"
Setelah berkata, lalu keduanya bergerak dengan pengawal lain mengelilingi kereta kuda yang membawa kain sutra dagangan.
Ketika Pedang gila melihat kearah Mo kwi.
Mo kwi langsung memberi isyarat kepada Pedang gila untuk mundur.
Pedang gila yang berada di samping Nhiskala lalu mundur.
Nhiskala menatap kearah kerbau gunung dan anak buahnya.
"Kau sendirian sekarang bocah..!!" teman mu yang gila itu sudah mundur," kerbau gunung berkata kepada Nhiskala, tapi pemuda itu tetap tak menjawab perkataan dari kerbau gunung.
Hmm..!!
"Rupanya dari tadi, aku hanya berkoar koar terhadap orang yang bisu dan tuli."
"Seraaang," dan rebut kereta mereka, kerbau gunung berteriak.
Para perampok itu lalu maju, Nhiskala langsung bergerak, pedang melengkungnya langsung menyambar kearah salah seorang perampok yang berada di depan.
Sreeeet,.Craaaashh.
bayangan pedang yang seperti bulan sabit bergerak, dan memapas bahu perampok itu.
Aaarrrggghh.
Salah seorang perampok berteriak, ketika bahunya terkena tebasan Pedang, dan tak lama kemudian tubuhnya ambruk dan tewas.
Kawan kawan begal itu terkejut, lalu mengepung Nhiskala.
Nhiskala langsung bergerak, pedangnya yang melengkung, melesat dan bergerak seperti ular, meliak liuk, menangkis, kapak atau pedang dari anak buah kerbau gunung.
Nhiskala, menangkis sebuah golok yang mengarah bahu.
Traaang
Lalu Nhiskala mundur, sambil menghindar, ketika sebuah kampak membabat kepalanya.
Mulutnya mendesis seperti ular, lalu tangan kirinya, bergerak dan menyambar, kearah seorang begal, layaknya ular mematuk,
.
Thaaak
Kepala seorang begal langsung bolong, ketika terkena hantaman tangan kiri Nhiskala.
Sebuah jurus yang mengambil dari gerakan ular, Mo kwi berkata dalam hati, melihat jurus dari Nhiskala.
__ADS_1
Nhiskala dengan pedangnya, terus bergerak dengan lincah, pedangnya yang melengkung, bergerak dan satu persatu, anak buah kerbau gunung tersungkur, mereka tak bisa berkutik, karna hanya mengandalkan orang banyak, untuk menghadapi Nhiskala.
Kerbau gunung melihat satu persatu anak buahnya tersungkur, dengan kampaknya, langsung bergerak dan membabat kearah pinggang Nhiskala.
Nhiskala, meliukan pinggangnya, dan kampak itu lewat, tanpa mengenai pinggang, pemuda berwarna kulit kecoklatan itu.
Anak buah kerbau gunung langsung mundur, ketika melihat pemimpin mereka maju, apalagi setelah melihat 5 orang kawan mereka tewas dengan mudah oleh Nhiskala, meeeka menjadi jeri.
Kerbau gunung, memutar mutar kampaknya sebelum menyerang Nhiskala, lalu kampak nya bergerak menyerang kepala pemuda itu, Nhiskala bergerak, tangan kirinya langsung menyerang kearah siku tangan kerbau gunung yang memegang kampak.
Tuuk.
Tangan kerbau gunung langsung lemas, dan turun terbawa kampaknya yang berat, lalu kaki Nhiskala dengan cepat menendang, kearah pinggang kerbau gunung.
Bhuuk,..gubraaak.
Kerbau gunung yang bertubuh besar dan rambut acak acakan langsung terlempar dan menimpa anak buahnya, yang langsung ikut jatuh, bersama pemimpin mereka itu.
Dengan susah payah, kerbau gunung bangkit di bantu oleh anak buahnya, lalu berkata.
"Mari kita pergi..!!" sambil melangkah dan tangannya memegang pinggang yang masih terasa sakit, sementara tangan kanannya masih lemas, tak bisa di gerakan, dan bahu nya di topang oleh seorang anak buahnya, melangkah tertatih tatih pergi.
"Jangan di kejar..!!" biarkan saja," Mo kwi berkata, ketika anak buahnya akan mengejar gerombolan kerbau gunung.
"Meraka sudah menerima akibatnya."
Mari kita lanjutkan perjalanan, biar kita tidak kemalaman di jalan, Mo kwi berkata, lalu memberi hormat kepada nenek Kharmila, terima kasih atas pertolongan nenek, mengusir begal gunung itu.
"Tuan Mo cian, sudahlah..!!" itu hanya begal biasa yang tak berbahaya buat tuan Mo cian," nenek kharmila berkata sambil tersenyum.
Lalu Mo kwi dan rombongan melanjutkan perjalanan mereka, dan rombongan bergerak menuju arah kota Nanjing.
Ketika melewati jalan besar yang sepi, dijalan terlihat 5 orang berdiri di tengah jalan,
Pedang gila mendengus, lalu menghentikan kudanya.
Zhou fang lalu melapor kearah kereta yang di tumpangi Mo kwi.
Setelah mendapat laporan, Mo kwi bersama Ling ji dan Nenek kharmila turun dari kereta dan berjalan ke arah depan, menghampiri Pedang gila dan Nhiskala yang berdiri menghadang kelima orang itu.
Melihat kelima orang itu, Nenek kharmila mendengus dan berkata, "tuan muda Mo cian, ketiga orang yang membawa pedang itu, yang aku lihat di penginapan ingin mencegat rombonganmu..!!"
Mendengar perkataan nenek Kharmila, Mo kwi menatap kelima orang itu, terutama ketiga pria paruh baya yang membawa pedang.
Seorang pria yang membawa pedang di punggung, dengan hiasan di ujung gagang pedang, yang berbentuk tengkorak kecil, maju kedepan dan berkata.
Tuan Mo cian, tinggalkan kereta dan istrimu, maka kami akan membiarkan kau pergi dengan selamat.
Wajah Ling ji langsung berubah mendengar perkataan dari orang itu.
Mo kwi memberi hormat dan berkata, "tuan jika ingin kereta kami, ambil saja..!!" sutra sutra kami ini memang yang terbaik, tapi nyawa kami lebih berharga."
"Aku tahu selain membawa sutra, kau juga membawa permata dan uang, kau jangan coba menipu kami.!!" dan istrimu, sangat cantik dan bisa menemani kami malam ini, lelaki itu, berkata sambil senyam senyum kearah Ling ji.
Jika tangannya tak di pegang Mo kwi, Ling ji pasti sudah melesat untuk menghantam lelaki itu.
Tuan Mo cian, biar kami yang menghadapi mereka.
Setelah berkata kepada Mo kwi, nenek Kharmila lalu berbicara bahasa Thian tok kepada Nhiscala.
Mendengar perkataaan neneknya, Nhiskala bersiap.
__ADS_1
"Tuan muda Mo cian, kau pernah dengar 3 setan pedang..?" pria itu berkata.
"Tuan pendekar, aku tidak kenal dengan kalian, dan tak mau ada keributan, karna kami adalah pedagang.
tapi jika tuan pendekar tetap memaksa, kami terpaksa membela diri.
"Percuma tuan Mo cian, kau tahu kedua orang itu adalah tinju angin dan tinju badai, tokoh persilatan dari istana."
"Tuan pendekar, kenapa bawa bawa istana, apa kami bersalah terhadap kerajaan ?"
3 setan memang terkenal sering merampok para saudagar yang lewat kearah Nanjing. dan mereka juga merampas para wanita dan memperkosa mereka, sedangkan tinju angin dan tinju badai, kakak beradik, adalah sehabat mereka, yang sekarang sudah menjadi orang kerajaan.
Pedang gila mendengus mendengar perkataan mereka, lalu membuka caping nya.
Nenek Kharmila tertegun melihat kulit wajah dari Pedang gila yang berwarna merah, begitu pula dengan kelima orang yang menghadang itu.
Toako ( kakak pertama ) biar aku saja yang menghadapi pemuda ini, sementara Dji ko ( kakak kedua ) menghadapi kakek berwajah merah itu.
Orang yang disebut Djiko berkata, "adik, kau sendiri juga sudah cukup menghadapi mereka berdua,
buat apa suruh aku, buang buang tenaga saja.!!"
Pedang gila mendengus, mendengar perkataan dari orang yang disebut Dji ko.
Mo kwi melihat Pedang gila sudah mulai gusar, terlihat dari tangannya yang sudah meraba gagang Pedang kelabang biru.
Hahaha.
"Baik,..!!" tapi bagianku harus lebih besar, dan nyonya Mo cian, harus aku dulu yang mendapat jatah pertama untuk menikmati tubuhnya malam ini."
"Cian koko, mulut mereka sangat kurang ajar..!!" Ling ji berkata, ia sudah benar benar gusar, tapi Mo kwi terus memegang tangan gadis itu.
"Nyonya tenang saja, biar nanti aku yang membereskan, jika cucu ku Nhiskala tak sanggup menghadapi mereka."
Ling ji mengangguk mendengar perkataan dari nenek kharmila dan berkata, "terima kasih nek."
"Tunggu dulu..!!" tiba tiba tinju angin berkata.
"Apa kau dan nenek itu berasa dari Thian tok ?"
Nhiskala tak menjawab, karna memang ia masih belum mengerti bahasa han.
Nenek kharmila, mendengar perkataan dari Tinju angin, lalu maju ke depan, dan berkata, "kami memang berasal dari Thian tok..!!"
Kami akan menyudahi urusan ini, jika kalian adalah teman dari pendeta Sharika dan Sharmani, Tinju angin berkata, "mereka sekarang berada di istana, dan menjadi atasan kami."
Mendengar perkataan dari Tinju angin, nenek Kharmila mendengus.
"Rupanya kau anak buah kedua pendeta sesat itu, aku datang ke negri ini tengah memburu mereka, dan ingin membunuhnya." nenek kharmila berkata, sambil menatap tajam, kearah wajah tinju angin.
"Rupanya kau penghianat," tinju angin berkata.
Pedang gila mendekati nenek kharmila, dan tanpa di sangka, Pedang gila memegang tangan nenek kharmila dan berkata.
"Adik..!! biar kroco ini kakak yang habisi."
Mendengar perkataan dari Pedang gila.
Ling ji terpana seperti tak percaya, sedangkan
Mo kwi tertegun, sambil menatap Pedang gila.
__ADS_1