Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 84 Sampai Di Kota Xi'an


__ADS_3

Melihat banyaknya butiran es yang datang, pedang gila dan Kwan bin hanya bisa terkejut dan tak menyangka, bahwa gadis berbaju putih, itu bisa melakukan serangan keji kepada Mo kwi.


Mo kwi bukannya tak bisa menghindar, tapi ia merasakan, sebuah sambaran angin yg sangat kencang, dan butiran es itu langsung berpentalan, dan tak lama kemudian, kembali lagi menjadi air.


Terlihat wajah gadis berbaju putih itu lega, tapi tak lama kemudian, wajah itu dingin kembali.


"Adik,..!!" kenapa serang orang sembarangan, apalagi mereka semalam sudah berbuat baik kepada kita.


"Mereka mengintip," gadis berbaju putih itu berkata,


Mo kwi menggelengkan kepala mendengar perkataan gadis berbaju putih itu.


"Maaf nona, kami tak tahu, nonaa...!!


"Ling ji,"


"Kakak,..!!" Gadis berbaju putih itu mendelik kearah gadis berbaju hijau. gadis berbaju hijau langsung terdiam.


"Maaf kan kami bila telah telah mengganggu nona berdua, dan terima kasih karna telah menolong hamba," Mo kwi berkata, kami mohon pamit.


Mo kwi kemudian melangkah pergi, diikuti oleh Kwan bin dan pedang gila.


"Adik, sifat mu tak pernah berubah..!!"


"Bagaiman jika pemuda itu mati tadi,..?"


"Aku tak peduli," Ling ji kemudian berdiri sambil melihat keatas, setelah menarik nafas kemudian melangkah pergi diikuti oleh gadis berbaju hijau.


Mo kwi langsung memecut kudanya, dan ingin secepatnya sampai di kota Xi'an.


Sore hari


Akhirnya Mo kwi, kwan bin dan Pedang gila, langsung menuju ke rumah bunga, tempat Soo bin berada.


Kwan bin yang memang sudah kenal dengan Soo bin, tak susah untuk bertemu dengan anggota perguruan dewa iblis yang mengelola keuangan perguruan Dewa iblis itu.


Soo bin memberi hormat kepada Mo kwi, ia sudah mengetahui siap Mo kwi, dari kabar yang ia terima,


Lalu Mo kwi membicarakan masalah rumah bulan yang Soo bin miliki, telah dicurigai oleh anak buah Kasim Co, merupakan tempat menampung harta mereka, yang telah di rampas oleh perguruan Dewa iblis dari tangan pasukan siluman.


Soo bin mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, "Kami memang sudah mendapat informasi tuan muda, dari anak buah Sian bin."


"Apa dikota Xi'an ada perguruan tengkorak putih..?"


Mo Kwi berkata.


"Ada tuan muda, tapi mereka tidak mempunyai gedung, tetua mereka bernama Wu cin, dengan julukan golok bulan sabit , mereka di kota Xi'an mendirikan perusahaan pengawalan, baik orang maupun barang."


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Soo bin, "aku akan meliha lihat besok ketempat mereka."


"Oh ya bibi..!!" apa orang yang mengantarkan harta rampasan kesini, ada pemuda tinggi besar, seperti Dogol yang berjuluk Beruang gunung."

__ADS_1


"Tuan muda kenal dengan Li chun..?" Soo bin berkata.


"dia kakak angkatku bibi, apa dia ada disini..?"


"Li chun adalah orang kepercayaanku," Soo bin berkata, ia orang yang polos dan jujur, walau sedikit agak dogol dan keras kepala, orang orang perguruan Tombak emas sangat menghormati dirinya.


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Soo bin.


Sebelum Mo kwi berkata, tiba tiba pintu terbuka, Masuk lah dua orang.


Hahaha.


"Adik," Li chun berkata sambil tertawa tawa, "aku tau kau datang, setelah melihat murid mu yang bisu dan gila ini."


Li chun lalu memeluk Mo kwi, kemudiaan menepak pundak adik angkatnya, "kau bertambah tinggi saja, Ketika mendengar kau berkelahi dengan ketua Shin, aku berniat menyusul mu, tapi dicegah oleh bibi Soo."


"Jika tidak? tentu aku juga akan berkelahi dengan ketua Shin untuk membelamu."


"Kau mampu..!!"


"Eh, kau bisa bicara Pedang gila, Li chun kemudian mendekati Pedang gila, "coba kau katakan sekali lagi..?"


Pedang gila tak menjawab dan hanya diam, "tuh kan, kau disuruh bicara tak mau, jika tak disuruh, bicara semaunya, dasar gila..!!"


"Apa kakak senang berada di sini..?" Mo kwi berkata.


"Adik, aku senang kau datang, aku berniat mencari mu, tapi bibi Soo bilang, kau akan kemari, jadi aku menunggumu disini" Jika kau tidak datang, kota ini tidak membuatku senang."


"Baik,.!!" aku akan mengatarkan kau, kemana saja kau mau pergi, apa murid mu ikut..?"


"Ikut" Pedang gila berkata,


"aku tidak bertanya padamu," Li chun berkata.


Mo kwi tertawa, melihat Pedang gila dan Li chun, bila bersama selalu ribut, tapi Mo kwi tahu Li chun sayang pada Pedang gila.


Sebenarnya, Mo kwi merasa malu, istrahat di rumah bunga milik Soo bin, ia ingat perkataan dari Qiao qiao, "awas jangan macam macam di rumah bunga."


Setelah di beri tempat, agak dibelakang, akhirnya Mo kwi menginap dirumah bunga.


Mo kwi berdiri di jendela, matanya menatap kearah langit yang kebetulan tengah bulan purnama.


"Kenapa pikiranku terus memikirkan, gadis berbaju putih itu."


Hmm..!!


"Ling ji ya, namanya Ling ji," gadis yang cantik,


"Jika ia tersenyum, pasti makin cantik," Mo kwi kemudian menggelengkan kepala, lalu tangan kanan mengetuk ngetuk kepala sendiri, "ada apa dengan kepalaku ini."


Kemudian, Mo kwi melangkah ketempat tidur, ďan merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


Mo kwi terbangun ketika kamarnya di ketuk, lalu seorang pelayan membawa air hangat untuk membasuh muka.


Setelah membasuh Muka, Mo kwi kemudian keluar,


Li chun, Pedang gila, Kwan bin dan Soo bin sudah menunggu pemuda itu,


"Maaf aku terlambat bangun," Mo kwi berkata malu, ketika orang orang melihatnya.


Mereka bercakap cakap, dan setelah agak siang


Mo kwi, Pedang gila dan Li chun. keluar dari rumah bunga menuju, perusahaan pengawalan barang milik perguruan tengkorak putih yang bernama Golok langit


Ketika mereka sampai di depan gerbang, perusahaan pengawalan barang golok langi.


Mo Kwi kemudian masuk bersama Li chun dan Pedang gila


Di depan sebuah rumah, tampak seorang perempuan muda yang menggunakan pakaian berwarna merah sedang menunjuk nunjuk kakek yang di punggungnya terdapat sebuah Golok melengkung seperti bulan sabit.


"Kalian telah menghilangkan barangku, dan aku ingin tempat ini sebagai gantinya."


"Nona When, kami minta waktu untuk menyelidiki terlebih dahulu,"


Omongan mereka terhenti, ketika melihat Mo kwi , Li chun dan Pedang gila.


When ning, melihat Mo kwi, wajah perempuan itu langsung berubah,


"Siapa pemuda tampan ini," When ning berkata,


"aku baru melihatnya," When ning yang selalu bergaul dengan Kaisar Zhiangwen sebenarnya merasa muak, tapi demi harta dan kedudukan, ia merelakan masa mudanya untuk melayani kaisar Zhiang wen.


"Kakak, siapakah kakak ini..?" When ning tersenyum genit kearah Mo kwi.


"Aku ingin menyewa pengawalan golok langit," Mo kwi berkata.


"Lebih baik jangan tuan..!!" barang ku hilang oleh mereka, dan sekarang aku sedang meminta ganti rugi."


Mo kwi mengangguk, sambil menatap When ning, "jadi ini selir dari kaisar Zhiangwen," Mo kwi berkata dalam hati, melihat dirinya dipandangi, When ning tersenyum genit lalu berkata, "Tuan muda, kenapa terus memandangku, lebih baik tuan muda main kerumah ku yang berada di kota Xian ini, daripada liat liatan terus, bagaimana..?"


Hmm,..!!


"Rupanya seorang rase," mo kwi berkata dalam hati,


Tapi Mo kwi bukannya When ning yang jadi perhatiannya, tapi kedua orang kakek yang berpakaian merah dan biru, dan wajah mereka sangat mirip satu sama lain.


Siapa kedua kakek itu, sepertinya bukan jago sembarangan, mata mereka sangat tajam.


Aku harus berhati hati, terhadap kedua orang kakek kembar itu.


Mo kwi belum tahu bahwa kedua orang itu adalah sepasang iblis kembar, salah seorang iblis itu yang disebut iblis api malah pernah bertempur dengan ayah nya, dan kekuatan mereka tak berbeda jauh.


Mo kwi menatap kearah sepasang iblis kembar

__ADS_1


__ADS_2