Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 167 Perguruan Naga Merah


__ADS_3

Tujuan Mo kwi adalah kota Qu fu, dan beberapa hari perjalanan, terkadang menginap di desa, dan membantu terlebih dahulu desa tersebut jika ada kesulitan.


Dan terkadang mereka juga menginap di hutan.


Li chun berkuda tanpa banyak berkata lagi pada Pedang gila, karna perihal putri malu hatinya masih sangat kesal, karna meras di permainkan oleh pedang gila.


Di kota Qu fu kita melepaskan lelah, dan aku ingin melihat perkembangan kota itu. Qu fu kota yang lumayan besar dan jika mau, kita bisa meminta perbekalan untuk berdagang dari sana, tapi perjalanan masih jauh, belum lagi kita harus melewati gunung Thai san.


Tuan muda, perbekalan bisa di kita ambil dari kota Shenyang, kota terdekat dengan Dalian, sesudah Tianjin, Chengde baru Shenyang kemudian berakhir di Dalian.


Jika aku harus mengontrol kota kota itu, berapa lama aku akan sampai di kota Dalian, Mo kwi berkata dalam hati.


"Dan apakah kakek masih hidup ?" Mo kwi menghela nafas mengingat tugasnya yang menurutnya akan memakan waktu yang lumayan sampai berbulan bulan mungkin bisa juga tahun.


Tapi jika lebih cepat menemukan kakek, mungkin aku tak butuh waktu lama ke negara Jin, dan kembali ke daratan Tionggoan.


Tanpa terasa memikirkan perjalanan nya itu, Mo kwi tak melihat benteng kota Qu fu.


"Tuan muda, kita hampir sampai..!!" Hek kwi berkata kepada Mo kwi, yang terlihat seperti sedang termenung.


Mo kwi mengangkat wajah nya, dan senyum terlihat dari bibir pemuda itu ketika melihat benteng kota Qu fu.


"Ah..paman, akhirnya kita sampai juga di Qu fu..!!" berhari hari kita, berkuda tubuh ku letih paman, ingin segera berendam dalam air hangat.


Hek kwi tersenyum mendengar perkataan Mo kwi, ia pun merasakan hal yang sama, pakaian dan wajah mereka banyak berdebu, karna mereka selama tiga hari perjalanan ke kota Qu fu, tak menemukan perkampungan, dan hanya menginap di hutan, dan air untuk mandi juga susah di dapat, sehingga sudah 2 hari mereka tidak membersihkan badan.


Langkah angin tiba lebih dulu dan seperti biasa memesan tempat untuk menginap tuan mudanya,


Mo kwi tanpa basa basi begitu kertea kudanya sampai, bersama dengan Ling ji mengikuti pelayan yang mengantarkan mereka, karna langkah angin telah terlebih dahulu memesan tempat, atas nama tuan Mo cian pedagang sutra dari Gui zhou.


Mo kwi tengah berendam di pemandian yang berada di rumah penginapan.


Wajah nya terlihat merah kembali dan wajah nya terlihat lebih segar.


Mo kwi tinggal satu kamar dengan Ling ji, Pedang gila dengan nenek Kharmila, sedangkan Li chun sekamar bersama dengan Dewa langit sedangkan Hek kwi setelah sampai kota langsung bergerak dan mencari kabar tentang kota yang ia diami.


Mo kwi berjalan jalan bersama dengan Ling ji, malam itu bulan purnama, banyak kedai kedai arak dan rumah makan buka sampai larut malam.


Ada keanehan yang mereka rasakan ketika berjalan jalan di tempat keramaian, rumah hiburan yang besar, rumah makan, kedai arak dan di sudut sudut kota tak terlihat ada penjaga.


Dan suasana pun terlihat nyaman, karna tak ada pengemis, biasanya di tempat ramai seperti ini banyak para pengemis bai kecil maupun dewasa.


Mo kwi terus menatap dan mengamati daerah di sekelilingnya.


Tuan sepertinya pendatang yang baru masuk siang tadi di kota Qu fu.


Kalian mengetahui kedatangan kami, Mo kwi berkata sambil mengerutkan keningnya.


Tuan tak usah bingung, tuan akan aman di kota Qu fu, walau ta ada penjaga keamanan di sini sangat terjamin, karna perguruan Naga merah yang berpusat di Tianjin yang mengambil alih, hingga kota ini aman dari para perampok.


Hmm..!!

__ADS_1


Perguruan Naga merah, aku baru dengar nama perguruan itu, Mo kwi berkata.


"Kami memang belum lama berdiri tuan..!!" sejak perang besar antara kaisar Zhiangwen dan raja muda Yan, banyak bermunculan perguruan perguruan silat dan menjadi besar dan salah satunya adalah perguruan Naga merah," orang itu berkata


Setahu aku yang ada perguruan Naga langit dengan ketuanya Xu pek lim.


Orang tua itu mendengus mendengar perkataan Mo kwi dan berkata.


Perguruan Naga langit sudah goyah dan tidak seperti dulu lagi, dan sekarang lah saat nya Naga merah yang naik ke atas dan siap bersaing bersama perguruan pergurua lain.


Mo kwi hanya mengangguk mendengar perkataan orang itu, dan ia memang melihat kenyataan yang terjadi bahwa, Qu fu biarpun tak ada prajurit penjaga, tetapi kota masih tetap aman.


"Lalu apa yang dilakukan penjaga jika mereka semua tidak berjaga ?" Mo kwi berkata dalam hati, pertanyaan itu seperti mengelitik hatinya.


"Terima kasih tuan atas penjelasannya..!!" memang kami juga merasakan Qu fu aman dan sangat tentram, walaupun tidak ada prajurit penjaga, setelah istirahat, besok kami akan melapor kepada gubernur kota Qu fu sambil memperkenalkan diri."


"Dan jangan lupa, kalian juga harus melapor ke cabang perguruan Naga merah di kota Qu fu."


Setelah berkata kedua orang tua itu pergi, meninggalkan Mo kwi.


Mo kwi yang mendengat kabar yang agak ganjil, lalu bersama Ling ji lansung bergegas kembali ke penginapan, dan berkumpul dengan yang lain untuk membahas masalah ganjil yang baru di liat dan dengarnya tadi


Di kamar Mo kwi, langkah angin, Hek kwi, Pedamg gila Dewa langit, dan Li chun berkumpul.


Kalian jangan bertindak gegabah karna kita sedang di awasi sejak pertama kali masuk kota Qu fu.


"Perguruan Naga merah," Hek kwi berkata, dan Mo kwi mengangguk mendenngar perkataan dari Hek kwi.


"Belum tuan muda, tapi kuat dugaan mereka.adalah partai yang tadinya bergerak secara sembunyi sembunyi, setelah perang usai lalu baru mereka muncul ke permukaan tanpa.kita sadari."


"Lalu apa yang harus kita lakukan, agak nya kota Qu fu sudah mereka kuasai, tapi kita belum tahu apakah mereka benar atau salah." Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Hek kwi.


"Aku besok akan menemui gubernur kota Qu fu, dan menanyakan kemana para prajurit kota Qu fu yang bertugas mengamankan kota."


Mereka lalu mengangguk ketika mendengar perkataan Mo kwi.


Ke esokan harinya, Mo kwi dengan Ling ji mendatangi rumah gubernu Qu fu, Li chun bertugas untuk mengawasi, penginapan dengan nenek Kharmila, sedangkan Pedang gila dan Dewa langit.


Ikut bersama, mengawal Mo kwi.


Hari belum beranjak Siang ketika Mo kwi mendatangi kediaman gubernur kota Qu fu yang bernama Ta lie mao. dan biasa di sebut gubernur Lie.


Mo kwi di sambut oleh gubernur kota Qu fu gubernur Lie di rumahnya, mereka lalu bercakap cakap di dalam ruangan, sementara Pedang gila dan Dewa langit menunggu di luar, dan arak di sediakan untuk mereka, yang seperti berlomba meminum arak yang di sediakan oleh gubernur Lie.


:Gubernur Lie, senang sekali bisa bertemu..!!" hamba adalah Mo cian, seorang pedagang sutra dari Gui zhou.


Tuan Mo, senang bisa berkenalan dengan tuan, Mo kwi berkata.


Mereka lalu bercakap cakap ringan, hingga sampai pada percakapan masalah kota Qu fu.


"Gubernur Lie..!!" kemarin malam aku dan istriku berjalan jalan di kota Qu fu, dan kami terkesan dengan kota ini, karna walau di malam hari ternyata kami dapat berjaaln jalan dengan tenang, tanpa ada yang mengganggu.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Mo kwi, gubernur Lie tersenyum, tapi Mo kwi melihat senyum itu seperti di paksakan.


"Tuan Mo cian, memang Qu fu adalah kota yang aman bagi para pelancong atau mereka yang hanya berdiam sebentar di kota ini.


"Tapi, tapii, ah sudahlah..!!" gubernur Lie berkata, tapi seperti ragu untuk meneruskan kata katanya.


"Kenapa tidak di teruskan gubernur ?" sebagai pedagang aku berhak tahu daerah yang akan ku pakai menjalankan bisnis jika ingin membuka kongsi dagang di kota Qu fu.


"Jika tuan Mo ingin membuka Kongsi dagang di kota Qu fu, tuan Mo harus ijin terlebih dahulu," gubernur Lie berkata.


"Bukan kah hari ini Mo cian datang, untuk menanyakan hali itu kepada gubernur Lie," Mo kwi berkata.


Tuan, perijinan membuka kongsi dagang di Qu fu bukan hanya dengan pemeritahan saja, tetapi tuan Mo cian juga harus meminta ijin kepada perguruan Naga merah.


Hmm..!!


"Apa benar dugaan ku melihat tidak adanya prajurit penjaga di kota Qu fu, dan berpikir bahwa yang memerintah kota Qu fu bukanlah gubernur Lie, tetapi perguruan Naga merah ?" Mo kwi berkata.


Gubernur Lie menarik nafas mendengar perkataan dari Mo kwi, wajahnya terlihat sedih dan berkata.


Tuan Mo cian benar, seperti itulah keadaanku saat ini.


"Mereka pandai sekali menutupi keburukan mereka dengan hal hal yang terlihat manis, padahal mereka lah perampok sebenarnya."


Apa maksud perkataan gubernur tadi ? Mo kwi berkata ketika mendengar perkataan dari gubernur Lie.


"Jika tuan Mo ingin membuka kongsi dagang di kota Qu fu, tuan Mo cian harus membayar biaya ijin dan biaya pajak setiap bulannya kepada perguruan Naga merah." gubernur Lie berkata.


"Jika seperti itu, lalu apa pekerjaan gubernur Lie yang sebenarnya ?" Mo kwi berkata sambil menatap tajam ke arah gubernur Lie yang tak bisa menjawab perkataan dari Mo Kwi.


Ketika mereka sedang bercakap cakap, lalu seorang petugas pengawal di kediaman rumah gubernur datang dengan wajah pucat dan langkahnya seperti terburu buru.


Penjaga rumah itu setelah sampai di hadapan gubernur Lie, memberi hormat sambil membungkukan badan dan berkata.


"Tuan gubernur, ada 10 orang murid kelas 2 dari perguruan Naga merah datang untuk mengambil upeti, tapi wajah mereka terlihat sangat kesal kepada kedua tamu gubernur yang selalu diam jika di tanya dan terus asik meminum arak yang telah di sediakan.


"Cilaka, apakah kedua orang itu adalah pengawal tuan Mo cian. gubernur lie berkata, dan wajahnya semakin pucat ketika melihat Mo kwi mengangguk


membenarkan perkataannya.


"Mari kita lihat..!!" gubernur Lie berkata.


lalu berdiri dan melangkah ke luar mengikuti pengawal, dan berjalan ber iringan dengan Mo kwi.


Dan ketika mereka sampai di ruangan depan, wajah penjaga rumah dan gubernur Lie sampati melotot melihat 10 orang anak perguruan dari Naga merah, yang berjumlah 10 orang telah tergeletak semua.


Dewa langit dan Pedang gila masih duduk di meja mereka sambil minum arak, dan mayat mayat yang tewas di sekelililng pedang gila dan Dewa langit.


"Siapa yang membunuh sepuluh, anak buah Naga merah ?"


Pedangng gila tangannya terangkat dan menunjuk kearah Dewa langit, dan berkata.

__ADS_1


"Dia yang melakukan nya"


__ADS_2