
Rombongan Mo kwi lalu berjalan menuju Silla kalian harus berhati hati, memang dulu mereka adalah sekutu sewaktu dinasty Tang berjaya, tetapi setelah berdiri sendiri mereka malah balik memusuhi kita.
Huo in berkata, "dalam sebuah negara tak ada teman sejati, yang ada hanyalah musuh abadi," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Tabib Huo, di dalam kerajaan sekarang teman dan besok menjadi musuh, memang sering kali terjadi.
Perjalanan panjang Mo kwi dan rombongan, sangat melelahkan, gunung dah hutan mereka lewati, tp mereka beruntung karna tidak ada yang mengganggu dalam perjalanan, mungkin juga karna kali ini Mo kwi membawa anak buah yg lumayan banyak sehingga perjalanan mereka menjadi aman.
Setelah lama mereka melakukan perjalanan, akhirnya sampai juga Mo kwi di salah satu kota di Silla, mereka sangat hati hati, karna sedikit saja berkata salah, maka mereka akan memburu kita.
Rombongan yang besar, dan beberapa kereta kuda, dan puluhan pengawal membuat Mo kwi menjadi pusat perhatian.
Mo kwi menginap di penginapan yang lumayan besar, hampir setengah rumah penginapan itu di bayar untuk menginap Mo kwi dan anak buahnya.
Mo kwi mendengar bahwa orang Silla sangat suka uang dan sutra sutra mahal dari para pedagang Tionggoan yang mencoba peruntungan di sini, tetapi mereka jarang mau beli, tapi inginnya barter, karna uang lumayan susah di dapat, apalagi keadaan wilayah Silla yaang sering perang dengan tetangganya sendiri, Baekje untuk memperebutkan daerah Gaya.
Kota Go cheyong tempat Mo kwi menginap lumayan kota yang ramai dan banyak para pedagang dari berbagai daerah menjajakan barang dagangannnya di kota Go cheyong ini.
Mo kwi kemudian membawa sedikit oleh oleh, untuk penguasa kota Go cheyong, karna memang semua pedagang besar harus lapor dan memberikan hadiah buat penguasa kota, dan hal itu sudah lumrah terjadi.
Mo kwi melihat sebuah bangunan yang lumayan besar, dan di halaman depannya sedang di jemur bahan ginseng yang sangat mahal di daerah Tionggoan, karna kualitas ginseng dari daerah ini terkenal sangat baik kualitasnya, dan orang orang bar bar, dan tionggoan sangat suka dengan ginseng dan sering mengajak barter dengan uang atau barang.
Mo kwi kemudian melapor kepada penjaga, kemudian setelah melapor, Mo kwi mendapatkan ijin.
masuk.
Sebuah rumah yang bagus, dengan halaman yang luas,
Mo kwi di terima oleh seorang pria yg tak terlalu tinggi, dengan ramah pria itu menyuruh Mo kwi duduk.
Dan tak lama kemudian keluar seorang gadis cantik dengan wajah khas negara Silla, dan agak mirip mirip Soo bin, gadis itu melirik kearah Mo kwi sambil mengidangkan minuman segar.
"Silahkan tuan tuan, coba arak beras buatan putri ku Hwa rang."
Mo kwi kemudian mengambil cawan yang telah di isi, kemudian meminum arak beras itu, wajahnya yang merah bertambah merah, begitu pula dengan matanya.
Tiba tiba, gadis itu berbisik bisik dengan ayahnya sambil terus menatap Mo kwi.
Tuan, putriku sangat pensaran melihat rambut tuan yang agak kemerahan, jika tuan bawa obat untuk memerahkan rambut seperti milik tuan, putriku akan membelinya.
Ling ji mendengus mendengar perkataan penguasa yang bernama, Mu ryeong itu, seorang bangasawan yang berasal dari tulang murni.
Karna di Silla sangat percaya dengan sistem tulang
Ada 2 golongan tulang di negara silla
__ADS_1
Tulang suci ( Seong - gol )
Tulang murni ( Jin - gol )
Dan yang bisa menjabat kedudukan penting di pemerintah pusat hanya orang orang yang berasal dari tulang suci.
Setelah semua dapat, baru sisa jabatan tak penting atau penguasa penguasa kota yg tidak begitu penting, di berikan kepada para pemilik tulang murni.
Raja dan ratu Silla pun harus dari keturunan yang kedua orang tuannya berasal dari tulang suci.
Tuan Mo cian, apa yang tuan bawa untuk di dagangkan ? tuan Mu berkata
"Kami membawa sutra dan beberapa perhiasan tuan Mu," penguasa kota Go itu mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, kemudian terdiam seperti sedang berpikir.
"Kami memang butuh kain kain sutra yang tuan Mo cian bawa, tetapi untuk membelinya dengan uang, agaknya repot untuk kami."
"Tuan Mu, jangan khawatir, uang bukanlah satu satunya cara untuk kita ber transaksi, Jika tuan mempunyai barang yang mau di tukar dengan kami, dan kami butuh barang itu, kenapa tidak..!!" Mo kwi berkata sambil tersenyum, sementara itu Hwa rang selalu memperhatikan Mo kwi, dan Ling ji selalu melihat Hwa rang dengan tatapan agak kesal.
Mu ryeong tersenyum mendengar perkataan Mo kwi dan mengangguk lalu berkata, "tuan benar, kami ingin menukar kain kain sutra dengan kulit kulit hewan berbulu, hasil buruan penduduk kota Go.
"Maaf tuan Mu, mungkin jika musim dingin kita akan butuh dengan kulit kulit berbulu ini, tetapi musim dingin mash lama, dan jika kita menimbunnya, maka kulit kulit ini natinya berjamur dan akan rusak, kwalitasnya turun, harganya pun akan jatuh."
Tuan Mu mengerutkan keningnya mendengar perkataan Mo kwi, lalu menarik nafas dalam dalam.
"Apa yang tuan Mo cian katakan memang benar," Akhirnya tuan mu berkata.
"Tuan Mu bisa barter dengan tanaman ginseng yang tuan keringkan di halaman depan, kami bisa memberikan harga tinggi terhadap ginseng ginseng tuan, itupun jika ginseng tuan dengan kualitas terbaik," Mo kwi berkata.
"Tuan Mo cian, memang ginseng ginseng yang di depan itu milik kami, dan tumbuh di daerah sekitar kota Go, tapi ginseng ginseng itu, kami tidak berani menjualnya jika tidak mendapat ijin dari pembesar Lee,"
"Milik tuan, tapi tuan tak bisa menjualnya ?" Mo kwi berkata.
"Benar tuan..!!" ada seorang pembesar disini yang juga pedagang, dia mempunyai suadara saudara di kota raja, Pembesar Lee mempunyai tulang campuran antara tulang suci dan murni, dan kami pemilik tulang murni, tidak berani melawan perintah orang yang mempunyai tulang suci, karna akan dianggap berkhianat kepada kerajaan." Tuan Mu berkata, raut wajahnya tampak sedih, lanjut perkataannya, "walau pun aku penguasa kota, tapi kebijakan yang ada di kota ini, adalah bikinan dari pembesar Lee hyun, dan kebijakan itu sangat menguntungkan dirinya, tapi merugikan banyak orang"
Hmm..!!
"Semua yang dekat dengan penguasa kenapa rata rata seperti itu." Mo kwi mendengus dan berkata.
Ketika tengah asik bercakap cakap, tak lama kemudian datang seorang prajurit melapor.
__ADS_1
"Tuan Mu, Pembesar Lee ingin bertemu..!!" Prajurit itu berkata.
"Kenapa kau masih bertanya ?" Bukankah biasanya kau suruh masuk, jika tidak pembesar Lee masuk sendiri ke sini tanpa di suruh..!!" tuan Mu berkata kepada prajurit itu.
"Benar tuan, tapi kali ini dia tidak mau, wajahnya tampak kesal dan dia datang dengan beberapa orang yang sepertinya mereka adalah pendekar dari Tionggoan."
Hmm...!!
Tuan mu sempat melirik ke arah Mo kwi ketika mendengar perkataan prajurit itu, yang mengatakan bahwa pembesar Lee membawa pendekar dari Tionggoan.
"Apa tuan kenal dengan pendekar yang di bawa oleh pembesar Lee ?" tuan Mu berkata.
Sementara Hwa rang terlihat sedih mendengar, pembesar Lee datang, bandot tua itu selalu menggodanya setiap ada kesempatan.
Tuan Mu lalu keluar, dan Mo kwi beserta anak buahnya juga ikut keluar dan ingin melihat seperti apa orang yang bernama Lee hyun dan pendekar dari Tionggoan yang bersamanya.
Seorang pria pendek bertubuh gemuk, bersama sekitar 5 orang tengah berdiri sambil melihat kearah ginseng ginseng hasil panen yang sedang di jemur di halaman depan.
Tuan Mu memberi hormat kepada pembesar Lee dan berkata, "kenapa tuan pembesar tidak masuk saja."
"Mu ryeong, aku kesini karna mendengar ada pedagang dari Tionggoan masuk kota, dan mendatangi rumah mu, apa dia pedagang dari Tionggoan itu ?" Lee hyun berkata.
Mendengar perkataan itu, apalagi pembesar Lee menunjuk kearahnya, Mo kwi langsung maju dan memberi hormat, Lalu berkata.
"Hamba bernama Mo cian, pedagang sutra dari Guizhou, memberi hormat kepada pembesar Lee."
Pembesar Lee seperti tak peduli dengan perkataan dari Mo kwi, matanya malah jelalatan menatap kearah Ling ji dan Hwa rang secara bergantian.
"Apa dia istrimu ?" pembesar Lee berkata kepada Mo kwi.
"Benar pembesar Lee, ini istri hamba," Mo kwi berkata.
Pembesar Lee tak menjawab, lalu pandangannya beralih kepada Tuan Mu.
"Mu ryeong, ginseng ginseng ini akan kubawa dan ku jual kepada tuan tuan ini," sambil menunjuk kearah 3 orang yang berpakaian pendekar, seorang kakek tua, dan 2 pria paruh baya.
"Jika harganya sudah cocok, pembesar Lee boleh membawa ginseng ginseng itu." Mu ryeong berkata.
"Mu ryeong, kau sudah berani membicarakan harga padaku apa kau ingin membangkang kepada keluarga tulang suci ?" pembesar Lee berkata sambil matanya menatap tajam kearah Mu ryeong.
"Tulang suci, tulang suci, Jadi ingin lihat tulang suci"
Pedang gila berkata, sambil memegang gagang pedang kelabang biru, lalu menoleh kearah Mo kwi dan berkata.
__ADS_1
"Guru..!! minta ijin untuk melihat tulangnya"