
Liu kang tertegun mendengar perkataan dari Hek kwi, tak banyak orang yang tahu akan putus nya telinga kanan Liu kang.
Dan orang yang berada di hadapan nya berkata bahwa dia yang menciptakan jurus itu, yang menebas telinga nya ada lah si Pedang iblis, apa hubungan nya dia dengan pedang iblis.
Liu kang lalu kembali ke tempat duduk nya, setelah memberi hormat kepada tuan rumah Han gan.
Ang bin yang melihat Hek kwi bergerak, geleng geleng kepala, secara tak sadar Ang bin memegang tangan Shin mo, Shin mo lalu melihat Ang bin dan tersenyum, "apa aku bilang pada mu tadi, pengawal ku hebat," Ang bin hanya mengangguk sambil wajah nya memerah, kemudian melepaskan tangan Shin mo yang masih di pegang oleh nya.
Sedang kan Han gan menatap Soo bin seakan berterima kasih, telah membereskan masalah.
Acara peresmian perguruan Tombak emas berjalan dengan tanpa hambatan, malah dengan kejadian Hek kwi yang menjadi pahlawan, membuat nama perguruan tombak emas makin melambung, dan orang orang berpikir, banyak orang sakti di dalam nya.
Setelah beres acara, Shin mo, Soo bin dan Hek kwi berkumpul di perumahan Dewi bulan.
Soo bin lalu menceritakan kepada Shin mo tentang maksudnya, ingin mengembangkan uang yang sudah terkumpul, untuk membiayai, mendirikan perusahaan kongsi dagang dan jasa pengiriman barang.
Shin mo tersenyum gembira mendengar perkataan dari Soo bin, nyonya harus membuat kongsi dagang ini besar, jika ada masalah, datang lah ke perkampungan lembah awan, aku senantiasa berada di sana, Shin mo berkata kepada Soo bin.
Soo bin mengangguk mendengar perkataan ketua nya.
Esok hari nya, Shin mo lalu pamit kepada Soo bin untuk kembali ke perkampungan lembah awan.
Soo bin menatap kepergian Ketua nya, dengan senyuman, sementara anak angkat nya Ang bin, menatap kepergian Shin mo dengan raut wajah kesedihan.
****
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, hampir 2 tahun lebih Mo kwi belajar jurus jari pedang di bawah petunjuk dari Ban li eng, kakek angkat nya.
Ban li eng menatap cucu nya yang sedang bergerak lincah, sambil mengerakan kedua tangan nya, ada hawa tipis keluar dari tangan Mo kwi, dan hawa itu adalah hawa ilmu jari pedang jurus yang sedang Mo kwi pelajari.
__ADS_1
Guratan guratan dan goresan terlihat jelas, di dinding goa tempat latihan, bekas goresan hawa pedang yang berasal dari tangan Mo kwi.
Tenaga dalam nya harus di tingkat kan lagi, ketika Ban li eng melihat ke arah tangan Mo kwi, hampir lebih dari 2 tahun lebih 6 bulan, Ban li eng yang melihat Mo kwi latihat melihat ke arah hawa tipis yang keluar dari kedua tangan nya.
Hawa pedang yang keluar dari tangan Mo kwi, belum tebal dan masih kurang lebar, tapi untuk seukuran bocah seumuran dia, orang belum tentu bisa dengan mudah mengalah kan Mo kwi, padahal aku sudah melebihkan waktu lebih dari 2 th yang telah ku janjikan, tapi tenaga dalam Mo kwi harus di tingkat kan lagi, agak nya susu bumi yang masih ada sisa sedikit akan ku berikan padanya, Ban li eng berkata dalam hati.
Lihat serangan, Ban li eng berkata sambil melesat ke arah Mo kwi dan langsung menyerang, Mo kwi yang sudah menjadi seorang pemuda, mengelak sambaran tangan inti api milik Ban li eng, lalu balas menyabet kan tangan nya, sebuah hawa pedang mendahului tangan Mo kwi menebas ke arah tangan Ban li eng, kakek itu menarik tangan nya lalu berputar menyerang kembali ke arah cucu angkat nya.
Kedua nya lalu saling serang, Mo kwi tau bahwa kakek nya ingin melihat ia memakai jurus jari pedang untuk melawan nya.
Tangan Mo kwi bergerak dengan cepat menyabet dan terkadang menusuk ke arah Ban li eng menggunakan jari pedang.
Ban li eng harus bertindak hati hati, sedikit saja anggota tubuh nya terkena hawa pedang dari Mo kwi, sama dengan terkena sabetan atau tusukan pedang.
Setelah puluhan jurus, akhir nya Ban li eng melompat mundur sambil memberi isyarat tangan kepada Mo kwi untuk berhenti, Mo kwi lalu menghentikan serangan nya.
Nak,..!! Ilmu warisan dari koksu Zhongshen sudah kau pelajari dengan sempurna, tapi memang tenaga dalam mu harus kau tingkat kan lagi, aku mengerti tenaga dalam mu memang lebih dari bocah bocah yang seumuran dengan mu, tapi jika kau bertemu dengan tokoh yang seangkatan atau lebih tua dari ku, kau akan kesulitan.
Ban li eng lalu memberikan sisa dari susu bumi yang masih ada sedikit kepada Mo kwi, "kau beri sedikt air botol susu bumi ini, kau minum, jangan sampai ada yang terbuang, lalu kau meditasi, untuk menyalurkan tenaga dalam yang di hasilkan oleh susu bumi, dan tingkat kan lagi tenaga dalam mu," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari kakek nya.
Mo kwi lalu duduk bersila, setelah melihat Ban li eng keluar dari tempat latihan nya, masih terngiang di telinga, tadi kakek nya berkata, besok pagi pagi ia di tunggu oleh Kakek nya setelah selesai bermeditasi.
Ke esokan hari setelah membuka mata menyelesaikan meditasi meleburkan Susu bumi menjadi tenaga dalam, yang langsung menyatu dengan tenaga dalam nya.
Mo kwi langsung menuju goa, tempat kakek nya berada.
Ban li eng tampak duduk menanti kedatangan dari cucu nya Mo kwi, setelah melihat kedatangan Mo kwi Ban li eng tersenyum melihat pemuda yang dari orok merah telah ia rawat.
Mo kwi lalu memberi hormat, kepada kakek nya.
__ADS_1
Duduk lah Nak...!!
Setelah Mo kwi duduk, lalu Ban li eng berkata.
Nak,..!! Walau menurut ku tenaga dalam mu belum cukup kuat, tapi agak nya inilah waktu yang tepat untuk mu keluar, melihat lihat dunia di luar sana sambil mencari jati diri dan siapa orang tua mu.
Ban li eng ada nada kesedihan dalam perkataan nya.
Mata Mo kwi berkaca kaca mendengar kan perkataan kakek nya, Mo kwi belum pernah melihat orang selain kakek nya ini.
Bawalah pedang bintang ini, selain pisau dari warisan ibumu, kau harus berhati hati, dengan dunia di luar sana yang penuh kelicikan. jangan mudah percaya dengan omongan orang yang terlihat manis.
bisa saja itu menjadi racun bagimu.
Ban li eng sebelum melepas kepergian Mo kwi memberi wejangan dan nasehat.
Nak,..!!
Dulu aku pernah di kalah kan oleh seorang tokoh yang di segani, lalu tokoh itu meninggal, dan aku berjanji membantu tokoh itu melakukan kebaikan dengan masuk menjadi anggota perguruan milik nya, kakek mu ini mempunyai janji dengan beberapa orang saudara, karna janji leluhur dan kakak ku sudah meninggal, maka aku yang berkewajiban menunggui makam Koksu Zhongshen.
Jadi lah penerus dari ku, aku tak tahu apa saudaraku masih membubarkan diri atau berkumpul aku sudah tak tau, saudaraku sesama anggota perguruan sangat tertutup, jarang mereka mau bicara masalah perguruan nya, dengan orang luar perguruan
Biar lah waktu nanti yang mempertemukan kau dengan saudara saudara anggota seperguruan ku.
Kau bila bertemu mereka, bilang saja penerus Ban li eng, si iblis gurun, penjaga Gurun gobi,
kemudian Ban li eng menatap ke arah Mo kwi sambil berkata.
Dan nama perguruan ku adalah, Dewa iblis.
__ADS_1