
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Pedang gila, sedangkan pasukan dan perdana mentri Lee gong sangat terkejut, melihat kecepatan dari kedua orang anak buah Mo kwi.
Memang negara tetangga seperti Silla dan Baekje tidak mempunyai seorang pesilat handal, tapi mereka mempunya tumbuhan ginseng yang sangat mahal dan itu yang membuat kerajaan kecil, seperti Silla dan baekje makmur.
Para pembesar dan orang kerajaan mereka mampu menyewa para pendekar dari negri Tionggoan, dan berusaha untuk menyerap ilmu pendekar yang mereka bayar, agar mau menurunkan ilmu mereka kepada anak atau kerabat terdekat mereka.
dan mereka berani membayar mahal untuk itu.
"Seraaaang....!!"
Hampir 200 prajurit khusus yang mengurung Mo kwi dan anak buahnya langsung mengeluarkan pedang, tombak dan busur mereka.
"Perdana mentri, kami hanya ingin meluruskan masalah bukan membuat masalah," Mo kwi berkata.
"Kau yang mencari masalah," Lee gong berkata.
"Setelah terkepung kau takut dan berkata meluruskan masalah."
Ha ha ha.
"Perdana mentri Lee, ku beritahu padamu, jika aku ingin membunuhmu, seperti membalikan tangan, saja bagiku, dan jika kau tak menarik pasukan mu ini, akan ku pastikan mereka semua tak ada yg hidup," Mo kwi berkata, wajahnya tampak serius ketika berkata.
Lee gong yang sudah marah tak peduli dengan perkataan Mo kwi, kemudian memberi isyarat tangan kepada para prajurit khusus untuk bergerak.
Mo kwi yang sudah melihat kekerasan hati dari Lee gong, kemudian berkata.
"Cabut senjata kalian semua, ingat jangan ada sisa, habisi mereka semua dan mari kita berpesta."
Setelah berkata, Mo kwi langsung mencabut kedua pisau miliknya, karna ia harus segera menghabisi mereka, dan posisi mereka yang berada di tengah kepungan ratusan orang, memakai pedang panjang akan sangat merepotkan.
Panah berhamburan ketika melihat isyarat dari Lee gong, Mo kwi dan anak buahnya mengibaskan tangan.
Whuuut....braaak.
Puluhan panah langsung berhamburan terkena pukulan Mo kwi, kemudian pemuda itu bergerak, kedua tangannya berputar, dan pisau darah naga dan raja neraka, bergerak menyambar pengawal raja yang berada paling dekat dengannya.
Shiing...creeep..creeep..!!
Kedua pisau menancap di perut dan di leher pengawal raja itu, dan kedua nya langsung tewas dengan tubuh berwarna hitam dan merah, prajurit yang melihat terkejut, mereka langsung mundur menjauhi Mo kwi, sementara itu Hwa rang yang berusaha Melawan, di lindungi oleh ling ji.
Para anak buah Mo kwi mengamuk, dan membabat satu persatu para pengawal raja, anak buah perguruan tengkorak putih ada juga yang tewas terkena panah musuh.
pertempuran sengit terjadi di halaman belakang rumah tuan Mu, dan jerit para prajurit terdengar sangat memilukan, satu persatu mereka roboh oleh Mo kwi dan rombongan.
"Kalian lindungi murid perguruan tengkorak putih, Tuan Mu dan nona Hwa rang, aku akan menghabisi setan tua itu,"
Setelah berkata, Mo kwi langsung melesat, ke arah Lee gong, ke dua pisaunya menyambar ke arah kakek tua itu.
Lee gong terkejut melihat cepatnya serangan Mo kwi, kakek itu hanya bisa pasrah, walau mempunyai kemampuan, tapi Lee gong tau ia sudah tak bisa menghindari serangan pemuda itu dan hanya bisa pasrah.
Ketika pisau darah naga akan menembus dada Lee gong.
Dua buah buah bayangan melesat ke arah Mo kwi, sebuah pedang pendek menangkis pisau darah Naga, dan pedang panjang langsung membabat kepala Mo kwi.
Whuuut...trang.
Pedang darah naga berhasil di tangkis, lalu Mo kwi, menundukan kepala, pisau raja neraka, berputar kemudian Mo kwi berbalik dan langsung menyabet kan pisau raja neraka ke arah orang yang menyerang kepalanya.
"Iih..!!"
Suara terkejut dari orang yang di serang terdengar, kedua pendekar yang baru saja datang berpakaian biru langit, sepasang kakek dan nenek mundur, dan menatap tajam kearah Mo kwi.
__ADS_1
"Kau sangat jumawa anak muda, berani menyerang keluarga kerajaan Silla, apakah kau mempunyai banyak nyawa ?" kakek yang memakai pedang pendek berkata, sambil menatap Mo kwi.
"Kalian sepertinya dari Tionggoan, kenapa mau di perbudak oleh kerajaan lain, sementara kerajaanmu sendiri membutuhkan tenaga kalian," Mo kwi berkata sambil balas menatap ke arah sepasang pedang langit, Si pedang jantan dan pedang betina.
"Perguruan kami sudah bubar, dan kami hanya ingin berdiam di sini sambil mengisi hari tua, apa tidak boleh ?" dan jika kami pulang, belum tentu kerajaan mau memakai jasa kami," Pedang jantan berkata.
Mo kwi kemudian memasukan kedua pisau miliknya lalu mengeluarkan Pedang bintang yang berada di punggung.
Sementara itu, anak buah Mo kwi terkepung rapat oleh prajurit pengawal raja, dan tak melihat ke arah Mo kwi, karna sebagian harus berusaha melindungi yang lemah agar tak banyak jatuh korban di pihak Mo kwi.
Mo kwi lalu bersiap sambil melintangkan pedang bintangnya di depan dada.
Lalu Mo kwi berteriak kencang.
Hiaaaaat...!!
kemudian melesat ke arah sepasang pedang langit.
Sementara itu teriakan teriakan makin keras terdengar, lalu keluar seorang pria ber umur sekitar 50 tahun bersama dengan beberapa anggota keluarga kerajaan, yang memakai jubah dan baju sutra kuning, dengan hiasan gambar naga di dada pria itu.
Pria itu keluar bersama dengan beberapa orang yang sama berpakaian mewah, dan mereka semua menatap ke arah. Mo kwi dan sepasang Pedang langit yang tengah bertempur.
Pedang bintang Mo kwi bergerak menyambar ke arah
leher dari pedang jantan, tapi pedang betina langsung bergerak menusuk ke arah leher pemuda itu.
Mo kwi langsung menarik serangannya kemudian balas menyerang ke arah kaki Pedang betina.
Pedang betina menarik dirinya mundur sambil, menyabetkan pedang kearah pinggang Mo kwi.
Mo kwi bergerak menghindari serangan pedang betina, ketika Mo kwi melesat memburu nenek itu, sebuah pedang pendek langsung menyambar ke arah perut Mo kwi, dan serangan itu berasal dari sisi kiri.
Mo kwi dengan langkah kilin menghindari serangan pedang jantan, lalu jarinya sudah terlihat berwarna merah, ilmu jari iblis pemberian dari Hek mo, telah siap, ketika dengan langkah kilin, Mo kwi berputar, kemudian tangannya menyentil jari, Dua buah sinar merah langsung melesat kearah Pedang betina.
Pedang jantan, lalu bergerak dengan sangat cepat, tangan kirinya langsung menghantam ke arah pukulan jari Iblis Mo kwi, sambil berteriak kepada istrinya.
Munduuur...!!
Dhuaar...!!
Suara pukulan mengelegar antara pukulan dari pedang jantan dan jari iblis Mo kwi bertemu.
Sedangkan Pedang betina bergulingan di tanah, menghindari serangan jari iblis Mo kwi.
Kedua belah pihak akhirnya, berhenti bertempur, dan mereka melihat pertempuran Mo kwi dan sepasang Pedang langit, 2 orang pendekar yang sangat di banggakan oleh keluarga kerajaan.
Kwan bin dan Huo in ketika melihat, sepasang pendekar yang menyerang ke arah Mo kwi mendengus.
Mo kwi terus menggempur kedua pendekar pedang suami istri itu,
Pedang bintang mendengung dan berputar menyambar salah seorang musuhnya.
Mo kwi terus menggempur keduanya, jurus jurus pedang malaikat dan jari pedang, menyambar dan mengibas ke arah kedua lawannya.
Ketika tengah bertempur dengan Sepasang pedang langit, dan Mo kwi terus mendesak keduanya, tiba tiba terdengar suara teriakan.
"Berhenti...!!"
Sepasang pedang langit, mendengar suara yang sudah sangat mereka kenal, langsung bergerak mundur, wajah mereka terlihat pucat, dan keringat bercucuran dari wajah keduanya, mereka mengakui dalam hati, jika tak ada teriakan yang menyuruh mereka berhenti, mereka pasti akan kalah.
Mo kwi menatap ke arah orang yang berteriak.
__ADS_1
"Maaf kan kami tuan pendekar," pria berjubah kuning dan bergambar naga di dadanya itu berkata, sambil menatap ke arah Mo kwi dan Prajurit yang bergelimpangan, jika mereka tak berhenti, maka di pastikan Pasukan mereka akan habis oleh anak buah Mo kwi.
Dari dua ratus prajurit yang mengepung mereka paling hanya tersisa hanya sekitar 70 puluh prajurit, dan yang lain telah tewas, sedangkan Mo kwi kehilangan 15 anggota perguruan tengkorak putih.
Siapa tuan dan mengapa berani mengacau dan membunuh prajurit kerajaan Silla.
Melihat penampilan dan wibawa orang yang berkata, Mo kwi memberi hormat dan berkata, kami bukan datang untuk mengacau, tapi kami datang untuk meminta keadilan, Mo kwi berkata.
Tapi anak buah tuan, maaf anak buah raja Jin, Mo kwi berkata sambil menunjuk ke arah Lee gong, telah menuduh kami mengacau dan ingin membunuh.
Yang mulia, jangan dengarkan perkataan pemuda itu, Lee gong berkata, dia yang telah melukai ponakan Hamba dan kemudian membunuh Lee hyun.
Diam kau, keluargamu selalu membikin onar dan banyak orang orang mengeluh padaku, tapi kau malah membelanya, raja Jin berkata sambil menatap tajam ke arah Lee gong, Lee gong terkejut mendengar bentakan dari sang raja, matanya berkilat dan melirik sebentar ke arah sepasang pedang langit, yang mengangguk melihat lirikan dari Lee gong.
Sudah berapa kali kau ku peringatkan tapi kau selalu saja mengabaikan perkataanku perdana mentri Lee, apa karna keluarga Lee menguasai prajurit Silla sehingga kau selalu mengabaikan perintahku dan berbuat semena mena.
Setelah kembali ke kota raja, aku akan merobak semua pemimpin pasukan yang bermarga Lee, Raja Jin hyeong berkata sambil menatap tajam ke arah Lee gong.
Tak di sangka dan di duga, Lee gong tertawa keras.
mendengar perkataan dari rajanya itu.
Ha ha ha.
"Sekarang lah saatnya," Lee gong berkata sambil bertepuk tangan 3 kali, setelah mendengar tepukan dari Le gong, 100 orang prajurit dan 50 prajurit yang tersisa akibat anak buah Mo kwi mengamuk, dan sisa 20 orang terkejut dan tak bisa berkata mendengar perkataan dari Lee gong, lalu kedua puluh pengawal raja yang tersisa berdiri di belakang raja Silla.
Raja Jin hyeong mengerutkan dahi melihat perdana mentri Lee gong, dan berkata
Apa maksud dari perkataanmu itu mentri Lee ?
Raja Jin berkata.
"Keluarga Lee akan mengambil alih kerajaan Silla."
Lee gong berkata.
Lee gong kemudian mengangguk, dua bayangan melesat dan menempelkan pedangnya kepada Raja Silla, Sepasang pedang langit berkata.
Maaf kan kami yang mulia, kami hanya dibayar mahal untuk kepala baginda.
"Lee gong, kau menuduh orang berkhianat, tapi rupanya kau sendiri yang bekhianat."
Wajah Raja Jin hyeong langsung berubah.
Hmm..!!
Terdengar dengusan.
"Ti sam dan yong Hwa, apa kalian sudah bosan hidup"
Ti sam terkejut ketika mengethui siapa yang berteriak.
"Kwan bin, Huo in, apa yag kalian lakukan disini ?" Ti sam berkata
Sepasang Pedang langit berkata, yang langsung di balas oleh Kwan bin.
"Calon ketua kita yang baru, adalah pemuda tadi yang kau serang."
"Paman apakah mereka ini..!!," sebelum meneruskan perkataannya.
Kwan bin memotong perkataan dari Mo kwi.
__ADS_1
Dan berkata.
"Mereka berdua adalah anggota Dewa iblis."