Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 82 Dukungan Untuk Kota Nanchang


__ADS_3

Mo kwi tersenyum melihat ke arah Kwan bin, lalu berkata, kepada nenek cambuk petir dan Raja maling alias si tangan delapan, "sudahlah, tak usah banyak peradatan."


Para anggota perguruan tengkorak putih yang mendengar perkataan dari Kwan bin, apalagi setelah melihat kehebatan ketuanya yang baru, dari jarak jauh dapat menebas tubuh Tangan besi hingga terbelah dua.


Mereka lalu berebut menuju arena, dan semuanya kemudian bersujud di depan Mo kwi, sambil berkata, "Kami anggota perguruan tengkorak putih Kota Nanchang, memberi hormat kepada ketua," suara mereka sangat kencang terdengar oleh orang orang yang hadir, karna diucapkan bersama sama.


Mo kwi tersenyum, lalu menyuruh mereka bangun.


Kwan bin lalu menatap kearah Pemimpin Han bu chi, dan berkata, "apa acara sayembara untuk nona Han lan chi, akan diteruskan..?" Kami akan mengamankan acara ini jika memang akan dilanjutkan..!!"


Pemimipin Han lalu melihat kearah putrinya, Lan chi, ketika melihat putrinya menggelengkan kepala, Pemimpin Han kemudian memberi hormat, kepada Kwan bin dan Mo kwi, "terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, agaknya sayembara ini akan kami tutup saja," pemimpin Han berkata.


Kwan bin mengangguk mendengar perkataan pemimpin Han, lalu ia menyuruh anggota perguruan tengkorak putih, untuk membantu membereskan tempat, dan sebagian mengantar tamu tamu yang hadir untuk keluar dari tempat pemimpin Han, walau sebagian tamu yang hadir kecewa, tapi mereka tak bisa berbuat apa apa.


A kew yang sama sekali tak menyangka, bahwa pemuda yang bersamanya adalah ketua perguruan tengkorak putih, ia lalu berjalan kearah Mo kwi seperti tengah bermimpi.


"Tu,..tuuan muda adalah, ket,..keetua perguruan tengkorak putih..?"


A kew berkata terbata bata, Mo kwi hanya tersenyum melihat A kew, dan mengangguk kemudian berkata, "kau tak menyangka bukan..!!" a Kew langsung mengangguk, mendengar perkataan dari Mo kwi, tak lama kemudian wajah a Kew tersenyum, ada rasa bangga dalam hati a kew, bahwa tadi ia bersama sama, berjalan dengan ketua perguruan tengkorak putih.


Sedangkan Fei yi selalu menunduk, tak berani mengangkat wajahnya yang cantik, Fei yi merasa malu.


Fei yi, sebenarnya tidak meremehkan Mo kwi dalam artian yang sebenarnya, ia hanya kesal, melihat Mo kwi yang seperti acuh, tak peduli kepadanya,membuat ia kesal, padahal dalam hati, Fei yi tertarik kepada Mo kwi yang tampan.


Sedangkan Lan chi, sesekali melirik kearah Mo kwi, putri pemimpin Han itu kagum, kepada pemuda itu.


"Mari kita bercakap cakap didalam..!!"


Pemimpin Han berkata, sambil mempersilahkan Mo kwi dan yang lain masuk kedalam rumah.


Ketika a Kew berjalan mengikuti Mo kwi, raja maling berkata, "mau kemana kau..?" biar a Kew ikut paman," Mo kwi berkata, Raja maling mengangguk lalu sikapnya menjadi lebih hormat dan menyilahkan


a kew, berjalan terlebih dahulu.


Setelah didalam ruangan, hidangan hidangan lezat tersaji, mereka lalu menyantap hidangan yang tersedia, setelah itu lalu bercakap cakap, sambil minum arak.


Mo kwi bertanya kepada Raja maling, kenapa ia membiarkan perbuatan tangan besi, walau mereka dari perguruan yang disebut golongan hitam, tapi ada aturan aturan yang harus di taati,

__ADS_1


"Hamba tak berani ketua..!!" karna dalam aturan perguruan, seorang anak buah harus menuruti, anggota yang jabatannya lebih tinggi dan tak boleh membantah." Mo kwi mengangguk dan bisa mengerti alasan dari Raja maling.


"Dan nenek Cambul petir, apa yang terjadi, kenapa nenek dipanggil penghianat oleh tangan besi..?"


Mendengar perkataan Mo kwi, kemudian Nenek cambuk petir menceritakan, bahwa ia telah di fitnah, oleh Tangan besi.


Waktu itu, tangan besi baru bergabung dengan perguruan tengkorak putih, walau kesaktian Tangan besi tinggi, namun ia harus menuruti perintah nenek Cambuk petir, yang kesaktiannya wasih dibawah setingkat dibandingkan dirinya, Tangan besi merasa tak suka lalu menghasut Kwi bo,


Kwi bo yang termakan kata kata dari tangan besi


kemudian mengusir nenek Cambuk petir dari perguruan tengkorak putih dan di cap sebagai pengjianat.


Hmm..!!


"Apa nona Fei adalah murid nenek..?" Sebelum nenek Cambuk petir berkata, Fei yi, sudah mendahului.


"Maaf kan hamba ketua, yang sudah berlaku lancang dan tak sopan terhadap ketua, memang benar hamba adalah murid nenek Cambuk petir."


Terdengar dengusan dari nenek Cambuk petir,


Hmm..!!


"Murid nenek pergi bersamaku ketempat pemimpin Han, ia tidak berkata apa apa."


"Tuh kan, guru dengar sendiri kata ketua, aku tak berkata apa apa..!!" Fei yi berkata kepada gurunya.


Tapi wajah Fei yi yang mulai tenang, kemudian pucat kembali, ketika mendengar perkataan dari kakek berwajah merah, sambil mengangkat gelas araknya.


"Kroco minggir"


Nenek Cambuk petir mendelik kearah Fei yi, ketika mendengar perkataan kakek ber wajah merah itu.


Mo kwi hampir tertawa mendengar perkataan dari Pedang gila, lalu berkata, "sudahlah nek, jangan didengar perkataannya"


Mo kwi lalu mengalihkan pembicaraan dan berkata sambil menatap kearah Han bu chi.


"Pemimpin Han..!! "apa benar yang aku dengar, bahwa kota Nanchang masih berada dibawah kekuasaan Raja muda Yan..?"

__ADS_1


"Benar ketua..!!" Nanchang adalah kota kecil, jika terjadi perang, mungkin prajurit kota Nanchang yang tak seberapa, dibantu para penduduk akan mempertahankan kota Nanchang, sampai titik darah penghabisan."


"Paman tenang saja," Mo kwi setelah berkata, kemudian menatap bergantian, kearah nenek cambuk petir dan Raja maling.


"Kalian sementara kutugaskan disini dan kerahkan semua anggota perguruan tengkorak putih yang ada disini, untuk membatu pemimpin Han, karna aku yakin perang sebentar lagi akan terjadi, pertahankan kota ini, semampu yang kalian bisa bersama pemimpin Han," nenek cambuk petir dan Raja maling mengangguk mendengar perintah ketua mereka.


Lalu Mo kwi menceritakan penyerangan yang dilakukan oleh siwi Rajawali perak dan kapak setan terhadap lembah awan, dan informasi yang diberikan oleh kapak setan kepada Kwan bin.


Mo kwi tahu, Kwan bin biarpun menjadi pelindung di perguruan tengkorak putih, tapi ia adalah anggota perguruan Dewa iblis, dan Kwan bin harus tahu informasi itu.


Kwan bin yang mendengar cerita Mo kwi sangat geram.


"Manusia manusia tak tahu diri, berani sekali mereka melakukan itu terhadap ketua Shin."


"Tapi ketua..!!" kita harus berhati hati, terhadap Dewi siluman 5 unsur, aku tak tahu, entah ada atau tidak hubungan mereka, dengan seorang tokoh sakti, dari negara Jin, yang disebut iblis 5 unsur,"


"Jika mereka saling terkait, kita akan mendapat lawan tangguh," kwan bin berkata, wajah nya terlihat seperti merenung, tengah mengingat masa lalu.


"Apa paman kenal dengan Iblis 5 unsur ini..?"


Mo kwi berkata.


"Aku pernah dikalahkan oleh Iblis 5 unsur, dan waktu itu jika tidak ada insu Thian mo, mungkin aku sudah tewas."


Kwan bin berkata, lalu menarik nafas dalam dalam. mengenang pengalaman pahitnya ketika bertempur dengan Iblis 5 unsur.


"Baik lah paman, aku besok akan melanjutkan perjalanan ke kota Xi'an, Paman bebas menentukan pilihan, ikut denganku atau tidak."


"Besok aku ikut dengan ketua," Kwan bin berkata.


"Tapi hamba ingin bertanya, apa boleh..?"


Mo kwi mengerutkan kening, mendengar perkataan dari Kwan bin.


"Apa yang ingin paman tanyakan..?"


"Siapa kakek berwajah merah itu,..?" Sebelum Mo kwi berkata, terdengar suara, dari orang yang di maksud oleh Kwan bin.

__ADS_1


"Aku Pedang gila"


__ADS_2