Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 143 Sampai Di Kota Nanjing


__ADS_3

Sekarang malah Mo kwi yang terkejut mendengar perkataan dari nenek Kharmila bahwa ia adalah anggota perguruan Dewa iblis.


Lalu nenek Kharmila menceritakan secara singkat, bahwa insu Thian mo pernah berkelana ke Thian tok dan bersahabat dengan ayahnya, yang bernama Narandra, dan ketika aku mulai dewasa, di ajak ayah untuk berkelana ke daratan Tionggoan, dan ketika bertemu, mereka sangat senang dan akhirnya mereka bertempur untuk melampiaskan rasa rindu lama tak bertemu, dan dari sana aku tau ilmu jari iblis, dan Insu Thian mo lalu bercerita kepada ayah, bahwa ia mendirikan perguruan bernama Dewa iblis, dan kami berdua langsung masuk menjadi anggota.


Insu Thian mo sudah lama meninggal, Mo kwi berkata, dan nenek Kharmila mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, ayahku juga sudah lama meninggal, nenek Kharmila berkata.


"Apa nenek kenal dengan murid insu Thian mo ?"


"Aku kenal dengan mereka tapi entah apa mereka juga mengenaliku, Kim mo, Hek mo dan Nio nio."


"Mereka adalah pelindung perguruan Dewa iblis," Mo kwi berkata


"Pelindung..!!" aku pikir mereka yang menggantikan kedudukan insu, dan menjadi ketua"


Lalu nenek kharmila menatap kearah Mo kwi dan berkata, tuan Mo cian, apa kau murid salah satu dari 3 iblis langit ?"


Mo kwi menggeleng, "aku bukan anggota perguruan Dewa iblis nenek kharmila..!!" juga bukan murid dari 3 iblis langit.


Nenek kharmila mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Mo kwi, seperti aneh mendengar perkataan pemuda di depannya, mempunyai ilmu dari pemilik perguruan dan mengenal murid muridnya, tapi bukan anggota perguruan.


"Lalu kau belajar dari siapa ilmu Jari iblis, selain dari ketiga murid insu ?" jika kau berkata murid insu aku tak kan percaya," kali ini nenek Kharmila menatap tajam kearah Mo kwi.


"Nenek kharmila tak usah curiga padaku, aku belajar ilmu jari iblis dari ayahku, atas perintah dari kakek Kim mo dan Kakek Hek mo." Mo kwi berkata kepada nenek kharmila,

__ADS_1


Apa ayahmu murid 3 iblis langit ?" juga bukan, "karna mereka sudah berjanji seumur hidup tak mau mengambil murid, dan ayahku menerima bimbingan ketiga iblis langit, dan dianggap adik seperguruan mereka dan murid dari Insu Thian mo."


Nenek kharmila seperti bingung mendengar perkataan dari Mo kwi, "apa ayah mu anggota perguruan Dewa iblis juga seperti aku ?" nenek kharmila berkata.


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari nenek kharmila, ayah ku adalah ketua perguruan Dewa iblis yang baru bernama Shin mo dengan julukan Siauw mo ( iblis kecil ) nenek kharmila terkejut mendengar perkataan Mo kwi, lalu ia mengajak Nhiskala yang sudah berada di sampingnya untuk memberi hormat.


Maaf kan kami yang tidak mengetahui, Kharmila bersama cucu Nhiskala memberi hormat kepada tuan muda, Mo kwi mengerahkan tenaga dalamnya menahan tubuh Nenek kharmila, yang hendak membungkuk kearahnya, nenek kharmila berusaha untuk tetap menunduk tapi tenaga dalam yang tak terlihat menahan tubuhnya, Nenek kharmila tak jadi membungkuk, dan menatap kagum kearah Mo kwi.


"Nenek Kharmila, mari kita lanjutkan perjalanan menuju kota Nanjing..!!" dan didalam kereta kita bisa bercerita satu sama lain."


Nenek kharmila mengangguk, lalu masuk kedalam kereta, setelah berkata kepada cucunya dengan bahasa Thian tok, lalu kereta bergerak kembali menuju kota Nanjing.


Di dalam kereta, lalu Mo kwi menceritakan tujuannya menyamar menjadi pedagang dan kenapa ia datang kekota Nanjing, kharmila mengangguk mendengar cerita Mo kwi, dan sebagai anggota perguruan Dewa iblis, nenek kharmila siap membantu Mo kwi dan ingin bertemu dengan ketua perguruan Dewa iblis yang baru Shin mo.


Akhirnya rombongan kereta Mo kwi sampai di kota Nanjing, dan ketika akan memasuki gerbang kota Nanjing, mereka di periksa dengan ketat dan di tanyai, berbagai macam pertanyaan, dan tanda bukti identitas dari kerajaan yang di keluarkan oleh pemerintahan Kaisar Zhiangwen, dan memang putri Qiao sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk tanda identitas, untuk Mo kwi dan rombongan agar tak kesulitan memasuki kota Nanjing.


Ketika penjaga gerbang melihat nenek kharmila dan Nhiskala yang kulit dan wajahnya berbeda, penjaga itu bertanya tanya, siapa kedua orang itu dan apa maksud dari kedatangan mereka.


Mo kwi lalu mengatakan bahwa ia menyewa pendekar asing untuk menjaga keselamatan dan mengawal barang barang dagangan miliknya.


Tak lama setelah di tanya tanya, datang seorang prajurit berpakaian perwira, para prajurit penjaga gerbang memberi hormat kepada perwira itu.


Perwira itu memberi hormat kepada Mo kwi dan berkata, Maaf kan atas ketidak nyamanan yang telah di perbuat oleh anak buahku Tuan Mo cian, Zhou fang sudah menghubungi aku, dan maaf tadi aku ada keperluan sehingga terlambat menyambut kedatangan tuan Mo cian, sehingga hatus lama tertahan di gerbang kota, perwira itu berkata sambil membungkuk kan badan, Mo kwi tersenyum, dan berkata, Tuan perwira tidak usah khawatir, keadaan memang sedang kacau, dan anak buah tuan sudah menjalani tugasnya dengan baik, aku mengerti, hal itu memang harus dilakukan oleh prajurit penjaga gerbang.

__ADS_1


Prajurit penjaga gerbang tersenyum dan senang mendengar perkataan Mo kwi, setelah mendengar perkataan dari atasannya, mereka baru tahu bahwa sebenarnya pedagang muda ini bukan orang sembarangan.


Mo kwi lalu di persilahkan masuk, dan tak lupa Mo kwi memberikan uang kepada perwira dan para prajurit penjaga gerbang, untuk mereka bepesta malam itu, dan mereka sangat senang dan berulang kali mengucapkan terima kasih sambil membungkukkan badan, menerima uang pemberian Mo kwi yang lumayan banyak untuk mereka pesta arak, mengusir hawa dinginnya malam, selama menjaga gerbang kota.


Kereta Mo kwi terus bergerak masuk kedalam kota Nanjing, dan tak lama kemudian, 2 orang datang menghampiri, Langkah angin dan Zhou fang lalu memeberi hormat dan berkata kepada Mo kwi yang berada di dalam kereta, mari tuan, silahkan ikuti kami, kami sudah menyiapkan segala sesuatu, dan sekarang mari kita menuju penginapan terlebih dahulu, untuk beristrahat.


"Baik, mari kita ke penginapan terlebih dahulu..!!" Mo kwi berkata, lalu kereta kuda bergerak perlahan memasuki kota Nanjing, sebuah kota yang sangat besar dan pusatnya pemerintahan dari kaisar Zhianwen.


Kereta kuda sampai di depan sebuah penginapan yang besar dan Mewah, dan itu memang harus dilakukan, karna untuk menjaga citra dari seorang Mo cian sebagai pedagang kain sutra berkwalitas tinggi.


Mo kwi lalu memasuki penginapan, dan beberapa pelayan membungkuk ketika melihat Mo kwi lewat.


Setelah sampai di penginapan, Mo kwi mengerutkan keningnya ketika sampai di depan pintu kamar, sementara Ling ji Pedang gila dan nenek kharmila berada di belakangnya, yang diantar oleh pelayan, "apa tidak ada kamar lain lagi ?" Mo kwi berkata kepada pelayan itu.


"Ada tuan, dan semua sudah di pesan oleh tuan Zhou untuk anak buah tuan Mo cian," pelayan itu berkata.


"Nah kau dengar kan,.!!" Mo kwi berkata, sambil melirik kepada pedang gila.


Pedang gila seperti termenung, mendengar perkataan dari Mo kwi, lalu berkata.


"Guru sekamar dengan budak, murid harus sekamar dengan adik," Pedang gila berkata sambil menarik tangan nenek kharmila yang berada di sampingnya tanpa bertanya terlebih dahulu, apa nenek kharmila mau ikut.


Mo kwi tertegun melihat aksi Pedang gila, lalu tersenyum dan berkata kepada pelayan.

__ADS_1


"Kau tunjukan kamar mereka, dan penuhi apapun permitaan mereka."


__ADS_2