Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 80 Sayembara Yang Tak Sesuai Harapan


__ADS_3

A kew lalu berjalan kearah tempat keramaian yang diadakan di kediaman pemimpin Han, dengan diikuti oleh pedang gila, gadis berbaju putih yang bawel, galak dan entah siapa namanya karna ia malas untuk bertanya, Mo kwi mengikuti merek bertiga dan berjalan paling belakang.


Semakin dekat ketempat sayembara, semakin banyak orang berkumpul, Akew melirik kearah Pedang gila, seperti mau bertanya, tapi kemudian setelah dipikir kembali, ia lalu berbalik kearah Mo kwi.


"Tuan muda, jika ingin mendapat tempat duduk di deretan bangku terhormat, kita bisa menyogok kepala pelayan, bagaimana..?" Mo kwi seperti berpikir, ketika mendengar perkataan dari a kew, tapi sebelum ia menjawab, terdengar suara gadis berbaju putih itu berkata.


"Ciiis..!! "yang duduk disana harus mengandalkan kepandaian, bukan uang," gadis itu berkata kepada a Kew, tapi matanya sekilas melirik kepada Mo kwi, seakan menyindir pemuda itu yang akan mengeluarkan uang, Mo kwi hatinya agak panas mendengar perkataan gadis itu, tapi setelah ia pikir kembali, Mo kwi hanya bisa sabar dan mengelus dada.


"Kalian ikut aku, jika ingin duduk disana,.!!" gadis itu berkata, sambil berjalan kearah bangku kehormatan, ketika sampai, di tempat, seorang gadis cantik memakai baju biru yang indah tertawa, dan menghampiri, Fei mei mei, "tak kusangka kau datang juga," a Kew dan Mo kwi terkejut ketika gadis berbaju putih itu kenal dengan gadis baju biru yang merupakan anak dari pemimpin Han bu chi


"Adik Fei, kau membawa kawan kawan untuk membantu aku," gadis yang bernama Han lan chi, berkata, sambil tersenyum manis kepada Mo kwi, kemudian, a kew, sedangkan pedang gila hanya acuh tak acuh matanya menatap kearah panggung.


"Mereka cuma kaum kroco saja enci Lan, tadinya kupikir anak buah tengkorak putih, kalau saja benar, mereka sudah kubunuh tadi di jalan..!!" tapi ternyata bukan, hanya ingin melihat keramaian saja, tampaknya."


Wajah a Kew pucat pias mendengar perkataan blak blakan, dari gadis yang dipanggil Fei itu, sedangkan Mo kwi menggelengkan kepala, kemudian Mo kwi duduk di bangku yang berada didekatnya.


Gadis bernama Fei itu melotot kearah Mo kwi dan berkata, "kau duduk sana di belakang, bangku depan bukan untuk orang orang sepertimu..!!"


Hmmm..!!


Mo kwi mendengus, sambil menggelengkan kepala, ketika melihat Pedang gila sudah meraba pedang kelabang biru miliknya, sambil matanya tajam menatap punggung gadis itu yang berada didepannya.


Mo kwi, a Kew dan pedang gila akhirnya duduk di kursi belakang, sedangkan gadis yang bernama Fei, dan nona Lan, anak pemimpin Han asik berbicara berdua.


"Apa guru akan kemari adik Fei..?" Lan chi bertanya


"Aku tak tahu kakak, sampai sekarang aku belum bertemu guru," Lan chi menarik nafas, "jika saja guru ada disini, mereka mereka itu tak kan bisa berbuat sewenang wenang,..!!" sambil mata Lan chi menatap ke arah rombongan orang orang berpakaian hitam, yang didadanya ada gambar tengkorak putih, ada sekitar 30 orang berpakaian hitam, itu yang dipimpin seorang pria paruh baya berwajah bengis, yang dikenal dengan sebutan tangan besi, karna tangannya konon sangat keras, seperti besi, dan tangannya sebatas siku seperti berwarna agak kehitaman, layaknya sebuah besi.


Tangan besi, memang tokoh sakti dan menjadi tetua cabang di kota Nanchang, karna jarang terkontrol, tangan besi layaknya penguasa di kota Nanchang ini, segala keinginannya harus dipenuhi, jika tidak, maka ia akan mengunakan kekerasan membawa nama besar perguruan tengkorak putih, dan sudah lama tangan besi suka kepada Lan chi, putri pemimpin Han, dan ingin memperistri, tapi selalu di tolak oleh Lan chi, hingga akhirnya, pemimpin Han memutuskan mengadakan sayembara ini, untuk mendapatkan orang yang lebih tinggi ilmunya dari Tangan besi.


sekaligus memberantasnya, dan dia sudah mengirim surat kekota Beiping untuk meminta bantuan, tapi blm ada jawaban.


"Tuan Han bu, kapan acara akan dimulai, apa kau masih ingin mengulur ulur waktu," Tangan besi berdiri dan berkata lantang,


"Enci Lan, apa dia orang perguruan tengkorak putih..?"


Lan chi, mengangguk sedih, lalu berkata, "perguruan tengkorak putih adalah perguruan golongan hitam terbesar saat ini, aku bingung adik Fei..!! "walau sekarang kita bisa menang, tapi mereka bisa datang dengan orang yang lebih banyak dan lebih sakti."

__ADS_1


"Apa aku harus menerima orang kasar itu untuk menjadi suamiku, untuk menyelamatkan keluargaku dan kota ini, dari amukan perguruan Tengkorak putih."


Lan chi berkata pelan, dengan wajah yang hampir menangis.


Sedangkan dari belakang, Mo kwi menatap tajam kearah tangan besi, "sampah masyarakat seperti dia harusnya dibasmi,..!!" Mo kwi berkata.


Ssssasttt..!!


"Hati hati kau bicara,.!! nanti kita bisa mati semua."


Ketika mereka berakap cakap, melesat seorang berpakaian hitam, yang bergambar tengkorak putih didadanya, lalu memberi hormat kepada pononton.


kemudian berkata.


"Maaf saudara saudaara sekalian, jika ada yang berani menaiki tempat ini, akan ber urusan dengan perguruan tengkorak putih," penonton yang mendengar menjadi gaduh, dan berbisik bisik, mereka tahu perguruan tengkorak putih itu seperti apa, dan mereka akan berpikir lagi jika ingin ikut, bila ada ancaman seperti itu.


Sebuah bayangan putih melesat, dan tepat berada didepan lelaki yang tadi berbicara.


"Mengandalkan perguruan besar untuk menakut nakuti orang, kau pikir aku takut..?" gadis yang ternyata bernama Fei itu berada di tempat panggung beradu kepandaian dan menatap kearah lelaki itu.


Hahaha.


Fei yi sangat gusar mendengar perkataan pria itu lalu mengeluarkan cambuk, dan melecutkan cambuknya kearah pria itu.


Ctaaaaar...!!


Suara cambuk menggelegar, sambil menyambar kearah kepala pria itu, yang langsung berkelit menghindar, pria itu adalah wakil dari tangan besi, yang berjuluk tangan delapan, bekas raja maling yang bergabung dengan perguruan tengkorak putih, dan ilmunya tidak kalah dengan tangan besi.


Pertempuran hebat terjadi di arena, cambuk Fei yi, berputar putar, mengarah kepala dan tubuh dari Raja maling, tapi Raja maling tak gentar, dengan kecepatan tangannya dan ilmu meringankan tubuh, bergerak dengan pesat, berusaha menerobos putaran cambuk Fei yi,


"Hmm,..!! ternyata banyak juga orang orang hebat di perguruan tengkorak putih," Mo kwi berkata dalam hati, sedangkan a Kew duduk nya mulai gelisah melihat sayembara dari pemimpin Han, sudah keluar dari jalurnya.


Serangan serangan cambuk semakin lama semakin cepat dan menimbulkan, suara ledakan,.


"Jadi kau murid nenek cambuk petir,.?"..wkwkwk, "ga akan mempan lawan aku," raja maling masih tertawa tawa, meledek kearah Fei yi, tapi memang benar yang dikatakan Raja maling, semua serangan Fei, seakan akan kandas melawan Raja maling,


Lama kelamaan, Fei yi mulai terdesak, tapi gadis itu tetap bersemangat, menyerang Raja maling, dan raja maling juga tak mau terlalu jauh, karna cambuk Fei yi akan sangat berbahaya.

__ADS_1


Fei yi, menyabetkan cambuknya yang sudah tegang seperti tombak, raja maling berkelit, tiba tiba tangannya bergerak sangat cepat, seperti menjadi delapan, dan berputar putar, sesekali menyodok, Fei yi terkejut, ia menarik cambuknya, lalu ia putarkan, cambuk bergulung gulung memutar, sambil ujungnya melecut kearah mata, tapi ujung cambuk itu bisa di tangkap oleh raja maling, kemudian menariknya, Fei yi yang terkejut, ketika tubuhnya seperti tertarik kearah raja maling, ia menegang kan cambuknya, lalu dengan sekuat tenaga, Fei yi berusaha menarik kembali,


Tiba tiba sebuah angin menderu, Raja maling terkejut lalu melepaskan cambuk Fei yi, dan diarena telah berdiri seorang nenek kurus berwajah angker, memegang sebuah cambuk.


Nenek cambuk petir berdiri di arena, dari tempat perguruan tengkorak putih melesat sebuah bayangan hitam, lalu tangan besi sudah berada di samping Raja maling.


"Nenek penghianat, akhirnya kau datang juga, apa kau tau hukuman perguruan jika berkhianat,"


"Tutup mulutmu, aku bukan berkhianat, tapi kau lah setan yang sudah menghasut ketua Kwibo untuk mengusir aku dari tengkorak putih,"


Phuuuih...?


"Tak usah banyak omong, dulu jika kau tak kabur, kepalamu sudah ku bikn remuk," Tangan besi berkata,


"Aku kasih kau sebuah tawaran, berikan murid mu, dan kau akan selamat."


Mendengar percakapan mereka, Fei yi terkejut, ternyata gurunya dulu adalah anggota perguruan Tengkorak putih yang berkhianat,


Mari kita lawan mereka, gurunya berbisik kepada Fei yi,


pertempuran terjadi kembali, kali ini, Fei yi dan Lan chi bekerja sama melawan raja maling, sedangkan Tangan besai melawan nenek cambuk petir.


Sedangkan Han bu chi gelisah melihat pertempuran dasyat, Tangan besi terus merangsek kearah Nenek cambuk petir, tangan besinya selalu menangkis cambuk dari si nenek dengan kedua tangannya, sehingga membuat pertandingan tak seimbang, Nenek cambuk petir tahu bahwa ia akan kalah, tapi ia tetap datang karna tak tega muridnya, Lan chi bakal jadi istri dari tangan besi yang ganas,


Nenek cambuk petir sudah mulai terdesak hebat, permainan cambuk nya menjadi kacau, apalagi pertahanan tangan besi sangat kuat, dengan mengandalkan tangan nya iya tak peduli cambuk dari sang nenek bila mengenai tangan.


Di saat genting.


Sebuah bayangan biru melesat membabat kearah tangan besi, tangan besi terkejut dan menangkis tapi apa yang terjadi, raungan keras terdengar, dan tangan besi, tangan yang dipakai menangkis, putus. hawa racun langsung naik, wajah tangan besi pucat, lalu bergerak cepat kearah penonton dan mengambil pedang, kemudian menyabetkan pedang ketangan, sebatas siku, hingga putus, dua buah potongan tangan, terlihat menggeletak, pertarungan langsung terhenti.


Dan diarena telah berdiri seorang kakek dengan wajah yang berkulit merah, dengan sebuah pedang berwarna kebiruan telah berada ditangannya.


Tangan besi sangat geram, lalu bertanya, "siapa kau apa maksud mu membokong ku..?" kau mau cari mati rupanya.


Tiba tiba melesat sebuah bayangan, dan kwan bin sudah berada di arena, melihat ada Kwan bin, wajah dari, nenek cambuk petir, Tangan besi dan raja maling terkejut, mereka tau Kwan bin adalah orang yang tegas, jika merasa ada yang salah, kwan bin tak segan2 membunuh orang itu.


"Mundur kau, dia bukan lawan mu," kwan bin berkata sambil menatap pedang gila, Kwan bin berkata

__ADS_1


"Darimana kau dapat pedang itu..?"


__ADS_2