Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 134 Putri Qiao Dan Han lian Mendapat saingan


__ADS_3

Mo kwi, putri Qioa dan Ling ji yang mengapit dan memayang Mo kwi sampai di dekat gerbang, dan suara sorak sorai sangat ramai, banyak prajurit dan penduduk yang melampiaskan kegembiraan, dengan bernyanyi dan menari bersama.


Tapi begitu mereka melihat 2 orang gadis memayang tubuh seorang pemuda, yang wajahnya pucat, dan dari mulutnya keluar darah segar, suasana langsung berubah hening sorak sorai langsung berhenti, apalagi setelah melihat diantara kedua gadis itu, salah satunya adalah putri Qiao.


Shin mo langsung melesat, begitu melihat siapa yang datang.


"Tuan putri apa yang terjadi pada Mo kw ?" Shin mo, berkata, putri Qiao lalu menceritakan, kedatangan Mo kwi kerumah batu, untuk menyelamatkannya dari Kasim Co, dan luka luka ini akibat pertempuran Mo kwi dan kasim Co, sedangkan kasim Co sendiri telah tewas.


Tabib Huo dan Guan yu yang berada tak jauh dan sedang menyembuhkan prajurit yang terluka, kemudian menghampiri, lalu memeriksa luka luka yang berada di tubuh pemuda itu.


"Bawa Mo kwi kekamar, cepaat..!!" tabib Huo berkata, "ia terkena racun dingin yang sangat ganas, jika tenaga dalam Mo kwi bukan dari unsur panas, maka sudah dari tadi nyawa nya melayang, itu pun jika tulang dan jantungnya tidak membeku.


Setelah tabib Huo, membersihkan darah di sekitar wajah dan leher, lalu memerintahkan untuk membawa Mo kwi ke kamar, dan di obati lebih lanjut,


Shin mo tak mau menunggu lama, ia langsung menggendong Mo kwi, dan membawanya ke gedung,


markas tempat para komandan dan putri Qiao menyusun strategi.


Setelah sampai, Shin mo lalu membaringkan tubuh anaknya, lalu duduk di kursi yang berada di dalam kamar itu, tak lama kemudian, putri Qiao, ling ji, Han lian dan pedang gila bersama Guan yu masuk, sedangkan yang lain menunggu di luar.


Tabib Huo setelah mengurut dan memberi beberapa pil obat kepada Mo kwi, kemudian berdiri sambil menghela nafas.


"Bagaimana keadaan Mo kwi, paman Huo ?" Shin mo berkata.


"Mo kwi baik baik saja ketua..!!" tapi untuk memulihkannya, perlu beberapa hari, sambil minum obat obatan yang akan ku buat.


Hamba sudah memberinya obat tidur, agar Mo kwi bisa istirahat, dan cepat memulihkan tenaga dalamnya, agar ia cepat segera sembuh, dengan mengerahkan tenaga dalam, menyembuhkan dan mengusir racun dingin dalam tubuhnya yang masih tersisa.


Ling ji lalu menghampiri ranjang Mo kwi, lalu menyelimuti tubuh tuannya itu, dan duduk di samping tempat tidur, sementara itu tangannya terus mengusap wajah dan sekitar leher Mo kwi yang mengeluarkan keringat, menggunakan sehelai kain.


Putri Qiao duduk sambil bercakap cakap dengan Shin mo, tapi sesekali matanya melirik kearah Ling ji.


yang sedang mengusap keringat di wajah Mo kwi.


"Tuan putri langkah apa lagi yang harus kami lakukan, setelah kita bersama sama mempertahankan kota Jinan. ?" Shin mo berkata kepada putri Qiao.


"Memang mempertahankan kota Jinan adalah satu hal penting paman..!!" dan hal itu sudah kita laksanakan, dan rencana Qiao qaio selanjutnya adalah menyerang kota Nanjing, ibokota kerajaan paman Zhianwen, sebab jika terlalu lama, kita tidak menyerang mereka, maka nanti akan bertambah repot."

__ADS_1


"Kabar kekalahan pasukan kasim Co pasti, sudah tersebar luas, dan kota Nanjing pasti mempersiapkan, rencana untuk memprtahankan kota atau menyerang kita kembali."


"Untuk menyerang Raja muda Yan ke Beiping, aku rasa, Kaisar Zhiangwen tak kan berani, apalagi otak dan tangan kanannya telah tewas."


"Besar kemungkinan, mereka akan bertahan habis habisan di kota Jinan, tuan putri...!!"


"Paman Shin panggil saja dengan Qaio ji ( anak Qiao ), jangan panggil tuan putri,"


Putri Qiao berkata sambil tertunduk malu, Shin mo tersenyum mendengar perkataan dari putri Qiao, dan ia tahu maksud dari perkataan gadis didepannya..


"Lantas sekarang apa yang harus kami lakukan anak Qiao ?"


"Aku akan memberi kabar terlebih dahulu kepada ayah angkat, dan meminta pasukan tambahan, sambil menunggu Kwi koko sehat kembali.


Dan langsung menyerang kota Nanjing."


Shin mo mengangguk mendengar perkataan dari putri Qiao, lalu keluar dan memberitahu anak buahnya untuk menunggu, sementara ketiga pelindung Dewa iblis sudah pergi terlebih dahulu.


Tan lian, Yie dong, Dewa bumi, mereka datang kekamar Mo kwi, tapi setelah melihat Mo kwi yang tertidur, akibat obat pemberian dari tabib Huo mereka lalu keluar kembali.


Mereka duduk di kursi dengan sebuah meja, sementara, Ling ji hanya berdiri di samping tempat tidur, sedangkan Pedang gila dududk sambil minum arak.


Dan malam itu, mereka duduk menunggu Mo kwi.


Ke esokan harinya, Mo kwi membuka mata, dan melihat Ling ji, sedang duduk sambil kepalanya bersandar di tiang tempat tidur, sementara Putri Qiao dan Han lian tertidur di meja, hanya pedang gila yang matanya masih terbuka, dan ketika Mo kwi bangun.


Pedang gila tersenyum, "guru sudah sembuh ?" Mo kwi tersenyum, sambil mengangguk mendengar perkataan dari pedang gila.


"Aku berada dimana Kakak ?" Mo kwi berkata kepada pedang gila, tapi pedang gila tak membalas perkataan Mo kwi, dan hanya diam.


Tak lama kemudian, Ling ji, putri Qiao dan Han lian membuka mata, dan menghampiri kearah Mo kwi yang sedang duduk diatas ranjang.


"Kwi koko kau sudah sadar ?" putri Qiao dan Han lian berkata dengan pertanyaan yang sama, dan berkata berbarengan, sementara Ling ji tersenyum dan berkata, "apa luka dalam tuan sudah membaik ?"


Mo kwi tersenyum, sambil memandang ketiga gadis itu bergantian, "kalian bertanya hampir bersamaan, aku jadi bingung harus menjawab mana yang terlebih dahulu." Mo kwi berkata.


"Aku sudah sadar nona manis..!!" Mo kwi berkata kepada putri Qiao dan Han lian, sambil tersenyum kepada kedua gadis itu.

__ADS_1


Dan luka dalamku, sudah membaik walau belum sepenuhnya sembuh, mungkin dalam beberapa hari, aku akan sembuh seperti sedia kala, apalagi disini ada paman Huo dan paman Guan yu, mereka adalah tabib terbaik yang di punyai dunia persilatan untuk saat ini.


"Kwi koko, aku tau siapa gadis ini, dan kenapa ia bersamamu ?" putri Qiao berkata, dan Han lian mengangguk mendengar perkataan dari putri Qiao.


Sedangkan Ling ji menundukan kepala ia sadar posisi, ketika kedua gadis itu berkata.


Dan Ling ji yang menjawab pertanyaan putri Qiao kepada Mo kwi.


Hamba adalah pudak dari tuan Mo kwi, dan akan melayani tuan Mo kwi seumur hidup.


Hmm..!!


"Budak..!!" apa maksud dari perkataan mu, dan siapa yang menyuruh mu menjadi budak kwi koko ?" putri Qiao berkata,


"Qiao moi, jadi beginilah ceritanya."


Mo kwi lalu menceritakan sebab sebab, kenapa Ling ji mau menjadi budaknya.


Dan setelah Mo kwi bercerita, kemudian Ling ji membuka baju belakangnya, dan terdapat cap, yg di berikan oleh kota Beiping di punggung gadis itu.


Putri Qiao mempercayai perkataan dari Mo kwi, lalu berkata kembali, "Kwi koko sudah membebaskanmu, dan kau juga sudah memperoleh ilmu mu kembali, bukankah lebih baik hidup bebas daripada menjadi budak ?"


Ling ji, menunduk, mendengar perkataan dari putri Qiao.


Dan tak lama kemudian sambil menunduk terdengar suara dari Ling ji, Hamba akan mengabdi kepada tuan Mo kwi, sampai akhir hayat.


Tidak bisa begitu, tiba tiba Han lian berkata kencang, Han lian yakin, walau Ling ji seorang budak tapi kecantikannya melebihi mereka berdua, dan itu yang membuat ia marah, dan tak suka.


Mendengar perkataan dari Han lia, Ling ji tak berani mengangkat muka, putri Qiao diam.


Hanya pedang gila yang mendengus dan berkata sambil minum arak.


"Selir boleh marah juga ?"


Han lian menatap kearah pedang gila ketika mendengar perkataannya, dan berkata.


"Diam kau.!!"

__ADS_1


__ADS_2