
"Itulah namanya," Mo kwi berkata, "dia sudah kuanggap kakaku sendiri," Kwan bin mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.
"A kew, besok aku akan pergi, jika kau ada masalah, kau bisa hubungi Raja maling..!!"
"Baik ketua, mulai saat ini, aku juga akan membantu perguruan tengkorak putih, semampu yang aku bisa."
Mo kwi meengangguk mendengar perkataan dari A kew.
"Jika ketua ingin istirahat, mari ke gedung milik tengkorak putih di kota Nanchang."
Raja maling berkata kepada Mo kwi.
"Tuan, apa kau akan membuat aku malu,..? pemimpin Han berkata, biar aku yang menjamu ketua Mo, di tempat kediamanku, dan untuk perbekalannya juga akan kami siapkan.:
Raja maling ketika melihat ketuannya mengangguk, kemudian berkata, "hamba akan pamit dulu, silahkan ketua istrahat, besok kami akan berkumpul, untuk mengiringi kepergian ketua ke kota Xi'an."
"Paman tidak usah repot repot,"
"Bersama dengan nenek cambuk petir, tolong pimpin anggota perguruan tengkorak putih kota Nanchang."
Keduanya menangguk mendengar perkataan dari Mo kwi, lalu pamit undur diri.
Mo kwi dan Pedang gila kemudian diantar, ke kamar utama untuk istriahat, lalu Kwan bin pun sama, yang lain lalu membubarkan diri, dan balik ketempat masing masing.
Sementara di luar rumah pemimpin kota Han tengah terjadi perdebatan sengit, antara guru dan murid.
"Aku mau ikut ke kota Xi"an," Fei yi berkata kepada gurunya, nenek Cambuk petir.
Chiiiss,..!!
"Gadis nakal, agaknya kau sudah kepincut ya, kepada ketua Mo yang masih muda dan tampan itu..?"
"Guru..!!" Fei yi berkata, lalu menunduk malu mendengar perkataan gurunya,
"Mereka akan menghadapi musuh tangguh di kota Xian, Jika kau ikut, bukan membantu, tapi malah menganggu mereka."
__ADS_1
Fei yi tak berkata mendengar perkataan gurunya, tapi ada raut kekecewaan terlihat dari wajahnya, dan gadis itu dalam hati bertekad untuk menemui Mo kwi esok harinya, dan ingin ikut kekota Xi'an.
****
Matahari belum muncul, ketika tiga ekor kuda berlari dengan kencang, keluar dari kota Nanchang bergerak ke arah kota Xi'an.
Mo kwi memang memutuskan untuk sesegera mungkin untuk bergerak kekota Xian, pemuda itu memang berniat, untuk segera sampai kekota Xi'an, apalagi setelah mendengar keterangan dari Kwan bin tentang, Iblis 5 unsur, Mo kwi semakin gelisah dan ingin cepat sampai.
Wajah Fei yi sangat sedih dan matanya berkaca kaca, ketika mengetahui, Mo kwi berangkat pagi pagi sekali ke kota Xi'an, sebelum ia dan gurunya datang, gadis itu seperti tak percaya, ketika diberi tahu oleh Lan chi, dan hanya berdiri mematung didepan kamar pemuda itu, entah kenapa sekarang Fei yi merasa sangat kehilangan, dan dalam hati kecilnya ia berjanji, akan menyusul Mo kwi kekota Xi"an.
Dengan kuda pilihan, mereka terus menggebrak kuda menuju kota Xian, setelah seharian berkuda, Mo Kwi Kwan bin dan Pedang gila, melewati sebuah hutan yang tak terlalu besar, kemudian Mo kwi memutuskan untuk beristirahat di hutan itu, karna perut mereka sudah minta di isi, dan kuda kuda mereka juga butuh makan dan istirahat, di tengah hutan, ada tempat yang agak terbuka, dan tempat yang tepat untuk berkumpul dan bermalam dihutan ini, karna memang terdapat bekas bekas yang terlihat, ada beberapa kayu bekas terbakar di tempat itu,
Mo kwi membuat api unggun, Pedang gila mengumpulkan kayu kayu kering, Sedangkan Kwan bin berburu di hutan, mencari apa saja yang bisa dimakan.
Akhirnya, 3 ekor ayam hutan, dan seekor kelinci gemuk, didapat oleh Kwan bin.
Mereka mengelilingi api unggun, sambil menatap ayam dan kelinci panggang yang sebentar lagi siap di santap, bau harum dari daging yang terbakar, membuat perut mereka, semakin lapar
Mo kwi dan Kwan bin saling tatap, mereka mendengar, suara dua ekor kuda mendekati.
Mo kwi, mengerutkan kening ketika melihat dua orang gadis menunggangi kuda, mendekati mereka, seorang gadis berpakaian hijau dan seorang lagi gadis berpakaian putih.
Tapi sayang wajah gadis berpakaian, walau cantik, terlihat dingin dan acuh.
Keduanya lalu turun dari kuda, kemudian mendekati kearah Mo kwi.
"Maaf, kami kemalaman di jalan, apa boleh kami kakak beradik bergabung..!!" gadis manis berpakaian hijau tersenyum manis kepada Mo kwi, lalu menatap kearah ayam dan kelinci bakar yang sudah, hampir matang.
"Silahkan nona..!!" Kwan bin berkata, kemudian kakek itu duduk bergeser mendekati pedang gila dan Mo kwi.
Setelah duduk, kemudian Kwan bin melihat, gadis yang berpakaian hijau sesekali melirik ayam dan kelinci bakar yang sudah matang, dan mengeluarkan bau harum.
Kwan bin tersenyum, lalu mengambil kelinci bakar yang sudah matang dan menyodorkannya kepada gadis berbaju hijau, "kami tak punya apa apa, jika kalian mau, kalian boleh ambil kelinci bakar ini,.!!"
Wajah gadis berbaju hijau itu ceria mendengar perkataan Kwan bin, tanpa ragu, kemudian mengambil kelinci bakar itu, dan memberikan sebagian kepada gadis berbaju putih, "adik Ling, ambilah..!!" Gadis berbaju putih itu lalu mengambil, kelinci yang disodorkan tanpa berkata apa apa.
__ADS_1
Mereka lalu makan dengan lahap, setelah makan, dan minum, lalu Kwan bin mengeluarkan buli buli arak dan sebuah cangkir.
"Nona, cuaca lumayan dingin..!!" ada sedikit arak untuk menghangat kan badan, tapi kami hanya punya satu buah cangkir."
Kwan bin, kemudian, mengisi cangkir dengan arak, lalu meminumnya, kemudian Kwan bin, mengisi kembali cangkir dengan arak, tapi kali ini, tak terlalu penuh, karna pedang gila sangat menyukai arak, pasti habis ia leguk, jika Kwan bin mengisi penuh cangkir arak itu.
Pedang gila mengambil cangkir arak dari tangan Kwan bin, melihat isi cangkir hanya setengah, Pedang gila lalu melirik sebentar ke arah Kwan bin, kemudian meminum arak jatahnya.
Mo kwi, di beri arak penuh, tapi pemuda itu, hanya meminum setengahnya, lalu memberikan cangkir, kepada gadis berbaju hijau, gadis berbaju hijau memberikan cangkir arak kepada adiknya, kemudian gadis itu minum, tapi setelah minum wajahnya berubah merah, ketika teringat cangkir yang ia minum, tepat dengan bekas bibir Mo kwi minum, hanya sebentar perubahan terjadi, selanjutnya wajahnya dingin kembali
kemudian mereka istirahat setelah kenyang, tanpa bertanya nama, mereka darimana,
kedua rombongan istirahat di dekat api unggun.
kedua gadis itu lalu sebelum matahari terbit sudah pergi, Kwan bin dan Mo kwi tahu, tapi mereka pura pura tidur dan tak tahu kedua gadis itu pergi.
Mo kwi kemudian melanjutkan perjalanan, setelah setengah hari berkuda, matahari sangat terik, ketika mendengar suara gemericil air, Mo kwi mengajak Kwan bin kesana.
Sebuah sungai kecil yang jernih dan berbatu, kemudian Mo kwi mendekati sungai itu.
Ketika sampai sungai kecil itu, Mo kwi melihat gadis berbaju putih yang semalam datang bergabung, dengan kakaknya yang berbaju hijau, tengah duduk disebuah batu yang tak telalu besar sementara, kedua kakinya yang putih terlihat sedang berendam.
Tak sengaja, Mo kwi menginjak sebuah ranting kering.
Kreeeeek..!!
Gadis itu mendengar suara, tanpa melihat lagi, kakinya terangkat dari air, lalu dengan cepat menginjak kembali air.
Percikan air yang dari injakan kaki gadis berbaju putih yang naik, dengan tangan nya yang putih, ia kibaskan percikan airi itu, ke arah asal suara ranting kering yang terinjak.
Puluhan butir air berubah putih, menjadi butiran es, langsung melesat kearah Mo kwi.
Setelah mengibaskan tangan, baru gadis itu melirik, dan wajah nya berubah pucat ketika, melihat orang yang akan terhantam oleh butiran es, adalah pemuda yang semalam minum secangkir arak, berdua dengannya.
Mo kwi hanya tertegun memandang butiran es yang menuju kearah tubuhnya.
__ADS_1
Gadis berbaju putih itu lalu melesat kearah Mo kwi, yang seperti terpana, siap dan pasrah menerima butiran butiran es yang meluncur keaarah tubuhnya.
Wajah gadis berbaju putih itu pucat pasi.