
Pagi hari suara riuh kuda yang lebih dari seribu, dan gerobak obat dan perbekalan, yang sudah lama tinggal di shin tian, berpelukan wajah mereka sangat tegar dan berharap ayah, suami atau kakek mereka yang pergi berperang, dapat kembali dengan selamat.
Perlahan tapi pasti rombongan bergerak menuju kota Beiping untuk bergabung dengan pasukan Raja muda Yan.
Mo kwi menyuruh Dewa langit dan Pedang gila berkuda, maju dan mundur, sambil mengamati bila ada serangan, sedangkan wakil ketua Tan dan kakek Yie dong memimpin di tengah.
Mo kwi, Hek mo dan Mata elang bergerak, menyusuri jalan yang akan di lewati oleh rombongan nya.
Mata elang yang sudah sering bolak balik Beiping, Shin tian sudah hapal jalan dan tempat tempat yang di curigai.
Tapi perjalanan sampai siang dan istirahat, tak mengalami hambatan, mereka istirahat, membuka perbekalan lalu makan dan minum.
Ketika pasukannya istirahat Mo kwi berkeliling, berjaga jaga jika ada serangan mendadak.
Rombongan melanjutkan perjalanan, setelah cukup istirahat.
Mo kwi tertegun ketika melihat padang rumput, yang luas, ketika rombongan keluar dari hutan.
"Tunggu dulu..!!" Mo kwi berkata.
"Kalian tunggu di sini..!" Mo kwi kemudian bergerak, dan menggebrak kudanya dengan cepat menyusuri padang rumput, "tempat yang mencurigakan, apa ini yang dimaksud Ling ji dengan perang terbuka..?"
Ketika Mo kwi berbalil, terdengar suara.
Shiiiing, Shiiiiiing, Shiiiiiiing.
Puluhan anak panah meluncur deras kearahnya, dengan jari pedang Mo kwi mengibaskan tangannya.
Sebuah hawa tenaga dalam, membuat puluhan anak panah terpental terkena hawa pedang Mo kwi.
Tak lama kemudian derap suara kaki kuda terdengar, mereka bergerak mendekat, dengan di pimpin dengan seorang kakek kurus dengan jenggot putih dan rambut putihnya berkibar di tiup angin, berkuda di iringi oleh Dewi siluman 5 unsur, sepasang iblis kembar, dan puluhan siwi rajawali perak.
Hek mo, Dewa langit, Pedang gila, Tan lian dan Yie dong juga Li chun, bergerak mendekati Mo kwi.
Hahaha.
"Ternyata pelarian," Hek mo berkata,
"Benar aku pelarian tapi kembali lagi, dan bertemu di sini, denganmu..!"
__ADS_1
"Tapi kali ini, kau yang akan ku usir dari dunia ini."
"Bukannya nanti malah kau yang kabur terlebih dahulu, seperti waktu itu."
Hahaha,
Hek mo berkata lalu tertawa.
Kakek yang memimpin ternyata adalah Iblis 5 unsur,
Beng Mo ci.
Panas mendengar kata kata, dari Hek mo Beng mo, lalu mengerakan tangannya dari bawah keatas, tanah di depan Hek mo, sebesar perut kerbau, terangkat keatas kemudian melesat menyerang kearah Hek mo.
Hmm..!!
"Unsur tanah mu sudah kadaluarsa buat ku." Hek mo berkata sambil menyentilkan 5x kearah tanah, yang menyerang nya, 5 buah sinar hitam pekat menembusi tanah, dan langsung menyerang, kearah Beng mo ci,
la lalu mengibaskan tangan nya, 2 buah sinar hitam dari ilmu jari iblis Hek mo, terpental menghantam pohon dan batu besar yang langsung hancur dan mengeluarkan asap hitam.
Sedangkan yang tiga berhasil di hindari, oleh Dewi siluman 5 unsur, tapi langsung menghantam 3 orang siwi yang langsung tewas dengan tubuh bolong, lalu menghitam.
Mo kwi lalu maju, dan berada di dekat Hek mo.
"Dasar manusia manusia licik," Mo kwi berkata.
Kami bisa saja mengahancurkan negara kalian saat ini, tapi akan banyak korban, lebih baik jika menunggu lebih dulu, sampai pemimpin pemimpin kalian lelah.
Hek mo langsung bergerak kearah Beng mo ci.
pukulan jari iblis, selalu la sentilkan, kearah Beng mo ci, Kakek berambut putih itu, bergerak seperti angin, membuat semua serangan Jari iblis Hek mo bisa di hindari.
Sedangkan Mo kwi langsung mencabut pedang bintangnya, melawan sepasang iblis kembar.
Pedang berwarna hijau berputar putar, dan menyambar bagian tubuh iblis es dan iblis api.
Sepasang iblis kembar bila menghadapi musuh tangguh, selalu menyerang dari arah berlawanan, dan menjepit mereka dengan hawa tenaga dalam yang berbeda, untuk melemahkan dan menguras tenaga lawannya.
Dengan ilmu putaran malaikat pedang, Mo kwi dengan Hawa pedang nya, melindungi diri, sambil pedangnya terkadang langsung menyerang ke arah sepasang iblis kembar, pertempuran sengit terjadi.
__ADS_1
Sepasang iblis kembar menyerang dari jarak jauh, dengan hawa tenaga dalam, Pedang terlihat butut, tapi angin pedang itu dapat memotong sepotong kayu sebesar lengan orang dewasa, dan sepasang iblis kembar tak mau kehilangan tangannya, bila terlalu dekat mereka menyerang.
Dewa langit dan Pedang gila melawan Dewi siluman 5 unsur, sedangkan wakil ketua Tan dan Yie dong, bergerak memimpin anggota perguruan tengkorak putih untuk menyerang pasukan para siwi, yang menghadang perjalanan mereka.
Pertempuran sengit terjadi, di padang rumput yang luas, hampir kurang lebih 2000 paaukan bertempur,
Mo kwi makin ganas menyerang, sepasang iblis kembar, dan para pasukan dari kaisar Zhiangwen yang berada di dekat pemuda itu, langsung di babat habis oleh Mo kwi, sehingga prajurit prajurit dan siwi tak berani mendekat.
Tan lian dan Yie dong yang di keroyok para siwi, dan prajurit yang sudah terlatih dan lebih banyak, pelan pelan mulai mendesak anggoga perguruan Tengkorak putih.
Mo kwi yang terdekat, terkadang melesat kearah Tan lian dan Yie dong yang terdesak, membantu mereka, tapi, sepasang iblis kembar, selalu memburu dan tak mau melepaskan Mo kwi.
Dan setelah Mo kwi menjauh dari Tan lian dan Yie dong, para siwi kembali mengeroyok mereka bedua.
Mo kwi menjadi sangat marah melihat anggota perguruannya banyak yang gugur.
Perlahan tubuhnya, berubah menjadi hitam, kemudian merah, Coa mo dan Coa kwi melesat keluar kemudian ikut menyerang.
Pertempuran sengit di padang rumput berkobar, jeritan kesakitan, meregang nyawa, dan anggota tubuh yang berceran, langit senja berwarna merah makin membuat suana terlihat sangat mengerikan.
Mo Kwi mengamuk melihat satu persatu anak buah nya tumbang, Tubuhnya menyambar siapa saja musuh yang berada didekatnya, dan setiap yang terpegang oleh tangan Mo kwi dengan ilmu Raja hitam, jika tak mempunyai tenaga dalam tinggi, pasti langsung tewas.
Tan lian dan Yie dong yang mulai terdesak hebat, oleh para siwi, hanya bisa mampu melindungi dirinya sendiri.
Sedangkan Hek mo dan Iblis 5 unsur bertempur agak jauh, tapi ledakan ledakan tenaga dalam, akibat beradunya pukulan yang mengandung tenaga dalam tinggi dari mereka, membuat orang orang tak berani mendekat.
Mo kwi matanya berkilat melihat bayangan bayangan sangat cepat bergerak, dari belakang pasukan Kaisar Zhiangwen.
"Habis sudah," Mo kwi berkata dalam hati, gerakan orang orang itu sangat cepat dan sebuah bayangan berbentuk bulat, menyambar kearah kerumunan, dan membuat semua terpental, sedangkan bayangan bayangan yang melesat bergerak, menyabet dan menyambar pasukan Kaisar Zhiangwen, dua buah bayangan berwarna merah, sekali bergerak selalu siwi yang menjadi korbannya.
Mo kwi yang tadinya cemas, semangat nya naik kembali setelah melihat, mereka yang datang menyerang pasukan kaisar Zhiangwen,
Kondisi pertempuran langsung berbalik, dan pertahanan pasukan kaisar Zhiangwen mulai terdesak, berkat pasukan, yang bergerak sangat cepat, ada sekitat 200 orang yang datang membantu
Mo kwi, mundur untuk memulihkan tenaganya.
3 buah bayanan melesat, dan berdiri dihadapan Mo kwi kemudian memberi hormat.
Maaf kan kami dari hutan larangan datang terlambat, sehingga membuat susah Dewa api.
__ADS_1
Dewa bumi dan sepasang Hantu merah berkata,
sambil memberi hormat kepada Mo kwi.