Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 119 Keputusan Putri Qiao, "Perang"


__ADS_3

Pria yang di belakang Mo kwi hanya bisa ternganga melihat aksi Pedang gila yang membabat habis ke 20 orang prajurit yang mengejarnya, apalagi setelah mendengar kakek berwajah merah itu menyebut guru, kepada Mo kwi, "apa tidak salah..!! seharusnya kan yang muda menyebut guru kepada yang tua, kenapa ini sebaliknya.


Lamunan pria itu terhenti ketika mendengar suara Mo kwi.


"Paman hendak kemana ?" Mo kwi berkata,


"kami hendak kekota Jinan anak muda, melaporkan kejadian yang kami lihat, kepada yang mulia putri Qiao, tapi kami krna sergap oleh prajurit penyisir jalan itu," pria itu berkata


"Apa yang paman lihat ?" kembali Mo kwi bertanya kepada orang itu.


Pria itu lalu menceritakan, yang ia lihat, sebuah iring irangan pasukan besar kaisar Zhiangwen sudah mendekati kota Jinan.


Menurut ku tuan muda, pasukan besar itu besok sampai kekota Jinan, dan aku khawatir kepada orang orang yang berada di kota Jinan, melihat iring iringan pasukan itu dari atas bukit, me..meereka sangat banyak.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari orang itu, kemudian ia mengambil kuda kuda yang masih hidup, lalu memberikan kepada pria itu, lalu berkata.


Paman, bawa kuda kuda ini kekota Jinan, dan beritahukan apa yang paman lihat, kepadal komandan pasukan di kota Jinan dan langsung suruh komandan itu untuk memberi tahu putri Qiao untuk bersiap,


Jika komandan itu bertanya, bilang saja Mo kwi yang menyuruh paman untuk memberi laporan, biar paman tak banyak mendapat pertanyaan macam macam, dari komandan pasukan yg berada di kota Jinan, aku mau lihat dulu kesana mumpung hari masih sore.


Pria itu mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, lalu sambil menuntun kuda kuda, ia bergegas pergi kekota Jinan, sementara Mo kwi dan pedang gila melanjutkan perjalanan, untuk melihat iring iringan pasukan kaisar Zhiangwen, benarkah seperti yang dikatakan oleh pria itu.


Mo kwi yang sudah sampai diatas bukit, melihat rombongan besar iring iringan pasukan Kaisar Zhiangwen yang dipimpin oleh Kasim Co, yang tengah berjalan, layak nya sebuah ular yang sangat panjang, menyusuri jalan raya, yang mengarah kekota Jinan.


Benar apa yang dikatakan paman itu, besok pagi mereka pasti akan sampai di depan gerbang kota Jinan, tapi aku hanya melihat pasukan yang berjalan kaki saja, dan sedikit pasukan berkuda mereka.


Pasti pasukan berkuda mereka berpencar, untuk menyerang pintu gerbang kota Jinan yang berada di barat dan timur kota, jika sampai gerbang samping bisa mereka jebol, kota Jinan akan sangat berbahaya, Mo kwi berkata dalam hati.


Lalu pemuda itu memutuskan kembali untuk melaporkan apa yang ia lihat kepada putri Qiao, Mo kwi menggebrak kudanya bersama Pedang gila dan kembali kekota Jinan.


Setelah sampai kota Jinan, Mo kwi kemudian menemui putri Qiao yang tengah duduk dengan beberapa komandan pasukan, sementara itu pria yang bertemu Mo kwi tengah berdiri.di samping seorang komandan pasukan.


Begitu Mo kwi masuk, pria itu langsung melambai kearah Mo kwi, hendak berkata.


tetapi ia tak meneruskan setelah melihat, putri Qiao dan para komandan pasukan yang tengah merundingkan apa yang ia laporkan,


berdiri semua ketika Mo kwi datang.


Pria itu tertegun, rupanya pemuda itu orang penting disini, batin pria itu.


"Paman," Mo kwi berkata kepada pria itu sambil tersenyum, pria itu lalu membungkukan badan memberi hormat, setelah mengetahui Mo kwi salah satu orang penting yang hadir pada pertemuan ini.


Mo kwi dan Pedang gila lalu duduk di kursi, dan menyuruh paman itu juga duduk, yang tadinya hanya berdiri.


"Kwi koko, apa yang Kwi koko lihat..?" putri Qiao berkata, "jika paman ini sudah memberitahukan apa yang ia lihat, seperti itulah yang aku lihat juga,"

__ADS_1


"Tapi ada yang aneh..!!" Mo kwi berkata.


Putri Qiao mengerutkan keningnya mendengar perkataan Mo kwi.


"Aneh..!!" apa maksudnya Kwi koko, putri Qiao berkata.


Aku melihat iring iringan prajurit, tapi aku melihat hanya iring iringan prajurit yang berjalan kaki dan sedikit sekali prajurit berkuda, Mo kwi berkata.


"Jika dugaanku tidak salah, pasti kasim Co membagi pasukan berkuda mereka untuk menyerang Pintu timur dan barat kota Jinan, dan jika salah satu pintu itu bisa di jebol, maka Kasim Co akan mengalihkan setengah pasukannya untuk masuk dan berusaha menjebol pintu gerbang utama,"


Putri Qiao dan komandan pasukan yang mendengar penjelasan dari Mo kwi mengangguk, dan membenarkan, apa yang ada di pikiran pemuda itu.


Jadi apa yang akan Kwi koko lakukan..? Putri Qiao berkata.


Perkuat pintu benteng timur, dan perbanyak pasukan yang ahli memanah.


"Dan aku minta 5000 pasukan berkuda untuk menghalau pasukan berkuda mereka dari gerbang barat, dan aku akan mencoba menghabisi pasukan berkuda mereka yang datang dari arah barat.


jika berhasil, aku akan langsung menyerang pasukan Kasim Co dari sisi barat."


"Baik, komandan pasukan berkuda, tolong siapkan pasukan berkuda yang terbaik buat Kwi koko, baik tuan putri" salah seorang komandan berkata.


Mo kwi lalu menatap kearah pria yang telah ia selamatkan.


"Tuan muda terlalu memuji, pria itu berkata, hamba bisa menunggang kuda sambil memanah, jika tuan muda berkenan dan dinperbolehkan, hamba akan ikut dengan rombongan tuan muda."


"Baik..!!" paman boleh ikut rombongan ku, Mo kwi berkata.


Jika besok mereka sampai pasti mereka mengirim utusan dulu ke sini untuk bicara, putri Qiao barkata.


Setelah bercakap cakap mengatur strategi buat besok, mereka lalu istirahat, dan mengundurkan diri.


ketika Han lian dan putri Qiao mengikuti Mo kwi, Pedang gila mengerutkan keningnya, melihat mereka bertiga,


Dan benar perkiraan dari putri Qiao, ke esokan harinya, datang utusan resmi dari kaisar Zhiangwen menemui putri Qiao.


Putri Qiao menerima utusan itu didalam gedung tempat kediaman atau markas dari pasukan kota Jinan.


Seorang kasim tua sambil membawa kotak memberi Hormat kepada putri Qiao.


Lalu perlahan ia membuka kotak itu dan mengambil sebuah gulungan surat dari kain yang berwarrna kuning ke emasan,


Setelah membuka, ia berkata lantang.


TITAH KAISAR

__ADS_1


"Harap semua yang hadir bersujud,"


Kasim tua itu berkata, sambil melihat kearah putri Qiao, dan para komandan pasukan yang berada di dalam ruangan.


Tapi mereka tak peduli dengan perkataan kasim tua, utusan kaisar Zhiangwen.


Putri Qiao kemudian berkata, "baca saja..!!" kami sekarang bukan bawahan kaisar Zhiangwen, dan tak perlu bersujud menerima titah kaisar Zhiangwen."


Kasim tua itu mendengus mendengar perkataan putri Qiao.


Lalu membacakan isi surat yang intinya menyuruh pasukan dan penduduk di kota Jinan menyerah, dan bergabung dengan kerajaan yang di pimpin oleh kaisar Zhiangwen, jika ingin selamat, tapi bila tak mau menyerah, kota jinan dan seluruh penghuninya akan di bumi hanguskan


Setelah membaca, kasim itu lalu menggulung kembali surat dan di masukan kedalam peti.


Lalu kasim itu menatap tajam kearah putri Qiao.


"Apa jawaban tuan putri atas titah kaisar ini ?"


"Aku tau surat ini bukan kaisar yang menulis, tapi kasim Co,


Bilang sama kasim Co, jika ia mau menyerah, aku akan mengampuninya, tapi jika tidak dan ia memaksa menyerang kota Jinan, jangan harap kasim Co bisa menaklukan kota Jinan selagi aku yang memimpin di kota ini, dan keputusan ku sudah mutlak, "perang"


Tegas dan singkat jawaban dari putri Qiao yang menolak isi surat dari kaisar Zhiangwen.


Kasim itu setelah mendengar jawaban dari putri Qiao lalu pamit undur diri.


Putri Qiao setelah utusan itu pergi, kemudian memerintahkan para komandan pasukannya untuk mengambil tempat dan posisi masing masing.


5000 pasukan berkuda yang di minta oleh Mo kwi sudah siap di pintu barat gerbang kota Jinan,


Mo kwi dan pedang gila, siap berangkat ke medan perang


Putri Qiao dan Han lian, dengan mata berkaca kaca, lalu berkata,


"Kwi koko harap berhati hati, kami berdua menunggu kedatanganmu disini," Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari kekasihnya.


Han lian menatap kearah Pedang gila, lalu berkata.


"Jaga gurumu baik baik."


Tapi, Han lian langsung pasang muka cemberut ketika perkataannya di balas oleh Pedang gila, sambil membalikan kudanya.


Pedang gila berkata.


Selir jaga subo.

__ADS_1


__ADS_2