
Tabib Huo lalu memeriksa luka dari Pedang gila, setelah Pedang gila di pindahkan kedalam rumah Tuan Mu.
Sementara itu di ruangan depan, tampak Mu ryeong yang sudah sadar setelah di obati oleh tabib Huo, bergabung di sebuah meja besar, dengan beberapa kursi, Raja Silla Jin hyeong, dan putra mahkota serta beberapa keluarga kerajaan tampak hadir, sementara itu Mo kwi, Ling ji, kwan bin, Dewa langit dan Yie dong hadir, dan bercakap cakap, raja Jin hyeong mengangkat cawan araknya dan berkata.
''Tuan Mo cian, terima hormat dari Jin hyeong yang telah tuan selamatkan dari rencana licik orang yang sangat kupercaya, keluarga tulang suci yang merupakan tulang punggung kerajaan Silla."
Mo kwi lalu berdiri sambil membalas hormat raja Jin hyeong dan berkata, ''Yang mulia tak usah berbicara seperti itu, karna kita sebagai manusia harus selalu tolong menolong, dan hamba juga sudah di bantu oleh tuan Mu, dan akibat dari membantu hamba, tuan Mu sendiri hampir tewas oleh kelicikan keluarga Lee,'' Mo kwi berkata.
Mu ryeong pun sama saling mengucapkan terima kasih, suasana di meja terlihat akrab, mereka saling tertawa dan tersenyum, hanya Putra mahkota kerajaan Silla Jin ho, yang selalu menatap ke arah Mo kwi yang, begitu pula Hwa rang yang masih terkejut dan agak takut melihat perubahan Wujud Mo kwi.
"Tuan Mo cian, karna tidak ada penghalang dan atas ijin dari yang mulia Jin hyeong, ginseng yang ada di kota Go ini, akan kami tukarkan dengan bahan sutra yang tuan Mo cian bawa dan kami juga memberikan bonus kepada tuan Mo cian karna telah membantu Kerajaan Silla, membongkar kelicikan dari Lee gong.
Dewa langit melirik ke arah Jin ho yang selalu terus memperhatikan Mo kwi, sambil minum arak, Dewa langit memang sedikit kesal dengan orang orang Silla, tubuhnya banyak luka sayatan, akibat bertempur melawan hampir 300 orang prajurit khusus pengawal raja, yang bersekutu dengan Lee gong, belum lagi 30 orang anak murid perguruan tengkorak putih yang tewas dan sobat tak bicara dari Dewa langit, kakek bermuka merah Pedang gila yang masih mendapat perawatan dari Tabib Huo.
Mo kwi bukannya tak mengetahui ia di perhatikan oleh putra mahkota Jin ho, tapi Mo kwi tak peduli dengan itu.
Putra mahkota Jin ho setelah menatap ke arah Mo kwi lalu berbicara bahasa tradional daerah Silla yg tak di mengerti oleh Mo kwi dan kawan kawan, sementara tuan Mu ryeong dan Hwa rang, mendengar perkataan dari putra mahkota Jin ho dan raja Jin hyeong tampak seperti kaget, begitu pula dengan Hwa rang, keduanya lalu silih berganti menatap ke arah Mo kwi.
Dewa langit yang mukanya mulai merah akibat arak beras, khas negara Silla kemudian menatap tajam ke arah putra mahkota Jin ho dan berrkata,
''Apa kau lihat lihat ?'' Jika ingin mencelakai yang mulia Dewa api, ku patahkan batang lehermu,'' Dewa langit berkata, putra mahkota Jin ho tersenyum dan memaklumi perkataan dari Dewa langit, yang wajahnya sudah merah akibat banyak minum arak.
"Tuan Mo cian, apakah Jin ho boleh bertanya sesuatu ?" Mo kwi mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Jin ho dan berkata, ''apa yang ingin putra mahkota tanyakan, katakan saja ?"
''Apa tuan benar pedagang dari kota Gui zhou ?"
__ADS_1
Jin ho bertanya kepada Mo kwi.
''Benar, kakek ku asli dari Gui zhou,'' Mo kwi berkata.
Maaf tuan Mo cian, jika hamba salah, sewaktu Raja muda Yan Zhu di diangkat dan menjadi Kaisar Yongle, perwakilan dari, sahabat dan kaisaran terdekat di undang, dan salah satunya adalah kerajaan Silla.
Ayahanda waktu itu sedang sakit, dan perwakilan dari negara Silla adalah Jin ho sendiri yang berangkat ke kota Nanjing, untuk melihat dan memberi selamat kepada kaisar Tionggoan yang baru yaitu Kaisar Yongle.
Dan sewaktu berada di Nanjing, kami membeli obat yang di butuhkan oleh negara Silla, karna itu kami menetap lebih lama di Nanjing.
Dan Jin ho juga ikut menghadiri sebuah acara meriah, yaitu pernikahan putri Qiao dengan salah seorang pahlawan yang ikut berjasa besar memenangkan perang, antara kaisar Zhiangwhen dan raja muda Yan zhu di.
Dan jika Jin ho tidak salah lihat, pendekar yang menikah dengan putri Qiao adalah tuan Mo cian yang berada di depan Jin ho, jika tak salah bukan Mo cian tapi bernama Mo kwi.
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Putra mahkota kerajaan Silla, lalu berkata.
Dan ini adalah lambang kepercayaan yang di berikan oleh kaisar Yongle padaku, Mo kwi berkata sambil memperlihatkan Giok naga putih pemberian kaisar Yongle.
Raja Jin hyeong, berdiri dan ketika melihat dan mengetahui tentang Giok naga putih yang berada di tangan oemuda itu, semua keraguan Jin hyeong terhadap Mo kwi langsung hilang.
Jin ho ketika berbicara, dengan bahasa tradional Silla kepada ayahnya mengatakan, bahwa Mo cian adalah keluarga dekat dengan kaisar Yongle, tetapi Jin hyeong tak percaya dan menganggap angin lalu perkataan putranya.
Tetapi melihat giok naga putih yang melambangkan kaisar, baru Jin hyeong percaya dan memberi hormat kepada Mo kwi.
"Maafkan hamba yang buta pangeran..!!" Jin hyeong berkata.
__ADS_1
Sudah lah yang mulia, tak usah banyak peradatan, Mo kwi berkata sambil meminum arak setelah memberi hormat.
Percakapan mereka bertambah Hangat.
Mu ryeong tak berani lagi berlaku tak sopan kepada Mo kwi, apalagi Hwa rang setelah tau siapa Mo kwi yang sebenarnya.
Mereka kemudian bercakap cakap membicarakan kerjasama saling menguntungkan dengan kedua kerajaan, dan Mo kwi menyambut hangat tawaran raja Silla.
Tuan Mo kwi, kerajaan kami memang lebih kecil dari Baekje, tapi kami sejarah kerajaan kami adalah para pelaut handal, dan jika tak salah, kakek dari Tuan Mu ryeong juga adalah jendral besar yang tangguh berperang di laut.
''Kami akan mengirimkan, para pembuat perahu dan melatih pasukan laut kaisar yongle, Jin hyeong berkata.
Mo kwi tertarik dengan tawaran raja Silla itu, karna Mo kwi tau Tionggoan boleh bangga mempunyai prajurit darat yang tangguh, tapi mereK tak mempunya parjurit laut yang hebat, apalagi kapal kapal yang kerajaan punya kebanyakan adalah kapal kapal tua.
Percakapan Hingga larut malam dan Terjadi beberapa kesepakatan yg di dinilai menguntungkan keduanya.
Mo kwi melihat pedang gila yang tangan kanannya di ikat dengan sebuah kain supaya tidak banyak bergerak dan cepat sembuh.
"Apa kakak kuat jika kita melanjutkan perjalanan ?" Jika tak kuat..!!" kakak lebih baik berdiam dulu di rumah tuan Mu, setelah istrahat nanti menyusul ke kota gaya.
Dan nenek Kharmila bersama dengan kakak di sini, sambil merawat kakak biar cepat sembuh.
Pedang gila lalu melihat ke arah nenek kharmila yang tersenyum.
kemudian berbalik kembali ke arah Mo kwi.
__ADS_1
Lalu berkata.
Guru, lebih baik kita besok berangkat ke Gaya.