Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 55 Ketegangan Terjadi


__ADS_3

Perasaan Mo kwi berkecamuk mendengar perkataan dari kakek angkatnya yang baru ia kenal, yang bernama Yie dong, ketika mengatakan bahwa ayahnya bernama Shin mo, Mo kwi tak bisa berkata ketika mendengar perkataan dari Yie dong.


Mendadak banyak pertanyaan di benak Mo kwi.


Kenapa ibunya sampai terlunta lunta dan ahkirnya meningal dunia, kenapa Shin mo tak tahu bahwa Mei hwa telah mengandung dan tak peduli, kenapa, kenapa dan kenapa, kedua tangan Mo kwi memegang kepala, kepalanya serasa pecah memikirkan semua masalah yang baru ia dengar tentang ibunya Mei hwa.


Setelah agak tenang, lalu Mo kwi bertanya kepada Yie dong,


"kakek, apa ayahku yang bernama Shin mo tidak mengenal ibu sebelumnya" ? Yie dong menggelengkan kepala mendengar perkataan Mo kwi.


"Ayah mu bahkan belum pernah melihat wajah asli ibumu, dan semuanya terjadi ketika ibumu tengah menjadi ketua perguruan tengkorak putih, menggantikan gurunya yang tewas, karna mempelajari kitab Raja hitam, dan memakai topeng yang berwujud Kwi bo."


"Jadi maksud kakek, ayah dan ibu sebelumnya tidak saling kenal, dan sampai sekarang ayah juga tidak kenal dengan ibu,"..? Yie dong mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Ja,..Jadi, aku anak haram, yang lahir tanpa ada sebuah keinginan, dan rasa cinta antara keduanya."..?


Yie dong tak menjawab pertanyaan Mo kwi.


"Aku harus menanyakan masalah ini kepada Shin mo,


aku harus menanyakan masalah ini kepada Shin mo."


Mo kwi berkata ber ulang ulang.


Setelah mendengar perkataan Mo kwi, Yie dong kemudian berkata, "sudahlah nak, lebih baik tenangkan dulu pikiranmu, dan mari ikut dengan kami."


"Tidak kek, aku ingin semuanya menjadi jelas, aku tidak minta untuk diakui sebagai anak oleh Shin mo. "


"Tapi aku ingin menanyakan kenapa ibuku sampai terlantar, dan mati dalam kesengsaraaan. dan itu yang membuat aku penasaran hidup sebagai seorang anak, yang dari kecil tak mengenal dan melihat wajah ibuku sendiri"


"Apa ada sebuah bukti, atau perkataan yang bisa aku katakan, jika bertemu dengan Shin mo tentang ibu kek,"..?


Nak,.!!


"ketika ayahmu tertawan oleh ibumu, kami mengejar ayahmu, dan akhirnya berhasil menangkap kembali ayahmu yang berada di dekat jurang, dan kejadian peristiwa antara Mei hwa dan ayahmu terjadi, sebelum ayahmu terjatuh ke jurang, ia pasti ingat, tapi aku tak yakin, ia akan mau menceritakan kejadian itu padamu."


"Aku akan memaksanya bercerita," Mo kwi berkata sambil mengepalkan tinjunya.


"Kakek, bibi, dimana aku bisa menemui kalian, jika ingin bertemu,"..? Tan lian lalu mengeluarkan sebuah medali dari besi tipis berwarna hitam dengan gambar kepala tengkorak putih di tengahnya, "ini adalah medali lambang ketua, kau ambilah."


"kami sering berada di kota Shin tiang, kau bisa menemui atau menunggu disana jika kami tidak ada,"


"Jika kau butuh bantuan, perlihatkan medali ini, semua cabang dan anak murid perguruan tengkorak putih akan menurutimu,"

__ADS_1


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Tan lian.


Mo kwi kemudian melesat pergi kembali kearah kota kaifeng tepat nya hutan tempat mereka menumpas pasukan siluman.


Mo kwi menggunakan ilmu langkah Dewa angin nya dan terus berlari, sedangkan Pedang gila selalu berada di belakang, mengikuti kemana gurunya pergi.


Akhirnya Mo kwi sampai di hutan, tapi ia tak menemukan siapa siapa disana.


"Agaknya mereka telah meninggalkan hutan ini, tadi aku mendengar bahwa harta itu akan dibawa kekota Xi'an, apa aku harus kekota Xi'an...?"


"Ah, lebih baik aku kekota Fu'yi terlebih dahulu," setelah menimbang nimbang akhirnya Mo kwi melesat kearah Kota Fu'yi.


Karna mempunyai sebuah harapan dan tujuan, tanpa kenal lelah, Mo kwi terus bergerak dengan ilmu meringankan tubuhnya bergerak kekota Fu'yi.


Dan akhirnya Setelah menempuh perjalanan hampir seharian Mo kwi sampai dikota Fu'yi dan dan ia langsung menuju tempat kediaman gubernur Li.


Debu debu masih menempel di muka pemuda itu,


akibat perjalanan jauh tanpa henti, kita istirahat dulu dikamarku Mo kwi, berkata kepada Pedang gila yang mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.


Mo kwi yang memang sudah akrab dengan para dayang dan pelayan di rumah gubernur Li, tanpa hambatan ketika tengah malam sampai, langsung masuk dan istirahat dikamarnya.


Mo kwi karna menempuh perjalanan jarak jauh tanpa henti, otak dan pikirannya banyak bekerja, memikirkan masalah tentang kejadian kejadian yang menimpa ibunya, merasa sangat lelah, pemuda itu tidur dengan sangat lelapnya, sampai ia tak mendengar suara ketukan pintu kamar, Putri Qiao masuk setelah dibukakan pintu oleh Pedang gila.


Kemudian putri Qiao duduk di samping tempat tidur dan menatap wajah Mo kwi yang tengah terlelap.


Putri Qiao sangat gembira ketika mendengar kabar kedatangan ketua Shin sore itu, tapi wajahnya langsung kecewa ketika melihat Mo kwi tidak bersama mereka, ketika bertanya, Shin mo lalu menceritakan pristiwa di kota kaifeng.


Shin mo juga cemas ketika menyusul kekota kaifeng, dan mendapat keterangan dari Ang hwa, bahwa Mo kwi langsung menuju kearah utara, ketika mendapat lemparan senjata gelap.


Setelah menimbang nimbang akhirnya Shin mo berpikir untuk kembali kekota kaifeng, dan ia percaya Mo kwi pasti bisa memberesi urusan senjata gelap itu, setelah membagi 2 rombongan, Shin mo, Hek kwi dan Guan yu menuju kota Fu'yi, sedangkan sisanya membawa harta rampasan untuk diserahkan kepada Soo bin, dan Shin mo mendapatkan janji kesetiaan dari gubernur Zhang yang merasa sakit hati kepada kebijakan Kasim Co yang hampir membuat ia dan keluarganya tewas terbunuh, berbalik mendukung raja muda Yan, dan meminta kepada Shin mo untuk memberitahu kepada putri Qiao maksud hatinya.


Shin mo juga bepikir Mo kwi pasti akan kembali kekota Fu'yi, karna janji pemuda itu, akan membereskan masalahnya dengan nenek Kuda besi, setelah urusannya berhasil di kota Kaifeng.


Aku tahu kau lelah, tapi pasti lelah mu itu tak sebesar masalahmu, sehingga kau tidur seperti ini, putri Qiao berkata dalam hati sambil memperhatikan wajah Mo kwi.


Ketika tengah asik memperhatikan wajah pemuda yang ia cintai itu, perlahan Mo kwi membuka matanya, pemuda itu terkejut ketika melihat Putri Qiao duduk disamping tempat tidur sambil melihatnya, Mo kwi kemudian bangun dan berkata,


"Maaf, aku tak mendengar tuan putri masuk, dan masih saja tertidur."


"Kwi koko masih saja memanggilku putri, bukankah sudah kubilang panggil saja namaku," Mo kwi menunduk malu ketika mendengar perkataan dari putri Qiao, lalu terdengar suara pelan dari mulutnya yang tengah tertunduk, "baik Qiao moi" ( adik Qiao ).


Mendengar Mo kwi memanggilnya Qiao moi, hati putri Qiao berbunga bunga, kemudian berkata, "Kwi koko istirahat saja dulu jika masih lelah, selesai istirahat nanti, kita makan bersama dengan ketua Shin."

__ADS_1


Mendengar nama ketua Shin, Mo kwi kemudian bertanya apakah Shin mo sudah ada dikota Fu' yi.


"Aku tadi kesini setelah mendapat kabar dari dayangku bahwa Kwi koko telah kembali, agaknya ketua Shin ingin mendengar kabar dari Kwi koko, tapi jika kwi koko masih lelah aku akan memberitahu ketua Shin."


Tidak,..!!


"Aku akan kesana sebentar lagi, aku akan menemui ketua Shin," Putri Qiao lalu pamit dan menunggu Mo kwi di ruangan tempat makan.


Setelah mencuci muka, dan membersihkan pakaiannya dari debu akibat perjalanan, Mo kwi lalu segera ketempat yang di beritahu oleh Putri Qiao.


Dimeja yang cukup besar, tampak sudah banyak yang hadir, Shin mo, Hek wi dan Guan yu duduk bersebelahan, sedangkan Gubernur Li istrinya dan putri Qiao juga ada, kemudian sepasang pendekar bermuka hewan dan Han lian yang terus menerus melirik kearah Mo kwi, yang membuat wajah Putri Qiao sedikit kesal, dan cemburu melihat Han lian.


Mo kwi tak begitu bernafsu menyantap hidangan hidangan lezat yang tersedia, hati dan pikirannya masih memikirkan perkataan dari kakeknya Yie dong.


Setelah selesai bersantap, gubernur Li dan istrinya pamit, selain itu mereka masih berkumpul dan bercakap cakap.


Mo kwi kemudian berdiri, dan melangkah kearah kursi Shin mo, setelah memberi hormat sambil menundukan badan, kemudian Mo kwi bicara.


"Ketua, ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan,"..?


Shin mo mengerutkan dahi melihat Mo kwi, kemudian berkata, "apa yang ingin kau tanyakan,"..?


Mo kwi menatap tajam kearah Shin mo, kemudian berkata, "tolong ketua ceritakan yang terjadi sekitar 17 th atau 18 th lalu, ketika ketua tertawan oleh Kwi bo, sebelum ketua terjatuh kedalam jurang."


"Peristiwa apa yang telah terjadi,"..?


Wajah Shin mo berubah ketika mendengar perkataan dari Mo kwi, karna peristiwa itu yang selalu tak ingin Shin mo ingat, karna menurutnya, peristiwa itu adalah aib dan amat memalukan bagi dirinya.


Wajah Shin mo berubah kelam, ketika mendengar perkataan dari Mo kwi.


Suasana di ruangan itu berubah hening.


kemudian terdengar suara berat dari Shin mo, "Maaf aku tak bisa menceritakan peristiwa itu," Shin mo berkata.


Mo kwi yang mengingat penderitaan ibunya, mendengar cerita dari Yie dong, wajah nya menjadi gusar.


Aura tenaga dalam Baja api dari dalam tubuhnya perlahan mulai bergerak, dan hawa di ruangan itu mulai terasa panas.


"Apa alasan ketua tak mau menceritakan peristiwa itu,"..? Mo kwi berkata.


"Apa aku harus memberikan alasanku kepadamu, jika aku tak mau bercerita,"..!! Shin mo berkata.


Suasana diruangan menjadi panas.

__ADS_1


Shin mo dan Mo kwi saling menatap tajam.


Sedangkan Hek kwi tangannya perlahan sudah sampai di pinggang, memegang gagang sepasang pedang bayangan hantu miliknya.


__ADS_2