Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 61 Surat Yang Mengejutkan


__ADS_3

Sepasang Srigala api tertegun ketika, mendengar jawaban Pedang gila ketika Mo kwi berkata.


Apa benar pemuda itu adalah guru, dari kakek berwajah merah yang ilmu pedangnya sangat cepat..? ada keraguan di hati Sepasang srigala api untuk bertempur, dan mereka hanya diam.


Mo kwi mengerutkan dahinya melihat Sepasang Srigala api hanya diam.


"Jika kau tak mau melanjutkan, cepat menggelinding dari sini..!! buang buang waktu saja." Mo kwi berkata. Kelima orang yang berada di dekat Mo kwi, yang sekarang merasa diatas angin, mencibir dan mencemooh Sepasang srigala api, dan akhirnya membuat panas telinga, dari kedua tokoh sesat kota Chengdu itu.


Setan cilik, jangan sombong dulu, mentang mentang kau dipanggil guru, oleh Kakek bermuka seperti kepiting rebus itu.


Ha..Ha..Ha.


Orang termuda dari Sepasang srigala api, yang mempunyai sipat brangasan, sangat geram ketika mendengar cibiran Mo Kwi, dan kelima orang itu. ia tertawa sambil mengejek Pedang gila.


Sebuah bayangan berwarna biru bergarak sangat cepat, berkelebat melesat ke arah kepala, dari Sepasang Srigala api yang berkata.


Traaaaang..!!


Percikan bunga api terpencar, ketika senjata berbentuk cakar, menangkis pedang kelabang biru.


Wajah Sepasang Srigala api yang muda, pucat pasi, ketika melihat kakaknya mundur selangkah, ketika menangkis sabetan Pedang gila, dan ia sendiri tak menyadari Pedang gila menyerangnya secepat itu.


Rasa terkejutnya hilang, ketika mendengar perkataan dari kakaknya, "adik..!! kau serang dari kanan, dan aku dari kiri."


Baru mereka melihat pedang kelabang biru yang di pakai oleh Pedang gila, pedang yang mengeluarkan hawa dingin, dengan logam baja berwarna agak kebiruan, mengandung racun yang sangat mematikan, melintang di depan dada dari Pedang gila, dan terlihat sangat pas dengan wajah Pedang gila yang merah, sehingga menambah aura dan menimbulkan rasa gentar pihak lawan.


Sepasang srigala api melesat dari kiri dan kanan, menyerang kearah Pedang gila.


Pedang gila, juga melesat kearah kiri dengan cepat meyabetkan pedang kelebang biru, kearah Srigala api tua, melihat serangan cepat itu, Srigala api tua mundur loncat kebelakang, melihat musuhnya mundur, Pedang gila langsung berbalik kekanan, dan menyerang, yang satunya dan mengarah kepala, Srigala api muda yang terkejut dan menghindar, sambil menggulingkan tubuhnya, tapi pedang gila tak berhenti, ia masih menyabetkan pedang kelabang biru miliknya, mencecar kebawah, kearah kaki Srigala muda, Srigala muda sangat terkejut lalu loncat dan melentingkan tubuh nya kebelakang, tapi pedang gila terus memburu, Srigala muda yang sudah pontang panting berusaha mengindari, terkejut melihat sinar biru menebas kearah pinggangnya, dan pasrah.


Srigala tua yang melihat adik nya diambang maut, melesat dengan cepat menghantamkan senjata cakarnya, kearah punggung dari Pedang gila, jika Pedang gila meneruskan serangannya kearah Srigala muda, maka punggungnya pasti terkoyak oleh senjata cakar yang membokongnya.


Pedang gila menarik serangannya, dan berbalik menangkis serangan yang membokong kearah punggungnya.

__ADS_1


Traaang..!!


Srigala tua mundur selangkah, dan tangannya bergetar ketika kedua senjata mereka beradu.


Sepasang srigala api akhirnya berdampingan.


"Adik, lawan kita agaknya bukan orang sembarangan, tenaga dalamku masih jauh berada dibawahnya, kita serang bersama lalu langsung berpencar dan meninggalkan tempat ini," Srigala tua berbisik kepada adiknya, yang langsung mengangguk mendengar perkataan dari kakaknya, karna memang hatinya sudah merasa jeri, melihat keganasan dan kecepatan ilmu pedang, milik Pedang gila.


Hiaaaaat..!!


Sambil berteriak, mereka bersama menyerang Pedang gila, yang langsung memutar pedangnya dengan sangat cepat.


Sambil menghindari cakar srigala yang mengarah ke kepala, Pedang gila menunduk, lalu pedang gila menyabetkan pedang nya kearah kaki, Srigala muda.


Srigala muda meloncat dan langsung melesat dengan cepat, dan langsung bergerak menjauh, berusaha melarikan diri, Srigala tua ketika melihat adiknya sudah kabur, lalu ikut melesat melarikan diri kearah yang berlawanan.


Pedang gila yang melihat hal itu lalu melemparkan Pedang kelabang biru nya kearah Srigala muda.


Shiiiiiiiingg,.....Creeeeeeb,..Aarrrrrgggh..!!


Srigala tua yang mendengar jeritan adiknya tak bisa berbuat apa apa, dan terus melesat.


Mo kwi yang sudah menyadari dan bersiap, dengan langkah dewa angin, melesat dengan sangat cepat, kearah Srigala tua, setelah dekat, dengan langkah kilin yang baru di pelajari, telah mendahului dan menghantamkan tangan nya kearah dada Srigala tua, yang langsung terpental, dan tubuhnya langsung berubah menjadi hitam, terkena pukulan hitam dari Mo kwi.


Kelima orang yang tadi bersama Mo kwi melotot, melihat gerakan pemuda yang tadi bersama mereka, sekali melesat, menimbulkan angin disekitar mereka, dan tau tau sudah berada di depan Srigala tua, memukul, dan tubuh Srigala tua yang sangat mereka takuti karna kekejamannya, tubuh nya telah terpental, menghitam dan tewas tanpa sempat bersuara.


"Gila, memang pantas ia dipanggil guru, berada di sebelahku, aku sampai tak bisa melihat gerakan pemuda itu," batin orang tertua, dari kelima orang itu.


"Entah apa jadinya, bila kita tadi mengganggu mereka."


Wajah mereka pucat ketika ingat, tadi telah menegur kedua orang itu.


Mo kwi setelah menewaskan Srigala tua lalu berjalan menghampiri kelima orang itu, begitu pula Pedang gila, setelah mengambil pedang kelabang biru miliknya, kemudian menghampiri Mo kwi, dan berjalan dibelakang pemuda itu.

__ADS_1


Kelima orang itu lalu membungkukkan tubuh mereka dengan sangat rendah, memberi hormat kepada Mo kwi dan Pedang gila.


Terima kasih atas pertolongan tuan berdua, orang tertua dari kelima orang itu mewakili kawan kawan nya berbicara kepada Mo kwi.


Apa benar perkataan dari sepasang Srigala api, bahwa kalian adalah mata mata, dari Raja muda Yan..? Mo kwi berkata kepada orang tua yang berada didepannya.


Orang tua itu terlihat ragu, kemudian berbalik melihat kearah kawan kawannya, setelah melihat kawan kawannya mengangguk, orang tua itu kemudian berbalik kembali kearah Mo kwi.


"Maaf, jika tuan muda tidak merasa tersinggung, bolehkah hamba dan kawan kawan tahu, siapa tuan muda ini..?" karna hal ini sangat penting bagi kami.


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan orang tua itu, kemudian berkata, "jika kalian pendukung Raja muda Yan, berarti kita orang yang sama," Mo kwi berkata, lalu terdiam sebentar seperti berpikir, kemudian berkata kembali, aku kusir kereta putri Qiao, Mo kwi berkata sambil tersenyum menatap kearah orang tua itu.


Mendengar bahwa Mo kwi orangnya putri Qiao, orang tua dan kempat kawannya tersenyum lebar, karna hampir semua pendukung Raja muda Yan, Selain Raja muda Yan, putri Qiao lah yang sangat mereka hormati.


Orang tua itu lalu mendekat kearah Mo kwi, kemudian berkata.


"Tuan muda, kenapa sepasang Srigala api mencari kami, dan ingin sekali membunuh kami berlima..? karna kami mempunyai informasi yang mereka takuti bocor keluar, jika kami berhasil lolos dari sini.


Kemudian, orang itu lalu mendekat kearah mo kwi, sambil memperlihatkan sebuah surat yang sudah terbuka segelnya.


"Kami mendapatkan surat ini, setelah membunuh seorang utusan yang menuju kekota Chengdu di dekat sini, dan mengambil suratnya, kami berlima lalu memutuskan membuka dan membaca isinya, dengan tujuan, bila informasi ini penting, maka salah seorang dari kami berlima, harus ada yang selamat, untuk menyampaikan berita ini, kepada putri Qiao yang sekarang berdiam dikota Beiping."


"lalu kenapa kalian tadi mencegatku, jika kalian ingin cepat cepat meninggalkan kota ini..?" Mo kwi berkata.


Sambil tersenyum malu, orang tua itu berkata, "kami pikir tadi, tuan muda adalah anak buah Srigala api."


"Jadi kalian ingin membunuh kami..?" orang tua itu tak menjawab, hanya menunduk malu, mendengar perkataan Mo kwi.


Orang tua itu lalu berbisik, "surat ini sangat penting, tuan muda silahkan membacanya..!!"


Mo kwi lalu membuka, dan membaca surat itu.


kumpulkan orang orang yang memiliki kepandaian dikota Chengdu untuk berkumpul dikota yunan, 100 orang siwi ( pasukan elite pengawal kaisar ) telah bergerak dari kota raja, kekota yunan, untuk bersiap menyerang markas perguruan Dewa iblis, yang telah diketahui berada di daerah sebuah lembah, tak jauh didekat kota yunan, markas mereka bernama perkampungan lembah awan.

__ADS_1


Kapak setan.


__ADS_2