Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 158 Kemenangan Yang Sudah Di Depan Mata.


__ADS_3

Ling ji yang tadinya sebal melihat, Mo kwi seperti yang terus menatap kearah sepasang Dewi malam, tersenyum ketika mendengar perkataan lanjutan dari pemuda yang dia sukai itu.


Mo kwi, mengusap darah yang keluar dari bibirnya, dan berkata kepada sepasang Dewi malam.


"Ilmu kalian mungkin bisa di pakai untuk membuat lawan lengah dan tewas, tapi bagiku cukup sekali pelajaran yang harus ku terima, dan itu sudah cukup sebagai alasan buat ku untuk menghabisi kalian berdua..!!"


Sepasang Dewi malam tersenyum mendengar perkataan dari Mo kwi, lalu Dewi bulan berkata,


"Kau sudah lihat keindahan tubuh kami berdua lekak dan lekuknya, dan kau bebas berbuat apa saja jika ikut dengan kami, dan budak mu itu boleh kau ajak serta, kami juga bisa berbagi dengannya jika kau mau..!!"


"Hmm..!!"


"Terima kasih..!!" tapi aku muak melihat kalian, lebih baik aku habisi kalian biar tak menjadi duri dalam daging di dunia persilatan, Mo kwi berkata.


Wajah sepasang Dewi malam berubah mendengar perkataan dari Mo kwi, baru kali ini mereka mendengar sorang pria menolak tawaran mereka.


Sepasang selir penjaga kaisar Zhiangwen, yang suka menculik dan meniduri lelaki muda yang tampan, sambil perlahan menghisap sari tenaga Yang dari para lelaki, setelah mereka bosan dan tak suka akan mereka bunuh, tetapi lelaki yang bisa menyenangkan hati mereka, sepasang Dewi malam memberinya kehidupan dan terus memperbudak lelaki itu.


Dan perkataan yang Mo kwi ucapkan, mereka anggap sebagai penghinaan.


"Kakak, apakah kita akan membunuh pemuda itu..?" mendengar perkataan dari adiknya Dewi bulan mendengus dan berkata, "apa kau tak mendengar perkataannya tadi ?" jika kita bisa menangkapnya dan menjadikan dia budak kita, itu lebih baik tapi kita juga jangan ambil resiko dan bermain main dengan nyawa kita sendiri."


Dewi bintang yang mendengar perkataan dari kakaknya mengangguk dan mengerti apa maksud dari perkataanya itu.


Ketika mereka berbicara, mereka tak melihat dan memperhatikan Mo kwi, ketika mereka hendak menyerang dan bergerak, sepasang dewi malam tertegun dan wajah mereka langsung pucat pasi, melihat kearah musuh Mereka yang wujudnya telah berubah menjadi hitam, dan sedang memegang pisau yang berwarna merah menyala.


Dewi bulan dan Dewi bintang tertegun, dan kaki mereka seperti terpaku di tanah, susah untuk melangkah dan bergerak yang tadinya hendak menyerang kearah Mo kwi.


"Adik, kita harus hati hati..!!" sepertinya lawan kita seorang pemuda iblis, jangan ada keraguan lagi, kita bunuh dia atau kita berdua yang akan mati, Dewi bintang mengangguk mendengar sang kakak berkata, dan Dewi bintang bergidik melihat penampilan dari Mo kwi sekarang.


Sedangkan Mo kwi yang memang berpikir tak ada jalan lain, langsung mengerahkan ilmu Raja hitam, karna takut pikirannya akan bercabang, jika ia menggunakan ilmu lain, karna melihat tubuh sepasang Dewi malam yang bertempur tanpa memakai busana sehelai pun di tubuh mereka.


"Bunuh,..bunuuh,..bunuuuh..!!"


Mo kwi mendesis, dan melangkah cepat, lalu melesat kearah Dewi bulan, sambil mengibaskan pisau Raja neraka yang ia pegang dan telah berubah warna menjadi merah seperti bara api, akibat tenaga dalam baja api yang berhawa panas.


Sebelum Mo kwi sampai, sinar merah kehitaman melesat kearah Dewi bulan, ilmu jari pedang yang di keluarkan dengan ilmu Raja hitam, langsung melesat kearah tubuh Dewi bulan, Dewi bulan yang terkejut melihat serangan itu, langsung bergerak menghindari dan bergerak ke samping kiri.


Mo kwi yang melihat Dewi bulan bergerak ke kiri, langsung memburu wanita itu dan menyabetkan pisau Raja neraka kearah leher Dewi bulan, sebelum pisau raja neraka sampai, hawa pisau yang panjang terlebih dahulu sampai, dan jika terkena hawa tenaga dalam itu, sama dengan terkena pisau itu sendiri dan Dewi bulan sangat menyadari hal itu.


Tak ada jalan lain, Dewi bulan langsung menunduk lalu bergulingan di tanah, debu sedikit naik dan mengepul keatas.


Mo kwi yang melihat musuhnya bisa menghindar sambil bergulingan di tanah, lalu menyentilkan jarinya 2 kali kearah Dewi bulan.


ilmu jari iblis langsung ia keluarkan melalu tangan kirinya.


Shiing..shiiing..!!


2 buah sinar hitam sebesar jari langsung melesat, memburu kearah Dewi bulan.


Dewi bulan yang panik terus bergulingan di tanah, dan sampai ke sebuah semak belukar yang agak berduri.

__ADS_1


Sedangkan Jari iblis hanya menghantam tanah, dan menimbulkan lobang berwarna hitam yang tak terlalu besar, tapi yang membuat hati bergidik adalah di sekitar lobang itu menjadi hitam dan tanahnya terbakar.


Dewi bintang langsung melancarkan sebuah pukulan jarak jauh kearah Mo kwi, untuk membantu kakaknya yang tengah di serang secara gencar oleh Mo kwi.


Mo kwi mendengus ketika merasakan, sebuah hawa tenaga dalam menyerang ke arahnya, Mo kwi menghentikan serangannya terhadap Dewi bulan, lalu ia mengibaskan tangannya kearah pukulan yang datang dari Dewi bintang.


Dhuaar...!!


Mo kwi mengibaskan tangannya, angin berwarna kehitaman, dari pukulan hitam langsung menghantam dan melibas pukulan Dewi bintang, dan terus mengahntam sebuah pohon, dan pohon itu langsung kering dan berubah menjadi hitam.


Dewi bintang langsung memburu ke arah kakaknya.


Lalu membantu Dewi bulan, yang berada di semak semak, tubuh tanpa busana yang tadinya putih bersih dan terlihat menggairahkan, sekarang berubah, menjadi kotor berdebu dan banyak luka lecet dan ada yng mengeluarkan darah, akibat terkena batu kerikil kecil dan duri pohon semak belukar tadi.


Dewi bulan, berdiri setelah di bantu oleh adiknya Dewi bintang, wajah Dewi bulan sangat kelam dan berubah menjadi sangat menakutkan.


Tubuhnya yang kotor, lecet lecet dan sedikit berdarah tak ia pedulikan lagi, wajah Dewi bulan sangat bengis menatap kearah Mo kwi yang sudah sangat menghina dan mempermalukan dirinya.


"Jika bukan aku, kau yang akan mati hari ini..!!" setelah berkata, lalu Dewi bulan berteriak sangat kencang untuk melampiaskan rasa gusarnya.


Lalu tangannya sudah memegang beberapa tali senar kecapi yang telah patah akibat pukulan dari Mo kwi.


Dewi bulan dan Dewi bintang lalu melesat dan menyerang kearah Mo kwi, Suling dan tali senar melesat menyerang tubuh Mo kwi.


Mo kwi langsun menebas tali kecapi, dengan pisau raja neraka, lalu tangan kirinya langsung menagkis serangan suling dari Dewi bintang, dan pertempuran sengit terjadi di taman itu.


Gerakan gerakan ketiga orang itu sangat cepat, Dan Mo kwi dengan ilmu raja hitamnya langsung, melayani serangan serangan dari sepasang Dewi malam.


Dewi bulan dan Dewi bintang mulai putus asa, dan pikiran mereka kalut, apalagi setelah tali kecapi yang beberapa kali, menyabet pinggang dan bahu pemuda yang berubah menjadi hitam itu seperti tak ada pengaruhnya, sedangkan tangan Dewi bintang masuk dan menghantam tangan pemuda itu yang tengah memakai senjatanya yang berupa pisau kecil.


Tapi yang membuat Dewi bintang mulai ketakutan, setelah mengetahui pukulannya seperti tak di rasa oleh pemuda itu, bahkan malah tangannya sangat panas, dan telapaknya agak berubah kehitaman dan mejadi gatal dan perih.


"Racun..!!" Dewi bintang berkata dalam hati, tubuh pemuda ini mengandung racun keji.


Dan pikiran Dewi bulan juga sama terhadap Mo kwi.


Mo kwi terus menyerang sepasang Dewi malam.


Pukulan dan sabetan dari pisau raja neraka yang selalu mengarah ke tempat tempat mematikan, membuat sepasang Dewi malam, terdesak dan susah untuk menyerang, apalagi sekarang nyali mereka sudah ciut, dan hanya bisa menghindar.


Empat buah tali kecapi melesat, 2 mengincar mata dan yang dua mengincar leher.


Sedangkan Suling dari Dewi bintang yang terbuat dari giok melesat kearah dada Mo kwi.


Mo kwi langsung menebas ke empat tali yang menyerang kepalanya dengan pisau raja neraka.


ke empat tali terbabat putus oleh Pisau raja neraka.


Sedangkan suling dari Dewi bintang di tepis oleh tangan Mo kwi hingga serangannya melenceng dari sasaran dan hanya menghantam angin.


Mok wki mulai bergerak sangat cepar, tubuhnya berputar mengelilingi sepasang Dewi malam, dan sesakali menyerang kearah mereka.

__ADS_1


Tubuh Dewi bulan, yg kotor dan luka2 sudah mulai ketakutan melihat keganasan ilmu Mo kwi.


Mo kwi menusuk kan pisau raja neraka kearah perut dari Dewi bulan, wanita itu mundur.


Tapi dengan langkah kilin, dan Dewa angin, tubuh Mo kwi bergerak sangat cepat dan telah tiba, di samping dari Dewi bulan.


Dewi bulan terkejut, dan langsung menyambar kepala Mo kwi dengan tangannya,


Mo kwi memiringkan kepalanya, lalu tangannya langsung menyambar dan berhasil memegang pergelangan tangan Dewi bulan.


Dewi bulan berteriak ketakutan dan kesakitan, ketika merasakan hawa panas serta gatal dari tangan Mo kwi yang perlahan masuk kedalam tangannya.


Dewi bintang yang melihat tangan Dewi bulan, sedang di pegang lalu bergerak menyerang tangan Mo kwi yang sedang memegang tangan kakak nya.


.


Mo kwi langsung membalas serangan Dewi bintang yang menuju arahnya, lalu Mo kwi memeluk tubuh Dewi bulan, sambil menebas kearah suling Dewi bintang.


Craash..!!


Pisau raja hitam seperti mengiris tahu ketika bertemu dengan Suling giok dari Dewi bintang dan suling itu langsung terpotong


Dewi bintang terkejut, dan entah kapan, bergerak, pisau ditangan Mo kwi telah tidak ada, sedangkan tangan kiri sudah tak memeluk kakaknya Dewi bulan, tapi tangan kiri Mo kwi sudah menjambak rambut Dewi bulan, yang tak berani banyak bergerak, karna rasa sakit akibat rambutnya di jambak oleh Mo kwi.


Dewi bingtang yang terkejut, dan wajah nya langsung berubah pucat pasi, ketika merasakan gerakan bayangan hitam telah berada di sampingnya, lalu rambutnya sudah di jambak oleh tangan kanan Mo kwi.


Mo kwi yang sudah gemas kepada sepasang Dewi malam, ketika kedua kepala wanita itu sudah terpegang oleh masing masing kedua tangannya.


Mo kwi langsung menggerakan kedua tangannya, dan mengadukan kepala kedua sepasang Dewi malam.


"Praaak..!!"


Tak ada suara keluhan terdengar, selain suara beradunya kepala, yang membuat kepala mereka berdua pecah, darah dan otak berhamburan mengalir kewajah, menutupi kecantikan wajah sepasang Dewi malam.


Setelah berhasil menewaskan kedua selir penjaga raja itu, Mo kwi kemudian berubah kembali, dan wajah nya langsung merah, melihat kedua wanita yang bertubuh tanpan busana tergeletak didepannya.


Ketika Mo kwi masih melihat ketubuh sepasang Dewi malam, terdengar suara di belakangnya.


"Chiiiss..!!"


"Apa sebegitu menariknya tubuh perempuan paruh baya itu, sehingga Kwi koko sampai tak bisa mengalihkan pandangan dan selalu menatap, walau mereka berdua sudah tewas." ada rasa cemburu dan kesal dari mulut Ling ji.


Mo kwi mendengar perkataan dari Ling ji, wajahnya langsung merah karna jengah, dan sebelum ia berkata.


Ling ji sudah menarik tangannya dan berkata, kwi koko, mari kita kembali kepasukan.


Dan nanti malam, Kwi koko boleh bebas melihat apa saja, Ling ji berkata sambil mengerlingkan matanya, lalu melesat pergi, kembali ke pasukan.


Sedangkan Mo kwi tertegun mendengar perkataan dari Ling ji, dan wajahnya langsung tersenyum dan berkata dalam hati.


"Ling moi, awas kau nanti malam ..!!"

__ADS_1


__ADS_2