
Melihat sinar mata dari perdana mentri Qi thay, Mo kwi sudah menyadari ada sesuatu yang tak beres, apalagi setelah Pedang gila melangkah ke arena, dan tempatnya sudah di isi oleh 2 orang yang sepertinya pendekar suruhan dari perdana mentri Qi thay.
Tapi Mo kwi, seperti tak peduli dengan 2 orang di belakang, yang selalu menatap tajam kearah kearahnya, sambil sesekali tangan mereka memegang golok.
Mo kwi hanya menatap kearah Pedang gila, yang sudah berhadapan dengan Suling setan, pendekar kepercayaan dari perdana mentri Qi thay.
Sementara itu di tengah arena, Suling setan sudah bersiap memasang kuda kuda, dan memegang sebuah suling berwarna hitam, matanya tajam menatap kearah Pedang gila, yang masih terlihat santai.
Hmm..!!
"Seorang pengawal pedagang, sungguh sangat tenang," Suling setan berkata dalam hati.
"Keluarkan senjatamu, Muka merah..!!" Suling setan berkata, kepada Pedang gila.
Pedang gila mengerutkan keningnya, mendengar perkataan dari Suling setan.
"Serang saja, kebanyakan ngomong," Pedang gila berkata, Suling setan yang mendengar perkataan Pedang gila, wajahnya menjadi sangat gusar, tanpa banyak bicara lagi, sulingnya langsung bergerak.
Ujung suling Menotok ke arah dada Pedang gila.
Pedang gila mendengus, melihat serangan yang mengarah ke jalan darah kematian, yang ada di dada kirinya, lalu bergerak ke arah kanan, tangan kanan pedang gila ketika menghindar, sambil menampar bahu kanan Suling setan, tangan kiri suling setan langsung bergerak sambil menahan tamparan tangan Pedang gila.
Plaaaak.
Pedang gila menyeringai, sementara Suling setan tangan kirinya langsung bergetar, dan kakek itu merasa terkejut, tamparannya tadi menggunakan 7 bagian tenaga dalam, dan ingin mematahkan tangan pedang gila, tapi malah tangan kirinya yang bergetar dan merasa linu, tanda tenaga dalam nya masih berada di bawah pedang gila.
Suling setan langsung melesat mundur.
Tapi pedang gila tidak diam, setelah melihat Suling Setan mundur, Pedang gila langsung melesat, dan kakinya menendang ke arah pinggang suling setan.
Melihat pinggangnya dalam bahaya, Suling setan langsung menghantamkan sulingnya ke arah kaki, Pedang gila.
Whuuutt.
Pedang gila langsung menarik tendangannya,
Pedang gila lalu berputar ke samping dengan jurus iblis gila, tangannya langsung menyambar kearah leher Suling setan.
Suling setan sangat terkejut, dan langsung mundur, sambil mengibaskan suling setannya kearah pedang gila.
Whuut..sret..sreet.
Angin kibasan dari suling setan menderu, ke arah Pedang gila.
Pedang gila mendengus, lalu dengan sangat cepat, tangannya mencabut pedang walet milik nenek Kharmila, dan mengibaskan pedang pendek itu.
Ting,.ting.
Terdengar suara, ketika Pedang gila mengibaskan pedang, dan beberapa jarum kecil terjatuh, terkena Pedang walet yang di gunakan oleh Pedang gila.
Pedang gila, melihat di balik kibasan Suling setan yang menimbulkan angin, ada beberapa sinar mengkilat keluar dari lobang lobang suling setan.
Dan Pedang gila tahu, bukan angin yang berbahaya, tapi jarum jarum itulah yang sangat berbahaya.
Dan tangkisan tangan dari jarak dekat sangat berbahaya, bila menangkis serangan jarum jarum lembut itu. sehingga pedang gila langsung mecabut pedang walet, dan menangkis serangan serangan senjata rahasia dari suling setan yang keluar dari dalam lubang suling hitam.
__ADS_1
Raut wajah Suling setan berubah, jarang ada orang yang bisa menghindari serangan jarum yang keluar dari dalam suling setannya itu, tapi kakek muka merah itu malah menangkis jarum jarum yang keluar dari suling setan.
Suling setan menatap pedang gila, yang kini tangannya telah memegang sebuah pedang pendek yang ujung nya seperti terbelah dua, seperti buntut burung walet.
2 buah pasang mata menatap kearah pedang yang di pegang oleh Pedang gila, lalu 2 pasang mata itu, melihat kearah sekeliling arena, dan kemudian bernafas lega setelah tak melihat orang yang mereka cari, tapi dari raut wajah kedua pasang mata milik Pendeta Sharika dan Sharmani, seperti terkejut karna Pedang gila memegang pedang pendek yang mereka kenali, dan mereka sangat takut, dengan pemilik pedang pendek dengan ujungnya yang bercabang itu.
"Siapa kau sebenarnya, aku tahu kau seorang tokoh yang menyembunyikan jati dirimu ?" Suling setan berkata.
Pedang gila hanya mendengus mendengar perkataan dari Suling setan, tak menjawab.
"Jika kau mau bergabung dengan kami dan berada di bawah perintah perdana mentri Qi thay, maka hidupmu akan senang dan tak perlu menjadi pengawal pedagang pesolek itu.!!"
"bagaimana dengan tawaran ku ?"
Pedang gila hanya diam, tak menjawab perkataan dari Suling setan, matanya terus menatap wajah codet dari Suling setan.
Lalu pedang gila langsung melesat, gerakannya berbeda ketika memegang pedang, seperti harimau tumbuh sayap.
Dan pedang pendek itu bergerak dengan sangat cepat, dengan jurus pedang kilat.
Pedang pendek itu tau tau sudah menyambar kearah dada Suling setan, kakek bermuka codet itu terkejut, dan langsung menangkis dengan sulingnya karna tak bisa lagi menghindar.
Trang..traang...!!
Serangan ke ke dada dan terus menuju leher itu di tangkis oleh suling kakek bermuka codet itu.
Suling bergetar, percikan bunga api terlihat, dan suling setan lalu bergerak dengan cepat mengimbangi serangan yang dilakukan oleh Pedang gila.
Perdana mentri Qi thay yang melihat jalannya pertempuran terkejut, karna melihat Suling setan pengawal yang ia tahu sangat hebat masih belum bisa mengalahkan pengawal dari Mo cian.
Tumben Suling setan begitu lama, menghabisi pengawal Mo cian, Perdana mentri Qi thay berkata dalam hati, sambil melihat kearah pertempuran, yang semakin bertambah sengit.
Wajah dari, Suling setan mulai pucat ketika semakin lama gerakan Pedang gila semakin cepat,
Dan pedang pendeknya yang berbentuk aneh itu menyambar, kearah tempat tempat mematikan di seluruh tubuh Suling setan.
Suling setan mempercepat jurus Suling setan mencari arwah, Suling hitam milik kakek dengan luka codet di pipi itu, seperti meraung dari lubang lubang sulingnya, berusaha mengacaukan kosentrasi lawan, belum lagi jarum kecil yang keluar ketika tombol rahasia Suling hitam di tekan oleh kakek berwajah codet itu, di saat mereka sedang melakukan serangan jarak dekat.
Tapi musuh dari suling hitam adalah Pedang gila, bekas ketua dari perguruan pedang suci, perguruan golongan putih terbesar, yang mempunyai julukan Pedang kilat, jago pedang yang sudah malang melintang di dunia persilatan sebelum otaknya terganggu akibat kematian kakak seperguruannya, oleh Shin mo.
Suara lengkingan suling terus berbunyi, dan suling setan terkadang menotok dan juga menyabet kearah leher atau kepala Pedang gila.
Pedang gila yang secara alami telah melebur jurus iblis gila pemberian Shin mo dan jurus Pedang kilatnya, bergerak kekanan dan kekiri, menghindari sabetan dan totokan dari Suling setan.
Ketika suling setan menotok kearah ulu hati Pedang gila, kakek berwajah merah itu langsung menghantam, siku tangan kanan Suling setan dengan tangan kirinya.
Dheees.
Totokan suling melenceng, dan pedang gila langsung menunduk dan menyabetkan pedang walet ke arah kaki, Suling setan terkejut, dan langsung melesat mundur kebelakang, tapi karna cepatnnya jurus Pedang kilat, biarpun mundur, ujung pedang walet yang bercabang. menggores kaki Suling setan.
"Sreet..!!"
Suling setan langsung loncat mundur. dan kaki kananya yang tergores oleh Pedang, terlihat gemetar, dan darah langsung mengucur dan menetes, di sekitar temparnya berdiri.
Wajah Suling setan menjadi bengis, baru kali ini ia dipermalukan, apalagi di situ ada para pejabat, dan perdana mentri Qi thay.
__ADS_1
Pedang gila, langsung melesar, pedang walet, menyambar kearah kepala Suling setan.
Traang.
Suling setan, menangkis serangan kearan kepala,
lalu tangang kiri pedang gila langsung menghantam,
dada Suling setan, Suling setan lalu mengerakan tangan kirinya dan menagkis serangan kearah dada.
Braaak..!!
Suling setan terhuyung ketika beradu tenaga dalam,
Pedang gila melihat Suling setan terhuyung, langsung menyabetkan Pedang walet kearah dada suling setan.
Craaassh, suling setan langsung loncat mundur, ketika dadanya terkena sabetan pedang walet.
Tapi pedang gila, meneruskan serangannya,
Pedang Walet menusuk kepala Suling setan, kakek berwajah codet itu langsung menangkis, dengan sulingnya.
Traaanng.
Suling setan terkejut ketika melihat sulingnya tinggal sepeotong
Lalu Suling setan melemparkan, sepetong suling yang dipegannya kearah Pedang gila.
Sreeet.
Pedang gila sambil melesat, memiringkan kepalanya., dan pedang walet langsung menebas leher Suling setan, karna banyaknya darah yang keluar dari kaki dan dada Suling setan, kakek bewajah codet itu kakinya seperti di paku.
Ketika melihat Pedang walet menyambar lehernya dengan cepat.
Sreeet..craaash.
kepala Suling setan putus dan terpental, sedangkan tubuh Suling setan langsung ambruk.
Pedang gila lalu mmasukan Pedang walet ke dalam sarungnya.
Melihat kepala yg tegeltak di lantai arena, Pedang gila langsung, menendang kepala Suling setan dan langsung terlempar jauh,
Sambil menatap tubuh suling setan, Pedang gila berkata, sekarang julukan mu, "Suling setan mencari kepala."
Melihat kematian tragis dari anak buahnya Perdana mentri Qi thay wajahnya langsung merah, kemudian mentri Qi thay menepuk tangan 3 kali, seperti isyarat.
Tak lama kemudian, terlihat beberapa penjaga Membawa 2 orang yang wajahnya di tutup kain hitam, dan setelah tawanan itu berada di depan Perdana mentri Qi thay,
Kakek licik itu menoleh kearah Mo Kwi dan berkata.
"Tuan Mo cian, apakah tuan mengenali orang ini ?"
Setelah berkata lalu perdana mentri Qi thay langsung membuka kain hitam yang menutupi kepala kedua tawanan itu.
Wajah, Semua pasukan dan pejabat yang hadir terkejut, melihat wajah dari kedua tawanan itu.
__ADS_1
Sementar Mo kwi mendesis, dan kaget, sambil mulutnya tanpa sadar menyebut nama.
"Perwira Meng ho dan Yo tian"