Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 73 Rencana Menyerang Kota Guiyang


__ADS_3

Rombongan berkuda, bergerak cepat kearah Guiyang, Hek kwi berangkat terlebih dahulu setelah meminta ijin kepada Mo kwi dan putri Qiao, karna menurut perintah dari ketuanya Shin mo, Hek kwi harus melindungi mereka berdua.


Setelah mendapat ijin, baru Hek kwi pergi terlebih dahulu, untuk melihat situasi di kota Guiyang, dan berjanji untuk bertemu diluar kota Guiyang dengan rombongan putri Qiao dan Mo kwi.


Putri Qiao yang memegang tampuk pimpinan dalam penyerangan kali ini, dan sudah itu sudah disepakati oleh Mo kwi dan Hek kwi.


Setelah berkuda dengan cepat, setelah setengah hari terus berkuda, rombongan tiba di dekat sebuah telaga di dalam hutan yang tak begitu lebat, putri Qiao memerintahkan rombongannya untuk istirahat, menyantap perbekalan dan membiarkan kuda kuda makan rumput disekitar telaga dan istirahat.


"Kwi koko, enci Qiao mari kita makan," Han lian berkata sambil menyiapkan bekal yang ia masak, untuk mereka bertiga, setelah setengah hari berkuda, mereka memang sudah merasa lapar, ketika mencium bau makanan yang baunya membuat mereka lapar yang dibawa Han lian, mereka tanpa ragu menyantap dengan lahap.


Tombak angin yang melihat mereka bertiga, tersenyum dan ingat masa mudanya dulu, dengan ketiga orang istrinya, dan memang dijaman itu, lelaki yang mampu dan mempunyai nama besar, mempunyai istri yang lebih dari satu, suatu hal yg lumrah, para bangsawan, atau saudagar besar malah lebih dari 3 istri belum lagi selir selir.


Tombak angin memerintahkan anak buahnya untuk tidak mendekati tempat putri Qiao, Mo kwi dan Han lian, agar memberi kesempatan untuk mereka bercengkrama, dan bersantai.


"Kakak, jika sudah selesai memberantas mereka, maukah kau ikut denganku menghadap ayah angkat..?" putri Qiao berkata sambil tertunduk malu, Han lian yang mendengar perkataan putri Qiao mengerti dan meninggalkan mereka berdua untuk bercakap cakap.


"Aku kan sudah berjanji padamu untuk membantu ayah angkatmu, kenapa harus menghadap, aku malu bertemu dengan seorang Raja," Mo kwi berkata.


"Ih..!!" Kau ini masih juga tak mengerti," putri Qiao berkata, sambil cemberut.


"Maksud Qiao moi apa..?" Mo kwi berkata ketika melihat wajah sang putri cemberut.


Putri Qiao kemudian menyandarkan kepalanya kebahu Mo kwi, kemudian berkata.


"Kwi koko, bertemu ayah angkat untuk melamarku,"


putri Qiao berkata pelan.


"Aku ragu Qiao moi, kau adalah anak seorang gubernur dan juga anak angkat seorang Raja muda, dan jika memenangkan perang ini, ayah angkat mu akan menjadi kaisar yang memimpin negri, Raja muda Yan, pasti tak akan mau mempunyai menantu seorang gembel miskin sepertiku ini," Mo kwi berkata.


"Kwi koko, kenapa kau berkata seperti itu..?"

__ADS_1


putri Qiao berkata sambil menatap wajah kekasihnya.


"Aku akan tetap ikut denganmu walau ayah angkat tidak setuju, tapi menurutku ayah angkat adalah orang yang bijaksana dan tak mau memaksakan kehendaknya terhadap orang disekelilingnya, dan itu yang membuat ayah angkat sangat dihormati oleh bawahannya."


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan putri Qiao. Apa kau mau punya suami yang luntang lantung seperti aku..?" Mo kwi berkata, sambil tersenyum menatap putri Qiao.


Melihat senyum Mo kwi, putri Qiao sangat terpesona, dan lupa apa yang dikatakan kekasihnya.


Lalu wajahnya mendekat, kemudian putri Qiao memeluk dan mencium bibir Mo kwi, Mo kwi terkejut, sebelum ia meronta, putri Qiao telah melingkarkan tangannya dan memeluk erat tubuh pemuda itu sehingga dada mereka bersentuhan dan Mo kwi merasakan sebuah kehangatan dari dada putri Qiao, sambil terus mencium bibir Mo kwi, yang akhirnya membuat Mo kwi terbuai dan ikut menikmati ciuman panas dan bergairah dari putri Qiao.


Sementara dari kejauhan, Han lian menatap keduanya, ia pun merasakan gairahnya naik melihat mereka berdua, biarlah enci Qiao sekarang bermesraan dengan Kwi koko, nanti setelah dikota Guiyang, aku akan melakukan lebih dari yang mereka lakukan saat ini bersama Kwi koko, Han lian berkata dalam hati.


Kemesraan putri Qiao dan Mo kwi terhenti ketika mendengar suara terompet dari anak buahnya yang menandakan bahwa waktu istirahat telah habis, dan rombongan untuk bersiap melanjutkan perjalanan.


Mo kwi yang tadinya malu malu, setelah mendengar suara terompet itu malah hatinya mengerutu, "menganggu saja," dalam hatinya berkata.


Putri Qiao yang melihat wajah Mo kwi berubah setelah mendengar terompet, tersenyum nakal, kemudian mencium telinga Mo kwi sambil berbisik,


jika kita berhasil menaklukan kota Guiyang, Qiao moi akan memberikan lebih dari ini.


Keduanya menjauh ketika mendengar seseorang berjalan mendekat, langkah kakinya terdengar ketika menginjak daun daun kering yang berserakan.


"Kita harus melanjutkan perjalanan," Han lian berkata, yang mendekat ternyata adalah Han lian, dan memang ia sengaja menginjak daun kering, seakan memberi tahu kehadirannya kepada Mo kwi dan putri Qiao yang sedang bermesraan.


"Aku akan menemui paman Tombak angin,


bersiap lah, kita akan segera berangkat," putri Qiao berkata sambil melangkah pergi untuk menemui Tombak angin.


Setelah melihat putri Qiao menjauh, Han lian tersenyum manja kepada Mo kwi.


"Kwi koko, aku mau..?" Han lian berkata.

__ADS_1


"Mau apa..?" Tanya Mo kwi, "mau seperti tadi kau dengan enci Qiao," Han lian berkata sambil melirik kearah Mo kwi sambil tersenyum nakal.


"Ja,..Jaa,..Jaadi tadi kau melihat..!!" Mo kwi berkata gugup kepada Han lian, yang langsung menjawab, "aku melihat semuanya dari pertama," Han lian lalu mendekat, kemudian mencium pipi pemuda itu.


dan keduanya lalu berjalan kearah putri Qiao pergi, untuk berangkat melanjutkan perjalanan, setelah selesai beristirahat.


****


Setelah hari gelap, mereka sudah mendekati kota Guiyang, setelah agak dekat mereka berjalan kaki, karna suara kuda yang banyak akan terdengar oleh para penjaga gerbang kota Guiyang, dan rombongan berkumpul diluar kota Guiyang.


Mereka lalu menyebar, dan hanya para wakil komandan bawahan tombak angin yang mengepalai beberapa pasukan untuk berkumpul, dan menerima instruksi dari putri Qiao, dan Hek kwi yang melakukan pengintaian dan berangkat terlebih dahulu juga sudah bergabung.


"Bagaimana situasi di kota Guiyang paman..?" Putri Qiao bertanya kepada Hek kwi.


"Memang benar apa yang dikatakan para pemburu jejak tuan Tombak angin, mereka semua berada di kota Guiyang, dan penjagaan kota sudah diperketat oleh gubernur kota, untuk memeriksa secara teliti siapa saja yang masuk kekota Guiyang."


"Ada berapa pintu gerbang, di kota Guiyang paman..?" Putri Qiao berkata, "ada 2 pintu tuan putri, pintu utama berada didepan, dan pintu disisi barat."


"Putri Qiao mengangguk, kita bagi dua pasukan, Kwi koko, paman Hek kwi, bawa 50 pasukan ditambah 10 pasukan pemanah."


"Sisanya bersamaku, menyerang dari depan. Kwi koko dan paman Hek kwi harus bertindak cepat, Habisi musuh jika bertemu, karna kekuatan mereka, hampir sama jumlanya dengan penyerang dari depan, jika kalian tak cepat2 menghantam meraka, Maka akan banyak jatuh korban di pihak kami," putri Qiao berkata.


"Apa kita menyerang mereka malam ini juga..?"


Mo kwi berkata


Putri Qiao kemudian beekata.


"Perang kerajaan tidak sama dengan perang didunia persilatan."


Dalam perang kerajaan, malam hari adalah waktu bagi orang orang untuk istirahar, dan kita tidak menyerang mereka di malam hari.

__ADS_1


Tapi besok, pagi pagi kita hancurkan mereka, kita rebut kota Guiyang, dan jangan sampai ada yang lolos, putri Qiao berkata.


"Apa kalian mengerti...?"


__ADS_2