
Liu chan, tak punya pilihan dan ia mempunyai anak dan cucu yang masih kecil, dan tak ingin keturunannya menjadi budak atau di jual sebagai wanita penghibur.
Setelah mengambil tombaknya Liu chan langsung
meluncur ke arah anak buahnya, dan memberi sebuah keputusan yang mengejutkan.
Mereka tau siapa Liu chan dan orang seperti apa Liu chan itu, Seorang komandan pasukan yang sangat baik dan menghormati anak buahnya.
Ketika mendengar perkataan dari komandanya, pasukan Naga perak lalu berunding dan akhirnya berbalik mendukung Liu chan, dan berada di bawah naungan Mo kwi, dan Mo kwi memerintahkan kepada komandan pasukan untuk memberi kabar tentang pasukan pelindung kaisar, yaitu pasukan naga perak
kepada putri Qiao dan Komandan pasukan untuk memberitahu pasukan lain, supaya tidak salah paham dan menyerang mereka.
Komandan pasukan mengerti akan maksud dari Mo kwi, lalu berbegas memebritahu kawan lain lalu ketempat putri Qiao.
Pasukan yang mendengar bergabungnya pasukan naga perak berteriak teriak gembira sambil mengangkat senjata kemudian saling berpelukan, pasukan naga perak yang melihat hal itu menjadi terharu, dan membenarkan keputusan dari komandan mereka Liu chan.
Sementara itu perdana mentri Qi thay sangat marah mendengar, tentang pasukan naga perak, lalu mereka keluar dari istana, dan berhadapan dengan pasukan Mo kwi, yang termasuk Liu chan bersamanya.
"Ternyata mulutmu sangat manis Mo cian..!!" perdana mentri Qi thay berkata.
Hahaha.
"Perdana mentri Qi, aku bernama Mo kwi, bukan Mo cian, dan aku tidak bermulut manis, tapi memberi sebuah pilihan kepada orang yang aku anggap pantas untuk mendapatkannya."
"Dan untuk mu hanya ada satu pilihan," Mo kwi berkata.
"Apa pilihan untuk ku ?" perdana mentri Qi thay bertanya.
Mo kwi lalu menatap tajam kearah perdana mentri Qi thay, lalu berkata sambil tersenyum sinis.
"Mati"
"Kurang ajar..!!" serang mereka, bunuuuh semua tanpa ada yg tersisa." perdana mentri Qi thay mendengus mendengar perkataan dari Mo kwi, lalu ia berteriak dan berkata, sambil melangkah masuk kembali ke arah istana kaisar Zhianwen.
Setelah mendengar perkataan Perdana mentri Qi thay, kedua pasukan langsung bertempur hebat, keadaan sekarang menjadi imbang karna pasukan elite dari kaisar Zhiangwen mendapat lawan tangguh yaitu pasukan naga perak.
Dan ketika Perdana mentri Qi thay berbalik dan hendak masuk kedalam istana yang dikawal oleh ratusan prajurit, sebuah bayangan tiba di belakang pendeta Sharika.
Pendeta Sharika yang merasakan ada hawa tenaga dalam di belakang tubuhnya, langsung berbalik dan melihat, seorang kakek berwajah merah yang ternyata adalah kepala pengawal Mo cian.
"Mau apa kau..?" Pendeta Sharika, berkata kepada Pedang gila, dan dari mimik wajahnya seperti sangat meremehkan kepada pedang gila yang di kenal sebagai kepala pengawal dari seorang pedagang yang ternyata adalah mata mata.
Pedang gila mengerutkan dahinya mendengar perkataan dari pendeta Sharika.
Sedangkan perdana mentri Qi thay yang melihat pendeta Sharika, sedang berhadapan dengan yang dia tau kepala pengawal dari Mo cian lalu tak memanggil pendeta itu, karna perdana mentri Qi thay yakin bahwa pendeta Sharika dapat mengalahkan kakek berwajah merah itu.
"Kau sepertinya tak suka dengan perkataanku ?"
__ADS_1
Pendeta Sharika berkata kepada pedang gila.
Hmm..!!
Memang kau berkata apa ? pedang gila berkata.
"Kau mau apa menghentikanku ?" Pendeta Sharika berkata.
"Aku membutuhkan bantuanmu..!!" Pedang gila berkata kepada pendeta Sharika.
"Bantuan...!!"
"Apa kau pikir aku mau membantu musuh sepertimu ?"
Pendeta Sharika berkata, dan merasa aneh kepada kakek berwajah merah itu.
Hmm..!!
Rupanya kau galak juga, cuma minta tolong, malah marah marah.
Pedang gila mendengus, rasa gusarnya mulai naik ke atas kepala.
Pedang gila lalu mencabut Pedang kelabang biru dari pinggangnya.
Pendeta Sharika yang tadi meremehkan Pedang gila, sekarang menjadi tertegun melihat Pedang kelabang biru.
Dan pusaka seperti itu yang aku butuhkan, pendeta Sharika berkata, dan aku harus merebut pedang itu dari tangannya.
"Hey hitam, kenapa diam saja ? Pedang gila berkata.
Pendeta Sharika yang mendengar perkataan dari kakek berwajah merah itu sangat gusar.
Dan baru kali ini dia dipanggil hitam, wajah pendeta Sharika menjadi beringas.
Lalu pendeta Sharika mengeluarkan senjata yang sama, seperti milik pendeta Sharmani.
Sebuah tulang lengan manusia yg lebih panjang dan lebih besar dari manusia biasa pada umumnya, entah tulang apa yg mereka pakai senjata, hanya orang orang dunia persilatan menyebut nama senjata itu adalah, "Mustika tulang purba."
Pedang gila menatap senjata itu, dan dari bibirnya tersungging sebuah senyuman, pendeta Sharika men dengus, melihat senyuman dari pedang gila.
Dan ketika melihat pedang gila yang tadi berada di depannya lalu sepeti hilang.
Pendeta Sharika terkejut apalagi setelah merasakan sebuah hawa tenaga dalam yang besar menyerang pundak kanan.
Pendeta Sharika langsung bergerak mundur, dan serangan dari Pedang gila sangat cepat, dan mengenai tempat kosong, karna pendeta itu sudah bergerak mundur.
Tapi seperti biasa, Pedang gila tak berhenti disitu saja jika bertempur, tubuhnya langsung melesat dengan cepat memburu kearah pendeta Sharika yang mundur.
__ADS_1
Setelah dekat dengan pendeta Sharika, Pedang gila langsung menebaskan pedang kelabang biru miliknya kearah leher dari pendeta Sharika.
Pendeta Sharika sangat terkejut melihat gerakan dan cepatnya pedang yang melesat dan menebas kearah leher nya.
Pendeta Sharika langsung menghantamkan mustika tulang purbanya kearah Pedang kelabang biru sambil melompat mundur.
Traaank..!!
Suara benturan keras terjadi, lalu keduanya sama sama mundur.
Pendeta Sharika lalu melihat ke arah mustika tulang purba miliknya, dan wajahnya tersenyum ketika melihat mustika miliknya tak cacad, akibat menahan serangan pedang kelabang biru.
Pendeta Sharika melihat Pedang gila mundur, lalu balas menyerang Pedang gila, mustika tulang purba langsung menyerang dada Pedang gila.
Pedang gila tidak mundur tapi membabat tangan pendeta Sharika yang memegang senjata.
Pendeta Sharika terkejut, tadi nya jika pedang gila mundur, tangannya bisa lebih panjang dan langsung menghantam dada, tapi niat pendeta Sharika tak bisa di lakukan karna Pedang gila malah menebas tangannya, pendeta Sharika, menarik serangannya lalu menghantam tangan Pedang gila dengan telapak kirinya.
Badan pedang kelabang biru bergetar, ketika terkena hantaman dari telapak kiri pendeta Sharika.
Dan mereka sama sama mundur.
Pedang gila dan pendeta Sharika saling tatap.
"Kau tadi berkata mau minta tolong padaku..?" pendeta Sharika berkata kepada Pedang gila
Betul..!!"
"Baik, aku akan menolong mu..!!" tapi ada syarat nya."
Syarat..!!
Aku hanya ingin mas kawin buat adiku, kenapa harus minta syarat ?" pedang gila berkata.
"Kau minta mas kawin dariku, baik..!!"
"tapi kau juga harus memberikan pedang itu, padaku dan anggap saja itu sebuah pertukaran, bagaimana ?"
Pedang gila mengerutkan keningnya, setelah agak lama, dan ahkirnya mengangguk dan berkata.
Baik, pertukaran, Pedang gila berkata.
Sekarang sebutkan mas kawin apa yg kau butuhkan.
Pedang gila lalu berkata, mas kawin ku adalah
"Kepalamu."
__ADS_1