Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 166 Perjalanan Panjang Di Mulai


__ADS_3

Putri Qiao memberikan sebuah peta yang ia buat sendiri kepads suaminya.


Hatinya sangat sedih harus berpisah, karna mereka belum lama menikah dan masih menikmati indahnya kebersamaan.


Tapi apa boleh buat, ini adalah ujian untuk suaminya dan mereka pernah bercakap cakap, ada niatan Mo kwi jika benar di angkat menjadi ketua perguruan Dewa iblis, menggantikan ayahnya yang ingin hidup tenang, di perkampungan lembah awan.


Ingin menggabungkan perguruan Dewa iblis dengan Tengkorak putih, dan menjadi perguruan terbuka dan menjadi penyeimbang di dunia persilatan.


Kwi koko, Qiao Qiao, sebenarnya ingin ikut, tetapi Qiao Qiao, harus membereskan pekerjaan di sini sampai selesai, biar nanti kita bisa hidup tenang sambil mengembangkan perguruan.


Putri Qiao membuka peta yang ia bawa dan memperlihatkan kepada Mo kwi.


Kwi koko, ini adalah kota Dalian berbatasan dengan Baekje kemudian setelah itu baru Gaya, di Baekje mereka tak begitu ramah dengan kita, Jika ingin sambutan hangat Kwi koko harrus melewati Shengyang, lalu Silla baru kemudian tiba di kota Gaya.


Silla adalah sekutu kita, dalam menaklukan Baekje, sementara orang bar bar itu membantu Baekje dengan armada laut mereka yang tangguh, mereka menyebut dirinya Bajak merah.


Kwi koko harus hati hati, jika benar kakek kok pin an di sergap, kemungkinan besar mereka adalah perompak Bajak merah yang sering mengganggu kapal pembesar dan pedagang lalu merompak dan mengambil semua yang bisa mereka ambil.


"Apa Kwi koko hanya membawa mereka, dan tidak meminta bantuan anggota Dewa iblis yang lain ?" mereka sudah cukup buat ku..!!" Qiao moi tak usah khawatir,"


"Li chun memang banyak omong, tetapi hanya dengan Pedang gila, sedangkan Dewa langit dan Pedang gila kau tau sendiri, apalagi nenek Kharmila juga ikut."


"Dan mereka semua sudah mengerti akan isyarat ku, dan tak kan melanggarnya.."


Putri Qiao mengangguk mendengar perkataan Mo kwi, dan menarik nafas dalam dalam dan berkata.


Terkadang aku berpikir, bahwa sebenarnya istrimu yang sebenarnya adalah Ling moi, karna Ling moi lah yang paling sering bersamamu.


Qiao moi, kau adalah istriku secara resmi, dan pernikahan kita dirayakan dengan meriah dan di restui baginda kaisar, kenapa Qiao moi berkata seperti itu


Ah sudah lah ini hanya lamunanku semata, tak usah Kwi koko taruh di hati.


Aku akan belajar silat selagi Kwi koko mencari kakek Pin an, nanti setelah Kwi koko kembali, aku sudah mempunyai kepandain dan aku akan selalu ikut kemana pun Kwi koko pergi, Mo wki tersenyum dan mengangguk mendengar perkataan dari putri Qiao.


Ayah angkat ingin bertemu dengan Kwi koko sebelum berangkat, dan ini adalah masalah kerajaan.


Baik, aku akan menghadap ayahanda kaisar sebelum berangkat.


Malam sebelum kepergian Mo kwi, kaisar Yan zhu di bertemu empat mata dengan Mo kwi.


Ayahanda kaisar, Mo kwi hendak bersujud tetapi di tahan oleh Kaisar Yan zhu di.


"Istrimu tak ingin aku merepotkanmu, tapi aku pikir ini sangat penting apalagi daerah yang kau tuju sangat berdekatan, dengan maksudku bertemu dengan mu di sini sebelum berangkat ke kota Gaya."


Ayahanda kaisar katakan saja, anak Kwi mendengarkan, Mo kwi berkata.


Kau tau sewaktu menaklukan kasim Co, dan pendekar pendekar anak buahnya yang rata rata ber ilmu tinggi berasal dari negara Jin dan anak buah putri Xian er, negara Jin sudah lama sangat berambisi untuk menyerang kita, tetapi mereka sangat sabar menunggu hingga kita lemah.

__ADS_1


Setelah tugas mu beres, mampirlah sebentar ke negara Jin dan cari tau apa yang mereka rencanakan. terhadap Dinasti Han kita.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Kaisar Yan zhu di atau kaisar Yongle.


Kaisar Yongle lalu mengeluarkan sebuah giok berwarna putih yang ber ukiran Naga lalu di berikan kepada Mo kwi.


Bawalah giok ini, jika kau melewati kota bertemu dengan gubernur, pembesar, ataupun hakim pasti akan mengenali giok ini, dan menganggap mu seperti aku sendiri.


Mo kwi terlihat ragu menerima giok putih ber ukiran naga itu, kaisar Yongle tersenyum dan menyuruh Mo kwi mengambil giok itu dan berkata.


"Wakili aku menertibkan gubernur dan pembesar Kota jika mereka menyusahkan rakyat." di kota kota yang kau lewati."


"Kembalilah dengan selamat, anak Qiao sangat mencintai mu, jangan sia siakan kepercayaan anak angkat ku," kaisar Yongle berkata.


Mo kwi mengangguk dan tersenyum mendengar perkataan dari Kaisar Yongle.


Ke esokan harinya, putri Qiao dan Han lian, mengiringi kepergian suami yang baru menikah, kurang lebih tiga bulan untuk menjalankan tugas ayah nya yang untuk mencari kakek Pin an, si telapak salju.


Putri Qiao matanya berkaca kaca begitu pula dengan Han lian, putri Qiao di depan dayang, dan mereka yang berangkat tanpa malu memeluk dan mencium Mo kwi di depan mereka.


"Kwi koko kau ingat apa yang kukatakan kemarin, aku akan membuktikannya, obat mukzijat dan langka sangat banyak di istana, aku akan pakai untuk belajar ilmu kepandaian, biar bisa selalu berada di dekatmu."


Aku akan menagih janji ini jika aku pulang nanti, Lian Moi kau jaga Enci mu, Han lian mengangguk mendengar perkataan Mo kwi.


Ling Moi, jaga baik baik Kwi koko dan jika terjadi apa apa dengan Kwi koko, sebaik nya kau jangan berada di depanku,"putri Qiao berkata, enci Qiao dan enci Lian jika terjadi apa dengan Kwi koko akupun tak ingin hidup lagi, jadi enci berdua tak usah khawatir


Kereta yang tak terlalu besar, untuk nenek Kharmila dan Ling ji, sementara Mo.kwi duduk di samping kusir kereta kuda.


Dewa langit berkuda paling depan, rambut putihnya di gelung dengan rapi, sedangkan Pedang gila ber iringan dengan Li chun, sering kali Li chun melirik kearah Pedang gila, sering Li chun memperhatikan pedang gila, tapi kakek berwajah merah itu seakan tak peduli walau pun tahu, ia di perhatikan Li chun yang memang sering menggodanya, dan Mo kwi, selalu menyuruh Pedang gila membalas perkataan dari Li chun.


"Hai Pedang gila aku ingin bertanya kepadamu ?"


Pedang gila tak membalas perkataan Li chun. Pedang gila, mengambil wadah air, yang di gantungkan di pelana kudanya, lalu meminum air itu.


Hmm,..!!


"Kau selalu tak mau menjawab pertanyaanku..!!"


Jika yang bertanya adik Kwi langsung jawab."


"Bagaimana rasanya kawin, enak tidak ?" Li chun berkata kepada Pedang gila.


Pedang gila menoleh ke arah Li chun, Pedang gila mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Li chun.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu, apa aku salah bicara ?" Pedang gila tak berkata, hanya menaruh wadah airnya di pelana kuda.


"Aku hanya akan kawin dengan seorang putri," Li chun berkata sambil matanya menatap kedepan, kali ini mereka berdua berbicara sambil.mengendarai kuda tanpa saling bertatap.

__ADS_1


Pedang gila mendengus mendengar perkataan Li chun.


Hmm..!!


"Pedang gila, kau tau putri tidak ?"


Tau..!!


Pedang gila berkata, "seperti Subo."


"Eh, tumben otak mu lancar..!!" Li chun berkata sambil melirik ke arah Pedang gila.


"Apa aku bisa meraba dan mencium seorang putri," Li chun berkata seorang diri, sambil berkuda di samping Pedang gila.


Bisa..!!


"Apa kau bilang, bisa..!!" Li chun berkata.


"Apa kau tau seorang putri yang bisa ku raba dan ku cium..?" lanjut perkataan Li chun kepada Pedang gila.


Tau..!!


"Siapa, di mana tunjukan padaku..!!" Li chun berkata penasaran kepada Pedang gila.


"Kau lihat semak belukar di depan itu ?" Li chun mengerutkan keningnya mendengar perkataan Pedang gila, dan berkata "lihat."


"Lalu ada apa dengan semak belukar itu ?"


"Di situ ada banyak putri bersembunyi, kau bebas meraba dan menciumnya,


"Putri, di semak..!!" Li chun berkata sambil mengerutkan keningnya.


"Apa.dia tidak marah jika ku cium ?" Li chun berkata kembali.


"Tidak" Pedang gila menjawab pertanyaan dari Li chun


"Apa benar perkataan mu ?" awas jika kau bohong."


Li chu berkata kepada Pedang gila


Ketika mendekati semak berduri yang berada di pinggir jalan.


Pedang gila berkata, dan matanya melirik ke arah, tumbuhan semak berduri yang di ujung cabang dan rantingnya bardaun tiga dan ada juga yang empat dan lima.


"Kau peluk tumbuhan putri malu di semak berduri itu lalu cium sampai puas dan tak kan ada yang marah padamu..!!" Pedang gila berkata kepada Li chun yang wajah nya langsung merah mendengar perkataan Pedang gila.


Sebelum Li chun berkata.

__ADS_1


Pedang gila lalu menggebrak kudanya mendahului Li chun, terlihat wajahnya bersungut sungut dan terdengar suara dari mulut Pedang gila berkata.


"Bawel"


__ADS_2