Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 195 Pibu yang Menghasikan Dendam.


__ADS_3

Wajah Lee hyun berubah kelam ketika juru tulis dengan mudah di kalahkan, lalu Lee hyun melirik ke arah Pedang baja.


Pedang baja tau arti dari lirikan Lee hyun, lalu ia memberi tahu temannya untuk membantu si juru tulis yang masih tergeletak tak sadarkan diri.


Lalu pedang baja berjalan ke arah arena, matanya terlihat merah karna geram, pedang baja merasa terhina karna selama ini iya bersama kedua temannya belum pernah kalah di kota Go, sehingga ia dan kedua temannya si juru tulis dan pendekar pedang kayu mendapatkan kepercayaan dari Lee hyun di kota Go dan di beri banyak uang untuk bersenang senang.


"Siapa yang akan menjadi lawan ku ?" Pedang baja berkata.


Ketika dewa langit akan masuk lagi ke arena, Pedang gila menarik bajunya dan berkata, "ini giliranku, kau jangan main serobot.," Pedang gila berkata kepada Dewa langit yang langsung duduk kembali, setelah melihat isyarat dari Mo kwi untuk duduk.


Pedang gila berdiri, lalu berjalan kearah arena, matanya menatap tajam ke arah Pedang baja, "kau tidak ajak temanmu itu sekalian ?" Pedang gila berkata.


Phuuuiih...!!


"Sombong sekali kau kakek muka merah, teman mu memang menang lawan juru tulis, tapi kau belum tentu menang melawan ku," Pedang baja berkata kepada Pedang gila.


Ha ha ha.


"Kau tak masuk dalam hitunganku sebagai musuh berat," Pedang gila berkata, sambil kemudian tangannya memegang gagang pedang kelabang biru dan bersiap.


Mo kwi yang melihat Pedang gila sudah meraba pedang kelabang biru, mengerutkan dahinya, kemudian berkata kepada Mu ryeong.


"Tuan Mu, apa boleh meminjam pedang buat anak buahku ?" Mu ryeong mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Mo kwi begitu pula dengan Hwa rang, ayah dan anak itu mempunyai pikiran yanga sama, kenapa harus meminjam pedang, bukankah anak buahnya mempunyai pedang.


Mo kwi tersenyum melihat keraguan di mata ayah dan anak itu, setelah melihat wajah keduanya yang tampak heran mendengar perkataannya.


"Tuan mu..!! pedang anak buah ku jika di pakai, dan jika anak buah tuan Lee hyun kulitnya sampai tergores, orang itu jangan harap bisa hidup sampai sore hari." Mu ryeong dan anaknya Hwa rang tertegun ketika mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Nak pinjamkan pedang," Mu ryeong berkata kepada anaknya.


Hwa rang mengangguk, lalu memberikan pedang yang tadi ia bawa kepada Mo kwi, sambil tersenyum manis, "tuan Mo cian, ini pedang yang tuan minta." Hwa rang berkata.


Mo kwi tersenyum, kemudian mengambil pedang itu.


"Pedang gila, jangan pakai pedang mu..!! pakai pedang ini saja, dan jangan ada pembunuhan di pibu." Mo kwi setelah berkata, dengan sambil lalu melemparkan pedang pemberian dari Hwa rang kepada Pedang gila.


Whuuuut....!!


Pedang melesat dengan sangat cepat, Mu ryeong dan Hwa rang, begitu pula Lee hyun dan Pedang baja, terkejut melihat aksi Mo kwi yang seperti asal asalan melempar pedang, tapi pedang itu melesat dengan cepat ke arah Pedang gila, yang langsung menangkap pedang pemberian Mo kwi.


"Agaknya kau masih bisa hidup hari ini," Pedang gila berkata kepada Pedang baja, sambil meloloskan pedang pemberian Mo kwi dari sarung nya.


Phuuuih..!!


"Sombong sekali kau, aku jadi ingin tau seberapa hebat ilmu seorang pengawal barang," Pedang baja berkata. karna Pedang baja tau, biasanya seorang pengawal barang jarang memiliki kemampuan hebat, dan jika ada, sang pedagang harus membayar biaya yang cukup besar untuk menyewa pendekar hebat itu.


"Setelah kau tewas, nanti tuan mu akan menyusul," Pedang baja berkata kepada Pedang gila.


Mendengar perkataan dari Pedang baja, Pedang gila langsung tertawa terbahak bahak, dan di dengar oleh mereka yang berada di dalam gedung.


Ha ha ha.


"Hai gila, kenapa kau tertawa ?" Dewa langit berkata.


"Dia bilang, setelah aku tewas akan membunuh guru ku," Pedang gila berkata.

__ADS_1


He he he.


"Mimpi di siang bolong, dewa langit tertawa," menjawab perkataan Pedang gila.


Mu ryeong, Hwa rang, Lee hyun terkejut, mendengar perkataan dari kedua kakek itu, begitu pula Pedang baja, tanpa sadar mereka semua menatap ke arah Mo kwi.


Pedang gila yang merasa sudah keceplosan ngomong, bahwa mereka sedang menyamar dan takut Mo kwi menjadi marah, wajah nya semakin merah, dan terlihat gusar.


"Kau dari tadi bicara terus,"


Setelah berkata, Pedang gila melesat dan langsung membabat kaki dari Pedang baja, karna ingat dia tak boleh membunuh.


Pedang baja terkejut melihat cepatnya gerakan jurus pedang milik lawan, Pedang baja lalu lompat ke atas kemudian balik menerjang, menyerang Pedang gila,


Pedang bajanya yang mengkilat putih keperakan menusuk ke arah leher Pedang gila.


Pedang gila, melihat lehernya di tusuk, kemudian bergerak ke samping kanan sambil memiringkan kepalanya menghindari serangan lawan, kemudian Pedang gila dengan pedang berada di bawah langsung bergerak, menyabet naik ke atas, menyambar kaki dari Pedang baja yang tengah berada di atas.


Pedang baja langsung melihat kakinya kembali di serang terkejut, lalu pedang nya menangkis serangan pedang lawan.


Traaaang...!!


Pedang beradu, Pedang baja tangannya bergetar ketika beradu Pedang.


Pedang gila menyeringai kemudian melihat pedang yang ia pakai, setelah melihat pedangnya tidak rusak ketika beradu keras dengan pedang lawan.


Pedang gila memutar mutar pedangnya lalu menyilangkan pedang di depan dada, dan bersiap.


Hmm...!!


"Jika tenaga dalamnya tidak tinggi, pedangnya pasti putus oleh pedang baja ku," Pedang baja berkata dalam hati.


"Apa lagi yang kau pikir, cepat bertarung." Pedang gila berkata, dengan posisi siap menyerang dan juga siap bertahan.


Pedang baja yang merasa geram, mendengar perkataan dari Pedang gila, langsung melesat dan menyabetkan pedang nya ke arah pinggang, Pedang gila, nenangkis Pedang lawan, lalu pedang baja setelah tertangkis langsung menyerang kembali ke arah leher, Pedang gila pun menangkis serangan yang ke arah lehernya.


Trang, trang.


Suara beradunya pedang nyaring terdengar di dàlam gedung.


Pedang baja, tangannya mulai panas, akibat kalah tenaga dalam ketika pedang mereka beradu.


"Aku harus menyerang dengan cepat, jika sering beradu pedang, aku akan kalah," Pedang baja berkata dalam hati.


Pedang baja melesat dengan cepat, pedangnya berputar sebentar, kemudian.menyambar ke arah kepala, ketika melihat pedang lawan bergerak menangkis, Pedang baja menarik serangannya, lalu pedangnya turun ke bawah menyabet ke arah dada Pedang gila.


Pedang gila terkejut dan tak menyangka gerakan pedang baja, dan berusaha mundur dengan cepat, tapi baju pedang gila tetap terkena hawa pedang dan terlihat garis sayatan akibat hawa pedang dari Lawan.


Pedang baja dan Lee hyun tersenyum, melihat baju pedang gila sobek dari atas ke bawah akibat tersayat hawa pedang.


"Sedangkan Pedang gila wajahnya berubah kelam,"


Kaki kanan nya maju selangkah, kaki kiri sedikit di tarik ke belekang, tangan yang memegang pedang dengan posisi sedikit di atas dada.


Matanya menatap tajam ke arah Pedang baja.

__ADS_1


"Kau pikir sudah menang..!!" aku akan menyudahi pibu dan mengambil hadiah pibu ini," pedang gila berkata, ketika melihat pedang baja dan Lee hyun tersenyum.


Jurus Pedang kilat andalan pedang gila sudah siap.


Lantai dari tempat ruang latihan, sedikit retak yang di injak oleh pedang gila, tenaga dalam yang di keluarkan pedang gila sangat tinggi, sebagian berada dan bertumpu di kaki, sehingga membuat lantai tempat latihan menjadi retak.


Hiaaaaat....!!


Pedang gila lalu melesat dengan cepat, kali ini ia menyabetkan pedang nya ke arah pinggang.


Trang...!!


Pedang baja menangkis serangan ke arah pinggang, wajah nya mendadak pucat melihat cepatnya serangan pedang lawan, tangkisan yang mengenai pedang juga karna pedang baja memutar mutar pedangnya di sekitar tubuh, karna tidak melihat ke arah mana pedang musuhnya bergerak, karna saking cepatnya jurus lawan.


Setelah serangannya di tangkis, Pedang gila semakin gusar, tangan kirinya langsung menghantam dada Pedang baja, Pedang baja tak menyangka dan terkejut ketika melihat serangan ke arah dadanya, lalu tangan kirinya bergerak, menahan serangan tangan kiri Pedang gila.


Pedang gila yang melihat tangan kiri dari Pedang baja yang berbentuk telapak, lalu membuka kepalan tangannya, dan kedua telapak kiri mereka bertemu.


Dhuaar...hoaaaks...!!


Suara ledakan akibat beradunya tenaga dalam terdengar.


Pedang baja tubuhnya langsung terlempar, dan pedangnya terlepas dari genggaman, dari mulutnya menyembur darah segar, akibat kerasnya tenaga dalam mereka beradu.


Pedang gila yang mulai beringas lalu dengan cepat menyerang kembali ke arah Pedang baja yang masih melayang.


"Jangan bunuh," Mo kwi berkata, melihat pedang gila melesat ke arah Pedang baja yang terlempar dan bila di serang, Pedang baja tak kan bisa menghindar lagi.


Pedang gila mendengus mendengar perkataan Mo kwi.


Ketika sampai di dekat Pedang baja, Pedang gila lalu memutar pedangnya dengan sangat cepat di sekeliling tubuh Pedang baja.


Sreet, sret, sret.


Setelah itu, Pedang gila langsung melesat ke arah Lee hyun yang sedang terkejut melihat aksi Pedang gila.


Sreet, aaaaarrrrgghhh....!!


Terdengar, teriakan dari Lee hyun, ketika merasakan sakit di selangkangannya, celannya sobek dan darah menyembur membasahi celana Lee hyun.


Ling ji dan Hwa rang langsung menutup wajah mereka.


Pedang baja, bajunya nyaris tak ada yang terisisa bagian yang utuh, semua sobek akibat sayatan pedang gila, dan pedang baja masih terkapar.


Pendekar pedang kayu, kawan dari Pedang baja, mengambil pedang milik kawannya dan memanggul Pedang baja, si juru tulis yang sudah sadar berdiri, sementara Lee hyun yang masih teriak teriak kesakitan, akibat sabetan pedang gila ke arah bagian terlarang tubuhnya.


Lee hyun sambil teriak berkata.


"Kau, kau tunggu pembalasan ku, dan kau juga Mu ryeong," Lee hyun berkata sambil, teriak mengaduh karna merasakan sakit yang amat sangat, akhirnya ia


di bantu oleh Pedang kayu, berdiri sambil tertatih tatih.


Phuuuuiih...!!


Pedang gila meludah mendengar perkataan dari Lee hyun, dan berkata.

__ADS_1


"Kasim bisa apa"


__ADS_2