Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 206 Lawan Setimpal Pedang Gila


__ADS_3

Kepala naga dan Setan kaki satu terkejut ketika mendengar teriakan dari kawan mereka siluman Harimau, keduanya melesat menghindari serangan Mo kwi dan Pedang gila, mereka lalu bergerak ke arah siluman Harimau, tapi yang terlihat adalah tubuh kawan mereka siluman Harimau, yang telah kaku dan melayang akibat di tendang oleh Dewa langit.


Kepala naga mengeram marah, sementara setan kaki satu wajahnya terlihat pucat, mereka hanya berdua, sedangkan musuhnya masih banyak dan terlihat santai, sedangkan juru tulis dan pedang kayu, seperti sedang tertotok dan diam tak bergerak.


Rombongan kepala naga ke kota Seju, tidak banyak membawa pengikut karena mereka hanya memantau situasi kota Seju yang dekat dengan kota Gaya, mempelajari kota seju, untuk di jadikan tempat pelarian jika keadaan terdesak dan mereka sama sekali tak menyangka bisa bertemu dengan rombongan Mo kwi.


Ketika kepala naga merencanakan penculikan Ling ji, setan kaki satu, dalam hati sebenarnya tidak setuju, karna orang sekelas Mo kwi yang merupakan menantu angkat kaisar Yongle pasti di kawal oleh para pendekar tangguh, dan inilah bukti dari ke khawatiran dari setan kaki satu.


Bukan hanya pengawal, tapi Mo kwi sendiri agaknya mempunyai kesaktian lebih dari para pengawalnya, terbukti orang yang paling hebat diantara mereka, kepala naga berdua dengan siluman Harimau, tak bisa mengalahkan pemuda itu, bahkan dirinya sampai terlempar ke semak semak, oleh pemuda itu.


"Apa yang kau pikirkan kaki palsu ?" Pedang gila berkata, ketika melihat Setan kaki satu hanya diam, dan wajah yg terlihat sedang berpikir.


"Apa kau bilang, kaki palsu ?" Aku setan kaki satu, bukan kaki palsu, kakek berambut putih itu berkata setelah mendengar perkataan Pedang gila.


Phuuuih...!!


Pedang gila meludah, lalu berkata,


"Memangnya kau lahir kakimu langsung kayu ?"


"Lalu apa urusanmu jika kakiku palsu ?" Setan kaki satu berkata.


"Lantas kenapa kau tak terima, apa kakimu itu asli ?" Pedang gila berkata.


Sementara kepala naga dan Mo kwi sudah saling hantam kembali.


Tapi Setan kaki satu dan Pedang gila masih terlibat adu mulut soal kaki.


Li chun yang mendengarkan mereka masih saja adu mulut, berkata.


"Kalian mau bertempur atau tidak, dari tadi bicaraaa terus, kapan tempurnya ?"


Dan entah kenapa mereka berdua menengok bersama ke arah Li chun, dan membentak juga dengan perkataan yang sama, "Diam kau ?"


Yie dong, Kwan bin dan yang lain tersenyum melihat tingkah kedua kakek itu.


Pedang gila kemudian memutar perlahan pedang kelabang biru miliknya, begitu pula dengan Setan kaki satu, yang memutar tongkatnya.


Keduanya melangkah perlahan dengan hati hati sambil saling mengawasi satu sama lain.


Setan kaki satu yang sudah pasrah dan berpikir tak ada lagi jalan selain bertempur kemudian berteriak dengan keras, untuk membangkitkan semangatnya sendiri.


Hiaaat...!!


Tongkat kayunya berputar putar bergerak ke samping kiri dan kanan lalu ke atas, kemudian tubuhnya melesat ke arah Pedang gila.


Pedang gila mendengus keras, kemudian melesat dengan jurus pedang kilatnya menyambar ke arah dada Setan kaki satu yang tengah melompat ke arahnya.


Trang, trang.


Dua kali pedang kelabang biru menyambar dada dan kaki, tapi di tangkis oleh tongkat setan kaki satu, tubuhnya memantul mantul dengan kaki kayunya, sementara kaki asli terkadang menyepak ke arah dada atau kepala Pedang gila yang selalu menghindari serangan kakek berambut putih itu.


Pedang gila agak kesulitan menghadapi kecepata dari pantulan kaki musuhnya, pedang kelabang biru sering luput menyerang Setan kaki satu.


Pedang gila terus menyerang.

__ADS_1


Tangan, Kaki, dan pedang menyambar, tapi dengan ilmu meringankan tubuh yang berasal dari pantulan kaki palsunya Setan kaki satu selalu berhasil menghindari serangan Pedang gila, wajah Pedang gila yang sudah merah, bertambah merah karna melihat serangannya selalu bisa di hindari oleh Setan kaki satu, yang memang terkenal dengan ilmu meringankan tubuhnya.


Pedang gila melentingkan tubuhnya kebelakang karna kesal serangannya selalu saja gagal.


Lalu pedang gila mengamuk sendiri, dengan membabat pohon dan semak yang berada di dekatnya,


Whuut, prak, craak, blaar.


Kayu, batu, semak semua yang ada di dekat pedang gila, di babat habis karna saking kesalnya.


Setelah puas mengamuk dan melampiaskan amarahnya, Pedang gila lalu menatap ke arah Setan kaki satu dan berkata.


"Kau bertempur seperti katak, lompat sana lompat sini, bikin pusing saja," Pedang gila berkata.


"Jika kau ta sanggup menyerang aku, ya sudah menyerah saja," Setan kaki satu berkata.


Phuuih...!!


"Apa kau bilang, menyerah ?" Pedang gila berkata sambil melotot ke arah kakek kaki satu.


"Aku menyerah setelah menebas batang lehermu itu !!" Setan kaki satu tertawa mendengar perkataan Pedang gila.


Ha ha ha.


"Menebas ku, kau pikir aku pohon yang di sekelilingmu itu, yang gampang kau tebas."


"makanya bertempur, jangan cuma bisa lompat lompat saja," Pedang gila berkata.


"Suka suka aku, kenapa kau yang atur !" kalau aku kalah dan tewas, lantas kau memang bisa menghidupkan aku kembali ?" Setan kaki satu berkata.


Li chun melihat mereka berdua hatinya merasa sangat kesal.


"Bertempur seperti dengan teman saja, sebentar berhenti, sebentar sebentar berhenti, apa kalian tidak lihat adik ku terus bertempur dengan kepala naga ?" Li chun berkata


Dan lagi lagi keduanya berteriak dengan kata yang sama terhadap Li chun, "Diam kau..!!"


Yie dong dan Kwan bin membujuk Li chun untuk diam dan tak ikut campur antara Pedang gila dan Setan kaki satu.


Pedang gila menatap setan kaki satu yang selalu menjawab perkataannya dan jawaban dari kakek berambut putih itu selalu bisa membuat Pedang gila tak bisa berkata kata, dan itu yang membuat Pedang gila sangat marah dengan setan kaki satu.


Ketika melihat mayat siluman Harimau berada di belakang Setan kaki satu, tak jauh dari sekitar tempat mereka bertempur.


Pedang gila tertawa tekekeh.


He he he


Mati kau sekarang, Pedang gila berkata pelan sambil menyeringai.


Setan kaki satu, mengerutkan dahi melihat seyuman Pedang gila, lalu berkata.


"Sedang mikir apa kau ?" Setan kaki kayu berkata.


"Apa yang kupikir apa harus ku beritahu padamu ?" Pedang gila berkata.


"Sudah jangan lompat lagi, mari bertempur !"

__ADS_1


Pedang gila memajukan kaki kanannya, sedangkan kaki kiri sedikit ia tarik ke belakang, pedang kelabang biru ia angkat di atas dada dengan posisi pedang menuju ke arah lawan.


Jurus yang jarang ia keluarkan, Pedang kilat menembus awan. sudah di siapkan oleh Pedang gila.


Melihat posisi Pedang gila, Setan kaki satu sadar, hanya ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi miliknya yang bisa menandingi jurus pamungkas kakek bermuka merah itu.


Pedan gila melesat ke arah Setan kaki satu, pedang kelabang birunya lurus bergerak dengan sangat cepat ke arah leher lawannya.


Setan kaki satu terkejut melihat serangan cepat lawannya, dan tubuhnya melenting mundur, tapi Pedang gila terus memburu, setelah dekat, pedang kelabang biru membabat dari atas kepala sampai kebawah, melihat serangan menyilang, setan kaki kayu terus mundur, karna jika menghindar ke samping kiri atau kanan, pedang kelabang biru bisa langsung bergerak menyerang kembali, dan satu satunya jalan adalah, mundur untuk menghindari serangan menyilang dari Pedang gila.


Dan memang itu yang di inginkan oleh Pedang gila.


Pedang gila terus menyerang dengan menebas dari atas ke bawah menyilang, dan setan kaki satu selalu mundur menghindar.


Setelah menyerang menyilang, sebuah tusukan ke arah dada dengan cepat mengejar Setan kaki satu yang terus mundur.


"Kena kau sekarang ?" Pedang gila menyabet leher Setan kaki satu, kakek berambut putih itu mundur sambil melentingkan kaki kayunya dan kemudian turun, dan terdengar suara.


Creep, Kraak.


Setan kaki satu, wajah nya langsung pias ketika kaki kayunya yang seperti tongkat menginjak sesuatu yang empuk dan terjepit sesuatu, dan ketika melihat ke bawah, Setan kaki satu terkejut, karna kaki kayunya menembus tubuh kaku temannya Siluman Harimau yang lebih dulu tewas.


Setan kaki satu, melihat Pedang gila melesat ke arahnya, lalu berusaha melompat, tapi kaki palsunya susah untuk bergerak, dan terasa berat


karna menancap di tubuh sahabatnya.


Pedang gila sudah berpikir ke sana dan memancing terus Setan kaki satu untuk mundur, Pedang gila selalu melihat bahwa setan kaki satu selalu memantulkan kaki kayu nya ketempat keras seperti batu, pohon.


Pedang gila sadar kaki kayu musuh nya jika mendapat pijakan yang empuk tak kan bisa memantulkan tubuh dengan cepat, dan inilah kesempatan yang ia tunggu


Kaki kayu nya tersangkut di tulang rusuk tubuh siluman Harimau yang tewas.


Pedang gila langsung menyerang kembali.


Kali ini Pedang gila menebas dada, dan setan kaki satu ketika akan melompat terasa berat, karna kakinya masuk kedalam tubuh sahabatnya.


Setan kaki satu lalu menangkis serangan cepat Pedang gila dengan tongkatnya.


Traak.


Tongkat putus, terkena sabetan pedang kelabang biru yang cepat dan mengandung tenaga dalam tinggi.


Setan kaki satu terkejut tongkatnya putus.


Pedang kelabang biru lalu menyerang kaki, Setan kaki satu.


Craas.


Setan kaki kayu menjerit kencang ketika kaki aslinya putus oleh serangan pedang gila.


Setan kaki satu wajahnya pucat, panas dan gatal merayap naik dan perlahan dari kaki yang terkena tebasan, pedang kelabang biru.


Setan kaki satu hanya sebentar menjerit, kemudian jatuh di samping sahabatnya, dan tewas, perlahan racun biru mulai menyebar, dan tubuhnya membiru, setan kaki satu tewas dengan mata melotot.


Phuuih..!!

__ADS_1


Pedang gila meludah lalu berkata


Julukanmu sekarang, Setan tanpa kaki.


__ADS_2